To The Night Street

To The Night Street
melaksanakan rencana


__ADS_3

sesampainya calvin dan andika di markas geng motor satria kenanga, seperti biasa mereka bergabung dengan yang lainnya.


"udah sembuh vin?" tanya leo, setelah calvin datang mendekat.


"udah" jawab calvin, lalu duduk di samping leo.


"cepet" ucap vino.


"lo suka gua sakit?" tanya calvin.


"ya enggak juga, heran aja gua" jawab vino.


"jordan" panggil calvin, lalu mengangkat kedua alisnya sambil senyum.


"kenapa?" tanya jordan.


"ahaha gapapa" jawab calvin.


sementara itu di markas silent night


"ayo berangkat" ucap wildan, kemudian jalan di depan, memimpin yang lainnya.


seperti biasa, mereka beberapa kali berhenti, jika melihat siapa yang berhak menerima bantuan itu.


"udah abis dan" lapor ray, setelah memberi bantuan terakhir, sekitar pukul 12.40.


"kita balik, biar gak terlalu malam, besok senin" ucap wildan.


sementara di markas satria kenanga.


jam 12.25.


"semua sudah siap?" tanya calvin depan motornya, anggota lain malam ini akan beraksi berada didepannya.


"udah vin" jawab beberapa, lalu calvin menaikan slayernya, diikuti yang lain.


calvin mendekat ke raditya, lalu mendorong raditya ke motor dan memeriksa seluruh saku nya.


"ngapain sih lo vin?" tanya radit, Calvin masih memeriksanya.


"memastikan lo gak bawa senjata tajam" jawab calvin setelah selesai memeriksanya.


"jalan sekarang, semua bersiap di posisi" perintah calvin, lalu dia menaiki motor, dan menjalankannya, diikuti yang lainnya juga.


seperti rencana, calvin menunggu di jalan.mmm bersama andika dan leo.


cukup lama mereka menunggu, sampai akhirnya target masuk, calvin menyalakan motornya begitu juga yang lain, mengejar target. sampai pada pertigaan jalan yang menuju jl.kkk diblok oleh calvin dan andika, target berbelok ke arah jln.ppp, sesuai rencana.


dipertengahan jln. ppp, sesuai rencana radit, mikel, norik dan keiza menghadang jalan.


motor target berhenti, begitu juga andika dan leo turun dari motornya, kecuali calvin, dia berhenti, tapi tetap di motor.


"turun lo" ucap keiza, yang mendekati target terlebih dahulu.


terget turun,


"nama lo siapa?" tanya keiza kasar, keiza melakukannya sesuai permintaan calvin.


"hmmm, tony" jawab target itu, dia menjawab sedikit gemetar.


keiza langsung memberikan pukulan pertama. calvin yang tadinya melihat ke arah target, sekarang dia membuang muka, melihat ke arah lain.


target melawan, raditya, mikel, dan norik membantu keiza, sedangkan andika dan leo hanya berdiri melihat dari dekat motornya.


tak lama, target jatuh ke aspal.


"bangun lo" ucap raditya kasar.


norik menarik bajunya, membuat target berdiri, kemudian memukulnya, target melawan penyerangan tambahan diberikan mikel.


"cabut-cabut" teriak calvin saat mendengar ada suara motor yang mendekat.

__ADS_1


mereka semua, anggota motor satria kenanga, ke motor masing-masing, lalu pergi meninggalkan orang itu.


tak lama suara motor yang jauh itu mendekat. semuanya berhenti mendadak, melihat ada seorang masih tergeletak di atas aspal. walau motor paling belakang beberapa mengenai motor depannya karena berhenti mendadak.


"masih sadar dan" ucap kenzie yang memeriksa itu.


wildan, gabriel dan niko mendekat.


kenzie dan wildan membantu dia berdiri.


"gua anterin ke rumah sakit ya" ucap wildan pada orang itu.


wildan menaiki motornya lalu kenzie dan gabriel membantu orang itu, untuk duduk dibelakang wildan.


"kenzie, gabriel ikut gua, yang lainnya balik ke markas" ucap wildan, setelah orang itu naik motornya.


"gua mau ikut juga" niko ikut berbicara.


"oke, lo di boncengkan tadi, sekarang lo bawa motor nya dia nih, tapi besok lo sekolah, jangan bolos" jawab wildan.


"oke, siap boss ku" jawab niko lalu mengendarai motor punya orang tadi. sedangkan gabriel dan kenzie satu motor.


"pegangan" ucap wildan pada orang tadi. wildan berjalan ke arah rumah sakit, sesampainya disana dia langsung dibawa ke UGD.


setelah menunggu beberapa saat, dokter keluar, wildan, gabriel dan niko berdiri mendekati diri ke dokter.


"luka pasien tidak terlalu parah, hanya beberapa luka lebam dan memar" dokter memberi tahu.


"kita boleh masuk dok?" tanya wildan.


"silahkan, kalo gitu saya pergi dulu" jawab dokter lalu pergi.


"terima kasih" ucap orang itu, setelah melihat wildan dan yang lainnya masuk. dia terbalut di bagian kening dan tangan kirinya.


"sama-sama" jawab wildan.


"kok bisa begini?" tanya kenzie.


"gua dikeroyok" jawabnya.


orang itu menggeleng.


"gua gak kenal, mereka berpakaian serba hitam, pake slayer" orang itu memberi tahu.


"yang pasti mereka pergi setelah mendengar suara motor kalian, terima kasih" tambahnya.


"kita kebetulan lagi lewat situ, motong jalan" jawab wildan.


"nama lo siapa?" tanya gabriel.


"saron" jawabnya.


"black spider" niko membaca logo jaket pada lengan kiri nya.


"anggota geng motor?" tanya kenzie.


"iya" jawabnya.


"boleh gua hubungin temen-temen lo, biar mereka kesini" kenzie berbicara lagi.


saron mengeluarkan hp nya, lalu memberikannya pada kenzie.


"alfandra, ketua geng gua" saron berbicara merah, bibirnya masih merah dan hampir bengkak.


kenzie mencari kontak alfandra, lalu menelponnya.


"halo saron, ada apa?" alfandra.


"maaf, gua kenzie, gua nemuin temen lo saron terluka di jalan, sekarang dia di rumah sakit tria cita" kenzie memberi tahu.


"gua kesana sekarang" alfandra kemudian mematikan hp nya.

__ADS_1


kenzie meletakkan hp nya di meja samping tempat tidur, niko juga meletakkan kunci motornya.


kurang lebih 15 menit, 3 orang datang, dengan jaket abu-abu bercampur hitam seperti yang digunakan saron.


"saron, lo kenapa?" tanya alfandra setelah masuk.


saron menggeleng.


"temen gua kenapa?" tanya alfandra yang melihat ke arah wildan, gabriel, kenzie dan niko.


"kita gak tau, kita nemuin dia udah ditengah jalan" jawab wildan.


"bukan mereka yang lakuin ini, malah karena kedatangan mereka sangat membantu gua" ucap saron lemah.


"terima kasih" ucap alfandra pada anggota silent night.


"sama-sama"jawab wildan.


"kenalin gua alfandra" ucap alfandra.


"gua wildan" jawab wildan, mereka saling berjabat tangan,


"kenzie", "gabriel", "niko" yang lainnya juga berjabat tangan pada alfandra.


"kenalin juga, ini bastian, dan ini delmar" alfandra mengenalkan dua teman lainnya. mereka saling berjabat tangan.


"kalian geng motor juga?" tanya alfandra.


"iya, kenalin silent night" kali ini kenzie yang menjawab.


"kita black spider" alfandra memberi tahu.


"oiya, boleh minta nomor kalian, siapa tau nanti kita bisa silahturahmi lagi" ucap alfandra sambil menguarkan hpnya.


"nomor lo aja dan" ucap kenzie.


"08xxxxx" wildan memberi tahu nomor telponnya, alfandra mengetik di hp nya.


"makasih" ucap andra setelah menyimpan nomor telponnya wildan, lalu memasukkan hp ke dalam kantongnya lagi.


"iya, kalo gitu kita pamit" ucap wildan.


"iya, sekali lagi terima kasih" jawab alfandra, kemudian wildan, gabriel, kenzie dan niko beranjak keluar, mereka kembali ke markas.


"siapa yang ngelakuin ini ron?" tanya andra pada saron.


"gua gak tau" jawab saron pelan.


"dra, mending sekarang kita antar dia pulang, kalo saron udah sembuh, baru minta dia cerita apa yang terjadi" delmar memberi usul.


"oke" jawab andra.


"gua gak mau orang tua gua khawatir, anterin gua ke rumah temen gua aja, jeremy, rumahnya gak jauh dari sini" ucap saron.


"iya, ayo bangun" andra kemudian membantu saron berdiri.


setelah mereka mengurus administrasi, mereka mengantarkan saron ke rumah jeremy, setelah itu, kembali ke markasnya.


di rumah jeremy.


"lo kenapa ron?" tanya jeremy yang membantu saron berjalan ke kamarnya.


"orang tua lo mana?" tanya saron.


"biasa, ke luar kota lagi, baru berangkat tadi, abis maghrib" jawab saron.


sesampainya di kamar jeremy, saron merentangkan tubuhnya di kasur.


"udah makan?" tanya jeremy.


"udah, makasih" jawab saron.

__ADS_1


"yaudah lo istirahat aja" ucap jeremy.


"iya, makasih" balas saron, kemudian memejamkan matanya, sedangkan jeremy kembali pada komputernya.


__ADS_2