To The Night Street

To The Night Street
pertengkaran


__ADS_3

sepulang dari kampus, calvin menuju ke markasnya.


sesampainya di markas, calvin tidak menyapa anggota lain dia langsung mencari raditya, sampai masuk ke kamar tanpa izin. ternyata benar raditya sedang tidur disana. kedatangan calvin membuat raditya terbangun.


"vin bisa gak sih kalo mau masuk ketuk pintu dulu gitu, gak punya adab apa lo" ucap raditya setelah terbangun.


"lo yang gak punya adab, lo tau, alvian, dia meninggal, dan polisi masih melakukan investigasi hingga 5 hari ke depan" calvin berbicara dengan tegas.


"ya bagus dong alvian meninggal, polisi gak bakal punya bukti kalo pelakunya kita" jawab raditya dengan santainya.


"arrrgg" calvin kesal dengan mengangkat lalu membanting tangannya sendiri dan membuang muka.


"lo pinter, tapi gak ada etika percuma" ucap calvin dengan keras, yang menyebabkan anggota lain berdatangan.


alvian berdiri kemudian mendekati calvin, calvin menatap raditya dengan tajam.


"vin, lo juga setuju kan atas penyerangannya ini kemarin, sekarang kenapa lo marah, hah?" raditya berbicara depan wajah calvin.


"gua emang setuju, tapi membunuh bukan lah rencananya" jawab calvin tegas.


"kalo kita tidak membunuh, alvian akan buka mulut kalo yang lakuin ini kita, paham lo?" raditya mulai emosi, kali ini dia berbicara menarik kera baju calvin.


calvin menarik tangannya untuk melepas pegangannya, kemudian berkata.


"lo bodoh, kita bisa menyamar tanpa ketahuan, tanpa bukti, kita lakukan ini dengan bersih juga karena ide gua, tapi gua gak setuju kalo sampai dia meninggal" calvin menjawab lebih tegas.


raditya langsung memukul calvin, calvin terkena pukulan itu. saat raditya ingin menyerang lagi, pukulan kedua berhasil ditahannya, lalu terjadi perkelahian diantara mereka, mereka keluar kamar, berkelahi dalam ruangan.


"calvin, radit udah" semua bersorak menyuruh mereka berhenti ketika perkelahian dimulai tadi, tidak lama mereka langsung bergerak memisahkan keduanya, calvin dan raditya di tarik oleh anggota lainnya.


perkelahian hanya terjadi sebentar.


"udah-udah, nasi udah jadi bubur, oke" ucap andika.


"yang penting sekarang, bagaimana cara nya agar kejadian ini tidak terulang" tambah andika.


calvin menarik tangannya yang dipegangi tadi oleh anggota lainnya, kemudian pergi keluar dengan motornya.


raditya juga menarik tangannya, untuk dilepaskan, tapi dia masih disana dengan raut wajah marah.


tak lama hening, lalu raditya juga keluar, menaiki motor, dan perlahan hilang di jalan.


raditya pergi ke taman kota, duduk menyendiri sambil mengisap rokoknya.


setelah rokoknya habis, raditya berangkat lagi. namun, di tengah perjalanan, saat di jalan yang sepi, raditya di hadang oleh 3 motor, mereka berlima, mereka semua menggunakan jaket yang berbeda-beda, raditya juga tidak mengenal mereka. dari taman kota memang mereka sudah terlihat mengincar raditya, tapi radit tidak menyadarinya


mereka turun dari motor, menarik baju raditya, memaksa raditya untuk turun.


"jujur, lo yang ngebunuh alvian kan?" selah satu diantara mereka berbicara dengan keras.


"emang alvian kenapa?" jawab radit tanpa merasa bersalah.


"jangan pura-pura bego lo" kata seseorang diantara mereka lagi, radit terus dipaksa mundur, hingga dari belakang dia mentok dengan tembok.


"gua tanya sekali lagi, jujur lo kan yang bunuh alvian?, punya masalah apa sama alvian lo?" Tanya salah satu diantara mereka lagi dengan tegas, sambil menarik baju radit.


radit menarik tangan yang menarik bajunya, agar terlepas, setelah itu ia kembali berbicara dengan tegas.


"lo jangan nuduh sembarangan, gua aja gak tau apa-apa tentang ini, apa maksud lo, lo malah nuduh gua?" jawab raditya dengan menatap tajam mereka.


"cabut" kata seseorang setelah memukul wajah raditya.

__ADS_1


mereka semua meninggalkan raditya, dari tepi bibirnya, darah keluar setetes.


raditya kembali ke motornya, lalu ke markas.


"lo kenapa dit?" tanya vino yang melihat raditya kembali dengan bibir masih memerah karena darah dan pinggir mulut membiru.


"gak tau, gak kenal mereka siapa" jawab radit, kemudian duduk bersama dengan yang lainnya.


"lo abis berkelahi lagi?" tanya andika.


"lebih tepatnya dikeroyok, mereka berlima, gua juga gak kenal siapa mereka, tiba-tiba jalan gua di hadang" radit memberi tahu.


"serius lo gak kenal?" tanya leo untuk memastikan.


"iya" jawab radit.


"mereka ngomong sesuatu?" tanya andika.


"mereka nuduh gua bunuh alvian" jawab radit.


"itu mah nyata dit, bukan nuduh" ucap andika.


"yah tapi gua gak terima lah, masa iya maen pukul gua, abis itu kabur" ucap radit.


"lo abis membunuh orang kabur dengan gampangnya" vino ikut berbicara "dari pada lo dibunuh gimana?"


"kok kalian jadi pada nyalahin gua?" tanya radit.


"gua bukan nyalahin lo dit tapi, apa yang lo lakuin emang salah" jawab andika "walau sekarang kita bicara tentang balas dendam, yang ada dipikiran kita hanya untuk memberitahunya, paling kasih pelajaran dikit, selesai, tapi gua gak mau lo ngelebihin hal itu lagi seperti kejadian kemarin" andika berbicara dengan santai tanpa emosi.


"oke, gua janji, gua gak akan ngelebihin lagi, tapi kalian harus bantu gua buat bales perbuatan mereka" ucap raditya, dia juga terbawa menjadi tenang.


anggota lainnya saling bertatapan. kemudian vino berbicara "lo aja gak kenal mereka, gimana tau sasaran kita siapa?".


"semoga gak ketemu siapa yang gituin dia" ucap vino setelah radit pergi.


"dia aja membunuh orang gak merasa bersalah, masa baru di keroyok gitu doang marah, aneh" tambah andika.


"dah ah gua mau pulang" andika berkata setelah berdiri, lalu beradu tangan kepal dengan semua yang ada disana, beberapa lainnya menyampaikan untuk "hati-hati" kepada dika, lalu menaiki motor dan keluar dari markas.


sementara calvin, dia mampir ke rumah teman SMA nya, jeremy. saat ini dia sedang bersantai di kamar jeremy, sambil memakan cemilan, dengan suara musik.


"lo kuliah vin?" tanya jeremy.


"iya, lo sendiri gimana?" calvin bertanya balik.


"sama" jawab jeremy.


"kampus mana?" calvin bertanya lagi.


"kampus s, lo dimana?" jawab jeremy.


(nama kampus disini bukanlah nama kampus sebenarnya, atau samaran, hanya dialog biasa yang saya sendiri juga tidak tau dimana :) karena hanya cerita fiktif)


"kampus Y, ngambil jurusan apa?" calvin mengajukan pertanyaan kembali.


"arsitektur, lo" jawab jeremy.


"kerennn, gua kedokteran" jawab calvin.


"lo juga mantap" ucap jeremy.

__ADS_1


treedd.. treedd.. tredd (hp calvin berbunyi)


"et ini orang baru kenal udah nelpon aja" ucap calvin ketika melihat siapa yang menelponnya, gabriel.


"siapa?" tanya jeremy.


bentar, gua angkat dulu. (disini jeremy tidak mendengar jawaban dari gabriel).


percakapan di telpon.


"halo gabriel, ada apa?" calvin.


"udah liat web belum?" gabriel.


"belum, kenapa?" calvin.


"kita sekelas, gua udah masuk grub kelas, terus gua denger katanya ada mahasiswa yang SMA nya di Jerman, yang mutusin buat kuliah di indo" gabriel.


"pinter banget kali dia ya" calvin.


"kayanya, oiya bentar gua kirim tautan buat masuk ke grub kelas nih" gabriel.


"oke makasih, udah masuk" calvin.


"jum'at sabtu kita ospek" gabriel.


"hah? serius lo?" calvin.


"iya, mana peralatan yang harus dibawa banyak banget lagi, segala name tag dari kardus" gabriel.


"boleh gak ikut ospek gak sih?" calvin.


"ya gak tau, katanya sih wajib, kalo boleh mah gua juga lebih milih gak ikut" gabriel.


"tuh gua udah kirim peralatan yang harus di bawa apa aja di hari jumat dan sabtu" gabriel


"kurang banyak" calvin.


"cari peralatannya bareng yuk, yang perlu dibuat juga kita buat bareng, mau gak?" gabriel.


"hmmm, tapi jangan hari ini" calvin


"besok?" gabriel.


"sip, dimana?" calvin.


"di siv" gabriel. (siv adalah semacam tempat makan angkringan, nama siv hanyalah fiktif dari penulis)


"oke" calvin.


"gua tunggu di sana jam 1" gabriel.


"beli bahan-bahannya dulu kali" calvin.


"untuk bahan-bahan tenang, ada babu-babu gua yang bawain ahaha, enggak canda, ada nanti yang bawain pokoknya, lo tinggal dateng aja" gabriel.


"oke, makasih gab" calvin.


"sama-sama, kalo gitu udah dulu ya" gabriel.


"iya" calvin.

__ADS_1


gabriel menutup telpon.


__ADS_2