
keesokan harinya selesai kelas, zayeen, daniel, gabriel dan calvin berkumpul di kantin pukul 11 siang.
"gua pesen makanan dulu ya, kalian mau apa?" tanya daniel.
"samain sama lo" sahut calvin.
"gua juga" jawab zayeen dan gabriel, daniel pergi memesan.
"vin" panggil gabriel.
"apaan?" sahut calvin.
"anggota satria kenanga ada yang cerita ke lo semalam?" tanya gabriel.
"iya ada, lo ikutan?" tanya calvin.
"hmm iya, tapi gua juga gak ngapa-ngapain, eh ada sih dikit, yaudah sampaiin aja maaf dari gua" jawab gabriel.
"iya" jawab calvin.
daniel kembali duduk bergabung.
"hadeh" ucap calvin yang baru saja melihat hp nya.
"kenapa vin?" tanya zayeen.
"andika, kan aturan dia pulang jam 12, jadi jam 2, dosennya ganti jadwal" calvin memberi tahu.
"vin, lo kan sering main-main nih ke mana aja gitu, kalo lo bingung, main aja ke rumah gua, cuma ada gua sama adek gua doang di rumah" zayeen memberi tahu.
"lah orang tua lo kemana?" tanya gabriel.
"weh ini udah pernah diomongin ya, orang tuanya zayeen tinggal di jerman" seru daniel.
"lo sering maen niel?" tanya calvin.
"beh… jangan ditanya, berasa rumah ke 2 gua ahaha" jawab daniel.
"kapan-kapan nginep bareng lah rumah zayeen" tambah daniel.
"kuy aja gua mah" jawab gabriel.
"kuy lah ahaha" sahut calvin juga.
"tapi jangan malam ini, gua gak bisa ahah" ucap daniel.
"iya" jawab calvin, makanan mereka datang dibawakan oleh seorang pelayan. mereka berterima kasih, pelayan hanya mengangguk lalu pergi.
"duh" ucap calvin pelan, menatap makanannya. sedangkan yang lain sudah memakannya, itu ketoprak.
"kenapa vin, ada yang salah?" tanya daniel.
"enggak, gak ada yang salah, gua yang salah lupa bilang gua alergi kacang" jawab calvin.
"eh maaf vin gua gak tau" ucap daniel.
"dibilang lo gak salah" jawab calvin.
"terus yang ngabisin siapa?" tanya gabriel.
"lo ahaha" jawab daniel.
"ogah, kenyang gua" jawab gabriel.
"tenang-tenang" jawab calvin, dia mengambil hp nya dan meletakkan di telinganya.
"hai dan" ucap calvin.
"wildan?" tanya gabriel, calvin mengangguk.
"ada apa vin?" tanya wildan.
"mau makanan gak? gratis sini gua bayarin, ada gabriel juga disini, zayeen, daniel" ucap calvin.
"yaudah gua kesana, kantin FK?" tanya wildan lagi.
"iya, gua tunggu" jawab calvin lalu meletakkan hpnya di atas meja.
"simpen, gua mau pesen yang lain lagi" ucap calvin lalu berdiri melangkah hendak memesan lagi.
tak lama calvin kembali dengan semangkuk mie ayam.
"mie mulu lo anjir" sahut gabriel.
"gua bingung mau makan apaan" jawab calvin.
wildan sampai.
"nih makan dan" calvin memberikan makanan nya yang tadi kepada wildan.
__ADS_1
"lah kok lo beda sendiri vin?" tanya wildan.
"alergi kacang dia" sahut gabriel.
"pantess ahaha, makasih vin" ucap wildan.
"ya masama, oiya minum nya pesen sendiri ya, tenang gua yang bayar" jawab calvin.
"berarti ini juga lo yang bayarin vin?" tanya daniel.
"gak lah, kalian bayar sendiri, gua cuma bayarin wildan doang ahaha" jawab calvin lalu tertawa.
"asik, markas makan-makan di bayarin wildan ahaha" sahut gabriel.
"wakil gak ada akhlak" sahut wildan.
"eh iya vin, lo kan bareng andika, dari pada lo tungguin sampe jam 2, mending lo ikut gua yuk, ke markas, boleh kan dan?" ucap gabriel.
"boleh, kalo Calvin nya juga mau" jawab wildan.
"ngapain gua disana?" tanya calvin.
"ya ngumpul aja, udah kenal juga lo sama anggota-anggota gua" ucap wildan.
"yaudah gua ikut" calvin menyetujui.
tak lama setelah selesai makan, gabriel, calvin dan wildan menuju markas silent night.
"eh calvin, apa kabar?" sapa farel.
"baik dong, lo sendiri gimana?" tanya calvin.
"bali" jawab farel.
"hah?" calvin bingung.
"baik sekali" jawab farel, calvin tertawa juga wildan dan gabriel.
"bisa aja lo, btw lo mau kemana rel?" wildan ikut bicara.
"ke rumah temen gua, ngerjain tugas kelompok" jawab farel yang mereka bertemu di parkiran markas silent night.
"tilang" ucap calvin.
"hah? surat-surat gua lengkap masa ditilang" jawab farel.
"hati-hati di jalan ang" jawab calvin.
"yaudah gua duluan ya" tambah farel, kemudian menjalankan motornya.
calvin, gabriel dan wildan masuk.
"wihh rame, lagi ngomongin apaan nih?" tanya wildan sesampainya di ruang depan, beberapa sedang ngumpul. mereka duduk bergabung.
"eh niko lo gak sekolah, udah pulang aja" sahut gabriel sebelum yang lain menjawab pertanyaan wildan.
"guru rapat, jadi murid dipulangin" jawab niko
"dan, anggota satria kenanga yang semalam kata andra kayanya dia ketua penyerangan mereka" kenzie kembali ke topik pada pertanyaan wildan.
"tau dari mana?" tanya wildan. kenzie mengangkat bahu.
"lo kalo kasih info jangan setengah-setengah apa" sahut wildan.
"dari pada gua gak kasih tau sama sekali" balas kenzie.
"iya makasih" sahut wildan.
"eh kalian ngomongin satria kenanga ada temennya ini" Ucap gabriel sambil menepuk bahu calvin.
"lah tanya aja sama calvin, siapa ketua penyerangan satria kenanga" sahut kenzie.
"gua udah pernah nanya, gak tau dia" sahut gabriel.
"emang kenapa?" tanya calvin.
"jadi cakra bilang radit deket sama ketua penyerangannya, selama ini yang kita tahu muka nya gimana radit doang, nah selain dari mulut radit, dia juga pengen tau cerita dari mulut ahli strategi satria kenanga" gabriel menjelaskan.
"gab kok di kasih tau sih, kalo calvin ngomongin ke satria kenanga nya gimana" sahut kenzie.
"gak, gua gak bakal kasih tahu tentang ini ke mereka, cuma buat gua aja" sahut calvin.
"duh gimana gua mau jujur kalo begini, apalagi sasaran mereka gua sendiri" ucap calvin dalam hati.
"udah percaya aja sama anak ayam gua, rahasia satria kenanga aja gak ada yang bocor ke kita" sahut gabriel.
"gua pengen tau, kalo misalnya kalian tau nih, kenal sama ketua penyerangan mereka, kalian mau apa?, siapa tau nanti gua nanya kan" tanya calvin.
"nah bagus tuh, tanyain mereka vin" sahut kenzie.
__ADS_1
"gua gak mau celakain teman gua sendiri ya" sahut calvin.
"gak usah vin, cakra yang butuh info itu, dan lo diem-diem aja" sahut wildan.
"oke" jawab calvin.
beberapa suara motor mendekat lalu berhenti, calvin, wildan dan yang yang lainnya melihat dari jendela siapa yang datang, beberapa anggota dari black spider dan black flower, termasuk cakra dan andra sebagai ketuanya.
"eh sini duduk-duduk" ucap wildan setelah mereka masuk, mereka saling berjabat tangan sebelum duduk.
"ini calvin ya? temennya saron kan" tanya andra menunjuk calvin setelah duduk.
"iya" jawab calvin.
"ih anak ayam gua terkenal" sahut gabriel.
"guys, tadi malam gua liat radit, dia masuk ke rumah alvian" cakra memberi tahu.
"ngapain dia?" tanya kenzie.
"gak tau sih gua, dia masuk gak lama keluar lagi" jawab cakra.
"jam berapa?" tanya wildan.
"jam 8 an, pas gua mau berangkat semalam" jawab cakra.
"keterkaitan antara alvian dan radit semakin kuat dong" sahut andra.
"nah makanya itu gua yakin banget kalo satria kenanga yang bunuh alvian, apalagi ketuanya radit tuh" sahut cakra.
"selain radit lo juga ngincer ketua penyerangan mereka kan?" buat apa? gua belum terlalu ngerti dan jelas" tanya kenzie.
"setau gua radit deket banget nih sama salah satu anggotanya, dan kayanya sekarang dia ketua penyerangannya tapi gua juga belum tau namanya, orangnya gimana, dan yang pasti, dia yang ngerencanain penyerangan ke alvian hingga alvian tewas" jelas cakra.
"jadi lo paling dendam ke mereka berdua?" tanya wildan.
"iya" jawab cakra.
"emangnya radit sama alvian punya hubungan apa sama radit?" tanya delmar.
"gua juga gak tau, alvian sering main ke rumah gua, sering cerita, tapi sedikit doang tentang radit dan gak pernah cerita hubungan mereka apa, paling cerita gak sedetail hal yang lain" jawab cakra.
"kok gua jadi penasaran" sahut andra.
"apa kita sergap mereka langsung ya di markasnya?" tanya yuda.
"kita aja gak tau markas mereka dimana" sahut delmar.
"vin ma...." kenzie ingin berbicara tapi terpotong karena wildan menyenggolnya.
calvin hanya melihat kenzie.
"makan yu, gua tau lo pasti butuh makanan, eh maksudnya cari makan dulu" sahut kenzie, pada dasarnya ia ingin bertanya pada calvin dimana markas satria kenanga.
"nanti aja sih, masih siang ini, emang kalian belum makan siang" sahut cakra.
"yaudah ntar aja vin, selesai ini ya" sahut kenzie lagi, calvin hanya mengangguk.
"di jalanan aja sih, jumlah geng kita bertiga juga cukup buat bungkam mereka" sahut edwin.
"pusing gua pusing, harus apa dong gua, bener-bener di kejar dong" ucap calvin dalam hati.
"iya, tapi lo rame-rame di jalanan gitu, ngumpul, terus kalo misalnya terjadi perkelahian gimana? suasananya jadi ribut, gak teratur, terus ada orang lain gimana?" sahut wildan.
"jangan hanya hanya pikirkan tindakan, tapi juga resiko" tambah wildan.
"kece parah wildan, jadi idola gua nih ahaha" ucap calvin lagi dalam hatinya.
hp calvin bergerak, andika menelpon. calvin menolaknya.
"angkat aja dulu telpon andika" sahut gabriel yang duduk di samping calvin.
"nanti aja gapapa, takut ganggu kalian" jawab calvin.
"vin, mau lo temenan sama gabriel muka-muka kriminal gini ahaha" tanya andra lalu tertawa.
"sembarangan gua ganteng begini dibilang kriminal" jawab gabriel.
"ahaha terpaksa sih gua sebenernya" jawab calvin.
"jahat lo vin" sahut gabriel.
"eh vin, anterin gua balik yuk, ke rumah andika" ucap lagi calvin.
"ayok" jawab gabriel lalu berdiri, begitu juga calvin.
"gua pulang duluan ya" calvin pamit.
"gua anterin anak ayam dulu nih" sambung gabriel juga pamit.
__ADS_1
mereka keluar, gabriel mengantar calvin sampai gerbang rumah andika, lalu kembali.