
sesampainya di kampus, mereka langsung ke bagian administrasi.
sekitar sejam gabriel mengurus hal itu, calvin menunggunya di bangku" koridor dan beberapa kali menemani gabriel ke fotocopyan.
"udah?" tanya calvin saat Gabriel keluar ruang administrasi.
"udah, makasih anak ayam ku ahaha" jawab gabriel yang kemudian duduk di samping calvin.
"ikut yu" gabriel berbicara lagi.
"kemana?" tanya calvin.
"markas geng motor gua" jawab gabriel.
"gak mau ah" calvin langsung menjawab.
"gapapa, anggota nya baik-baik kok, ramah, gak kaya yang kemarin tuh, sombong banget, disapa gak ada balasan sama sekali" gabriel memberi tahu.
"anjir, belum tau aja gua anggota geng motor itu juga, kalo gabriel tau, gimana responnya ya, klo lagi ngomong sama raditya udah abis lo gab sekarang juga" calvin berbicara dalam hatinya.
"woi malah diem, mau gak?" gabriel yang melihat calvin berdiam diri.
"gua langsung balik aja ya, ahaha kapan-kapan aja" jawab calvin.
"kenapa? takut? asli gak ada serem-serem nya geng motor gua, ketua penyerangannya lo tau siapa? kenzie, lucu kan dia" gabriel memberi tahu.
"apalagi ketua geng motor gua juga udah kenal lo" tambah gabriel.
"anterin gua balik aja gab" calvin menjawab dengan menolaknya lagi.
"yaudah yu kita berangkat sekarang" balas gabriel kemudian berdiri, juga calvin. mereka ke arah parkiran mengambil motornya.
"gab, ini bukan arah jalan mau ke halte karuna ya" calvin berbicara saat di motor, nada nya seperti memperingati gabriel.
"emang bukan, temenin gua ke rumah ray dulu, gapapa kan?" tanya gabriel.
"ray siapa?" tanya calvin.
"anggota geng motor gua juga, ketua sosial dan distributor bantuan" gabriel memberi tahu.
"kita kesana ngapain?" tanya calvin.
"liat aja, nanti juga tau" jawab gabriel.
"yaudah" jawab calvin.
sesampainya di rumah ray, ray sedang duduk di depan rumahnya.
"hai gab, dateng juga lo" sapa ray kemudian ray dan gabriel bersalaman dengan ketukan tangan yang melebar dari kiri kanan dan sebaliknya kemudian mengadu kepalan tangan.
"ini siapa? anggota baru?" tanya ray.
"kenalin calvin, teman baru gua, temen kampus" jawab gabriel sambil menepuk bahu calvin.
"ray" ray memperkenalkan diri kemudian mengangkat tangannya untuk berjabat tangan.
"calvin" jawab calvin dan membalas jabatan tangan ray.
"calon anggota abru kali" iseng ray.
calvin hanya tersenyum.
__ADS_1
"gak mau dia" jawab gabriel.
ray masuk ke rumah sesaat, lalu keluar lagi membawa sekardus mie, meletakkannya di lantai dan didekatkan ke gabriel.
"yaudah ini ya gab, sekardus mie, bisa lo bawa ke markas kan?, maap ya, gua gak bisa ke markas dulu, pala gua pusing, ini aja masih anget badan gua" ray memberi tau setelah memberikan se kadus mie kepada gabriel.
"santai ray, yang penting lo sehat dulu aja sekarang, oiya uang yang masuk berapa?" jawab gabriel.
"untuk sementara yang masuk ada 5 juta 3 ratus 20 ribu" jawab ray "nanti sabtu gua cairinnya kaya biasa" tambah nya.
"oke" jawab gabriel.
"kita ke markas lo dulu gab?" tanya calvin.
"iya, bantuin gua bawa ini ya, lo tega gua bawa ini sendiri" ucap gabriel.
calvin bingung mau menjawab apa lagi.
"gak usah takut vin, santai aja, mereka pasti nerima lo kok" ray ikut memberi tahu.
"yaudah ray, gua berangkat dulu ya" ucap gabriel kemudian mengangkat kardus mie nya.
"iya hati-hati gab" jawab rey.
"tolong bawa ini vin, pegangin, lo kan duduk di belakang, apa lo mau ngendarain aja?" tanya gabriel.
"sini, gua pegangin aja" jawab calvin kemudian mengambil kardus dari tangan gabriel.
gabriel menaiki motornya kemudian calvin duduk dibelakang memangku kadus mie itu.
"yuk ray" gabriel sebelum meninggalkan ray.
"iya hati-hati" balas ray, lalu gabriel menjalani motornya.
"gua tunggu sini aja gab" ucap calvin setelah memarkirkan motor dan mengambil kardus mie dari tangan calvin.
"yaudah, bentar gua taro ini" gabriel melangkah ke arah bangunan nya.
wildan yang melihat itu dari dalam, keluar, begitu juga kenzie. saat ini di markas hanya sedang ada kenzie dan wildan.
"gabriel, vin" sapa wildan setelah keluar.
gabriel meletakkan mienya di pojok teras.
"itu dari ray" gabriel berbicara memberi tahu.
calvin hanya melambaikan tangan dari motor.
"makasih gab, calvin gak ajak mampir dulu" tanya wildan.
"gak mau dia, yaudah gua mau anterin calvin dulu, abis itu gua kesini lagi" ucap gabriel kemudian berjalan ke arah motornya, kenzie dan wildan ikut menghampiri.
"gak mampir dulu vin?" tanya kenzie yang sudah sampai di dekat calvin. gabriel menaiki motornya tapi belum menyalakan mesin.
"enggak, makasih, abis ini gua mau pulang ke rumah juga" jawab calvin.
"lagi sepi nih, cuma ada gua sama kenzie doang" wildan ikut berbicara.
"makasih banget, tapi gak bisa sekarang" jawab calvin.
"udah ah, anak ayam gua jangan di paksa-paksa, dia maunya ngikutin gua ahaha" sahut gabriel lalu menyalakan mesin motornya.
__ADS_1
"yaudah gua jalan dulu" tambah gabriel sambil menarik gas motornya.
"iya hati-hati" jawab wildan, gabriel langsung jalan.
"anggota geng motor lo ada berapa?" tanya calvin ditengah perjalanan.
"26" jawab gabriel.
"kenapa sepi ya? biasanya ramainya malam" tambah gabriel.
"owalah" jawab calvin.
saat sudah ingin sampai, calvin menelpon andika untuk menjemputnya di halte karuna.
"gak gua anterin sampe rumah temen lo aja?" tanya gabriel, setelah calvin selesai menelpon.
"gak usah, di halte aja" jawab calvin.
mereka sampai di halte karuna.
"mana temen lo? belum sampe?" tanya gabriel setelah calvin turun.
"dikit lagi, mau duluan?" tanya gabriel.
"gua tungguin lo aja disini" jawab gabriel.
"duh, semoga dika gak pake jaketnya" calvin dalam hati, khawatir dika menggunakan jaketnya.
andika sampai, ia tidak menggunakan jaketnya sesuai yang yang diharapkan calvin.
"gua duluan ya vin, dika" ucap gabriel ketika andika datang.
"iya makasih gab" jawab calvin, gabriel langung menancap gas.
"bener kan langkah gua, gak pake jaket ahaha" andika berbicara ketika calvin mulai naik. andika menjalani motornya.
"bikin gua panik, tau gak lo" jawab calvin.
"ahah, iya sadar gua, dia anggota geng motor yang kemarin gua temuin di siv sama yang lain, yang kata leo, dia pernah balap sama mereka" andika memberi tahu.
"nanti gua jelasin" ucap calvin ketika sudah ingin sampai markas. karena pada saat pertandingan balap itu, sedang tidak ada andika.
"oke" jawab dika singkat.
mereka sampai markas.
"abis dari mana aja vin?" tanya keiza ketika calvin sampai di perkumpulan mereka, alvino sedang bermain gitar.
"kampus" jawab singkat calvin, kemudian dia mengambil tas nya.
"jaket gua mana no?" tanya calvin.
"nih" alvino memberi jaket calvin yang di letakkan di tangan bangku.
"mau kemana lagi lo?" tanya alvino yang melihat calvin sedang merapikan barang-barangnya dan menggunakan jaket, lalu slayernya.
"balik" jawab calvin.
"gua pulang dulu guys" calvin berbicara lagi dengan suara lebih keras. ia berjalan ke arah motor, menaikinya, menggunakan sarung tangan, memakai helmnya dan berangkat.
saat di pertengahan jalan, ia melihat segerombolan anggota silent night dipinggir jalan, tapi, tidak ada gabriel, kenzie ataupun wildan. pikir calvin, mereka sedang di markasnya.
__ADS_1
calvin mengabaikan itu, dia berlanjut sampai di rumahnya.