To The Night Street

To The Night Street
tersadar


__ADS_3

hingga sampai jam 6 pagi, aksa juga belum sadar. calvin dan andika sedang menemani aksa.


"lo kuliah masuk jam berapa vin?" tanya andika.


"jam 8" jawab calvin.


"bareng sama gua" balas andika.


"ke markas sekarang yuk, gua mau mandi, abis itu berangkat" ucap calvin.


"ayok" andika berdiri. calvin ikut berdiri dan disaat bersamaan calvin berdiri, jari-jari aksa bergerak lagi.


"tunggu" ucap calvin pada andika, membuat andika berbalik.


"sa, aksa" panggil calvin di telinga aksa pelan.


"gua mohon banget sama lo, lo harus bangun, lo harus kuat, lo harus berjuang, gua percaya sama lo, lo pasti bisa" tambah Calvin.


"iya, aksa lo lebih milih bangun atau jatuh? seperti kata chrisye, bangun itu semangat, jatuh itu sakit ahaha" andika ikut bicara.


"apaan sih lo dik" sahut calvin.


"kan dia bucin, ingat pacar lo menunggu, eaaa" sahut andika.


"kaya lo gak bucin aja" balas calvin.


"kalo gua mah masih anget-anget" jawab andika lagi


"tai kucing kali" balas calvin.


jari-jarinya bergerak lagi, sekarang andika menyadari itu.


"aksa, please bangun" ucap calvin.


"sa, inget pacar lo menunggu ahaha" sahut andika lalu tertawa kecil.


calvin memegang tangan aksa, membuat aksa menggenggam tangan calvin.


lendir mata aksa mulai bergerak, dan terbuka perlahan-lahan, hingga akhirnya terbuka sepenuhnya walau masih terlihat lemah.


"lo bisa denger gua sa?" tanya calvin pelan, aksa mengangguk pelan.


"gua panggil dokter dulu buat periksa keadaan lo" ucap calvin lalu melepas genggaman tangan aksa darinya, kemudian keluar.


"sa, lo denger omongan kita gak dari mlm sama yang tadi barusan?" tanya andika. aksa mengangguk pelan.


dokter masuk, andika keluar, ada calvin yang di luar,


"vin, ini kalo kita keluar juga, aksa siapa yang jagain? lagi pada kuliah sama sekolah lagi" ucap andika saat di luar.


"dia sendiri dulu gapapa kali ya, gua pulang jam 12, nanti gua langsung kesini" sahut calvin.


"yaudah" jawab andika.


tak lama dokter keluar lagi


"pasien dalam keadaan baik, tinggal menunggu pemulihan fisik, mungkin bisa beberapa minggu" dokter memberi tahu.


"terima kasih dok" jawab calvin lalu ia dan andika masuk ke ruangan lagi.


seorang suter masuk membawa makanan dan minuman.

__ADS_1


"terima kasih sus" ucap calvin, suster keluar lagi.


"pasti makanan rumah sakit gak ada rasanya" ucap andika setelah suster keluar.


"lo mau makanan yang enak pun, di lidah orang sakit tetep sama" jawab calvin.


"makan dulu yuk sa" calvin mengambil makanan dari meja.


"vin" ucap andika melirik jam, dia memberi tahu sudah jam 7 lewat 20 menit.


"hmm sa, gua panggil orang aja ya buat jagain lo, gua masuk jam 8 nih, gua hubungin orangnya dulu" ucap calvin kemudian meletakkan kembali makanannya dan mengambil hp nya.


baru saja memegang hp nya, tangan aksa menggapai tangan calvin, membuat calvin melihatnya, dan aksa menggeleng.


"gak mau sama yang lain?" tanya calvin, aksa menggeleng.


"mungkin masih trauma vin" sahut andika pelan.


"yaudah dik, lo jalan aja sana dan tolong bilangin ke gabriel gua sakit, biar dia bilang pas absen" ucap calvin.


"serius lo?" tanya andika.


"iya, sana" balas calvin.


"gua temenin lo aja dah disini" ucap andika lagi.


"besok bisa gantian kalo lo mau bolos" balas lagi calvin.


"yaudah gua berangkat" jawab andika lalu mengambil tasnya yang ada di atas kursi.


"cepat sembuh sa" ucap dika lalu keluar.


"makan yuk" ucap calvin, mengambil makanan lagi, itu bubur.


calvin menyuapi aksa, namun aksa terlihat sulit untuk menelan makannya, calvin memberinya minum.


"sakit?" tanya calvin, aksa mengiyakan.


"yaudah pelan-pelan aja, apa mau gua tambahin aer biar encer ahah, enggak canda, pelan-pelan aja" sahut calvin, lalu menyuapi aksa dengan bubur setengah sendok saja.


hingga beberapa sendok aksa menolak untuk makan lagi.


"isi porsi masih sama, lo makan apa" ucap calvin saat aksa menolak membuka mulut lagi.


"yakin gak mau lagi?" tanya calvin, aksa mengiyakan. calvin meletakkan mangkuk di meja lagi.


"yaudah gua gak maksa, nih sekarang minum lagi" calvin memberikan mendekatkan minum ke mulutnya, selesai minum, hp calvin berbunyi.


itu panggilan dari gabriel, calvin mendiamkannya.


aksa melirik hp calvin yang ia letakkan di meja.


"bukan apa-apa, yarin aja" calvin memberi tahu.


"bisa ngomong gak?" tanya calvin ke aksa.


aksa mencoba membuka mulut dan mengatakan


"bisa" tapi masih terdengar pelan.


"yaudah istirahat dulu" jawab calvin.

__ADS_1


"maaf" ucap aksa lagi pelan.


"buat?" tanya cavin.


"lo jadi bolos" ucapnya aksa lagi.


"santai, lagian enak dong, belajar mulu pusing" jawab calvin sambil tersenyum. padahal bolos bukanlah sifat calvin.


"gua mau ke toilet dulu ya, lo istirahat dulu aja" ucap calvin lagi, aksa mengangguk, calvin keluar.


pada pukul 9.26 mikel masuk ke ruang dimana aksa di rawat.


"kel lo gak kuliah?" tanya calvin ketika dia masuk.


"cuma ada 1 matkul gua hari ini, jadi cepet" jawab mikel sambil mendekat.


"lo jagain aksa, gua mau ke kampus, babay" ucap calvin, lalu mengambil tasnya.


"sa, lo sama mikel dulu ya" ucap calvin, aksa mengangguk, calvin keluar.


sesampainya di depan kelas, calvin menunggu dosen pertama keluar, lalu ia masuk.


"lah vin, kata andika lo sakit?" tanya gabriel ketika calvin masuk kelas.


"tadi malam, baru sehat barusan" jawab calvin.


"aksa udah sadar?" tanya gabriel lagi.


"katanya udah tadi pagi" jawab calvin.


"jenguk yuk" ajak gabriel, dosen matkul selanjutnya masuk kelas, calvin hanya menggeleng melihat gabriel, dia pura-pura memerhatikan dosen tersebut dan mengeluarkan buku catatannya.


setelah dosen keluar kelas.


"vin pelakunya siapa?" tanya gabriel.


"gak tau" jawab calvin.


"abis ini mau kemana kalian?" tanya daniel.


"kantin yuk laper gua, gua yang traktir kali ini" ucap zayeen.


"yuk, ahaha" sahut calvin.


"cepet anying" sahut gabriel.


mereka berdiri ke arah kantin.


"gua duluan ya" ucap calvin selesai makan.


"mau kemana?" tanya daniel.


"ke rumah sakit" jawab calvin lalu menghabiskan minumannya.


"gua ikut dong" sahut gabriel.


"hmm, gua takut terjadi hal yang tidak diinginkan, jadi lain kali aja ya, gua mau sama vino ke sana" jawab calvin.


"gini vin, tolong bilangin ke geng satria kenanga, kita silent night gak bermaksud nyalahin atau musuhin kalian, terus ke vino tolong bilangin ke dia, gua bener-bener minta maaf" ucap gabriel.


"oiya satu lagi, gua mau nanya, satria kenanga pernah ngomongin silent night gak?" tanya gabriel.

__ADS_1


"pernah, tapi gua gak mau urusin urusan kalian" jawab calvin lalu mengambil tasnya.


"gua duluan" ucap calvin lalu pergi, dia menuju rumah sakit.


__ADS_2