To The Night Street

To The Night Street
penyerangan


__ADS_3

"papa belum pulang ma?" tanya calvin pada mamanya yang sedang mencuci piring di dapur, calvin baru sampai di dapur dan duduk di meja makan setelah tidur siang di rumahnya.


"belum sayang, katanya papa lembur hari ini, ada masalah di kantor" jawab mama calvin.


"motor kamu udah diambil sayang?" tanya mama nya.


"abis ini baru mo ambil ma, sekalian calvin mau kesana lagi ya ma" jawab calvin sambil memakan roti yang ada di meja makan.


"kamu ke bengkel naik apa?" tanya mama nya lagi, ia selesai mencuci piring dan bergabung duduk di meja makan bersama calvin.


"jalan kaki paling ma, deket" jawab calvin, kemudian minum, dia makan dengan cepat.


"ma, pa" harrold, adik calvin datang, ia baru saja pulang sekolah, ia duduk samping calvin.


"apa nih" calvin mencabut sebuah kertas yang ada di samping tas harrold, lalu melihatnya.


"widih, matematik 100, pinter nya nurunin kakak ya" tambah calvin.


"mana ada, kalian itu pinter dari mama" sahut mama nya sambil tersenyum, calvin tertawa.


"austin mana ma?" tanya calvin lagi. austin adalah adik ke 2 calvin, masih kelas 3 SD.


"main sama temennya" jawab mama.


"halah, kakak bisa aja basa basi nya, paling pulang mau minta uang sama mama" harrold ikut bicara.


"ma, anaknya begini" sahut calvin, menunjuk harrold.


"mama juga tau, ujung-ujung nya pas mau jalan minta uang ini kakak kamu, biasa dia" jawab mama.


"kalo gitu calvin mau jalan dulu ma" jawab calvin lalu tersenyum.


mama mengeluarkan hp nya, memainkannya sebentar, calvin masih memakan cemilan yang ada di meja.


"udah mama tf ya" mama meletakkan hp nya.


"makasih mama calvin yang cantik, sayang mama, ini kunci mobilnya ma, calvin jalan dulu ma, kalian baik-baik disini" ucap calvin, mencium pipi mamanya, memberikan kunci mobil.


"semangat sayang belajarnya" jawab mamanya.


"oke ma" sahut calvin, lalu keluar rumah.


gabriel menelpon setelah calvin baru saja keluar gerbang rumahnya, dia membawa tas berisi pakaian dan menggunakan jaket satria kenanga.


"hallo gabriel, kenapa?" calvin.


"lo dimana?" gabriel.


"baru mau berangkat" calvin.


"anjir, yaudah cepetan, gua tunggu di saung abc" gabriel.


"oke" calvin menutup telpon.


calvin ke markas lebih dulu, menaruh tas berisi pakaiannya di lemari dan jaketnya, lalu keluar lagi, sampai di saung abc pukul 7 malam.


"lama banget lo vin" ucap gabriel ketika calvin sampai.


"iya kan gua berangkatnya dari rumah, ngambil motor dulu, jalan kaki ke bengkel" jelas calvin.


"lagian jalannya juga malam-malam kan kalian" tambah calvin.


"iya emang, mau berangkat sekarang?" tanya gabriel.


"bentar, gua napes dulu" jawab calvin.


"eh vin" panggil kenzie.


"ya?" jawab calvin.


"vino gimana?" tanya kenzie.

__ADS_1


"aduh, soal itu nanti dulu dah" jawab calvin.


"nih minum, lo pasti aus kan" wildan memberikan calvin sebotol minuman kopi.


"makasih dan, gua suka nih yang begini ahaha" jawab calvin kepada wildan yang memberikan minum itu.


calvin meminum minum itu dalam satu tegakan langsung habis.


"lo beneran haus apa doyan?" kenzie berkomentar melihat itu.


"dua-duanya ahaha" jawab calvin.


"ayo dah berangkat" tambah calvin.


"ayo" sahut wildan lalu berdiri, diikuti yang lainnya.


kali ini mereka membawa motor sendiri-sendiri, mereka hanya ber 15, banyak yang tidak ikut.


"vin mau pimpin jalan?" tanya wildan melihat calvin saat sudah siap ingin berangkat.


"enggak, lo aja" jawab calvin.


"biar gua aja" sahut kenzie, dia langsung menjalankan motornya, semua mengikutinya.


mereka berhenti di beberapa tempat wisata malam yang dapat dikunjungi dengan motor untuk beristirahat.


"vin" panggil kenzie ketika mereka sedang meminum kopi di pinggir jalan.


"kenapa?" sahut calvin.


"lo kan tau nih kegiatan kita, suka jalan-jalan malam, kalo satria kenanga lo tau?" tanya kenzie.


"hmm, lebih suka balapan sih kalo mereka, sering juga keliling kalo lagi bosen" jawab calvin.


"eh gua gapapa nih bukan anggota tapi ikut kalian?" tanya calvin.


"santai, nyaru, jaket lu item itu ahaha" sahut wildan, calvin menggunakan sweater hitam ber resleting.


"udah jam 11 lewar, balik yok" ajak niko.


"bocah?" tanya calvin.


"masih SMA dia" kenzie memberi tahu lalu berdiri.


"ayo berangkat" tambahnya saat berada di dekat motornya, lalu menaikinya, semua mengikutinya.


saat di tengah perjalanan, dijalan kecil, ada pertigaan, mereka ingin lurus, tapi calvin menengok yang melihat ada bayangan hitam seperti ramai disana, dia langsung berbelok.


"calvin, lo mau kemana?" gabriel yang menyadari itu bertanya, dia sudah terlewat, berjalan mundur sedikit untuk berbelok dan mengikuti calvin, semuanya ke arah calvin berjalan, yang sudah di depan juga balik lagi.


didepan ada seseorang sedang dikeroyok, mereka langsung pergi saat calvin mendekat. gelapnya malam, membuat calvin tidak melihat wajah maupun pakaian yang mereka kenakan.


"woi jangan lari lo" teriak calvin lalu turun dari motor.


"sa" panggil calvin setelah jongkok melihat seseorang yang dikeroyok, itu adalah aksa, temannya di geng motor satria kenanga. aksa yang matanya meredup, lalu tidak sadarkan diri.


"lo kenal vin?" tanya kenzie mendengar calvin berkata 'sa' seperti menyebut nama orang.


"satria kenanga kan?" jawab calvin.


"panggil ambulan, gua mau hubungi vino" tambah lagi calvin, dia berdiri mengambil hp di sakunya sambil menjauh.


calvin menelpon vino.


"vino lo dimana?" calvin.


"masih di markas" vino.


"aksa di serang, gua belum tau sama siapa, sekarang lo ke rumah sakit arjuna, jangan bilang ke siapa-siapa dulu tentang ini, lo langsung kesini sendiri" calvin langsung memberi tahu.


"yang lain?" tanya vino.

__ADS_1


"mereka nyusul aja nanti" jawab calvin, bunyi ambulan terdengar, calvin langsung mematikan hp nya dan kembali.


calvin melihat aksa di masukan ke dalam ambulan, calvin menaiki motornya.


"dan, tolong bawa motornya ke markas lo aja dulu, siapa aja yang bisa bawa, nanti gua yang ambil" sahut calvin kepada wildan lalu menjalankan motornya pelan


"pak, saya ikuti saya" ucap calvin kepada supir ambulan itu, ketika dia sudah siap, calvin melajukan motornya dengan cepat dan meminta minggir kendaraan yang ada di depannya dengan tangan nya juga bunyi klakson motornya, ambulan mengikutinya.


hanya perlu waktu kurang lebih 8 menit untuk menempuh jarak yang cukup jauh dari tempat itu, karena hanya itu rumah sakit terdekat.


aksa segera di bawa ke UGD, calvin menunggu di ruang tunggu, dia menunduk dan menutup wajah dengan telapak tangannya.


tak lama, beberapa anggota silent night sampai, calvin memang mendengar langkahnya tapi masih menunduk.


"vin" itu suara gabriel dengan tenang dan pelan, dia duduk di samping calvin dan mengusap bahunya.


tak lama calvin memandangi mereka.


"wildan mana?" tanya calvin yang tidak melihat wildan.


"jagain motor yang tadi sama niko, nunggu sampai anggota lainnya sampai buat ngambil motor itu" gabriel memberi tahu.


kenzie duduk di sisi calvin satunya lagi.


"makasih" ucap calvin.


"sama-sama" jawab gabriel.


"vino" calvin memanggil vino yang baru saja sampai.


"mana temen gua?" tanya vino yang mendekat pada Cavin.


"dalam" calvin menunjuk dengan mengarahkan wajahnya ke pintu UGD.


"siapa yang ngelakuin ini?" tanya vino.


calvin menggeleng.


"apa mereka yang ngelakuin ini seperti mereka ingin ngelakuin itu ke gua" ucap alvino melihat semua anggota silent night yang ikut ke rumah sakit.


"bukan no, mereka lagi sama gua di jalan, gua bareng mereka yang nemuin dia" calvin yang memberi tahu. alvino duduk di sebuah bangku, ikut menunggu.


setelah lamanya mereka menunggu, dokter akhirnya keluar.


"gimana keadaannya dok?" tanya calvin.


"pasien saat itu sedang koma..." suara dokter terpotong.


"koma" Calvin mengulang kata itu, dia kaget mendengar itu.


"iya, dileher juga terjadi pembengkakan di dalam akibat cekikan, tapi bisa sembuh dalam beberapa hari" jelas dokter.


calvin langsung masuk ke UGD, banyak selang mengarah pada aksa disana, calvin ingin menangis melihat itu, dia menahannya.


calvin berdiri di samping aksa yang sedang terbaring koma, tangannya bersandar pada tembok di sebelah kanannya, lalu menggenggam tangannya dengan kuat, dan seakan mendorong tembok itu dengan kuat sambil melihat aksa. calvin kesal, dia melampiaskannya ke tembok itu, siapa yang melakukan ini.


"vin lo gapapa?" tanya gabriel yang melihat tangan calvin.


calvin hanya melirik gabriel sebentar lalu kembali ke aksa, tangan calvin turun, kembali berada di samping tubuhnya.


"kalian kalo mau pulang, pulang aja, udah jam 2" ucap calvin pelan melihat anggota silent night.


"terus lo?" tanya gabriel.


"gua sama vino disini, nunggu yang lain datang, abis itu gua balik" jawab calvin.


"yaudah gua duluan, kalian hati-hati disini, calvin jangan lupa tidur, besok kuliah" ucap gabriel lalu keluar, kenzie juga ikut keluar.


"hati-hati kalian, btw makasih" ucap calvin membuat langkah gabriel terhenti dan membalikkan muka hanya untuk berkata "sama-sama" lalu melanjutkan langkahnya.


"hubungin yang lain suruh kesini" ucap calvin setelah anggota silent night keluar. alvino menelpon radit.

__ADS_1


"radit gak diangkat, mungkin udah tidur, gua infoin di grub aja ya, siapa tau ada yang baca nanti" vino memberi tahu.


calvin hanya mengangguk.


__ADS_2