
keluarnya ruang rapat, calvin dan wildan berjalan cepat menuju parkiran.
"lu gapapa keluar pas lagi keadaan begini?" tanya wildan sambil berusaha menyamai calvin.
"lah lu sendiri?" calvin bertanya balik.
"gua sebenernya pengen keluar dari tadi, makanya gua bilang ke lu, pas lu keluar gua langsung ikut lah" jawabnya.
"kapan kecelakaannya?" tanya calvin saat mereka baru saja masuk lift menuju basemen.
"tadi pagi" wildan memberi tahu.
"terus sekarang di mana gabriel sekarang? keadaannya?" tanya lagi calvin.
"gua juga belum nanya tentang itu, kita langsung liat aja langsung" jawab wildan.
saat pintu lift terbuka di lantai tempat parkir motor, wildan langsung menuju ke arah motornya, calvin mengikuti arah berjalan wildan.
"motor lu dimana?" tanya wildan ke calvin yang mengikutinya.
"gua nebeng, gua baru inget gak bawa motor, tadi gua berangkat sama papa gua" jawabnya.
wildan sampai dimotornya.
"yaudah naik" ucapnya, mereka langsung menuju rumah sakit tempat gabriel di rawat.
sesampainya disana, sudah ada beberapa anggota silent night yang lain, juga sudah ada kedua orang tua dan adik gabriel.
"tante, paman, maaf atas berita ini, sekarang gimana keadaan gabriel?" sapa calvin kepada orang tua gabriel.
"iya calvin, gabriel sekarang lagi diperiksa lebih lanjut sama dokter" jawab ayahnya gabriel.
"semoga gabriel bisa cepat kumpul lagi seperti biasa lagi ya om, tante" balas lagi calvin.
"terima kasih calvin, doakan saja yang terbaik" balas lagi ayahnya gabriel, lalu calvin mencari bangku dan duduk di kursi kosong samping wildan.
setelah cukup lama, dokter pun keluar pintu UGD, dan memberitahukan bahwa gabriel hanya mendapat benturan ringan di kepalanya dan juga luka ringan di bagian tangan.
setelah itu, keluarga gabriel beserta calvin dan wildan masuk menemui gabriel, sedangkan yang lain menunggu di luar, mereka bergantian masuk.
"sayang, kamu gapapa?" tanya mama gabriel seraya masuk menyapa gabriel yang kepala atas bagian kanannya terbalut dengan kapas dan kasa.
"jangan khawatir ma, cuma luka ringan" jawab nya gabriel.
dringg... suara hp calvin terdengar, ia langsung keluar ruangan dan menjawab telp tersebut.
"vin, gua emang gabriel kecelakaan?" itu suara radit.
"iya, tau dari mana lu?" tanya calvin.
"barusan ada yang ngancem gua, dia bilang katanya ada yang bakal kehilangan nyawanya diantara kita, baik dari satria kenanga maupun dari silent night, terus keadaan gabriel gimana?" radit memberi tahu.
"bagusnya cuma luka ringan walau tadi kepala sempat bocor, untungnya gk parah, emangnya siapa yang berani ngancem begitu?" calvin bertanya lagi.
"bagus lah kalo begitu, tapi gua juga gak tau dia siapa, pas coba dilacak sama keiza, tidak terdeteksi sama sekali" radit memberi tahu.
"coba kirim ke gua nomor nya biar gua minta tolong ke temen gua" minta calvin.
"oke" jawab radit lalu mematikan telponnya, calvin kembali masuk.
"siapa vin?" tanya gabriel ketika calvin masuk.
__ADS_1
"biasa, radit" jawab calvin.
"tar malam gua mau ngomong sama lu vin" minta gabriel.
"gua sih boleh aja, tapi kan lu abis.." calvin tidak meneruskannya, gabriel pasti mengerti maksud calvin.
"gabriel kamu harus istirahat dulu ya" mamanya gabriel ikut bicara, calvin ikut memandang mamanya yang melihat ke arah gabriel.
"oke, besok malam ya" gabriel mengganti waktu.
"oke" calvin menyetujui dengan suara pelan dan mengangguk.
"gua boleh ikut?" tanya wildan.
"gua mau ngomong berdua dulu dan" jawab gabriel.
"oke" wildan menyetujui, walau ia terlihat seperti merasa berat.
"kalo gitu gua duluan ya, biar gantian sama yang lain, cepet sembuh gab" ucap calvin lalu bersalaman dengan kedua orang tua gabriel dan keluar.
sesampainya di luar, dia juga berpamitan dengan semua yang ada disana. di loby, ia menelpon zayeen dan daniel secara bersamaan, tapi yang menjawab hanya zayeen.
"hai vin, tumben lo nelpon ada apa?" zayeen di telpon.
"daniel kemana ya? tumben gak diangkat, biasanya lo yang sibuk" sahut calvin.
"ahaha iya nih lagi santai gua, terus daniel kayanya lagi jalan dia sama cewek"
"siapa? beda lagi sama yang sebelumnya pasti"
"biasalah dia"
"apa tuh?"
"tolong jemput gua di rumah sakit perintan, terus gua boleh maen kan di rumah lu?"
"boleh banget, oke gua rapi-rapi ya, abis itu gua otw".
"oke, gua tunggu ya"
"oke" zayeen mematikan telpon.
.....
"hai ka calvin" sapa ziya saat calvin masuk mobil, itu adalah adik zayeen, dia duduk di bangku belakang, saat ini dia duduk di sma kelas 1.
"hai ziya, apa kabar?" calvin menyapa baik.
"baik dong, ka calvin sendiri?"
"baik juga".
"oiya ka calvin kok tumben gak bawa motor yang gede itu, terus ka calvin sakit?" ziya memberi pertanyaan beruntun.
"iya, kakak motor kakak di rumah, tadi kakak kesini bareng papa, terus kakak di rumah sakit jenguk ka gabriel" calvin memberi tahu.
"gabriel kecelakaan? kok gua belum tau" zayeen sedikit terkejut dengan apa yang di katakan calvin.
"iya, tapi tenang aja, cuma luka ringan, paling tar sore juga balik ke rumah"
"alhamdulillah kalo gitu, ini kita sekarang mau kemana?".
__ADS_1
"cari makan dulu lah, gua laper" ajak calvin.
"makan apa?"
"ke mall dulu aja, nanti ke food court nya, cari yang ada" jawab calvin.
"oke"
"oh iya ka calvin, kok ka calvin ganteng sih? kakak juga ganteng sih, ka gabriel sama ka daniel juga ganteng, kenapa sekeliling aku cowok-cowok ganteng semua?" ziya berbicara.
"ahaha" zayeen hanya tertawa mendengar itu.
"oh iya, teman-teman sekolah kamu gimana?" calvin malah bertanya.
"yah... kalo teman-teman sekolah aku ada juga sih yang ganteng, tapi ngebosenin semua, kakak juga sih tapi kadang usil, semua cwok sama aja" jawab ziya.
zayeen dan calvin hanya saling memandang dengan salah satu alis mengerut ke atas.
dring... suara hp calvin berbunyi.
"hati-hati.. kami sedang mengincar mu" suara pelan dan misterius menyapa.
"siapa ini?" tanya calvin terdengar sedikit kaget, tapi sambungan telpon sudah terputus.
"siapa vin?" tanya zayeen.
"gak tau, dia cuma bilang 'hati-hati.. kami sedang mengincar mu".
"lu punya lagi ada masalah sama siapa?" tanya zayeen.
"ya.. setiap orang pasti punya masalah"
"masalah besar yang membuat orang bisa begitu, mungkin dia mau balas dendam, cerita aja vin, siapa tau nanti gua, daniel sama gabriel bisa bantu" ucap zayeen.
"iya, nanti gua cerita"
tak lama, mereka sampai di sebuah mall, dan langsung menuju food court.
...
"woii!!" seseorang mengagetkan calvin dan zayeen dari belakang, membuat calvin dan zayeen benar-benar terkejut.
mereka berbalik arah dan ternyata itu adalah daniel.
"weh panik amat" sahut daniel, terlihat seorang wanita juga mendekat.
"ini siapa lagi niel?" tanya zayeen.
"kenalin, maya" daniel mengenalkan maya.
"lu mau jalan sama dia? buaya, kemarin bunga, sebelumnya lagi siapa tuh ya, au dah banyak" calvin menyeletus.
"dia udah tau, lagi kita gak ada hubungan apa-apa, cuma jalan bareng aja" jawab daniel.
"oiya kalian kesini ngapain? mana kagak ngajak-ngajak lagi, gabriel mana?" mereka mendapat pertanyaan beruntun dari daniel.
"mau ikut gak lu makan?" tanya zayeen.
"ikut dah yu, pas banget gua juga lagi mau makan sama maya".
mereka semua langsung melanjutkan perjalanannya.
__ADS_1