To The Night Street

To The Night Street
pertemuan 3 - 2


__ADS_3

sesampainya di parkiran saung harapan, calvin menelpon radit.


"dit, gua akan bergabung, tapi bukan sebagai anggota satria kenanga, gua kenal mereka, dan lo harus bersikap seolah gua bukan anggota kalian apalagi gua ketua penyerangan dan ahli strategi disini, dan lo juga bersikap seakan-akan lo gak tau kalo gua itu kenal mereka" jelas calvin berbicara perlahan.


"kan gua emang gak tau kalo..." jawab radit.


"sekarang lo udah tau" calvin memotong ucapan radit sebelum ia meneruskan ucapannya "gua akan kesana sekarang dan cukup kenal gua sebagai calvin" calvin langsung mematikan hp nya.


"pura-pura gak tau kalo gua bakal dateng ya guys dan jangan anggap gua sebagai ketua penyerangan kalian" pesan text yang dikirim calvin di grub satria kenanga, lalu calvin turun dari motornya dan dimana tempat mereka kumpul.


"calvin" itu suara keiza memanggil, calvin mendekati arah suara itu.


"lah vin katanya lo gak mau ikut" ucap gabriel ketika calvin sudah dekat, calvin duduk bergabung.


"vin lo kenal mereka?" tanya leo melihat calvin.


"kenal lah, orang dia teman sekelas gua di kampus" gabriel yang menjawab.


"lah udah lama kenal dong, vin lo kok gak pernah cerita sih" sahut radit.


"ehehehe" calvin hanya tersenyum lebar ke radit.


"kalian gak tau kalo calvin kenal kita?" tanya wildan.


"gak, dia gak pernah cerita apa-apa tentang kalian" jawab radit.


"tapi kalian tau kalo calvin kenal kita?" tanya radit.


"tau, bahkan kita tau nama radit, vino itu dari calvin" kenzie memberi tahu.


"kurang ajar lo vin" sahut radit melihat calvin lalu menariknya, membuat kepala calvin jatuh berada di paha radit.


"udah siap gua sembelih belum?" tanya radit.


"eh jangan dong, nanti yang temenin lo di rumah saat sendiri siapa ahaha" jawab calvin lalu tertawa.


"sih anjir emang, eh vin kok badan lo anget? sakit?" tanya radit sehabis menyentuh kening calvin.


"gapapa, emang suka begini badan gua" jawab calvin


"yaudah lo rebahan aja sini" sahut radit. calvin rebahan tapi menekuk kedua lututnya.


"eh iya, calvin ngasih tau apa lagi tentang kita ke kalian?" tanya radit memandangi silent night.


"gak banyak, cuma itu aja, kita juga sempet tanya beberapa pertanyaan tentang kalian ke dia, tapi gak mau jawab, yaudah kita gak maksa" jawab kenzie.


"bagus vin ahaha" jawab radit lalu tertawa kecil.


"tapi kalian tau? calvin sempat ingin diserang" niko ikut bicara.


"diserang sama siapa?" tanya leo.


"cakra and the gang" sahut dony".


"lah calvin emang punya urusan apa sama mereka?" tanya radit.


"eheh gegara gua sih sebenernya, sebelumnya gua minta maaf, jadi gua gak sengaja keceplosan kasih tau mereka kalo calvin kenal kalian pas lagi dipertemuan antara kita, black flower sama black spider, nah keesokkannya nih cakra nyergap calvin, dia nanya calvin tentang kalian dan salah satu pertanyaan penting nya adalah dimana markas kalian" kenzie memberi tau.


"terus lo kasih tau vin?" tanya radit melihat calvin, calvin hanya menggeleng dan dilanjutkan dengan ucapan wildan.


"calvin enggak menjawab sama sekali pertanyaan mereka, sampai cakra bermain dengan pisau untuk mengancam calvin, bahkan dia menodongkan ujung pisau langsung ke arah jantung".


"kurang ajar, tapi lo gapapa kan vin?" tanya radit melihat ke calvin.


"gapapa santai, untungnya ada wildan dateng terus gak lama anggota yang lainnya" calvin memberi tahu.


radit seketika seperti memikirkan sesuatu.


"dit, lo gak mikirin tentang bales dendam kan? gua gapapa woi" calvin melambaikan tangannya depan wajah radit.


"ya kalo misalnya lo kenapa-kenapa gimana vin?" tanya radit cemas.


"kan sekarang intinya gua masih idup" jawab calvin.


"sekali lagi dia berani deketin lo, dia berurusan sama gua" ucap radit.


"jangan terburu-buru mengambil keputusan" sahut calvin.


"iya" radit singkat.


"gua gak nyangka lo sedekat ini sama mereka vin" ucap gabriel.


"mereka baik kan?" tanya calvin "gak sombong seperti yang kalian bilang sebelumnya"

__ADS_1


"iya sih, maaf karena kita belum kenal sebelumnya dan ini pertama kalinya kita lihat wajah kalian" sahut wildan.


"kita coba percaya sama kalian" jawab radit.


"oh iya" calvin duduk.


"jordan, vino sini" calvin memanggil, mereka mendekat.


"sama kan rambut nya sama gua?" tanya calvin.


"lah iya, postur tubuhnya juga rada-rada mirip lagi" sahut gabriel.


"awas-awas misi" suara dari belakang, saron maju.


"woi vin, sombong banget lo gak negor gua ucap saron.


"eh ron maap, gak keliatan eheh" jawab calvin.


"bentar dah, kok ini kayanya gua pernah liat mukanya ya" raut wajah leo seperti berpikir.


"lah iya lo yang ikut nyerang gua waktu itu kan" tunjuk leo ke saron.


"udah lah sama-sama, kalian juga pernah nyerang dia" sahut calvin.


"kapan?" tanya keiza.


"sih tony ahaha" sahut calvin lagi lalu tertawa.


"ohhh… ahaha lagi bukan jujur aja sih lo, dia saron?" tanya leo.


"iya" jawab calvin.


"seandainya lo jujur nih, terus kita tau lo saron, kita gak akan nyerang lo" ucap radit.


"kenapa?" tanya saron.


"taulah permintaan siapa? nih samping gua" radit melirik calvin.


"ohh… ahaha terus yang kejadian kemarin juga permintaan lo vin?" tanya saron.


"kejadian apa?" tanya radit.


"baru aja kemarin, yang jangan menyerang anggota satria kenanga, atau mereka akan menghadapi lo" jawab saron.


"bentar dah, kayanya kita gak nyerang silent night" radit bingung.


"oh… kalo itu emang dari ketua penyerangan kita sendiri, gua buka aja ya karena udah lewat kan, jadi kita pasti kan kalah jumlah dong sama kalian, nah dia, ketua penyerangan kita memutuskan untuk tidak menyerang yang tidak menyerang untuk mengurangi jumlah musuh, dan ada 3 orang yang tidak menyerang kita, mayan lah ngurangin jumlah lawan" jelas radit.


"oh gitu, yaudah gua minta maaf sama kalian, apapun kesalahannya yang dirasa salah" ucap saron.


"gua juga mewakili temen-temen gua" jawab radit.


"iya" saron singkat.


"dit, ketua penyerangan lo gak dateng?" tanya kenzie.


"gak mau ikut dia" radit memberi tahu.


"kenapa?" tanya kenzie.


"gua juga gak tau dia emang aneh" jawab radit.


"tapi lo percaya gak? kalo misalnya ketua penyerangan gua dateng nih, calvin gak akan dateng kesini" tambahnya radit, calvin menatap radit, takut ia lupa.


"kenapa?" tanya gabriel.


"karena calvin takut sama dia ahaha" jawab radit lalu tertawa.


"mana ada" jawab calvin.


"oke gua telpon" radit mengeluarkan hp nya.


"eh, eh, eh" calvin menurunkan tangan radit yang memegang hp


"terbukti kan ahaha" sahut radit.


"gak lucu bego dit" sahut calvin


"bercanda vin" sahut radit.


"oh iya tar lo nginep rumah gua ya" tambah radit.


"gak mau, males" jawab calvin.

__ADS_1


"oh gitu lo ya sekarang" radit dengan nada bercanda menatap calvin.


"ahaha, iya-iya nanti gua temenin" jawab calvin.


"gitu dong, baru temen gua" sahut radit.


"eh kan kalian tadi ngomong pernah ngadain pertemuan ke black spider dan black spider, berarti kalian akrab ke mereka?" tanya leo.


"tadinya, tapi karena kita belain calvin waktu itu, kita juga dikira bersekutu sama kalian dan cakra memutuskan pertemanan" jawab wildan.


"oh jadi kalian gak ikhlas nolong gua" ucap calvin.


"gua gak bilang gitu ya vin" sahut wildan santai.


"eheheh, canda" calvin.


"terus calvin ikut nih sama kalian ke pertemuan kalian itu?" tanya radit.


"kadang kalo dia mau, kalo gak mau ya kita gak bisa maksa, dia juga sering main ke markas kita" gabriel yang menjawabnya.


"vin" panggil radit misterius.


"hmm" calvin hanya berdeham membalasnya.


"kenapa lo gak pernah cerita tentang ini vin?" tanya radit menatap calvin dalam.


"ya gua harus gimana? kalian saling berselisih kan waktu itu" jawab calvin.


"yaudah, selagi lo gak membocorkan rahasia kita, gua percaya sama lo" sahut radit pasrah.


ted nod… suara nada dering hp saron, saron mengangkat nya di tempat membuat semuanya diam.


"halo edwin, ada apa?" saron.


"delmar tidak tertolong ron" edwin.


"maksud lo delmar" suara saron sempat terputus karena kaget "meninggal?".


"iya, dan akan di bawa ke rumahnya besok pagi dari pihak rumah sakit" edwin.


"oke, besok kita ke rumah delmar bareng" saron.


"iya ron" delmar.


"makasih infonya" saron.


"iya" delmar menutup telpon, saron meletakkan hp nya di lantai, beberapa saat dia menunduk.


"delmar siapa?" tanya dony.


"anggota geng motor lama gua" jawab saron setelah beberapa saat.


"ada yang meninggal?" tanya keiza.


"iya" saron pelan.


"eh maaf ron, sumpah kita gak ada rencana sama sekali untuk membunuh kalian ataupun salah satu dari kalian, yang ingin kita lakukan hanyalah menghadapi penyerangan dari kalian" jelas radit.


"iya, harus gua cepet panggil ambulan kemarin dan mengabaikan ucapan cakra dan andra juga mengabaikan ego mereka" ucap saron matanya seperti berair.


wildan mengusap dada bagian belakang saron.


"hmm guys, gua takut bakal ada penyerangan lagi karena ini" ucap vino pelan tapi terdengar jelas setelah hening beberapa saat.


"ron, kita bener-bener minta maaf, ini diluar kemauan kita, kita juga gak bisa diem aja" ucap radit pelan ikut bersedih hati.


"iya gua ngerti" saron pelan.


"untuk selanjutnya apa yang akan kalian lakukan?" tanya kenzie.


"ya kita bakalan liat pergerakan mereka, jika mereka berniat balas dendam, kita bisa apa selain hadapi? jika terus menghindar, mereka akan terus mengejar" jawab radit, itu mirip seperti yang dikatakan vino.


"jika mereka tidak balas dendam?" tanya wildan.


"kita juga gak akan ganggu mereka" jawab radit.


"pulang yuk, gua ngantuk" ajak saron melihat kelilingnya.


"ayok" kenzie menyetujui.


"vin lo gak mau nginep bareng gua di rumah jeremy?" tanya saron.


"hmm maaf ron, bukannya gua gak mau, tapi gua udah janji duluan ke orang satu ini" jawab calvin.

__ADS_1


"oiya, yaudah gapapa" balas saron.


setelah itu mereka bubar dan kembali ke tujuan masing-masing.


__ADS_2