To The Night Street

To The Night Street
pembalasan


__ADS_3

beberapa hari berlalu hingga hari ini, hari kamis mahasiswa kedokteran selesai kelas jam 12, seperti biasa calvin, gabriel, zayeen dan daniel ke kantin dahulu.


saat di kantin, calvin meletakkan kepalanya di meja beralaskan tasnya.


"kalian mau makan apa?" tanya zayeen ketika duduk.


"apa ya? bingung lama-lama" sahut daniel.


"sama" gabriel menyetujui.


"vin" panggil gabriel pelan tapi tidak ada jawaban.


"woi vin" gabriel memperkeras suaranya lalu memegang tangannya yang berada di atas meja juga dekat dengan kepalanya.


"panas woi" ucap gabriel "vin lo sakit?" calvin mengangkat kepalanya dari atas meja.


"gak tau, tiba-tiba gak enak badan gua, gua pulang duluan ya" jawab calvin.


"pulang kemana?" tanya gabriel.


"ke rumah" jawab calvin.


"badan lo panas vin, biar gua anterin" ucap gabriel.


"bisa kok gua sendiri, gua duluan ya guys, bye" calvin berdiri lalu pergi meninggalkan gabriel, zayeen dan daniel, sedang kan mereka bertiga hanya bingung dan saling bertatapan.


sesampainya di rumah.


"ma" sapa calvin pada mamanya yang sedang bersantai sendiri di ruang keluarga.


"tumben kamu jam segini udah pulang sayang" jawab mama calvin, calvin bersalaman pada mamanya dan duduk di sampingnya. mama calvin yang menyadari tangan calvin panas saat bersalaman, kemudian mengecek keningnya juga.


"badan kamu panas sayang, kita ke rumah sakit sekarang ya"


"calvin kayanya kecapean aja ma, calvin mau istirahat di kamar dulu" ucap calvin kemudian berdiri dan pergi menaiki tangga.


"hallo dokter morgan, tolong ke rumah ya, calvin badan nya panas, tapi dia gak mau ke rumah sakit" ucap mama calvin dengan hp menempel di telinganya, calvin mendengarnya saat menaiki tangga. tak lama, mamanya mematikan telpon dan calvin masuk ke kamar berbaring di tempat di tidurnya.


calvin mengeluarkan hp nya dan membuat panggilan video dengan keiza.


"hallo za" calvin.


"hei vin, ada apa?" keiza.


"lo lagi di markas itu kan?" tanya calvin karena di layar hp nya latar belakang keiza tidak terlalu keliatan.


"iya, nih ada radit, norik, aksa, andika, dan mereka noh au lagi pada ngapain" keiza sambil menggerakkan kameranya ke arah yang lain.


sekarang radit juga terlihat di layar bersama keiza.


"lo dimana vin?" tanya radit.


"di rumah, oiya dit untuk strategi pembalasan ke cakra gua terusin nanti ya" jawab calvin. karena mereka sempat membicarakan perencanaan ke cakra di markas beberapa hari sebelumnya, tapi belum selesai.


"kenapa? tumben lo pulang lebih awal" radit.


"iya, gak tau kenapa tiba-tiba gua gak enak badan, jadi gua pulang dulu, terus untuk penyerangan ke cakra kita tunda dulu" ucap lagi calvin.


"yaudah yang penting lo sehat dulu vin, jangan lupa banyakan istirahat, jangan lupa minum obat, dan jangan bergadang dulu" radit.


"yaudah kalo gitu udah dulu ya" calvin.


"iya" keiza, calvin melambaikan tangan lalu dan mematikan telponnya, meletakkannya di meja.


tiba-tiba pintu terbuka, mama calvin masuk membawa sebuah nampan berisi baskom kecil berisi es batu dan handuk kecil.


"mama kompres dulu ya sebelum dokter morgan datang" ucap mama calvin setelah duduk di pinggir kasur.


"calvin gapapa ma, cuma butuh istirahat aja" jawab calvin melihat mama ya yang sedang memasukkan beberapa es batu ke dalam handuk kecil dan mengikatnya.


"tapi badan kamu panas, sebelum makin tinggi ya" mama calvin meletakkan handuk berisi es batu itu di kening calvin, dan memindah-memindahkannya perlahan ke kanan lalu kiri dan terus begitu hingga akhirnya dokter masuk, setelah di periksa, calvin bergejala tipes.

__ADS_1


"gejala tipes dok?" tanya mama calvin memastikan.


"iya, saya akan berikan resep obatnya, dan tante gak perlu khawatir karena ini tidak berbahaya" ucap dokter ke mama calvin, lalu melihat ke calvin dan berbicara "untuk kamu juga calvin, perbanyak istirahat, jangan bergadang, makan- makanan yang sehat, dan jangan lupa obatnya diminum, jangan di buang, kamu calon dokter, masa begini".


calvin tidak menjawab apapun, ia mengambil guling lalu memejamkan mata.


malam harinya calvin memberi tahu kepada teman-temannya melalui chat bahwa dirinya bergejala tipes.


keesokkan harinya, waktu pagi dokter kembali memeriksa calvin dan demamnya sangat meningkat hingga 39.5° celcius, dia juga berkeringat dingin.


"tante, calvin mengalami demam tinggi, jika demamnya tidak turun dalam waktu 3 hari, calvin harus di rawat" dokter memberi tahu saat pagi itu, sedang mama calvin terus ingin memberinya makan, tapi calvin terus menolak.


"calvin dimakan dulu, jangan buat mama kamu khawatir" ucap papa calvin, calvin hanya memakan sesuap bubur, setalah itu mau lagi.


"ma, papa berangkat kerja dulu, tolong jaga calvin baik-baik, papa akan pulang cepat" ucap papa pelan pada mama calvin yang sedang menyiapkan kompres. papa calvin berangkat, sedangkan mama calvin menjaga calvin di rumah ditemani beberapa asisten rumah tangga.


hingga saat sore, anggota satria kenanga datang menjenguknya, saat membuka mata dari tidur siangnya, calvin melihat mereka.


"hai calvin" sapa keiza.


"jagoan kita bisa sakit juga ternyata" sahut radit.


"vin, kayanya lo kebanyakan dosa, makanya dikasih sakit ahaha" sahut andika lalu tertawa kecil.


"lo orang lagi sakit malah diketawain" seru leo.


"maaf vin ehehe" balas andika.


"malam sabtuan di rumah calvin gak nih" ucap aksa.


"yoi, vin diem aja lo, bukan lo banget" sahut vino.


"masak telor di jidat calvin kayanya mateng nih ehehe, canda bos" sahut jordan.


"udah lama disini?" tanya calvin pelan.


"mayan, setengah jam an lah" norik yang menjawabnya.


"mereka bertiga siapa? gua baru liat" tanya calvin melihat 3 orang samping radit juga menggunakan jaket satria kenanga.


"nando masuk keanggotaan lo vin, penyerangan" tambah leo memberi tahu. walau mereka dibagi ke beberapa divisi, tapi tetap saja mereka bekerja sama satu sama lain, kecuali yang dibutuhkan hanya sedikit orang, maka memproritaskan anggotanya sendiri.


"yakin?" tanya calvin tersenyum ke nando.


"iya" jawab nando.


"vin kok lo gak bisa diem sih" ucap mikel yang melihat calvin tidak bisa diam dari balik selimut.


"nyeri badan gua" jawab calvin.


"biar gua panggilin tukang urut nih" ucap radit lalu memegang hp nya.


"gak usah dit makasih, mama gua udah manggil kok, tapi nanti malam bisanya" calvin memberi tahu.


"oh gitu, btw makan vin, tadi mama lo bilang, lo belum makan dari pagi, cuma sesuap-sesuap doang, mana nih calvin yang pemakan segala" jawab lagi radit, calvin hanya senyum.


"atau lo lagi pengen makan sesuatu gitu? nanti gua beliin" tambah radit, calvin menggeleng.


"atau ini buah, kue" radit menunjukkan bermacam-macam buah, kue, yang ada di samping sofa kamar calvin.


"banyak banget, ngapain kalian ngapain bawa sebanyak itu" ucap lagi calvin.


"lah kita ber 22, full pasukan nih ahaha masa orangnya banyak bawaannya dikit, apalagi jenguk lo yang suka makan ahaha" radit sambil tertawa.


"hai ka radit" harrold masuk ke kamar calvin.


"hai harrold, apa kabar?" tanya radit.


"baik sekali" jawab harold. harrold duduk di kasur dekat calvin, berbicara dengan kakaknya, juga setelah itu berbicara dengan anggota satria kenanga lainnya juga.


hingga pukul 8, tukang urut datang, satria kenanga pamit balik, keesokan malamnya silent night yang datang pukul 7, hanya sekitar 15 orang.

__ADS_1


"hai calvin, mama calvin" sapa wildan, mama calvin sedang ingin menyuapi calvin.


"tante, biar saya aja yang coba suapi calvin, siapa tau mau" gabriel menawarkan diri.


"boleh" mama calvin memberi mangkuk dengan isi bubur kacang ijo itu.


"tante keluar dulu ya" mama calvin melangkah ke pintu.


"iya tante" kenzie membalas sopan. mama calvin keluar.


"vin makan nih, sekali aja" ucap gabriel ingin menyuapi calvin, sekali calvin membuka mulutnya.


"lagi nih" ucap gabriel lagi setelah beberapa saat.


"udah, katanya sekali" jawab calvin.


"iya sekali bukan sesuap, abisin ini" balas gabriel.


lalu seorang dokter masuk lagi ke kamar calvin.


"hai calvin" sapa nya. dokter mendekat, gabriel mundur, dokter mulai memeriksa calvin lagi, sekarang demamnya turun menjadi 38,4.


setelah beberapa saat dokter itu keluar lagi, gabriel kembali mendekati calvin untuk menyuapinya lagi.


"lagi vin" ucap gabriel, calvin membuka mulut. calvin menerima 5 suap lagi.


tak lama mamanya datang dan calvin meminum obatnya.


hingga pukul 9, gabriel menerima telpon, dia keluar kamar, tak lama kembali.


"vin, satria kenanga lagi rencanain sesuatu?" tanya gabriel setelah kembali. calvin menggeleng.


"kenapa gab?" tanya wildan.


"farel sama dony ngeliat anggota satria kenanga berpisah di beberapa titik" jawab gabriel.


"tapi satria kenanga mereka gak ngejar mereka kan?" tanya kenzie.


"enggak" jawab gabriel.


"apa karena rencana itu emang ditujukan ke yang lain" ucap kenzie.


"mungkin black spider atau black flower" tambah kenzie.


"mungkin mereka mau balas dendam atas kejadian calvin kemarin" sahut niko.


"hmm vin, kita balik dulu ya" ucap wildan, calvin mengangguk. mereka satu persatu berjabat dengan calvin dan keluar.


"cepet sehat calvin" ucap gabriel dan beberapa lainnya ada yang bilang "GWS".


calvin mengambil hp nya dan menelpon radit.


"dit, lo dimana?" tanya calvin.


"di jalan"


"lagi ngapain?"


"buat video"


"lo pisah dan ngumpul di beberapa titik mau ngapain? kan gua bilang dit penyerangan ditunda"


"lo tau dari mana?"


"gabriel"


"mereka di rumah lo?"


"barusan balik"


"lagian vin kalo kita mau nyerang, ngapain juga jam segini, masih terlalu ramai"

__ADS_1


"yaudah terserah, pusing gua" ucap calvin lalu mematikan telponnya.


calvin pun beristirahat.


__ADS_2