To The Night Street

To The Night Street
pertemuan 3


__ADS_3

"vin, malam ini meet up sama silent night" ucap keiza pada calvin yang baru saja bergabung.


"gua gak ikut, kalian aja" jawab calvin singkat.


"dika, ikut lo" sahut keiza pada andika.


"kali ini gua gak ikut" jawab andika.


"meja kosong nih" ucap calvin melihat meja didepannya tidak tersedia makanan ringan, karena biasanya ada.


"jordan, vini tolong beliin chiki-chiki an dong, nih duitnya" calvin memberikan selembar uang merah pada vino.


"chiki apaan aja kan nih?" tanya vino setelah menerima uang itu dan berdiri.


"iya" calvin jawab singkat. jordan dan vink pergi.


"radit mana nih?" tanya calvin lagi.


"belum keliatan lagi dia dari pagi" jawab leo.


"tumben" sahut calvin. karena biasanya radit sering terlihat di markas.


"tapi katanya tar malam kesini" sahur keiza. calvin mengangguk, tentu saja dia akan kesini karena akan ada meet up.


"oh iya ada yang mau daftar nih jadi anggota, temen dari jordan ada 2 dan dari aksa ada 1, gua disini juga gak bisa mengambil keputusan sepihak" leo memberi tahu.


"lo udah ketemu sama mereka?" tanya keiza.


"belum, makanya gua nanya kalian dulu" sahut leo.


"diminta dari radit gimana?" tanya keiza.


"tanya saran ke kalian baru dia ngambil keputusan" jawab leo.


"oiya info, btw temen gua ini jago banget taekwondo, baru aja kemarin dia memenangkan juara 2 tingkat pulau jawa, sabuknya juga udah item" aksa memberi tahu.


"mantap, nanti ajak duel vin, taekwondo vs karate" sahut andika.


"gak ada duel-duel an" sahut calvin.


"btw cocok tuh vin buat masuk keanggotaan lo" sahut leo.


"itu ilmu buat bela diri bodoh, bukan untuk menyakiti orang lain" sahut calvin.


"iya vin, tapi kan penyerangan kita emang atas untuk membela kan, membalikkan mereka" sahut mikel.

__ADS_1


"iya, tapi untuk sekarang gua saranin kita tidak menerima anggota baru dulu, karena gua gak mau mereka yang tidak tau apa-apa juga kena dampaknya, apalagi baru ada kejadian kemarin, mungkin black spider dan black flower akan membalas dendamnya" jelas calvin.


"gua setuju kata calvin, mereka belum tau permasalahan kita, dan gua gak mau libatkan mereka dalam permasalahan kita yang lagi panas ini" keiza menyetujui calvin.


"oke kalo gitu kita pending dulu permintaan mereka" sahut leo.


lalu jordan dan vino kembali membawa 2 plastik besar berisi chiki-chiki an seperti yang diminta calvin.


"thank you adik-adik ku yang baik" ucap calvin setelah menerima itu dari mereka dan meletakkannya di meja.


mereka hanya mengobrol seperi biasa setelah itu jam 7.30 radit sampai si markas.


"abis kemana aja lo dit?" tanya calvin.


"keluar doang bentar" jawab radit dan duduk bergabung.


"leo" panggil radit membuat leo menengok ke arahnya "gimana keanggotaan, aman?" tanya radit melihat leo.


"aman, dan untuk permintaan anggota baru kita penting dulu" jawab leo.


"karena?" tanya radit.


"tidak ingin melibatkan mereka pada keadaan yang sekarang lagi memanas" leo menjawab dengan padat, padat dan jelas.


"oke, gua setuju kalo itu alasannya" radit menyetujui.


sementara hening.


"vino, jawab, diajakin radit tuh, jawab dong" sahut calvin.


"apaan sih, orang lo juga" jawab vino.


"vin, calvin, bukan vino" sahut radit.


"gua gak ikut" calvin singkat.


"gua gak nanya, tapi minta lo untuk ikut" jawab radit.


"lo maksa gua?" tanya calvin tegas.


"lebih tepatnya meminta" jawab radit santai.


"kalo gua gak mau gimana?" tanya calvin.


"apa alasan lo?" radit balik bertanya.

__ADS_1


"gua ada urusan" jawab calvin.


"urusan apa?" tanya radit melihat calvin dengan santai sambil mengunyah.


"mau tau aja urusan pribadi gua" jawab calvin.


"dahlah, yok kita berangkat" radit berdiri setelah minum, beberapa juga berdiri lalu mendekat ke arah motornya masing-masing dan meninggalkan markas, hingga hanya tersisa calvin, andika, aksa, mikel dan norik.


"kalian gak ikut?" tanya calvin.


"gua mau balik aja, janji pulang cepet gua hari ini, gua duluan" sahut aksa lalu berdiri dan berjabat tangan dengan mereka satu per satu, beberapa ada yang berucap "hati-hati" padanya termasuk calvin, dia meninggalkan markas.


"gua juga ya duluan sama norik, calvin, dika" sahut mikel lalu berjabat tangan dengan calvin dan andika, norik juga ikut dengan mikel.


"mau kemana kalian?" tanya andika saat berjabat tangan.


"ada acara lagi di luar" jawab norik.


"vin, dik, duluan" sahut lagi mikel lalu menjauh, dia ke arah motornya juga norik, dan keluar.


kini hanya tersisa andika dan calvin.


"mampus lo vin kalo silent night cerita tentang lo, apalagi mereka tau lo kenal satria kenanga, takutnya malah nanyain tentang lo" ucap andika ketika mereka hanya berdua.


"iyaya aduh… tapi kalo gua ikut berarti anggota kita juga bakal tau kalo gua berteman dengan anggota silent night" ucap calvin.


"saran gua mending lo dateng sih vin, pake penutup wajah gitu" andika memberi saran.


"kalo gua berpakaian layaknya satria kenanga, suara dan tatapan mata gua gak bisa berubah dik, apalagi kita meet up yang pastinya gak akan sebentar" jawab calvin lagi.


"tapi yang gua takutkan adalah mereka berbicara yang enggak-enggak, kan lo juga gak tau mereka ngomongin apa aja, kalo misalnya silent night nanyain lo gimana? terus anggota kita malah kasih tau kalo lo itu anggota mereka?" ucap andika.


"ada bener nya juga sih lo dik, jadi gua harus gimana anjir sekarang" sahut calvin.


"lo ikut aja pertemuan mereka" jawab andika.


"yaudah lah gua kesana" ucap calvin lalu berdiri.


"gak pake jaket satria kenanga" tanya andika.


"gak usah, gapapa anggota kita tau gua kenal mereka, tapi tidak dengan identitas gua" jawab radit.


"yaudah, gua juga mau balik ah, dari pada disini sendiri" andika ikut berdiri.


"oh iya vin, jangan bawa-bawa nama gua" tambah andika.

__ADS_1


"iya" jawab calvin singkat, lalu ke arah motornya.


andika pulang ke rumahnya, sedangkan calvin ke pertemuan tersebut.


__ADS_2