
sementara calvin dan andika.
"mau jelasin sekarang ke gua vin? tanya andika pada calvin setelah telepon berakhir.
lalu calvin menceritakan awal pertemuannya dengan gabriel, sampai ia kenal dengan beberapa anggota silent night lainnya, kegiatan malming nya dan tentang peristiwa yang menyebabkan alvian meninggal.
"mereka tau semua dik, mereka juga bilang kalo geng motor kita itu sombong, karena pas di siv, lo inget, yang mereka sapa kalian, tapi dari kalian gak ada tanggapan sama sekali" calvin menjelaskan.
"sebentar, gua salah liat apa gimana nih, kemarin pas di siv gua sempet liat lo, terus tiba-tiba lo ilang, itu bener lo apa bukan?" tanya andika.
"iya, gua lagi sama mereka saat itu, pas liat kalian, gua ke kamar mandi, nunggu kalian sampe keluar ahaha" jawab calvin.
"oiya andika, gua mohon lo janji, jangan kasih tau anggota kita yang lain, kalo gua berteman dengan silent night, dan jangan pernah kasih tau identitas kita sebagai geng motor satria kenanga kepada silent night. disini gua gak bermaksud berkhianat atau menjadi mata-mata, tapi gua akuin cara berteman mereka lebih baik" tambah calvin.
"oke gua ngerti, gua janji" jawab andika.
"makasih" balas calvin.
"pesen makanan dik buat sarapan" ucap calvin.
"lagi dimasakin sama bi inah" jawab andika.
"oke" jawab calvin.
bi inah masuk mengantarkan makan untuk mereka sarapan.
"makasih bi" sahut andika.
"iya sama-sama" jawab bi inah, lalu keluar.
"sini makan, jangan di kasur" ucap andika, lalu calvin ke lantai duduk bersama andika, dia membawa selimut yang di putari ke tubuhnya.
calvin menegang tangan andika sekejap hanya untuk memberi tahu ia kedinginan.
"eh gila tangan lo dingin banget vin" sahut andika, lalu mematikan AC dan membuka jendela.
"makasih" ucap calvin, setelah andika duduk kembali.
"kenapa lo gak bilang kalo kedinginan" sahut andika.
"kan lo tau gua sakit, masih nyalain AC, udah gitu suhu yang paling dingin lagi, beberapa kali gua kebangun gegara kedinginan" balas calvin.
"ehehe maap-maap" balas andika.
calvin mulai makan, andika menyalakan tv dan memulai makannya juga.
"nasi lo abisin, biasanya makan lo juga banyak" ucap andika yang melihat calvin meletakkan piringnya diatas meja.
calvin hanya menatap andika dengan tatapan yang lemah.
"oke-oke lo lagi sakit, pasti nafsu makan lo berkurang ahaha" ucap andika lagi.
"bener kata jordan, sifat lo serem, bukan mukanya ahaha" tambah andika.
calvin tidak membalas apapun, dia kembali melihat tv.
hingga beberapa jam kemudian bi inah masuk
"den, ada temen nya diluar" ucap bi inah ketika masuk, andika bergegas keluar, lalu kembali dengan gabriel dan kenzie.
"lo lagi simulasi jadi kepompong vin hahaha" ucap gabriel yang melihat calvin sedang duduk dan dililit oleh selimut.
__ADS_1
calvin melihat kedatangan kenzie dan gabriel, lalu matanya kembali ke tv.
"anjir di kacangin gua" ucap gabriel, kemudian gabriel duduk di samping calvin dan menyentuh keningnya.
"panas oy" gabriel berkata setelah menyentuh kening Calvin dengan tangannya.
"gua anterin ke rumah sakit ya vin" tambah gabriel.
calvin hanya menjawab dengan menggelengkan kepala.
"udah minum obat vin?" tanya kenzie.
lagi-lagi calvin menggeleng.
"woi dika, lo gimana, temen lo sakit bukannya kasih obat gitu" sahut gabriel yang mengarahkan pandangannya ke andika.
"lo gak tau calvin aja, dia kalo mau apa-apa langsung minta tanpa malu" jawab andika yang juga melihat ke arah gabriel.
"ambil paracetamol dik" minta gabriel.
"gak usah gab" calvin ikut bicara.
"dengerkan" sahut andika.
"lah masa lo diemin aja gitu vin?" tanya gabriel.
calvin menengok ke gabriel, seperti berpikir.
"hmmmm, yang berkuah apa ya, kayanya enak" ucap calvin melihat ke gabriel.
"ahaha kan dia kalo mau apa-apa langsung bilang" sahut andika.
"mana makanan mulu lagi" tambah kenzie kemudian tertawa.
"ahahaa, gak enak dia kalo gak makan" sahut andika.
"bentar jangan pesen dulu, gua mau liat bibi masak apa" ucap andika, kemudian keluar dari kamarnya.
"eh vin, ini rumah andika jauh dari halte karuna, tapi kok lo kemarin minta jemput nya di halte karuna" tanya gabriel setelah andika pergi.
"kemarin gua sama dika lagi di rumah temen gua yang lain" jawab calvin.
trenodd.. hp andika berbunyi.
"tolong ambilin hp nya andika zie" ucap calvin kepada kenzie yang dekat dengan hp andika, ada yang menelponnya, jordan. kenzie mengambil nya, lalu memberikannya pada calvin.
calvin yang menjawabnya.
"halo, jordan" calvin.
"gua sama yang lain ke rumah andika ya, jenguk lo" jordan.
"gak usah, makasih, nanti gua yang kesana" calvin.
"lo udah sehat?" tanya jordan dalam teleponnya.
"udah" calvin.
"lo istirahat aja dulu, biar kita yang kesana" jordan.
"gak usah, biar gua yang kesana" calvin.
__ADS_1
"serius lo mau kesini?" jordan.
"iya" calvin.
"kan gua sama dika" tambah calvin.
"udah pada siap ini mau jalan ke rumah dika" jordan.
"gak usah, gua mau pergi juga, nanti gua mau ke sana" calvin.
"mau kemana?" motor lo aja disini" jordan.
"pinjem motornya dika gua" calvin.
"yaudah hati-hati" jordan.
"iya" calvin, lalu menutup telponnya.
"mau kemana lo lagi sakit begini?" tanya gabriel, setelah calvin meletakkan hpnya andika.
"hmm.. gak kemana-mana" jawab calvin melihat gabriel.
"tadi, mau kesana gitu" tanya gabriel lagi.
"paling gak jadi, nanti gua kabarin lagi" jawab calvin dengan santainya.
"aneh lo vin" balas gabriel.
"yarin" jawab calvin, lalu andika muncul dari pintu kamar membawa dua mangkuk bersama dengan bi inah dibelakangnya yang juga membawa 2 mangkuk, mereka letakkan diatas meja.
"nih berkuah vin" ucap andika sambil meletakkan makanan di atas meja.
"apaan tuh?" tanya calvin.
"tom yam sup" jawab dika.
"makasih bi" ucap andika, setelah bibi meletakkan mangkuk yang ada ditangannya ke meja juga, bibi mengangguk dan kembali keluar.
"hp gua mana tadi disini" tanya andika yang tidak melihat hpnya di tempat sebelumnya, calvin menyodorkan hp nya ke andika.
calvin pindah mendekati meja.
"kayanya enak nih, makasih dika" ucap calvin yang mengambil 1 mangkuk paling dulu.
"paling cepet dia kalo makanan" sahut gabriel.
"udah biasa, gak kaget gua" andika berbicara.
"udah sini kalian juga makan" tambah andika mengajak gabriel dan kenzie untuk mendekat, kenzie dan gabriel segera mendekat.
mereka semua makan bersama.
"gilaa, enak masakan bi inah dik" ucap calvin setelah mencoba makanannya.
"enak lah, maka nya gua lebih milih makan di rumah ahahah" jawab andika.
calvin dan yang lain meneruskan makan nya.
hingga setelah ashar, kenzie dan gabriel kembali ke markas.
sedangkan calvin dan andika baru ke markas setelah isya.
__ADS_1