To The Night Street

To The Night Street
penculikan


__ADS_3

saat di rumah radit.


"vin jadi selama ini lo tau tentang mereka, rencana mereka, itu dari mereka?" tanya radit pada calvin yang sedang makan sambil menonton tv.


"iya" jawab calvin singkat dengan tatapan masih ke tv.


"anjir ahaha, terus kenapa lo gak pernah cerita ke kita vin?" tanya radit.


"gapapa" calvin lagi-lagi membalasnya singkat.


"lo juga bisa-bisanya nyerang temen lo sendiri vin? saat penyerangan kemarin?" tanya radit lagi.


"teman-teman kita juga korban dari perbuatan mereka, walaupun gua tidak pernah ingin melakukan itu" jawab calvin santai.


"hmm… masih mikirin anggota-anggota lo ternyata" sahut radit.


"iyalah" jawab calvin, lalu minum.


"iya enak ya lo punya 2 backing an lo" ucap lagi radit.


"maksud lo?" tanya calvin melihat radit.


"iya, lo dilindungi sama silent night, anggota-anggota lo juga pasti dukung lo" jawab radit juga melihat calvin.


"tapi lo juga gak tau kan mental gua gimana? hadapin ini dari awal, kadang gua juga bingung harus apa, tapi dipaksa untuk memutuskan" ucap calvin, mereka masih bertatapan.


"iya, bahkan sampe black spider sama black flower tau kalo lo kenal satria kenanga, dan mereka mengancam lo dengan pisau" jawab radit.


"lo gak ada niat buat balas dendam kan dit?" tanya calvin.


"vin, stop berpikir kalo gua pembunuh, gua gak seperti yang lo pikirkan, jika lo terus berpacu pada alvian, lo tau alasan gua bunuh dia" jelas radit.


"tapi, kalo misalnya dia berani nyerang lo lagi, gua gak akan tinggal diam vin" tambah radit.


"gak usah berlebihan dit, gua pribadi yang jadi korbannya, gua akan bilang jika gua butuh bantuan, dan kalian gak perlu lakukan apapun yang tidak gua suruh" jawab calvin.


"lo baik vin, maaf membuat lo terlibat ke dalam urusan gua" ucap lagi radit.


"selagi gua bisa bantu, gua bakal bantu dit" sahut calvin.


"hubungin gua jika lo butuh bantuan, oke?" ucap lagi radit.


"iya" jawab calvin singkat.


malam itu calvin menginap di rumah radit, sampai akhirnya, keesokkan harinya mereka berangkat kuliah ke kampus masing-masing.


sehabis dari kantin jam 1 siang, calvin ikut gabriel ke markasnya.


hingga saat jam 5 sore lewat 20 menit.


"guys gua balik duluan ya" ucap calvin pada anggota silent night lainnya.


"mau kemana vin?" tanya gabriel.


"ke rumah dika" jawab calvin.


"yaudah hati-hati" ucap gabriel, calvin berdiri dan berjabat tangan dengan mereka satu persatu.

__ADS_1


ditengah perjalanan saat pertigaan, ada sebuah mobil yang tiba-tiba maju dari arah kanan menutup jalan calvin saat ia hendak lurus, calvin berhenti mendadak, tak disangka dari arah belakang ada sebuah kantung kain yang masuk menutup kepala calvin, ia sedang tidak menggunakan helm karena jarak yang lumayan dekat untuk ke rumah andika, calvin langsung memberontak, tapi ia segera tidak sadarkan diri, kain itu sudah di beri bius hirup.


calvin membuka matanya di sebuah gudang kecil dengan kaki terikat dan juga tangan yang terikat kebelakang, ia duduk di lantai dan bersandar di tembok.


"udah sadar lo" calvin mencari arah suara, ia duduk disebuah kursi, ia adalah cakra, dan disekelilingnya juga ada beberapa anggota lainnya yang duduk, termasuk andra.


"apa mau lo cakra?" tanya calvin dengan suara lemah pada cakra, masih ada efek obat bius pada calvin.


"lo tau? karena temen lo itu, satu anggota gua gak tertolong" ucap cakra dari atas kursi.


"karena siapa?" tanya calvin dengan nada suara masih pelan.


"siapa lagi kalo bukan satria kenanga" sahut cakra.


"terus apa urusannya sama gua?" tanya calvin.


"lo kenal mereka kan? lo juga bertanggung jawab atas ini, bagaimana rasanya kehilangan teman" jawab lagi cakra.


"maksud lo?" tanya calvin.


"nyawa dibayar dengan nyawa" sahut andra.


"kalian gila ya, setelah kalian ngeluarin 3 anggota kalian, dan saron ingin menelpon ambulan tapi karena kalian, dia mengurungkan niatnya, kalian sendirilah yang membunuhnya" ucap calvin.


"jadi saron cerita ke lo tentang kejadiannya, oiya lo kan juga temannya saron" ucap andra.


"aduh salah ngomong gua, bahayain saron gua" ucap calvin dalam hati.


"satria kenanga lah yang menyerangnya, jadi mereka yang membunuhnya" sahut cakra.


"emang kalian itu pembunuh, pertama kalian bunuh alvian, sekarang kalian bunuh delmar" ucap cakra.


calvin tidak menanggapi ini, jika ia berbicara tentang peristiwa alvian dengan satria kenanga, pasti mereka mengira bahwa calvin mengetahui semuanya.


"kenapa lo diem? lo mengakui kalo temen lo satria kenanga itu memang pembunuh" ucap cakra lagi masih duduk di kursinya.


"karena gua gak tau apa-apa tentang hal ini" jawab calvin.


"tolong lepasin gua, gua ada urusan dengan kalian" tambah lagi calvin.


"lepasin lo? bahkan kita gak bisa jamin kalo lo masih bisa melihat matahari besok" jawab cakra.


"lo mungkin gak ada urusan sama kita, tapi mereka akan tau gimana rasanya kehilangan seorang teman" tambah andra.


"mereka gila, bahkan kalo mereka tau gua bukan anggota satria kenanga" calvin dalam hati.


"ini zaman modern woi, masih zaman kah culik-culikan begini?" tanya calvin, dia sudah mulai mendapatkan kesadarannya penuh.


"kenapa? lo takut?" tanya cakra lalu berjalan mendekat ke calvin.


calvin memerhatikan cakra yang mendekat.


"jika kita tidak bisa mendapatkan anggotanya, maka kita akan mengambil orang yang mereka kenal" ucap cakra depan wajah calvin, lalu berdiri dan ingin melangkah kembali.


"kalian lemah" ucap calvin membuat langkah cakra berhenti dan kembali menatap calvin.


"kalian tidak bisa mendapatkan anggotanya dan menggunakan orang lain sebagai pelarian" tambah calvin.

__ADS_1


"setidaknya ada teman mereka yang mati" ucap andra.


cakra jongkok dan mendekati wajah calvin lagi.


"apa perlu gua bunuh lo sekarang aja" ucap cakra, calvin tidak menanggapi apapun.


"dra, masih ada yang perlu kita tanyakan" andra seperti mengingatkan cakra.


"dimana markas satria kenanga?" tanya cakra masih dekat dengan calvin.


"jika kalian tau, apa yang akan kalian lakukan?" tanya calvin.


"apa keuntungan kita memberi tahu lo" ucap cakra lalu ia memukul wajah calvin kencang, membuat nya wajahnya terlempar ke arah lain, cakra melangkah kembali ke kursinya. darah mengalir dari sudut bibir calvin.


"lo mau mati aja banyak bacot ya" ucap lagi andra.


"gak ada yang tau takdir kematian seseorang" sahut calvin.


"jika kalian memang ingin membunuh gua, bagaimana jika satria kenanga membalaskan dendam?" tanya calvin.


"kita akan bunuh mereka semua sebelum mereka sempat membalaskan dendam" jawab cakra santai.


"itu namanya pembantaian" sahut calvin tegas.


"langsung to the point aja cak" ucap andra ke cakra.


"gua tanya sekali lagi dimana markas satria kenanga?" tanya cakra "setelah ini gua gak akan kasih toleransi lagi".


"gua udah pernah bilang ke kalian sebelumnya, gua gak tau, memang gua kenal mereka bukan berarti gua juga tau dimana markas mereka" jawab calvin berani.


"atau kita bunuh aja dia sekarang, percuma gak ada gunanya" ucap cakra lalu mengeluarkan pisau lipat dari sakunya dan membukanya.


calvin mencoba membuka ikatan pada tangan dan kakinya tapi ikatannya terlalu kuat.


"jangan berharap bisa melepaskan diri" ucap cakra lagi, dia meletakkan pisaunya di meja dan meneguk sedikit kopinya.


"gua kasih permintaan terakhir buat lo, sebutkan sekarang" ucap cakra setelah meletakkan kembali gelas kopinya.


"gua akan kasih tau dimana markas satria kenanga" jawab calvin, cakra mendekatinya lagi.


"apa lo takut? makanya lo berubah pikiran" tanya cakra.


"tentunya setelah lo melepaskan gua" jawab calvin.


"lo pikir gua bodoh? jangan mimpi, gua gak akan pernah lepasin lo" ucap cakra lalu memukul wajah calvin lagi di tempat yang sama seperti sebelumnya, lagi-lagi darah yang sebelumnya sudah berhenti dari bibir calvin menjadi mengalir lagi, bahkan bertambah lebih banyak, dan juga darah keluar dari hidung sebelah kirinya, tempat bagian wajah yang diserang memang bagian sebelah kiri.


"masih berani lo?" tanya cakra mengangkat wajah calvin dengan tangannya di dagu calvin.


calvin tidak menjawab apapun, cakra membuang wajah calvin dan kembali ke kursinya, dia duduk dan mengelus-elus sisi pisau itu dengan jemarinya.


"lo belajar ilmu psikopat dari mana sih?" tanya calvin yang memerhatikan cakra.


"masih punya nyali juga lo" ucap cakra. cakra mendekat dengan membawa pisaunya, lagi-lagi dia berada di depan calvin, tapi dengan pisau masih mengarah ke bawah.


"mau bunuh gua?" tanya calvin yang menantang cakra.


"masih berani juga lo ya, tapi keberanian lo gak akan menyelamatkan lo" ucap cakra, lalu mengarahkan ujung pisaunya ke arah jantung calvin.

__ADS_1


__ADS_2