To The Night Street

To The Night Street
Rencana selanjutnya


__ADS_3

Calvin datang ke markas sepulang dari kampusnya.


Dia duduk bergabung bersama yang lainnya.


"Gak ada makanan?" Tanya calvin saat duduk, dia melihat meja kosong, hanya ada vape dan asbak. Tapi, calvin dan andika bukanlah perokok maupun pengguna vape.


"Dimana-mana makanan mulu lo vin" ucap alvino dengan vape ditangannya.


"Rasa apaan sih itu, baunya gak enak banget" calvin bukannya membalas ucapan alvino, tapi malah berkomentar bau vape alvino.


Alvino yang tau dia kurang suka akan bau rokok maupun vape, menyudahinya.


"Beli makanan dong tolong, nih duitnya" ucap calvin lalu mengeluarkan uang 150 ribu yang diletakkannya di meja.


"Beli apaan?" Tanya jordan.


"Apaan aja, abisin jangan sampe ada kembalinya, gua mau mandi" jawab calvin, kemudian berdiri ingin melangkah masuk.


"Gua selesai mandi udah harus ada makanannya" calvin berbalik badan saat bicara dan saat selesai berbicara ia berbalik lagi, ia masuk ke kamar, sedang ada raditya sedang tidur.


"Gila ini bocah, sore-sore masih tidur" ucap calvin yang melihat raditya tidur.


"Radit, bangun dulu dit, gua mau disini dulu" calvin membangunkan radit.


Radit terbangun.


"Jam berapa sekarang?" Tanya radit.


"Setengah 4" jawab calvin, raditya duduk.


"Pasti lo mau mandi" ucap radit yang melihat handuk tergantung di bahu radit.


"Banyak bacot lo, keluar" calvin mengusir radit. Radit segera keluar.


Memang kamar mandi dan kamar itu bersampingan. Jadi kamar itu, tempat calvin untuk melepas pakaiannya, dan menggunakan handuk untuk ke kamar mandi.


Setelah cukup lama, calvin duduk bergabung dengan teman-temannya, namun jordan yang pergi bersama andika sepertinya belum kembali.


Calvin bangun mengambil buku gambar A3 yang ada di rak, juga spidolnya, lalu kembali duduk dan meletakkan itu diatas meja.


Calvin membuka buku gambar tersebut dan merobek halaman terdepan. Itu adalah gambaran bekas rencana penyerangan ke alvian kemarin.


"Bakar" perintah calvin yang menyodorkan kertas itu. Posisi calvin saat ini memang sebagai ketua penyerangan dan ahli strategi.


Salah seorang anggota lainnya mengambil kertas itu kemudian menjauh untuk membakarnya hingga tak tersisa, calvin memerhatikan itu untuk memastikan.


Tak lama, jordan dan andika kembali membawa banyak cemilan juga minuman dengan ukuran besar atau biasanya 1L.


Mereka meletakkan itu di samping meja.


"Makasih" ucap calvin kemudian mengambil sebuah plastik mengacak-acak nya, hingga biskuit keluar dari plastik itu.


Calvin membukanya, lalu meletakkannya di meja, dia mengambil juga 1 digigit di mulutnya. Tatapan calvin mengarah pada kertasnya.


"Vin" panggil dika.


"Hmm" jawab calvin yang mulutnya sedang menggigit biskuit kemudian menatap andika.


"Masa jordan takut sama lo ahaha" andika memberi tahu kemudian tertawa, jordan menyiku andika pelan.


Calvin meletakkan spidolnya, mengambil biskuit yang telah di gigit dari mulutnya.

__ADS_1


"Takut kenapa?" tanya calvin yang masih mengunyah, sehingga terdengar lucu.


"Katanya lo serem ahaha, terus tadi aja buru-buru, katanya udah ambil apa aja, abis itu balik, nanti keburu calvin selesai mandi" andika bercerita dan mengikuti gaya bicara jordan.


Calvin tertawa mendengar itu.


"Aduh, dan, dan, maksud gua itu lebih cepat, lebih baik" perjelas calvin setelah tertawa.


"Noh liat kalo calvin kalo lagi ketawa lucu kan, kalo serius aja tampang-tampang psiko nya keluar ahah" tambah andika.


"Santai aja sama gua, jarang ketemu gua ya" calvin berbicara santai. Jordan termasuk anggota baru, dia baru bergabung 2 bulan lalu, teman dari alvino.


"Udah gua bilangin padahal santai aja sama calvin, emang tampangnya suka berubah-ubah gitu" vino menjelaskan.


Calvin tertawa lagi.


"Harusnya yang lo takutin, nih pak boss ahaha" ucap calvin sambil menyentuh tubuh radit dengan tubuhnya. Calvin saat ini duduk diantara keiza dan radit.


Calvin berdiri, berjalan ke arah alvino yang duduk di samping jordan.


"Tukeran vin, eh no, anjir nama lo ahaha" ucap calvin, kemudian alvino pindah ke tempat duduk calvin sebelumnya.


"Biar dia nyaman sama gua" ucap calvin lagi setelah duduk samping jordan "gak usah tegang gitu, nanti gua jadi tegang juga ahaha" tambah calvin.


Calvin memasukkan potongan biskuit terakhir ke dalam mulutnya, lalu memegang spidolnya lagi.


"Gua butuh laporan" sahutnya serius, lalu calvin ingat yang mengawasi target kemarin adalah jordan dan vino, jordan yang masih belum terbiasa dengannya.


"Canda dan, kemarin gimana si t" calvin menghadap jordan, mengubah nada bicaranya menjadi santai. Si t adalah nama panggilan target yang tidak diketahui.


"Dia.. kalo pulang lewat jalan xxx terus jln.mmm, terakhir jln.kkkk" jawab jordan dengan wajah tegang dan bicara nada sedikit tegang. Calvin yang melihatnya, menahan tawa, yang melepas tawanya saat jordan selesai bicara.


"Aduh, gak fokus gua ahaha, gua fokus ke mukanya lucu banget, asli gak usah takut sama gua, gak akan gua apa-apain" calvin berbicara setelah tertawa.


"Kasih paham dit" ucap calvin.


"Kemarin bercanda aja dan, jangan dianggap serius ahaha" jelas radit santai. Padahal sebenarnya kemarin benar-benar serius, hanya saja masalah mereka jika sudah lewat maka terlupakan, dan kembali berbaikan.


"Dahkan jelas, gak ada apa-apa kok" tambah calvin.


"Udah nih, gimana tadi laporannya" ucap calvin lagi, kali ini dia melihat kertas kosong yang ada diatas meja.


Jordan menjelaskan ulang yang tadi dia sudah utarakan, kali ini dia berbicara lebih santai.


"3 hari berturut-turut melewati jalan yang sama?" Tanya calvin masih melihat kertasnya.


"Iya" jawab jordan.


Calvin menggambar peta yang mengarah pada jalan itu.


"Ada 3 motor yang menunggunya di jl.mmm" calvin menjelaskan sambil menggambar 3 motor di jln.mmm kemudian berbicara lagi "diujung jl. Mmm ada jln. Kkkk, disana dekat area komplek, kita bermain aman, jangan sampai dia melewati jln.kkk. 3 motor di jl.mmm tadi, giring dia untuk tidak ke arah jl.kkk, melainkan giring ke jl. Pppp" jelas calvin sambil menggambar titik-titik memberikan penjelasan kemana arah mereka.


"2 motor lain, tunggu di pertengahan jl. Ppp, jegat, terus yaudah terserah kalian mau apain" sambung calvin lagi, kemudian melepas spidolnya.


"Jangan lupa, tanya namanya, jika saron, kalian gak boleh menyentuhnya sama sekali" ucap calvin tegas.


"Kita lakukan besok malam" tambah calvin.


"Sekarangkan malming" jordan bicara.


"Iya, kenapa? Mau apel sama doi? Silahkan, gak ada yang larang" jawab calvin.

__ADS_1


"Maksud gua, biasanya malming" jordan menjelaskan.


"Hmm, besok malam" jawab calvin, tanpa memberi alasan, lalu mengambil biskuit yang ada dimeja.


"Radit, jangan bawa senjata tajam, atau senjata apapun itu" tegas calvin memandang tajam radit, sedang biskuit yang calvin ambil, masih ditangannya.


"Iya" jawab radit. Mendengar itu Calvin duduk bersandar dan melahap biskuitnya.


"Berarti besok kita pake 5 motor?" Tanya radit.


"Iya" jawab calvin sambil berpikir.


"Oiya, yang 3 motor di jln.mmm sendiri-sendiri aja, sedangkan yang menghadang di jalan ppp berdua-berdua" tambah calvin.


"Gua ikut bagian giring, tapi gua gak akan melakukan penyerangan" calvin berbicara kemudian memasukan biskuit dalam mulutnya lagi.


"Gua hadang" keiza ikut berbicara.


"Gua hadang" tambah raditya.


"Gua giring aja" andika ikut berbicara.


"Gua hadang sama norik" mikel ikut bicara.


"Kurang giring 1" calvin memberi tahu.


"Gua aja" Sahut leo.


"Oke, done, yang ikut besok, jam 8 sudah di markas, seperti biasanya, jika penyerangan dilakukan, gunakan pakaian serba hitam, termasuk sepatu, slayer dan helm" calvin mengingatkan.


"Oiya, dia biasanya pulang jam berapa?" Tanya calvin.


"Jam 1 keatas" kali ini alvino yang menjawabnya.


"Kita berangkat jam 12.30 malam" tambah calvin.


"Jaket item di lemari ada berapa?" Tanya keiza.


"Ada 20 - 4, 16" jawab calvin, dikurang 4 karena itu adalah jaket yang kemarin mereka bakar setelah penyerangan ke alvian, karena terkena darahnya.


"Yang baik, Tolong ambilin air putih dong, pala gua pusing banget tiba-tiba" ucap calvin sambil memegang kepalanya.


Keiza yang berdekatan dengan dispenser, mengambilnya, kemudian memberikannya pada calvin.


"Makasih" ucap calvin setelah minum dan meletakkan gelasnya diatas meja.


"Amanin, jangan sampai ada yang liat, selain anggota geng motor kita" ucap calvin lagi setelah menutup buku gambar nya.


Raditya mengambil buku gambar itu dan meletakkan lagi di rak bersampingan dengan buku-buku.


"Andika, gua malam ini nginep rumah lo ya" calvin berbicara lagi.


"Boleh" jawab andika.


"Ayo sekarang, gua pengen istirahat, pala gua tiba-tiba nyut-nyut an ini" sahut calvin yang masih memegangi kepalanya dan beberapa kali memejamkan matanya sesaat.


"Ayo" ucap andika, dia berdiri, menggunakan jaketnya dan melangkah ke arah motornya.


Calvin juga menggunakan jaketnya, dan berjalan mengikuti andika.


"Gua sama dika balik duluan guys" ucap calvin.

__ADS_1


Andika naik ke motornya, memakai helmnya begitu juga Calvin yang sebelumnya mengambil helm dari atas motornya, lalu dia duduk dibelakang andika. Andika pulang ke rumah nya. Calvin sudah biasa meninggalkan motor nya di markas.


__ADS_2