To The Night Street

To The Night Street
kantor


__ADS_3

keesokan harinya, calvin menepati janjinya dengan ikut papanya ke kantor jam 8 pagi.


"pa, nanti rapat dimana?" tanya calvin ketika sudah memasuki ruang kerja papanya, ia duduk di kursi depan meja, berhadapan dengan ayahnya.


"disini" jawab ayahnya melirik ke arah sofa yang mengelilingi meja kecil itu ada di samping rak buku, ruang kerja papanya denan ruang itu hanya terpisah oleh rak.


"mereka belum datang pa" sahut lagi calvin.


"iya jam 10 nanti" jawab papanya membuka laptop.


"lah terus kenapa kita kesini sekarang?" tanya calvin.


"kamu liat ini laporan, kamu pelajari" ucap papanya dengan tatapan ke laptop.


"hhh" calvin seperti tidak senang "kalo gitu calvin keluar dulu ya pa, nanti jam 10 calvin kesini lagi".


"kamu disini dulu, jangan kemana-mana, papa keluar sebentar, abis itu kamu boleh pergi" jawab papanya lalu bangun dari duduknya.


"oke" calvin menyetujui, papanya keluar ruangan, sedangkan calvin berpindah ke tempat duduk papanya dan melihat-lihat.


sejak cukup lama papanya pergi, ada yang mengetuk pintu.


"masuk" ucap calvin, lalu pintu terbuka, ada satu orang perempuan cantik dengan rambut coklat terurai, ia menggunakan jas hitam dengan kemeja putih didalamnya serta menggunakan rok span hitam sedengkul.


"maap tuan calvin, saya mencari pak garvin ada?" tanya wanita itu, ia adalah sekretaris papa nya calvin.


"lagi keluar tadi" jawab singkat calvin.


"maaf tuan, tapi saya boleh minta laporan keuangan minggu ini untuk data rapat besok?" sekretaris itu meminta.


"hmmm...... bntar, saya coba cari" jawabnya sambil mencari dokumen-dokumen yang ada di meja.


"aduh.. dimana lagi itu, mana gua tau juga" calvin dalam hati masih sambil mencari.


"maaf, bisa tunggu pak garvin aja ya, katanya dia keluar sebentar saja" ucapnya lagi pada sekretaris itu.


"baiklah kalau begitu, tolong sampaikan nanti ya" sekretaris menyetujui sambil tersenyum ke calvin.


"iya, nanti saya sampaikan" balas calvin senyum ramah kembali, sekretaris itu kembali keluar dan menutup pintu.


sesaat setelah sekretaris itu keluar, calvin mengambil napas dalam dan mengeluarkannya


"hufftt.. mana katanya sebentar" lagi-lagi ia berucap dalam hati "oiya kenapa tadi gua gak telpon papa aja ya, udah panik duluan gini nih".


calvin mengeluarkan hp nya untuk menelpon papanya beberapa kali, namun tidak ada yang terangkat satu pun.

__ADS_1


tak lama, ada ada yang mengetuk pintu lagi.


"masuk" ucap calvin lagi, ternyata sekretaris lagi yang datang.


"ada apa lagi?" tanya calvin seperti sudah kehilangan mood nya.


"maaf tuan, sekarang di luar sedang ada tamu ingin bertemu dengan pak garvin, sementara pak garvin sedang tidak ditempat, saya harap tuan bisa menggantikannya sebentar" sekretaris memberi tahu.


"siapa?" tanya calvin.


"dari pt. jaya sentosa" sekretaris memberi tahu lagi.


"hmm.. minta tunggu pak garvin aja ya, bilang aja lagi gak ada ditempat" calvin memberi perintah.


"tapi tuan, rapat ini sangat penting dan tidak bisa ditunda, pimpinan mereka setelah ini ada kegiatan yang harus dilakukan lagi" jawab sekretaris.


"aduh.. mati gua, gua gak ngerti apa-apa, papa kemana sih, katanya sebentar, taunya lama, kalo nih perusahaan ditangan gua bisa ancur beneran ini" calvin bicara dalam hatinya lagi dengan raut wajah seperti bengong.


"maaf tuan calvin" sekretaris memanggil lagi karena melihat calvin yang membisu dan melihat dengan tatapan kosong.


"iya bentar, saya coba hubungi papa saya dulu ya" jawab calvin dan menghubungi papanya lagi, kali ini diangkat.


"pa, papa dimana? ada tamu ini dari pt. jaya sentosa" calvin memberi tahu dengan nada yang kurang tenang.


"tapi pa, calvin...." calvin hendak membalas, tapi telpon dimatikan langsung oleh papanya.


ia mengacak-acak rambutnya dengan tangan kanannya, ia bingung harus berbuat apa.


"hmm, kamu saya harus apa?" tanya calvin pada wanita itu.


"sekarang ada pertemuan mengenai produk baru dari pt. jaya sentosa, perusahaan kita sudah berkerja sama cukup lama dengan mereka, jadi mereka akan mengacukan produk barunya untuk kita distribusikan, dalam rapat ini biasanya kita membahas tentang keuntungan kedua belah pihak, pembagian laba dan mengenai pengiriman barang baik jumlah maupun kemasan" sekretaris itu menjelaskan, sedangkan raut wajah calvin seperti mati rasa.


"mampus, gua ngerti apa tentang semua ini" calvin dalam hati.


"tuan, mari tamu sudah menunggu cukup lama" sekretaris mengingatkan lagi.


"hmm. oke-oke" calvin dengan berat hati mengikuti arah langkah sekretaris itu yang akhirnya menuju ke ruang dimana tamu sudah menunggu. calvin berjabat tangan dengan mereka semua juga diikuti sekretarisnya sampai akhirnya mereka duduk menempati kursi yang kosong.


"selamat pagi semuanya" calvin mulai berbicara memberanikan diri.


"selamat pagi" yang lainnya menjawab.


"kenalkan saya calvin, saya putra pertama dari pak garvin, saya disini menggantikan papa saya yang sedang ada urusan lain" calvin lanjut memperkenalkan diri.


"arah pembicaraan selanjutnya saya minta dari anda" calvin mendekati telinga sekretaris ayahnya, ia berbicara berbisik.

__ADS_1


"baik lah, kita langsung saja, pak jony, silahkan perkenalkan produk baru anda" sekretaris yang berbicara, mereka mulai mempresentasikan produk, keuntungan dan hal lainnya, sampai akhirnya sekitar kurang lebih 20 menit presentasi selesai.


"aduh sampe presentasi selesai belum dateng juga, paaaa" calvin berbicara dalam hatinya lagi, ia mulai kesal.


"bagaimana tanggapan anda tuan calvin?" sekretaris bertanya dan semua orang memerhatikan calvin, calvin mulai berkeringat dingin.


sedangkan sekretaris mengetik di laptopnya, entah mengetik apa, padahal calvin belum berbicara apapun.


"aduh.. gua harus ngomong apa?" calvin dalam hati, ia merasakan panik "rasanya pengen mati di tempat gua".


"selamat pagi, maaf saya telat" papa calvin tiba-tiba masuk ruang rapat.


"akhirnya" dalam pikiran calvin, ia merasa lega, papa calvin mengambil kursi samping calvin.


"bagaimana menurut kamu calvin?" tanya papanya menepuk bahu calvin calvin sekali.


"hmm, terserah papa aja" jawab calvin, ia sudah tidak peduli lagi mau jawab apa dari pada menambah beban pikirannya saat ini, rapat selanjutnya papa calvin yang membahasnya hingga selesai, sedang calvin hanya menyimak.


setelah selesai, calvin dan papanya kembali ke ruang papanya.


"papa kemana aja sih? katanya sebentar taunya lama" ucap calvin dengan nada kesal.


"iya.. tapi kamu tadi bisa belajar kan?" jawaban papanya sama sekali tidak menjawab pertanyaan nya, pikir calvin.


"iya" balasnya, ia sudah malas membahas itu lagi, pikirnya pasti papanya sengaja melakukan ini, entah apa alasannya hingga ia rela dengan risiko mengancam citra perusahaannya sendiri atau memang sudah dibicarakan terlebih dahulu? entahlah.


"kamu mau kemana?" tanya papanya ketika calvin baru saja beranjak dari tempat duduknya.


"ke toilet" jawabnya. papa calvin membalas dengan isyarat, papanya menunjukkan pintu toilet yang berada di dalam ruangannya. calvin mengubah arah langkahnya. sebenarnya calvin mulai jengkel, tapi lagi pula hanya sehari.


saat ia keluar toilet, di ruang tamu di ruang papanya, yang berbatas rak buku, sudah ada beberapa orang, calvin melangkah kesana dan melihatnya, ternyata papanya wildan juga wildan dan beberapa pria lain yang berpakaian rapi juga, mungkin itu orang dari mereka juga, calvin langsung saja duduk bergabung dengan berjabat tangan terlebih dahulu. saat baru saja duduk, ia saling memandang dengan wildan, dengan tatapan biasa, entah apa yang ada di pikiran mereka.


"baiklah kita langsung mulai saja rapat hari ini..." papa calvin mulai berbicara.


tak lama mereka saling berbicara, papa wildan dan satu lainnya melakukan presentasi, sekitar 10 menitan, hp layar wildan menyala ada telpon yang masuk tanpa nada dering, tapi ia tolak, calvin melihat itu, dan memandangnya. setelah menolak itu, wildan seperti memerhatikan apa yang ada di depan layar kunci hp nya.


"gabriel kecelakaan" ucap wildan memecah ketenangan, ia langsung melihat calvin.


"serius?" tanya calvin menatap wildan juga.


Wildan menganggukkan kepala dua kali.


"pa, calvin keluar dulu ada urusan" ucapnya langsung keluar ruang rapat.


"wildan juga pa" wildan keluar setelah calvin.

__ADS_1


__ADS_2