
selesai ujian blok hari rabu itu, sepulangnya calvin pergi ke markas.
"malam ini jalan-jalan yok" ucap calvin.
"ayok" sahut leo dan beberapa anggota lainnya.
"satria kenanga ke jalan lagi gak nih" sahut jordan. maksudnya adalah menggunakan jaket sebagai identitas mereka.
"keluarlah" sahut calvin.
"kabarin di grub za" sahut radit.
"oke" jawab keiza lalu mengeluarkan hp nya.
jam 9 malam mereka bersiap-siap di luar markas menunggu anggota lainnya hingga tak lama semuanya berkumpul dan memulai perjalanan, radit dan keiza di depan memimpin jalan, sedangkan calvin dan leo di barisan paling bekalang.
di perjalanan pulang sekitar pukul 1 kurang, dari barisan depan berhenti, sampai akhirnya calvin juga berhenti, ia maju ke depan dan melihat ada yang sedang berkelahi beberapa orang, semuanya berkumpul di dekat radit, ada 5 anggota silent night yang berkelahi melawan 11 orang dari black flower.
calvin menaikan slayernya juga anggota yang lainnya.
"calvin, leo, keiza, norik, mikel kita bantu silent night, sisanya tunggu sini, kalian maju jika kita butuh bantuan lebih" ucap radit setelah membuka helm dari atas motornya, lalu turun. mereka mendekat dan menyebar.
calvin yang melihat wildan dalam keadaan terdesak dan di kelilingi oleh 3 orang, dia langsung mengarah ke wildan. saat seorang ingin memukul wildan yang sudah terduduk di aspal, calvin menendangnya dari arah samping, dilanjutkan dengan melawan 2 orang lainnya. mereka bertiga jatuh, calvin memberikan tangannya yang menggunakan sarung tangan hitam sampai setengah jari -- ke wildan untuk membantunya berdiri, tapi dari arah samping ada yang ingin menyerangnya, calvin langsung menghindar dan menyerangnya lagi, 3 orang yang tadi berdiri lagi, terus melakukan penyerangan ke calvin.
radit mendekat ke calvin dan membantunya. saat mereka semua jatuh, calvin memberikan tangannya lagi ke wildan, wildan menerima itu, calvin menggenggam tangan wildan dan menariknya untuk membantunya berdiri.
"cabut" itu suara cakra, kemudian mereka pergi dengan motor mereka.
"makasih" ucap wildan, lalu gabriel, kenzie, niko dan farel mendekat ke wildan, calvin yang takut dikenali langsung berbalik badan.
"sama-sama" jawab radit kemudian juga berbalik mengikuti calvin melangkah ke motornya.
"cabut" ucap calvin pelan di antara teman-temannya yang menunggu sebelumnya. satria kenanga pergi ke markas meninggalkan anggota silent night.
calvin bermalam di markasnya malam itu, keesokkan paginya sebelum berangkat kuliah, setelah mandi, ia memasukkan macbook nya dan 1 buku catatan ke dalam tas lalu pergi ke kampus.
sesampainya ia di kelas baru ada daniel dan beberapa lainnya.
"yang lain kemana niel?" tanya calvin pada daniel lalu meletakkan tasnya di meja kemudian duduk.
"dimakan bantal kali" jawab daniel setelah menghadap belakang, calvin mengeluarkan macbook nya.
__ADS_1
"mau ngapain lo?" tanya daniel.
"tugas" jawab calvin singkat.
"beloman?" tanya daniel lagi.
"kalo udah gua gak bakal ngerjain sekarang niel" jawab calvin melihat layar macbook nya.
"yaudah santai vin, deadline nya senin itu" daniel memberi tahu.
"ya kan gua mau nyicil" jawab lagi calvin, lalu gabriel masuk bersama zayeen dan duduk.
"tumben nih 2 manusia mepet udah dateng duluan biasanya 3 menit sebelum di mulai baru dateng" ucap gabriel setelah duduk.
"suka-suka ye gak vin, setiap orang bisa berubah, anjay" sahut daniel.
"yoi" sahut calvin.
gabriel melihat ke arah layar macbook calvin.
"cie.. ada lagi nugas" goda gabriel.
"gua aja belum samsek vin, tumben lo biasanya deadline ahaha" sahut zayeen.
"ketelen buku gua semalam ahaha" sahut calvin.
"eh iya vin, kan semalam gua lagi keluar tuh sama wildan, kenzie, niko, farel, terus ditengah perjalanan black flower nyerang kita, pas lagi terdesak pas banget satria kenanga dateng, terus bantu kita, nah wildan cerita katanya yang bantu dia itu mirip banget sama lo vin" gabriel bercerita.
"perasaan dia aja kali" jawab calvin sambil melihat ke layar macbook nya.
"rambut nya sama banget kaya lo nih gini, jatoh, terus rambutnya ke depan" ucap gabriel sambil mengacak-acak rambut calvin, calvin mengangkat tangan gabriel dari kepalanya.
"iya ada 2 orang yang sama rambutnya sama gua, ngefans mereka sama gua" jawab calvin.
"tapi vin, setelah wildan bilang makasih dia gak jawab apa-apa malah langsung balik, terus radit yang jawab" gabriel memberi tahu lagi.
"ya mungkin dia kira wildan berterima kasih ke radit" jawab lagi calvin.
"mungkin" balas gabriel.
"heran gua, kalian gak capek apa berantem mulu" sahut daniel.
__ADS_1
"lo gak capek apa ganti cewek mulu" calvin membalasnya.
zayeen dan gabriel tertawa.
tak lama dosen masuk kelas.
selesai kelas jam 12, seperti biasa mereka ke kantin, tak lama wildan datang dan duduk bergabung.
"hai" ucap wildan setelah duduk.
"hai" balas daniel.
"apa kabar dan" tanya zayeen.
"sehat dan bahagia" jawab Wildan.
"gua pesen makan dulu ya" ucap wildan lalu pergi.
tak lama wildan kembali dengan sepiring nasi dan ayam bakar padang juga es teh.
"vin coba tangan lo gini dah" ucap wildan sambil mempraktikkan, tangannya seperti menadah ingin membantu.
tanpa bertanya calvin langsung mengikutinya, wildan mengambil tangan calvin, lalu melihat sisi kanan kiri, calvin mengambil tangannya lalu bertanya.
"lo masih waras kan dan?" tanya calvin.
"masihlah" sahut wildan.
"tangan lo mungil banget, jadi mirip banget sama anggota satria kenanga yang malam bantu gua" tambah wildan.
"hadeh, bahas ini lagi, gua kasih tau ya, ada 2 anggota satria kenanga yang hampir mirip kaya gua, mereka juga ngikutin gaya rambut gua" jelas calvin lagi.
"owalah gitu" jawab wildan.
"iya" jawab singkat calvin.
"vin bilangin ke satria kenanga kita adain meet up" ucap wildan lagi.
"nanti gua sampaiin" sahut calvin.
"oke"
__ADS_1
selesai makan, mereka kumpul di halaman kampus, mengobrol dan bercanda sebelum mereka kembali pulang ke tujuan masing-masing.