To The Night Street

To The Night Street
kenalan


__ADS_3

minggu pagi, gabriel menelpon calvin.


"hallo vin, lo dimana?" gabriel.


"rumah dika" calvin.


"ke gereja bareng, gua jemput lo sekarang ya" gabriel.


"yaudah cepet" calvin.


"otw" gabriel.


sesampainya di gerbang rumah dika, gabriel menelpon calvin untuk memberi tahu bahwa dia sudah sampai, calvin segera keluar.


gabriel datang bersama kenzie, tapi mereka menggunakan motor sendiri-sendiri, calvin se motor dengan gabriel.


"vin, maaf semalam kalo buat lo gak nyaman" ucap gabriel saat di tengah perjalanan.


"iya, gapapa" jawab calvin.


"tapi gini vin, kita mau ajak mereka ketemu lagi, tapi gak ada yang punya kontak anggota geng motor satria kenanga" gabriel memberi tahu.


"gua ada, tapi diem-diem aja lo" jawab calvin.


"eh serius?" tanya gabriel.


"udah sampe, kita lanjutkan nanti" sahut calvin, yang tak lama mereka memasuki area gereja.


"kita makan dulu yuk" ucap calvin saat keluar gereja.


"makan dimana?" tanya gabriel.


"terserah, yang penting makan" jawab calvin.


mereka menaiki motornya masing-masing.


gabriel mengarahkan motornya ke sebuah restoran.


setelah masuk restoran, mereka memesan beberapa makanan dan minuman.


"vin lanjut yang tadi" ucap gabriel setelah pelayan pergi.


mata calvin melirik kenzie sekali, memberi tanda bahwa ada kenzie, dia tidak mau memberi tahu.


"gapapa, ujung-ujungnya nanti dia juga tau" ucap gabriel yang mengerti maksud calvin.


"kalian ngomongin apaan sih?" tanya kenzie yang ikut bicara.


"kan katanya, calvin semalam suruh kita bicarakan baik-baik, sedangkan kita mau ketemuan sama satria kenanga aja kemarin karena ketemu langsung, kita gak punya kontaknya, nah calvin bilang dia kenal 1 anggotanya" jelas gabriel.


"gak asik lo gab" jawab calvin.


"eh serius lo kenal?" tanya kenzie.


"gak jadi" jawab calvin.


"vin" ucap gabriel menatap calvin, memanjakan wajahnya.


"jijik anjir woi, gak ada lucu-lucunya" sahut calvin yang melihat itu.


"ayolah vin" gabriel berusaha membujuk calvin


"buat apa emang? kalian musuhan?" tanya calvin.


"hmm, gak gitu vin.." ucapan gabriel terpotong karena pelayan datang membawa makanan, dia memperhatikannya.

__ADS_1


"makasih" ucap calvin, pelayan kembali.


"gak gitu vin, gua pengen jalin pertemanan dengan mereka" sambung gabriel lagi.


"yakin? terus semalam apa?" tanya calvin yang mengambil sendok dan garpu ditangan bersiap ingin makan.


"hmm, semalam gua kesel, kerena dia gak jawab pertanyaan gua" balas gabriel lagi, dia fokus pada calvin.


"kayanya semua pertanyaan lo di jawab dia" balas calvin, setelah menelan makanannya.


"hmm iya, yaudah, gua ngaku salah, gua terlalu terburu-buru semalam, kasih gua nomornya vin, biarin gua kenal sama dia" jawab gabriel kemudian memulai untuk makan.


"yaudah tar, gua selesain makan dulu" balas calvin, kenzie hanya menyimak percakapan mereka berdua sambil memakan makanannya.


calvin selesai makan, begitu juga gabriel dan kenzie.


"mana?" tanya gabriel lagi.


"hmm, tapi, gua gak tau si dia mau kenalan sama lo apa enggak" jawab calvin setelah mengelap mulutnya dengan tisu.


"kenapa emang?" tanya gabriel.


"karena yang gua kenal, orang yang malam lo mau pukul itu" jawab calvin, kemudian minum.


"heh serius lo? pantes lo cegah gua pukul dia" balas gabriel.


"yaudah nanti gua minta maaf ke dia" tambah gabriel.


"gua gak bisa asal ngasih nomor orang gitu aja, gua bilang dulu ke orangnya ya, gua telpon nih" calvin mengeluarkan hp nya dan menelpon alvino.


alvino mengangkatnya, calvin membesarkan suara volumenya ahar terdengar juga oleh gabriel dan kenzie.


"hallo no, lo dimana?" calvin.


"di markas, kenapa?" alvino.


"harus banget?" tanya vino.


"iya" calvin.


"oke, bentar" vino.


"udah nih gua diluar" ucap vino lagi di telpon setelah beberapa saat


"ada yang mau kenalan sama lo, boleh?" calvin.


"siapa?" tanya vino.


"gabriel, temen gua" calvin.


"hai vino" gabriel ikut berbicara.


"hai, gua alvino, biasa dipanggil vino" jawab vino.


"lo tau gabriel siapa?" tanya calvin.


"enggak siapa emang?" vino.


"di.." mulut calvin ditutup oleh gabriel.


"biar gua yang jawab" sahut gabriel.


"sebelumnya gua minta maaf alvino, gua gabriel dari geng motor silent night, gua juga yang semalam ganggu perjalanan lo, maaf banget, gua gak bermaksud buat bunuh lo atau bermaksud jahat, terus sekarang gua pengen kenal sama lo gimana?" gabriel berbicara panjang.


cukup lama tidak ada jawaban dari alvino.

__ADS_1


"vino?" gabriel panggil vino lagi yang belum menjawabnya, alvino malah mematikan telponnya.


"dimatiin" ucap calvin ketika telpon terputus dan memasukkan hp nya ke sakunya lagi.


"ett padahal gua udah minta maaf" sahut gabriel.


"coba besok, mungkin sekarang masih ada kesel-keselnya" calvin memberi pendapat.


"yaudah, besok senin kita ketemu lagi kan dikelas" jawab gabriel.


"atau mereka emang gak mau kenal sama kita?" tanya kenzie, dia ikut bicara.


"kita coba lagi dulu besok ken, siapa tau kata calvin ada benarnya" sahut gabriel.


"iya" jawab calvin.


"eh gab, malam ini lo muter-muter lagi sama geng an lo?" tanya calvin.


"iya, kenapa mau ikut?" jawab gabriel.


"ayo ikut vin, ada cakra, andra ,riyan sama ikbal juga mau ikut katanya" kenzie juga mengajak calvin.


"rame… gua gak dulu dah, mau balik ke rumah aja abis ini, sekalian ke bengkel deket rumah buat check up motor" sahut calvin.


"yaudah, kalo gitu, besok jangan lupa kuliah" gabriel mengingatkan.


"iya" jawab calvin.


"bill nya mana?" tanya gabriel sambil mencari bill di meja.


"ini" kenzie memberinya pada gabriel.


"biar gua yang bayar, kalian tunggu sini" ucap gabriel lalu melangkah ke kasir, tak lama gabriel kembali.


"udah yuk balik" ucap calvin setelah gabriel duduk.


"bentar, gua abisin minuman dulu" sahut kenzie.


"gua juga baru duduk" tambah gabriel untuk menolak.


"yaudah, gua duluan" jawab calvin.


"silahkan" jawab gabriel.


calvin berdiri, diam sesaat, lalu duduk lagi.


"kenapa duduk lagi?" tanya gabriel.


"yaudah cepetan, abis itu anterin gua lagi ke rumah andika" jawab calvin.


"ahaha inget lo" jawab gabriel.


"coba pas di parkiran baru inget, terus balik lagi ahaha" sahut kenzie lalu tertawa kecil.


"kaya orang bego gua anjir ahaha" ucap calvin.


"ayo" ucap kenzie yang baru saja menghabiskan minumnya.


"yo" sahut gabriel kemudian berdiri, diikuti oleh kenzie dan gabriel.


"anterin gua ke rumah dika dlu gab" ucap Calvin setelah menaiki motor gabriel.


"bawel anak ayam, gua tau" jawab gabriel lalu menjalankan motornya.


sesampainya di rumah andika, andika sudah tidak ada di rumah. kata mamanya, dia pergi bersama vino siang tadi, calvin pamit pulang, dia tidak ke markasnya mungkin sampai besok.

__ADS_1


dia pulang ke rumahnya.


__ADS_2