
"calvin berangkat dulu ma" sahut calvin ingin keluar rumah.
"iya hati-hati sayang" jawab mama nya.
hari senin ini, beberapa jurusan di kampus dibuka untuk pengambilan almamater sekaligus pembuatan KTM. calvin sebagai mahasiswa baru fakultas kedokteran ke kampus hari ini.
sesampainya di kampus, ia memarkirkan motor nya di depan gedung FK, sambil membuka helm, calvin mengarahkan pandangan ke arah taman samping gedung FK, ia melihat orang yang bertanding dengannya semalam, gabriel serta kenzie, bersama beberapa teman lainnya, termasuk wildan, saat ini ia dibantu tongkat untuk berjalan, tapi tentu saja calvin belum mengenal wildan, karena ia tidak sempat melihat wajahnya semalam.
calvin masuk ke gedung FK, langsung pada tujuan ke tempat dimana ia harus mengambil almamater, saat ini sangat ramai disana, hingga harus menunggu beberapa saat hingga akhirnya ia mendapatkan almamaternya.
selanjutnya, ia pergi tempat foto untuk KTM nya, disini lebih ramai lagi, karena harus mengisi formulir baru kemudian mengantri untuk foto lalu menunggu sekitar 20 menit sampai KTM jadi dan bisa langsung dibawa pulang.
selesai mendapatkan KTM nya, calvin melihat jam tangannya pukul 11.35, ia berniat untuk pergi ke kantin sekaligus untuk mengenal gedung fakultasnya sendiri.
di kantin sudah hampir penuh, ia kemudian memesan makan dan minum, lalu duduk di meja dengan bangku 4 mengelilingi meja, meletakkan tas dan almamaternya diatas meja, seakan ia menguasai meja itu.
tak lama makanan dan minuman yang dipesan calvin sampai.
"boleh gabung? disini penuh gak ada bangku kosong lagi" gabriel yang tiba-tiba datang berbicara pada calvin yang baru saja menghabiskan makanannya dan sedang sibuk pada handphonenya, membuat calvin menengok ke arahnya.
calvin melihat sekitar, benar kantin sekarang lebih ramai daripada sebelumnya saat ia datang.
calvin mengangguk, kemudian memasukkan almamater ke dalam tasnya agar tidak mengambil banyak tempat.
"makasih" ucap gabriel kemudian membantu wildan duduk, baru kemudian ia dan kenzie. kenzie sebenarnya tidak kuliah di kampus yang sama dengan gabriel dan wildan, ia hanya berniat membantu wildan.
"temen lo kenapa?" tanya calvin yang melihat wildan berjalan dengan tongkat.
"dia?" tanya gabriel dengan menunjuk wildan.
calvin menjawab dengan mengangguk.
"semalam ada kecelakaan dikit, kaki nya terkilir karena ngerem mendadak di ditikungan tajam" jawab gabriel
"gegara ada motor dari arah berlawanan yang ngebut, bukannya minta maaf, malah kita yang disalahin" sambung kenzie.
"udah, gak usah dibahas diluar" wildan ikut berbicara.
"masih gedeg gua dan" jawab kenzie.
"intinya kalian menang kan" jawab wildan lagi.
"ahaha walau curang dikit" ucap gabriel kemudian tertawa kecil.
calvin sadar bahwa mereka adalah anak geng motor yang semalam bertanding dengannya.
__ADS_1
"gua pesen makanan dulu ya" ucap kenzie kemudian berjalan ke arah tempat penjual makanan.
"anak geng motor?" tanya calvin.
"iya, hanya untuk bersenang-senang" jawab gabriel.
"punya nama tim atau semacamnya?" tanya calvin lagi.
"silent night, keren kan?" kali ini wildan yang menjawab.
calvin hanya mengangguk dengan tersenyum lalu meneguk es jeruknya.
"oiya lo jurusan apa?" tanya gabriel pada calvin.
"kedokteran" jawab calvin.
"sama dong sama gua" sahut gabriel.
calvin sedikit kaget, ia berbicara dalam hati nya, "sial, mimpi apa gua semalam, semoga gak sekelas, semoga gak sekelas". ia sambil mengaduk-ngaduk es jeruknya dengan sedotan.
lalu kenzie kembali bergabung duduk dengan mereka.
"oiya kita belum kenalan, gua kenzie" kenzie berbicara sambil mengangkat tangannya, meminta calvin untuk berjabat tangan.
"calvin" jawab calvin sambil menjabat tangan kenzie, gabriel dan wildan ikut berjabat dengan calvin dan mengenalkan diri.
"perasaan lo aja kali gab" wildan menyampaikan pendapatnya.
"ini wildan, jurusan apa?" tanya calvin sebelum gabriel bertanya lagi.
"gua farmasi, gedung sebelah sebenarnya ahaha" jawab wildan.
"owalah, kalo lo?" tanya calvin mengarahkan wajahnya pada kenzie.
"gua hukum tapi beda kampus" jawab kenzie.
calvin hanya mengangguk tanda mengerti.
"oiya boleh minta nomor lo, siapa tau nanti kita sekelas ya kan" ucap gabriel lagi kemudian mengambil hp nya
"bentar" jawab calvin kemudian mengambil hp nya yang dari tadi diletakkan di meja, ia segera mengganti profil pada aplikasi chatting nya, yang tadinya gambar dia dengan motor dan jaket khas geng motor satria kenanga, diubah jadi gambar lain.
"berapa?" tanya gabriel lagi, karena menunggu calvin yang cukup lama
"08xx..." calvin menyebutkan nomor telpon nya
__ADS_1
"save back" ucap gabriel.
"iya" jawab gabriel.
pelayan datang mengantar makanan dan minuman yang di pesan kenzie.
"makasih" ucap kenzie.
"sama-sama" jawab pelayan kemudian kembali.
trened.. treneed.. trenedd.. tiba-tiba saja hp gabriel berbunyi.
"bentar, gua jawab telpon dulu" berkata gabriel kemudian berdiri dan sedikit menjauh.
setelah beberapa saat gabriel kembali.
"wildan, kenzie, jasad alvian sudah dimakamkan kata farel, dia ikut ke makam tadi" gabriel memberi tahu begitu duduk.
"ada kabar terbaru dari polisi?" tanya wildan.
"belum, kata polisi, pelakunya melakukan ini dengan bersih dan terencana, tapi mereka akan terus berusaha hingga 5 hari ke depan, jika masih tidak menemukan jalan, makan investigasi dihentikan" sahut gabriel.
calvin yang mendengar itu menunduk, memegang kening dengan tangan kirinya, memijit pelan sampai bagian samping mata nya.
"sial raditya, sampai wafat alvian" ucap calvin dalam hati "tapi mereka kenal alvian dari mana? alvian kan anggota geng motor black flower".
"lo kenapa vin?" tanya gabriel yang melihat calvin.
"hah? gapapa, kepala gua tiba-tiba pusing" jawab calvin yang melepas tangannya dari kening, lalu menghabiskan es nya.
"gua duluan ya" ucap calvin, mengambil tas kemudian meninggalkan mereka.
"gab, sebenarnya gua sependapat sama lo, suaranya kaya gak asing, terus lo perhatiin rambutnya gak sih? mirip sama rambut dari salah satu yang semalam bertanding sama kita" ucap kenzie setelah calvin pergi.
"kenapa lo gak ngomong dari tadi kenzie, gua kira gua doang yang ngerasa, kalo tadi tadi kan kita bisa nanya ke dia" jawab gabriel, ia seperti gregetan dengan kenzie.
"kalo dia gak mau jawab atau malah jawab yang lain gimana?" tanya kenzie.
"kita bertiga, dia sendiri" jawab gabriel lagi.
"gua gak mau buat keributan disini ya, tau tempat woi" jawab kenzie lagi.
"iya juga ya, ahah, tapi gua gemes banget" ucap gabriel dengan wajah penasaran.
"emang kalian yakin? banyak orang yang mempunya model rambut yang sama, juga suara juga yang hampir sama" tanya wildan.
__ADS_1
"duh wildan, lo semalam jauh sih ya, jadi gak terlalu jelas dengar suaranya" jawab kenzie lagi.
"yaudah ah, gua mau makan, laper" sahut gabriel kemudian menyuap makanannya, begitu juga yang lainnya.