To The Night Street

To The Night Street
jalan?


__ADS_3

"vin bangun" suara andika membangunkan calvin.


"lo mau kemana rapi begitu?" tanya calvin yang baru saja membuka mata.


"mau ke kampus lah, nanya lagi" jawab andika.


"gua gak ada jadwal di hari jumat" calvin memberi tahu.


"karina nelpon barusan" andika memberi tahu.


"yarin aja diemin" jawab calvin, lalu mengganti posisi dan memejamkan matanya lagi.


"yaudah gua berangkat dulu" ucap andika lalu keluar kamarnya.


calvin mengintip jam, masih pukul 7.


hp calvin bergetar, dia mengambil hp nya yang ada diatas meja kecil samping kasur.


lagi-lagi bertuliskan karina, calvin mengangkat saja dan menjawabnya dengan keadaan menutup mata.


"hai calvin, baru bangun ya" karina.


"iya" calvin.


"hari ini kamu sibuk?" karina.


"enggak" calvin.


"kita jalan yuk" karina.


"kemana?" calvin.


"kemana aja" karina.


"gak tau" calvin.


"ke pantai aja gimana?" karina.


"sekarang?" calvin.


"iya" karina.


"yaudah dah, dari pada gua gak ngapa-ngapain" calvin lalu membuka mata.


"tapi, kamu mau gak jemput aku? rumah aku deket kok" karina.


"share lock" calvin.


"oke, nanti aku share lock, sekarang kamu mandi, rapi-rapi dulu sana, terus nanti kalo udah mau otw bilang ya" karina.


"iya" calvin lalu mematikan telponnya dan meletakkannya kembali, ia duduk mengumpulkan nyawa, kemudian pergi ke kamar mandi membawa bajunya yang ia bawa di tas dari markas semalam sebelum pergi ke warung angkringan.


setelah keluar kamar mandi, ia merapikan rambutnya yang rada panjang dan lemas yang masih basah lalu menyisirnya.


hp calvin bergetar lagi, sekarang bertuliskan gabriel, calvin mengambil dan mengangkatnya.


"hallo gab" calvin.


"nanti malam jangan lupa, balapan sama gua" gabriel.


"jadinya dimana?" tanya calvin dalam telpon.


"jalan acid jam 11.30" gabriel.


"oke" calvin.


"eh iya sekarang libur, lo mau ngapain?" gabriel.


"mau healing ahaha, lo sendiri dimana?" calvin.


"lagi di markas ini, bingung juga mau ngapain, gua ikut lo dah" gabriel.


"enggak untuk sekarang, gak enak gua sama dia" calvin.


"yaudah kalo gitu gua mau lanjut tidur aja ahaha" gabriel.


"ajak jalan daniel aja sono sama zayeen" calvin memberi usul.


"gak tau juga sih, nanti dah liat, gua cari kesibukan apa kek" gabriel.


"yaudah, kalo gitu udah dulu ya" calvin.


"iya, hati-hati vin" gabriel.


"iya" calvin lalu menutup telpon dan meletakkannya di meja lagi.


calvin merapikan tempat tidur, kemudian menggunakan jaketnya yang lain (bukan jaket satria kenanga, jaket itu masih ada di sandaran sofa, termasuk jaket andika).


calvin mengambil hp dan mengirim pesan "otw" kepada karina yang telah mengirim lokasinya.


ia keluar kamar andika, menuruni tangga, tidak terlihat orang tua andika, tentu mereka pasti sudah berangkat kerja. kedua orang tua andika adalah pekerja bisnis.


saat ingin keluar, pintu terkunci.


"pinter banget emang andika, gua dikunciin" ucap calvin pada diri sendiri.


calvin menelpon andika, tapi andika menolaknya, setelah itu ada pesan masuk dari andika.


...andika...


"kenapa?"


^^^"pinter banget lo, gua dikunciin"^^^


"lah tadi gua gak kunci serius dah"

__ADS_1


^^^"nyatanya ini dikunci"^^^


"orang tua gua kali yang kunci, gua lupa bilang kalo masih ada lo ahaha"


^^^"-_-"^^^


"ahaha yaudah ambil kunci cadangan aja, ada di laci meja kecil samping kasur"


^^^"oke, thanks"^^^


"iya, nanti balikin"


^^^"gua jual rumah lo"^^^


"hah, lucu lo"


^^^"kuncinya gua taro pot putih samping pintu"^^^


"oke"


calvin kembali ke kamar andika, mengambil kunci yang dimaksud, sekalian ia juga menggunakan parfum yang ada di tasnya, lalu memasukkannya kembali dan kembali turun.


setelah keluar dan meletakkan kunci nya di pot, calvin membuka lokasi yang dikirim karina, kemudian melaju dengan motornya.


sesampainya di lokasi, ia menelpon karina.


"gua udah di lokasi nih, rumah lo yang mana?" calvin.


"sebentar, aku keluar" karina


lalu calvin melihat seseorang perempuan keluar dari sebuah gerbang hitam, calvin mendekat, ternyata benar, itu karina.


calvin membuka helmnya.


"hai" sapa karina.


"pantai mana?" tanya calvin, to the point.


"terserah kamu, kan kamu yang ngendarain" karina.


"yaudah ayok" calvin, lalu menggunakan helmnya lagi dan karina duduk di belakang calvin.


"lo gak punya helm?" tanya calvin sebelum jalan.


"enggak" jawab karina.


calvin menjalankan motornya, saat melewati toko penjual perlengkapan motor ia berhenti.


"kok berhenti?" tanya karina.


"turun, gua gak mau kena tilang karena lo" ucap calvin, karina turun, begitu juga calvin.


"mau helm yang mana? ambil aja" suruh calvin.


calvin mengangguk, lalu membayarnya, mereka meneruskan perjalanan hingga sampai di salah satu pantai.


"kamu udah punya cewek?" tanya karina saat turun dari motor, calvin melepas helmnya.


"kalo gua udah punya, gua gak bakal mau jalan sama lo" jawab calvin.


"kok kamu mau jalan sama aku?" tanya karina lagi yang sedang ke arah loket untuk membeli tiket bersama calvin.


"gabut" jawab lagi calvin.


"ohh, gak ada jadwal kuliah ya di hari jumat?" tanya karina lagi.


"iya" jawab calvin.


"2 orang dewasa" sahut calvin kepada penjaga loket, mengambil tiket dan membayarnya.


mereka ke pintu masuk, calvin memberikan tiketnya.


"nih" karina menyodorkan sejumlah uang kepada calvin setelah melewati pintu masuk.


"buat apa?" tanya calvin.


"biaya pintu masuk sama helm" jawab karina.


"pegang aja dulu" jawab calvin.


"hmm yaudah" jawab karina.


"bentar, aku mau beli ini" karina mengarah ke salah satu toko di pinggiran yang menjual topi dan mainan, calvin mengikutinya.


"bagus gak?" karina bertanya pendapat calvin tentang topi bulat dan lebar yang dipakainya.


"bagus" jawab calvin.


"kalo ini?" tanya karina lagi dengan topi yang lainnya. calvin membenarkan sedikit posisi topinya.


"bagus" jawabnya setelah membenarkan posisi topinya.


"bagusan ini atau ini?" karina memegang 2 topi yang tadi digunakan.


"dua-duanya bagus, senyaman kamu aja pake yang mana" jawab calvin, cewek ribet banget, dalam pikiran calvin.


"yaudah yang ini aja, berapa ini bang?" tanya karina kepada penjual, lalu membayarnya.


"udara pagi di pantai seger ya" karina menghela napas.


calvin hanya berjalan di samping karina, mengikuti arah karina berjalan.


"foto yuk" ajak karina ke calvin. karina sangat ceria dan riang, berbeda dengan calvin yang sedikit dingin kepada cewek.


"sini aku fotoin" jawab calvin.

__ADS_1


"ih… maksud aku berdua sama kamu" balas karina.


"kamu aja yang foto, sini aku fotoin" jawab lagi calvin.


"maaf ka, boleh tolong fotoin kita gak?" tiba-tiba saja karina berbicara pada orang yang melewati nya sambil memberikan hp nya.


"oh iya boleh ka" jawab perempuan yang dimintai tolong itu.


"ayo calvin" karina menarik calvin untuk bergaya dengannya.


calvin hanya bergaya senyum-senyum tipis, berbeda dengan karina yang berganti-ganti gayanya.


"makasih ka" ucap karina setelah selesai dan mengambil hp nya kembali.


"iya, sama-sama" jawab orang itu lalu melanjutkan langkahnya.


"liat dah bagus" Karina memberi lihat calvin hasil fotonya.


"iya" jawab calvin, kemudian melihat sekeliling.


"kesana yuk" ajak calvin untuk lebih dekat ke arah pantai, bermain dengan air.


"ayu" karina menyetujui.


calvin merasakan sejuk nya air pantai, yang kemudian muncul rasa ingin menjahili karina, ia menendang air ke arahnya.


"ihh calvin" sahut karina yang menutup wajah dengan tangannya agar tidak terkena air.


calvin malah tertawa, karina membalasnya, ia menutup satu tangan ke arah wajahnya.


karina yang terus mencipratkan air membuat calvin melangkah menjauh dari karina dan keluar dari air, karina mengejarnya.


"mau es krim?" tanya calvin setelah berhenti.


"boleh" jawab karina.


"bang es krimnya yang ukuran gede 2" pesan calvin kepada tukang es krimnya.


setelah mendapati es krimnya mereka duduk langsung di pasir, dekat dengan air.


"kamu asik juga ya" ucap karina.


"lo ceria banget" sahut calvin.


karina tertawa, "iya, maaf kalo buat kamu gak nyaman".


"gapapa, asik kok" jawab calvin tersenyum kepadanya.


"senyum kamu manis" ucap karina.


"kalo manis, semut udah kerubutin gua" jawab calvin.


"ya karena kamu bukan makanan" jawab karina juga tersenyum kepada calvin.


"terus apa?" tanya calvin.


"hmm…" karina terlihat berpikir sambil tersenyum.


"hmm kamu tuh lucu, awal-awal aku liat kamu, aku pikir tuh kamu cuek, dingin, ternyata gak secuek yang ada dipikiran aku" jelas karina.


"terus kamu ajak aku jalan?" tanya calvin.


"eh maap, kok jadi kamu aku sih, kebawa gegara lo ngomong aku kamu terus" tambah calvin.


karina tersenyum "gapapa santai aja, aku pengen kenalan aja sama kamu".


calvin melihat ke arah lantai lagi.


"kamu easy going ya pasti" ucap lagi karina.


"ya gitu, selagi gua gak ada kegiatan, kalo diajak kemana kuy aja" jawab calvin memandang ke arah pantai.


calvin habis memakan es krimnya, dia melihat karina, masih tersisa sedikit, dia memakan potongan terkahir.


"masuk air lagi yu" ajak karina melihat calvin, calvin juga melihat ke arahnya.


calvin melihat ada sisa kerupuk es krim yang menempel di dekat bibir karina, ia memegang samping bibir nya dengan jarinya untuk memberi tahu karina, yang membuat karina juga melakukannya, tapi tidak terkena oleh jari karina.


calvin langsung saja mengelap dengan jarinya ke dekat bibir karina dan mencuci jarinya dengan air yang ada di depannya, lalu berdiri. ia menyodorkan bantuan tangan untuk membantu karina berdiri, karina menerimanya, lalu berjalan-jalan di air mengitari pantai.


"laper gak?" tanya calvin yang melihat sudah pukul 11 di jam tangannya.


karina mengangguk.


"kita kesana" calvin menunjuk sebuah barisan pedagang makanan, mereka menuju ke sana.


"mau makan apa?" tanya calvin pada karina yang sudah di barisan pedagang makanan.


"samain aja sama kamu" jawab karina.


"mie ayam bakso mau?" tanya calvin, karina mengangguk.


"bang mie ayam baksonya dua" ucap calvin di dekat seorang pedagang kemudian duduk di sebuah meja, karina duduk di hadapan calvin yang baru saja mengeluarkan hp nya dan memainkannya. karina hanya memerhatikan calvin, menyadari itu, calvin memasukkan kembali hp nya lagi.


"kenapa liatin gua?" tanya calvin.


"gapapa, lucu aja liat wajah kamu" jawab karina.


"bang es jeruknya dua" tambah calvin kepada pedagang itu, yang lupa memesan minum.


"eh aku es teh aja" sahut karina.


"yaudah bang, es teh 1, es jeruk 1" calvin mengganti pesanan. abang penjual mengangguk.


tak lama pesanan datang, mereka memakan bersama, setelah itu calvin mengantar karina pulang dan langsung menuju markas.

__ADS_1


__ADS_2