
seminggu ini tidak ada kejadian apa-apa, pada hari jumat seperti biasa calvin jalan dengan ceweknya.
saat makan malam.
"abis ini kamu mau ikut?" tanya calvin pada karina.
"kemana?" tanya karina.
"warung angkringan, ketemu temen-temen aku, nanti aku kenalin" jawab calvin.
"boleh, sekalian aku mau nanya sama temen kamu, kamu tuh ngapain aja, kok kayanya sibuk banget" jawab karina.
calvin tersenyum lalu bicara "aku? ya main aja kumpul sama temen-teman, kadang sama mereka, kadang sama yang lain juga" jawab calvin.
"ihh terus kamu masih jarang balas chat aku" sahut karina lagi.
"kalo itu bener-bener aku minta maaf, aku gak biasa megang hp lama-lama pas lagi sama temen-temen, mohon pengertiannya ya" jawab calvin.
"hmm kayanya kamu selalu punya waktu buat teman-teman kamu, tapi buat aku?" tanya karina.
"kalo aku gak punya waktu buat kamu, aku gak akan ajak kamu jalan hari ini" jawab calvin pelan.
"iya sih" jawab karina singkat lalu menunduk.
"jangan ngambek dong, kalo mau ngobrol sama aku langsung telpon aja ya" ucap calvin memegang dagu karina dan mengangkatnya pelan.
"iya" jawab karina.
"udah selesai belum? ayok kita berangkat" ucap calvin lagi.
"udah, ayok" jawab karina, calvin berdiri lalu menadahkan tangannya, karina mengambil tangan calvin lalu berdiri, mereka berjalan ke arah parkiran bergandengan tangan.
mereka menuju suatu angkringan dimana geng motor satria kenanga sedang kumpul.
"ciee.. cuitt..." suara itu terdengar ketika calvin sampai dengan karina, calvin berjabat tangan dengan semua teman nya yang ada disana satu per satu.
"dit aman?" tanya calvin ketika berjabat tangan dengan radit, itu yang terakhir lalu duduk.
"aman" jawab radit.
"sini duduk" ucap calvin memanggil karina untuk duduk.
"kenalin dong" sahut norik.
"kenalin karina, cewek gua" jawab calvin.
"hai karina" panggil mikel bercanda dan melambaikan tangan ke karina, karina juga melambaikan tangan ramah.
"hemmm" calvin berdeham.
"awas ada yang marah nanti, bahaya ahaha" sahut norik lalu tertawa.
"kok kalian pake jaketnya samaan? kamu kok enggak?" tanya karina pada calvin.
"anggota yang terbuang dia ahaha" sahut leo.
"anggota apa?" tanya karina lagi.
"geng motor, mau ikut kalo kita lagi jalan-jalan?" tanya andika.
"boleh?" tanya karina.
"tanya sama cowok lo lah noh, boleh gak" sahut leo.
__ADS_1
"mau?" calvin langsung menanyakan pada karina.
"kalo boleh" jawab karina.
"boleh, besok mau?" tanya calvin lagi.
"boleh" jawab karina.
"asik, hemm, gua juga ajak cewek gua ah besok" sahut mikel.
"yang jomblo kasian ahaha" sahut leo.
"ketua kita aja jomblo ahaha" sahut norik.
"ahaha tunggu, sabar" sahut radit.
"sayang pulang yuk, papa aku udah cariin" ucap karina melihat calvin.
"ayok" jawab calvin lalu berdiri.
"guyss, gua anterin dia pulang dulu ya" tambah calvin lalu berjalan ke motornya, diikuti karina.
"yo vin" "hati-hati vin" sahut beberapa diantara mereka.
saat di motor menuju rumah karina.
"ohh jadi kamu anak geng motor ya, pantes sibuk, sibuk ngendarain motor" ucap karina saat di motor.
"iya" jawab calvin singkat.
"gapapa kan?" tanya calvin.
"ya gapapa, aku gak larang kamu, aku cuma minta banyakin waktu kamu buat aku, itu aja" jawab karina meletakkan dagunya di pundak calvin.
"iya, sebisa aku" jawab calvin.
"iya-iya, kalo kamu butuh aku, langsung telpon aja, oke?" jawab calvin.
"iya" jawab karina.
tak lama mereka sampai.
"makasih ya" ucap karina setelah turun.
"iya sama-sama, aku duluan" jawab calvin.
"iya" balas lagi karina, calvin menjalankan motornya kembali ke angkringan sebelumnya.
"guys" calvin duduk bergabung lagi dengan teman-temannya.
"ada info?" tanya radit.
"info apaan?" calvin malah bertanya balik.
"ya info apa aja" jawab radit.
"gak ada" jawab calvin.
"besok kemana nih? tanya mikel.
"ke j-expo enak kayanya" sahut vino.
"boleh, besok ngumpul disini jam 8" calvin menyetujui.
__ADS_1
"dit gua mau ngomong sama lo berdua" ucap calvin lalu menjauh dari yang lainnya, radit mengikuti calvin.
"cakra kemarin liat lo masuk rumah alvian, dia berpikir kalo lo punya hubungan ke alvian dan menjadi pemikiran kuat kenapa lo bunuh alvian" ucap calvin sesudah berhenti dan adit sudah disampingnya.
"tapi, mereka juga gak bakal tau hubungannya hua sama alvian apa juga belum masalahnya" jawab radit.
"hmm, lo dan gua yang jadi incaran utama mereka" calvin memberi tahu dengan menatap radit tajam.
"saat ini mereka cuma bilang mengincar ketua penyerangan, tapi belum tau siapa, yang gua takutkan adalah ketika anggota kita yang lain ada yang kena dan memberi tahu itu" sahut calvin.
"kalo gitu, untuk sementara kita gak usah gunakan jaket kita dulu kecuali saat beramai-ramai" ucap radit.
"mereka juga ada rencana, tapi gua gak tau ini jadi apa enggak, geng motor mereka bertiga bersatu untuk ngelawan kita, kita kalah jumlah dit" ucap calvin lagi.
"yaudah, gak usah pake jaket identitas kita saat sendiri ataupun beramai-ramai sampai keadaan membaik" ucap radit.
"gua setuju, bilang ke yang lain" sahut calvin melihat radit lalu kembali terlebih dahulu meninggalkan radit, radit menyusul.
"ngomongin apa kalian berdua lama banget?" alvino bertanya.
"kepo ya? ahaha" sahut calvin dengan nada jengkel.
"gini amat punya senior" ucap vino.
"ngomongin ulang tahun lo no, dua hari lagi' sahut radit.
"yah kok dikasih tau sih dit, gak asik ah" sahut calvin.
"oiya vino minggu ultah, kerjain enak nih" sahut jordan.
"gak mau gua, udah gede, gak ada kerjain-kerjain, bikin kerjaan aja kalian" seru vino.
"ceburin got aja kali ya, samping markas tuh ahaha" sahut norik.
tiba-tiba saja datang 3 motor berhenti di depan angkringan, berjaket full black, mereka silent night, seluruh anggota satria kenanga menaikan masker atau buff nya, hanya radit yang tidak menggunakan itu.
anggota silent night melepas helmnya, mereka adalah gabriel, kenzie dan wildan, mereka turun dari motor lalu mendekat ke radit, radit berdiri.
"radit ya? kenalin gua wildan, ketua dari silent night" ucap wildan ketika di depan radit, wildan mengajak radit berjabat tangan.
"gak usah sok baik" radit mengepak tangan wildan.
"eh kita kesini baik-baik ya" kenzie ikut bicara.
gabriel malah melihat keliling seperti mencari sesuatu, Calvin menghadap membelakangi mereka.
"apa tujuan kalian kesini? mau serang kita lagi? seperti aksa yang sampai koma, gua orang yang kalian keroyok di tempat yang berbeda, lalu gua sendiri, atau 2 orang yang kalian kejar, tapi sayang nya lepas, dan terakhir 1 anggota gua lagi minggu kemarin, sekarang mau apa?" tanya radit dan mengingat kejadian sebelumnya.
"gua minta maaf, gua minta damai" ucap wildan.
"apa omongan lo bisa dipercaya? siapapun bisa mengatakan itu tidak bisa melakukannya" tanya radit.
"kalian kesini cuma bertiga?" tanya keiza ikut bicara.
"iya, kita dari silent night" jawab kenzie.
gabriel ingin melangkah ke arah calvin.
"heh, mau kemana lo?" tanya radit ketika gabriel baru saja mengambil 1 langkah.
"diem dulu sih gab" bisik wildan pada gabriel. gabriel kembali mundur.
"kita gak perlu janji, kita perlu bukti" sahut radit.
__ADS_1
"oke, kita gak akan ikut penyerangan yang mengarah pada kalian" sahut wildan lalu kembali ke motornya, diikuti gabriel dan kenzie lalu pergi menghilang di jalan aspal.
setelah itu mereka semua ke markas, radit menginfokan untuk menyimpan jaketnya masing-masing, tidak menggunakannya sementara sampai keadaan membaik.