
keesokan harinya, di waktu sore calvin kembali ke markas satria kenanga.
"gimana vin ada kabar?" tanya radit ketika calvin baru saja sampai, ia duduk bergabung bersama yang lainnya.
"malam sabtu kita susun rencana".
"2 hari lagi dong?" tanya keiza yang sekarang adalah hari kamis.
"iya, kenapa? dan malam ini kita keluar untuk memeriksa keadaan"
"gas lah balapan dulu" sahut vino.
"gas.. gua setuju" sahut beberapa yang lain termasuk calvin.
radit memakan cemilan yang ada diatas meja "katanya mau meriksa keadaan di luar?".
"ya sekalian dit, nanti aja liat" balas calvin katanya.
"biasalah dit, calvin punya rencananya sendiri" sahut leo memberi pendapat, padahal kali ini memang calvin memberi waktu pada silent night, agar tidak terjadi perpecahan antara mereka.
"gua pengen tau keadaan black flower sama black spider, terutama black flower sih setelah mereka kehilangan ketua mereka, cakra" calvin mengutarakan pemikirannya.
"iyaya, tumben mereka gak balas dendam atau buat keributan, udah sebulan lebih kan sejak cakra meninggal" sambung norik.
"gua denger black flower sama black spider udah gak bergabung lagi" sahut radit lalu menghisap vape nya.
"terus mereka tiba-tiba bubar aja gitu?, menerima kematian cakra tanpa berniat membalas dendam? lo tau dari mana?" sahut calvin lagi dengan melontarkan banyak pertanyaan.
"gua tau info dari geng motor yang pernah diserang black spider dengan rencana lo itu vin" sahut radit.
"hmm...." calvin seperti berpikir "mereka bilang apa emangnya?.
"mereka bilang kalo mereka melihat black spider tidak pernah meet up lagi dengan black flower, tak lama sejak kematian cakra" jawab radit.
"oh gitu… oke, tetap sesuai rencana, malam ini kita keluar dan malam besok kita susun rencana, lusa kita eksekusi." calvin menyampaikan itu lagi. radit hanya mengangguk, walau dari wajahnya nampak kecurigaan, beberapa lainnya seakan hanya bisa menyetujui apa yang diucapkan oleh calvin.
malam ini sesuai rencana, mereka pergi ke jalan untuk ber balap liar, mereka kumpul di sebuah jalan yang lumayan besar dan sudah sepi di lewati karna jam nya yang yang sudah hampir tengah malam.
"6 motor bisa nih" ucap calvin sesampainya di jalan itu.
"siapa yang mau tanding duluan?" tanya radit.
"gua mau lawan calvin dong buat praktekin yang baru gua pelajari dari master ehehe" ucap vino.
"oke, vino calvin, siapa lagi?" tanya radit.
"kayanya gua belum jawab mau dah" calvin dalam hati "tapi gapapa lah duluan entar tinggal nonton doang".
"gua" sahut leo.
"gua duluan" andika juga, dan diikuti dengan mikel dan norik.
mereka berenam mengambil tempat, menyamakan kedudukan di garis start, sedangkan yang lainnya meminggirkan motor mereka lebih dulu.
yang menghitung di depan adalah jordan.
"3...2....1"
__ADS_1
mereka langsung berjalan dengan kecepatan tinggi, mereka terus mengikuti jalan, hingga akhirnya saat ingin melintasi jalan yang berbentuk huruf y, calvin sedikit memelankan jalannya, hingga tersusul oleh 5 lawannya, yang seharusnya mereka mengambil kanan, tapi calvin malah mengambil kiri karena melihat ada perkumpulan geng motor lain yang juga berjalan melewati jalan itu di depannya, calvin mencoba mencari tau siapa mereka, ia mengikuti mereka hingga melewati jalan yang terang, mereka menggunakan jaket hitam dengan logo yang cukup besar di bagian belakang.
"siapa mereka? baru liat gua geng motor ini" pikir calvin masih mengikuti mereka dari jauh.
dari arah depan calvin menyadari ada yang menghadang geng motor itu, dan perkelahian terjadi, calvin langsung berputar arah dan kembali dimana teman-teman nya sedang kumpul, awalnya dia berjalan pelan dan setelah cukup jauh baru calvin mempercepat lajunya lagi.
"lo kemana aja vin, lagi lomba balap malah ngilang" ucap vino saat calvin kembali.
"kok muka lo bingung gitu vin?" tanya aksa.
"gapapa" ucap calvin dan kembali terlihat santai.
"kalo ada yang ngebebanin pikiran lo cerita aja vin, siapa tau kita bisa bantu" ucap leo "jangan diem-diem aja".
"sekitar 2 km dari sini ada pertempuran yang sedang terjadi" calvin akhirnya memberi tahu.
"pertempuran? siapa lawan siapa?" tanya nando.
calvin mengangkat bahu "gua gak tau, gak ada yang gua kenal dari mereka".
dari arah depan banyak yang bersorak, ternyata balapan yang selanjutnya dimenangkan oleh keiza juara 1, radit 2, dan norik 3.
"vin tadi lo kemana?" tanya radit saat dekat kembali.
leo memberi tahu apa yang calvin katakan sebelumnya.
radit lagi-lagi menanyakan hal yang sudah ditanyakan siapa mereka?, dan calvin juga menjawab dengan jawaban yang sama.
"logo mereka gimana?" tanya radit.
"hmm, diemin aja, mereka gak ada urusan sama kita" ucap radit.
"lo kenal mereka dit?" tanya calvin.
"mereka yang pernah diserang oleh black spider dengan rencana lo, mereka temen gua" jawab radit.
"eh tapi mereka tadi diserang dit, lo gak mau bantu mereka?" tanya calvin lagi.
"itu emang taktik mereka, udah yarin aja".
"btw yang nyerang mereka siapa vin?" tanya vino.
"tanya radit".
"lah kok tanya gua"
"kan lo yang kenal mereka, berarti lo tau dong musuh mereka siapa aja" calvin melihat radit.
"bukan berarti gua juga tau semua musuh mereka, lagian gua juga cuma kenal 2 orang dari mereka" radit menjelaskan.
"lagi kenapa sih vin, kok lo kaya penasaran gitu?" tanya radit.
"gua liat cakra" calvin melihatnya dari musuh yang menyerang geng motor yang diikutinya tadi, dia muncul belakangan saat perkelahian baru saja dimulai, ia sempat melihat ke arah calvin, saat itulah kenapa calvin langsung memutar arah.
"hah? lo gila ya vin, cakra udah gak ada" radit sedikit kaget.
"gua juga gak tau dit, ini nyata atau gua salah liat, karena gua cuma liat dari jauh atau ini hanya imajinasi gua" balas calvin.
__ADS_1
radit menyentuh kening calvin, baru saja menyentuhnya, calvin mengepak tangannya untuk menjauh dari keningnya.
"gak panas lo vin" ucap radit.
"gua gak sakit dit".
"nando ikut gua yu" ajak calvin melihat ke nando.
"kemana? ngapain?" tanya nando.
"udah ikut aja" calvin menaiki motornya, nando mendekat.
"hati-hati, spot jantung naek motor sama calvin" vino memperingati,
"ahaha, buat belajar seperti yang lo bilang no" nando melanjutkan jalannya dan menaiki motor calvin bagian belakang.
calvin langsung jalan lagi, ia kembali ke jalan sebelumnya, jalan y dan mengambil arah kiri, menelusuri jalan itu, namun mereka sudah tidak disana.
"tadi gua liat mereka berkelahi disini do" ucap calvin berjalan pelan melintasi jalan itu.
"tapi kok disini kaya sepi aja ya, gak ada bekas apa-apa gitu" jawab nando, calvin tetap berjalan.
tiba-tiba saja ada 5 orang yang menyergap mereka, dan terpaksa calvin dan nando langsung turun dari motor dan menghadapi mereka, calvin dan nando menang dengan mudah melawan 5 orang itu hingga jatuh ke tanah.
"cabut" calvin menaiki motornya, nando naik.
calvin langsung menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi dan kembali ke tempat teman-temannya berada.
"bubar, kita balik ke markas" teriak calvin saat sampai, nando turun dan mengambil motornya.
"tunggu yang lagi balap balik dulu vin" sahut leo.
tak lama yang balap pun kembali, mereka langsung ke markas.
"apa-apaan nih" radit teriak saat masuk di markas.
"sial, berani-beraninya mereka ngelakuin ini lagi" sahut leo dengan nada kesal. karena lagi-lagi markas mereka dipenuhi tanah, kali ini seperti tanah kuburan yang gembur.
"arrrggghh" teriak calvin dan mengacak-acak rambutnya dengan kedua tangannya dari atas motor.
"kita kumpul di rumah gua malam ini, " ucap radit, menyalakan motornya dan keluar markas lagi, yang lain juga begitu.
"keiza cek CCTV" ucap radit saat baru saja duduk di ruang tamu rumahnya.
keiza langsung membuka ponselnya.
"sial, silent night lagi" ucap keiza.
"coba liat" calvin merasa tidak percaya, keiza memberikan ponselnya pada calvin, kali ini benar terlihat jelas karena lampu tidak mereka matikan, itu adalah jaket silent night, tapi mereka semua masih tetap menggunakan helm.
"sial" ucap calvin setelah melihat video itu, dan memberikan kembali ponsel itu pada keiza.
"gimana vin? tetap pada rencana?" tanya radit.
"iya, markas mereka benar-benar kosong hanya saat malam minggu" calvin memberi tahu, padahal sebenarnya tidak, markas silent night lebih sering kosong. calvin hanya mencoba mencari aman karena malam ini belum tentu mereka keluar, calvin tidak tau apa yang dilakukan silent night saat ini.
calvin menunduk dan memegang keningnya dengan tangan kanan, ia sedikit berpikir, hingga akhirnya ia berhenti memikirkan hal itu dan berniat untuk mencari tahu, sebenarnya apa yang sedang terjadi, kenapa tiba-tiba terlihat 2 geng motor yang baru di lihatnya itu, atau memang hanya sebuah kebetulan?.
__ADS_1