
keesokkan malamnya jam 7, satu persatu mulai berdatangan ke markas untuk melaksanakan rencana tersebut.
"mau mulai jam berapa nih?" tanya mikel yang baru saja datang pada calvin yang sedang sibuk dengan hp nya, mikel masih berdiri lalu duduk.
"lo napes aja dulu" jawab calvin dengan tatapan masih di hp.
"vin" panggil radit, calvin hanya menjawab dengan dehaman "hmm...". tanpa menengok ke arah radit.
"lo lagi ngapain sih? tumben hp mulu" tanya radit.
"tugas, bales chat" calvin cuek dan menjawab hanya dengan lirikan mata.
"owalah, pantes serius banget" balas radit.
beberapa saat kemudian, mereka hanya mengobrol dan menunggu sampai semuanya datang juga makan makanan ringan.
"udah dateng semua?" tanya calvin.
"udah" leo yang menjawab.
"jam berapa sekarang?" tanya calvin.
"jam 8 lewat 15 menit" jawab keiza.
calvin meneruskan memakan cemilan.
"makan terus sampe meledak tuh perut ahaha" radit dengan nada menggoda.
"jangan ya perut, gua tau lo butuh asupan yang banyak" calvin seperti berbicara pada perutnya sendiri.
setelah itu calvin meletakkan hp nya di telinga.
"hai sayang" panggil calvin di hp.
"hai, apa kabar?".
"idihhh… first time gua denger calvin begini, bisa bucin juga nih orang ternyata" sahut leo, tapi calvin mengabaikannya.
"baik, kamu apa kabar juga?" tanya balik calvin.
"kangen kamu, ayo kita jalan".
"iya, besok ya"
"serius besok?"
"iya"
"asikk, mau kemana kita?".
"kamu maunya kemana?".
"ihh kok malah nanya balik"
"yaudah taman safari gimana?"
"gak mau, takut".
"gapapa ada aku"
"kamu ada mobil emangnya?".
"enggak ahaha, gampang itu bisa diatur.
"oke, jam berapa?"
"tumben gak terserah ahaha" calvin dalam hati.
"jam 8 ya aku jemput, pokoknya harus udah rapi".
"ehehe, ku usahakan"
"make up nya jangan lama-lama".
"iya sayang"
"yaudah, udah dulu ya"
__ADS_1
"iya"
"dah say"
"dadah sampai ketemu besok" ucap karina, calvin mematikan hp nya.
"bucin-bucin" sahut andika, saat calvin meletakkan kembali hp nya di meja.
"kata lo gak bucin aja" sahut calvin.
"ayu vin berangkat gak?" tanya radit.
"jam berapa sekarang?" calvin balik bertanya.
"sembilan kurang 5 menit" nando yang menjawab.
"yaudah yu berangkat sekarang, laksanakan sesuai rencana" ucap calvin lalu berdiri yang paling dahulu, diikuti radit dan kemudian yang lainnya juga, mereka menggunakan jaket satria kenanga, calvin mengubah rencana untuk mereka tidak menggunakan jaketnya menjadi pakai.
mereka ke arah motor masing-masing dan keluar bergantian.
calvin berjalan paling dulu, yang lain masih belum bergerak.
"ke tempat masing-masing sekarang" ucap calvin dalam telpon yang masih terhubung, ia menyempilkan hp nya di helm.
sementara calvin hanya berjalan mengelilingi daerah markas silent night, teman-teman yang lainnya sibuk melaksanakan rencananya.
hingga selesai, mereka kembali ke markas, rencana berjalan dengan lancar.
"mereka bener-bener menepati janjinya, kalo gak ketemu bukti, satria kenanga boleh membalas dendam, makanya bener-bener lenggang tadi" ucap calvin dalam hatinya yang baru saja duduk di teras markasnya seperti biasa.
"berjalan lancar" radit menghela napas.
"gua duluan ya guys, mau mandi" sahut andika lalu berdiri.
"gua nginep rumah lo ya dik" sahut calvin.
"iya boleh, ayo" ajak andika, calvin lun berdiri.
mereka bersalaman dengan semua anggota yang ada disana, lalu berjalan ke arah motornya masing-masing.
"eh calvin, apa kabar?" papa andika.
"baik om" calvin sambil senyum.
"ma, pa andika baik dulu ya" ucap andika.
"iya-iya" jawab papanya, calvin mengikuti andika naik ke lantai atas.
sesampainya di kamar calvin langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur, sedang andika membereskan diri.
"gak mandi dulu lu?" tanya andika.
"sorry, gua gak bermain dengan tuh pasir ahaha" sahut andika lalu tertawa.
"yaudah gua mandi dulu" andika masuk ke kamar mandi.
calvin membuka hp nya dan terdapat chat dari gabriel dengan teks
"vin udah?"
"udah apa nih?" pikir calvin tapi ia lebih memilih untuk membalas chat dari karina terlebih dahulu, cukup lama mereka chatan hingga akhirnya andika ke luar kamar mandi dan bergabung dengan calvin di atas kasur.
Tring.. Tringg... Tringg.. hp andika berbunyi, ia mengangkatnya.
"kenapa dan?" ucap andika saat mengangkat telpon. calvin mendengarkan andika.
"lagi sama calvin gak?" tanya wildan pada andika, tapi calvin tidak mendengar ini.
"iya ada nih samping gua kenapa?" jawab wildan melihat calvin sesaat.
"gua mau ngomong dong sama dia sebentar" ucap wildan.
andika memberi hp nya pada calvin.
"siapa?" tanya calvin pelan.
"wildan".
__ADS_1
"hai wildan, apa kabar?" tanya calvin.
"satria kenanga udah ngelakuin rencananya belum?" tanya nya.
"hmm... gak tau, gua lagi sama andika di rumahnya" calvin dengan polosnya, padahal dalam benaknya juga ada perasaan yang merasa bersalah.
"oh gitu, besok lo ke markas kita ya" pinta wildan.
"ngapain?" tanya calvin.
"ada yang mau gua ceritain" balas wildan.
"oke, setelah selesai kuliah gua kesana bareng gabriel" calvin menyetujui.
"oke sampai jumpa besok" wildan mematikan telponnya.
calvin mengembalikan hp andika, andika bertanya "ngapain wildan?"
"ngajak ketemuan". balas nya singkat dan bangun dari tidurnya "gua kamar mandi dulu".
selagi calvin sedang di kamar mandi, hp yang berdering di telpon oleh gabriel, andika mengangkatnya.
"vin, tau satria kenanga lagi apa?" gabriel langsung bertanya sebelum andika berbicara sama sekali.
"hah?" andika merasa bingung.
"eh ini siapa?" gabriel kaget.
"andika, calvin nya lagi kamar mandi" andika memberi tahu". andika juga meneruskan bertanya "terus tadi lu nanya apa?.
"bukan apa-apa, udah dulu ya, makasih dika" ucap gabriel.
"oke" singkat andika, gabriel mematikan telponnya.
tak lama calvin keluar kamar mandi.
"vin lo ngasih tau hal-hal tentang satria kenanga?" tanya andika.
"hah?" calvin belum mengerti, sambil mengeset kakinya di keset.
"iya ngasih tau ke silent night" lanjut andika.
"ngasih tau silent night tentang satria kenanga? tentang apa?" tanya calvin melangkah ke kasur.
"ya tentang apa aja" balas dika, raut muka calvin bingung, ia kembali rebahan di kasur.
"iya tadi gabriel nelpon, dia nanya, satria kenanga lagi apa?" andika langsung memberi tahu.
"gabriel nelpon?" calvin melihat hp nya, "ngomong apa aja dia?".
"dia nanya satria kenanga lagi apa? lo sering ngasih tau apa yang kita lakuin?" tanya andika nadanya penuh curiga.
"enggak" jawab calvin melihat andika.
"tapi kok dia nanya begitu?" andika mulai curiga .
"ya dia emang sering nanya begitu, tapi cuma bahan obrolan aja" balas calvin santai.
"serius lu?" tanya andika wajahnya mendekati ke calvin.
"iya-iya gua cerita nih, tapi lo jangan kasih tau siapa-siapa" ucap calvin mendorong andika agar mundur lagi.
"tergantung" sahut andika.
"kok tergantung?" tanya calvin.
"tergantung niat lu" jawab andika.
"oke-oke, jadi gini.." (calvin menceritakan kejadian tentang hal-hal yang baru saja terjadi yaitu perihal dimana markas satria kotor dan hendak membalaskan dendam ke satria kenanga, tapi calvin memberi tahunya lebih dahulu.
"udah gila lo ya vin" sahut andika agak sedikit keras.
"coba lo pikir, gimana kalo ada di posisi gua, gua mencoba menengahi dik, gua tetap jalanin tugas gua, gua juga tetap menjalani hubungan baik dengan silent night" calvin memberi penjelasan.
"oke, kali ini gua setuju dan gak akan beri tahu teman-teman kita tentang hal ini, tapi lain kali lo harus nanya ke gua lain kali" balas andika.
"iya" balas calvin singkat.
__ADS_1