To The Night Street

To The Night Street
pulang


__ADS_3

Sabtu sore jam 3 di rumah jeremy, calvin menelpon vino.


"No, motor gua lo taro mana?" Calvin.


"Di rumah radit vin" vino.


"Oke, makasih" calvin mematikan telponnya dengan vino dan berlanjut menelpon radit.


"Dit, anterin gua ke rumah lo, gua mau ambil motor" calvin.


"Tangan lo udah gapapa?" Radit.


"Gapapa aman, tapi lo jemput gua di jalan j ya, gua tunggu" calvin.


"Oke, gua berangkat sekarang" radit kemudian mematikan telponnya.


"Mau kemana vin?" Tanya jeremy yang melihat calvin menggunakan sweater nya.


"Gua mau pulang dulu jer, makasih ya udah mau nampung gua buat beberapa hari ini" calvin masih di lantai.


"Sama-sama vin, tapi lo kuat pulang tangan lo masih begitu?" Tanya jeremy.


"Ya gimana aja entar, tapi sakitnya udah lumayan ilang" calvin.


"Motor lo gimana?" Tanya jeremy.


"Gua dijemput, sekalian ambil motor abis ini" calvin.


"Yaudah hati-hati vin" jeremy.


"Iya, gua mau tunggu temen gua di luar aja, gua keluar dulu, makasih jer" calvin lalu berdiri.


"Iya vin, gua temenin?" Sahut jeremy melihat calvin.


"Gak usah, gapapa, gua sendiri aja" calvin sudah di pintu kamar jeremy.


"Oke, hati-hati"


calvin keluar, dan menunggu radit di depan gerbang rumah jeremy.


Tak lama radit sampai, mereka ke rumah radit.


"Dit makasih ya, gua duluan" ucap calvin setelah menerima kunci motor dari radit yang baru saja keluar untuk mengambil kuncinya. Calvin menunggu di depan.


"Lo mau kemana abis ini? Markas lah" jawab radit dan mengajaknya untuk ke markas.


"Mau pulang dulu gua"


"Rumah lo lumayan jauh, emang kuat ? Apa mau gua anterin?".


"Gak usah, makasih dit, gua duluan ya"


"Iya hati-hati"


Calvin melangkah ke arah motornya, menggunakan helm, melambaikan tangan ke radit dan pergi keluar.


Calvin mampir ke siv sendiri dan memesan sebuah es cappucino, sambil menikmati minumannya perlahan, ia juga sambil membalas chat dari karina dan memberi tahu bahwa ia sedang sakit dan tak bisa bertemu dengannya, karina yang ingin menjenguk calvin, tapi calvin tidak memperbolehkannya karena kemarin-kemarin ia terus berada di rumah temannya, tidak enak jika calvin mengajak perempuan ke rumah temen lelakinya.

__ADS_1


"Vin, lo disini?" Sapa gabriel membuat pandangan calvin agak keatas karena gabriel yang sedang berdiri, sampingnya juga ada kenzie.


"Iya, lo disini ngapain?" Tanya calvin, gabriel dan kenzie duduk di depannya.


"Nemenin wildan aja, lagi pengen keluar katanya" ucap gabriel membuat calvin melihat ke arah meja barista, ada wildan disana, lalu ia berbalik dan melangkah ke arahnya.


"Lo kesini sendiri?" Tanya gabriel lagi.


"Iya" calvin balas singkat.


"Udah bisa ngendarain sendiri?"


"Kalo belum ngapain gua kesini sendiri"


"Eh vin udah sehat?" Wildan bergabung.


"Mayan" calvin.


"Masih marah?" Tanya gabriel, calvin menggeleng.


"Markas lah main, terakhir hari selasa kan lo" wildan berkata.


"Iya, tapi nanti gua pengen pulang dulu" jawab calvin.


"Rumah lo dimana?" Tanya gabriel.


Tiba-tiba hp calvin berbunyi lagi, itu radit.


"Bentar" calvin mengambil hp nya.


"Hallo dit kenapa?" Calvin mengangkat telpon tetap di tempatnya.


"Iya, gua pulang dulu, gua gak mau orang tua gua khawatir Karena gua gak pulang-pulang dan pengen minta cuan juga sih ahaha paling besok malam gua kesana"


"Anjir ahaha, Yaudah kalo gitu, oiya bales dendam gak ke cakra"


"Nanti aja, sekarang lo lagi di markas?"


"Iya"


"Ada siapa aja?"


"Cuma berempat, gua, leo, mikel, norik"


"Yaudah kalo gitu udah dulu ya"


"Iya" radit yang mematikan telponnya.


"Radit?" Tanya wildan, calvin mengangguk.


"Radit bilang apa?" Tanya kenzie


"Eh iya ken, hati-hati ya" calvin berkata menghiraukan pertanyaan kenzie, untuk mengganti topik.


"Hati-hati kenapa?" Kenzie penasaran.


"Gua takut aja kalo radit berencana nyerang lo karena kejadian kemarin" calvin berbicara seakan-akan misterius.

__ADS_1


"Jangan bercanda lo vin" kenzie dengan nada serius.


"Lo tau kan radit gimana? Keras, ya tapi gak tau juga sih, hati-hati aja" ucap calvin.


"Emang radit abis ngerencanain sesuatu?" Tanya kenzie.


"ya menurut gua aja sih, berdasarkan pikiran radit, gua juga udah seminggu gak ke markas mereka" jawab calvin dan menikmati cappucino nya.


"Vin gua gak mau cari masalah ya sama satria kenanga" jawab kenzie.


"Semoga enggak, bisa aja pemikiran gua salah, jadi udah gak usah dipikirin" jawab Calvin dengan nada santai.


"Vin serius emang? Kayanya udah baik-baik aja kemarin malam kan" wildan ikut bicara, calvin tertawa.


"Ahaha, bercanda aja gua dan, lagi gua kesel banget sama mulut kenzie, kan gua udah pernah bilang kalo ngomong hati-hati, sampe gua sama radit ribut, untung gak berkelahi di tempat, rasanya gua pengen jahit mulut nya nih orang" ucap calvin.


"Dan lo jadi incaran Cakra ya vin sekarang" sambung gabriel sambil senyum.


"Ya maaf" ucap kenzie merasa bersalah.


"Emang lo pernah berkelahi sama radit?" Tanya wildan.


"Pernah, berantem juga sering" jawab calvin.


"Tapi masih tetap deket ya" sahut wildan.


"Saling memaafkan" ucap calvin.


"Eh iya dan, lo gak salah milih ketua penyerangan? Nanti kalo kalian ngerencanain sesuatu bocor semua yang ada, ahaha" tambah calvin kemudian tertawa.


"Gak lucu vin, gua gak se-gacor itu" kenzie serius.


"Iya-iya maaf" ucap calvin.


"Dia?" Wildan menunjuk kenzie dengan ibu jarinya "Sebenernya lebih ke kepo sih, makanya nanya mulu, pengen tau banget urusan orang"


"Ohhh gitu" calvin.


"Rumah lo dimana tadi?" Gabriel mengulang pertanyaan yang belum terjawab.


"Jalan jeruk 2, kalibataku barat" jawab calvin.


"Lah serius? Rumah gua juga di kalibataku barat tapi di jalan jambu nya" gabriel merasa terkejut mengetahui itu.


"Boleh tuh gua bareng, nanti gua taro motor di rumah andika"


"Boleh"


"Tapi sore ini kita pulangnya"


"Sekarang?"


"Iya, besok sore lo jemput gua lagi di rumah, oke?"


"Iya, tapi jangan sekarang juga, baru juga gua sampe"


"Yaudah pokoknya sebelum maghrib"

__ADS_1


"oke" gabriel menyetujui.


jam 5 an gabriel dan calvin pergi ke rumah andika untuk menitipkan motor. setelah itu, gabriel mengantarkan calvin ke rumah dan mampir hingga jam 9 malam barulah ia pulang ke rumahnya.


__ADS_2