To The Night Street

To The Night Street
di rumah andika 2


__ADS_3

saat sekiranya udah cukup jauh dari gabriel, wildan dan kenzie, calvin berhenti di pinggir sebuah jalan dan menelpon alvino.


"temuin gua di rumah andika sekarang" ucap calvin dalam telpon setelah diangkat vino, kemudian menutup nya lagi.


calvin juga menelpon andika.


"andika gua ke rumah lo sekarang sama vino ya" ucap calvin dalam telpon.


"iya vin, gua tunggu" jawab andika.


"makasih" ucap calvin dan menutup telpon, lalu meneruskan perjalanannya ke rumah andika.


sesampainya calvin di rumah andika, disana sudah ada vino, duduk bersama dika di sofa depan tv.


Calvin duduk menyempil diantara keduanya.


"Eh vin lo dateng-dateng, nyempil" ucap andika yang kemudian menggeser ke sisi, agar calvin dapat duduk dengan lega.


"Vino udah cerita dik?" Tanya calvin.


"Hah? Cerita apaan? Dari tadi dateng dia diem aja" jawab dika.


"Ceritain aja no disini, biar andika yang jawab" ucap calvin.


"Hah? Kok gua?" Tanya andika.


"Dengerin aja dulu" balas calvin.


"Serius vin ceritain?" Tanya vino menatap calvin.


"Iya, tapi ke andika aja ya" jawab calvin.


Vino mengangguk, kemudian ia menceritakan kejadian sebelumnya, dimana ia dikejar-kejar oleh 3 anggota silent night yang sedang bersama calvin dan ingin menyerangnya, namun dicegah oleh calvin, yang kemudian dirinya berhasil kabur.


"Bukannya calvin udah memperingati buat enggak memakai jaket satria kenanga saat sendiri?" Tanya andika.


"Iya gua lupa, maap" jawab vino.


"Eh iya, gua mau tanya vin, lo kenal mereka?" Tanya vino.


"Dika jawab" ucap calvin, dia malah asik mengemil dari makanan yang ada di atas meja.


"Iya, calvin kenal mereka, tapi lo jangan bilang-bilang ke anggota kita yang lain" jawab dika.


"Kok bisa?" Tanya vino lagi.


"Mereka satu kampus, bukan satu kampus lagi sih, bahkan satu kelas sama dia, ada juga yang 1 jurusan sama gua" jawab dika.


"Pantes, kemarin pas ada pertemuan lo langsung nolak ikut vin" ucap vino.


"Iya, cukup kita ber 3 aja yang tau oke, gua gak mau pertemanan gua rusak karena perbedaan geng motor" jelas calvin


"Oke" jawab vino.


"Btw, tadi makasih" tambah vino.

__ADS_1


"Sama-sama, lain kali hati-hati, apalagi kalo lagi gak ada gua" jawab calvin.


"Iya" jawab vino.


"Jadi, lo tau mereka punya rencana itu dari mereka sendiri? Emang rencana apa vin?" Tanya vino.


"Gua juga gak tau, yang pasti 3 geng motor itu, semuanya ngincar kita, hati-hati aja" jawab calvin.


"Black spider, black flower sama silent night?" Alvino mendetail.


"Iya" jawab calvin.


"Emang lo tadi abis ngapain vin sama mereka?" Tanya vino lagi.


"Gabriel, ngajakin gua lomba balap 1 vs 1"jawab calvin.


"Yang menang siapa?. Tanya vino lagi.


"Gua, terus gua pengen di rekrut sama mereka, tapi gua nolak, terus minta bantuan juga sama gua buat lawan satria kenanga katanya, gua bilang aja gua gak mau ikut campuran urusan nya" calvin bercerita.


"Anjir, ngelawan temen lo sendiri dong ahah" balas alvino.


"Makanya" jawab calvin.


"Eh vino, serius lo harus jaga ini baik-baik, jangan kasih tau siapa-siapa, kalo lagi di markas diem-diem aja tentang ini, jangan cerita apa-apa yang dapat menimbulkan kecurigaan" ucap calvin melihat alvino.


"Iya vin gua janji, bisa jaga rahasia kok gua" jawab vino.


"Oke, gua percayain sama lo" jawab calvin.


"Salah gua double kalo gitu no, disini gua bukan buat jadi mata-mata atau pengkhianat" jelas calvin kepada vino.


"Gua tidur duluan guys, ngantuk" ucap andika lalu bangun dari sofa dan menjatuhkan tubuhnya di kasur yang ada di serong belakang sofa.


"Eh hp gua mana?" Tanya andika yang tiba-tiba berbicara lagi setelah beberapa saat.


"Katanya mau tidur" ucap vino.


Calvin langsung memberikan hp andika yang ada di atas meja depannya.


"Mau ngapain?" Tanya calvin.


"Mau chat mila dulu, udah tidur belum ya dia" jawab calvin.


"Lagi pada bucin ini senior-senior gua" ucap calvin.


"Andika doang kan?" Tanya calvin.


"Lo juga, norik sama mikel juga" jawab alvino.


"Idih... gua mana ada" jawab calvin.


"Lah itu keiza yang liat di hp lo ada cewek tadi" balas vino


"Udah gua bilang itu temen, bocil, lo gak bisa bedain temen sama cewek yang deket sama lo gitu" jelas calvin.

__ADS_1


"Kan gua aja gak liat fotonya, mau liat dong" sahut vino.


"Dika, adik lo buang ke laut aja itu" ucap calvin lalu tiduran ke kasur juga.


"Adik dari dunia mana itu, gua gak kenal hahaha" jawab dika kemudian tertawa, bahwa dia hanya bercanda.


"Yeh, nanti kangen sama gua" ucap alvino lagi, kemudian mematikan tv, dan ikut bergabung ke kasur.


"Awas, geseran dikit" sahut vino lagi yang merasa sempit.


"Sutt, diem-diem" ucap andika menyuruh diam, lalu meletakkan hp di telinganya, dia menelpon seseorang.


Dia sedang telponan dengan mila.


Percakapan dalam telpon, calvin dan vino hanya mendengar apa yang diucapkan dika.


"Hai mila" andika.


"Hai juga andika" mila.


"Besok jalan yuk" andika.


"Kemana?" Mila.


"Kamu maunya kemana?" Tanya andika.


"Hmm, terserah kamu aja aku" mila.


"Ke dufan? Taman safari? Taman bunga? Atau museum-museum? Ahaha" andika.


"Ih kamu, ke galeri seni aja yuk" mila.


"Boleh, semoga disana ada pelukis hebat ya" andika.


"Kan disana cuma ada karya-karya nya andika" mila.


"Ya siapa tau pelukisnya lagi ada" andika.


"Emang buat apa kamu mau ketemu sama pelukisnya?" Tanya mila.


"Buat lukis kita berdua dong ahaha" andika, alvino pura-pura batuk dengan keras.


"Ada yang batuk ya?" Mila.


"Temen aku, udah dulu ya, ada yang sirik, nanti jadi gila" andika.


"Ahaha oke deh" mila lalu mematikan telponnya.


"Gila-gila, lo yang gila karena cinta, bucin" ucap vino setelah andika meletakkan hp nya di meja kecil samping kasur.


"Iri bilang bos ahah" jawab andika.


"Calvin udah tidur tuh, udah ah gua mau tidur juga, babay" andika yang melihat calvin sudah memejamkan matanya, dia juga memeluk guling dan menutup mata.


Vino mengambil gambar selfie dirinya juga mengenai andika dan calvin yang sudah memejamkan matanya dalam kameranya, lalu mengirim gambarnya ke jordan. Ia meletakkan hpnya di meja dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2