
keesokan harinya mahasiswa kedokteran praktikum, untuk persiapan ujian blok, mereka pulang jam 3 sore.
"gua duluan ya" ucap gabriel pada calvin, zayeen dan daniel.
"mau kemana buru-buru?" tanya calvin.
"ke markas, gak ngapa-ngapain sih sebenernya, pengen main aja, mau ikut vin?" jawab gabriel.
"enggak, hati-hati gab" balas calvin.
"oke, gua duluan" gabriel pergi ke arah parkiran.
"terus kita ngapain nih?" tanya daniel.
"oiya gua mau jalan sama tata, gua duluan" tambah daniel lalu pergi.
"ganti cewek lagi" sahut calvin.
"kantin gak vin?" tanya zayeen.
"gas ahaha" jawab calvin.
mereka ke kantin lebih dahulu sebelum akhirnya pulang.
saat di perjalanan pulang calvin diikuti kemudian di potong jalannya oleh beberapa orang, mereka anggota black flower.
calvin berhenti, begitu juga mereka lalu membuka helm.
"cakra" ucap calvin saat mereka membuka helm, cakra yang sangat dekat dengannya. mereka semua turun mengelilingi calvin.
"kalian mau apa?" tanya calvin.
"gua mau tau tentang satria kenanga" ucap cakra.
"gak nyangka gua bakal begini, baru tau temennya aja begini, apalagi tau kalo gua bener-bener anggotanya, emang gak bisa nanya baik-baik apa" ucap calvin dalam hati.
"jumlah anggota satria kenanga berapa?" tanya cakra.
"20" jawab calvin setelah beberapa saat.
"sebutin nama anggota satria kenanga yang lo kenal selain radit" cakra depan calvin.
"maaf, gua janji gua gak bisa buka soal ini" jawab calvin.
"ada yang satria kenanga rencanain akhir-akhir ini?" tanya cakra lagi.
"belum ada" jawab calvin.
"dimana markas satria kenanga?" tanya cakra.
"maaf, gua juga gak bisa kasih tau tentang itu" jawab lagi calvin.
cakra ingin memukul calvin, tapi tangannya ditahan oleh calvin.
"kasar banget sih lo" calvin membuang tangan cakra.
tangan kanan cakra ke arah kantongnya, calvin memerhatikan itu lalu keluar sebuah benda, dan dibuka, itu pisau lipat.
"atau?" ujung pisau diarahkan ke jantung calvin, calvin mundur, cakra terus maju, hingga calvin menabrak anggota black flower lain di belakangnya.
"gua gak mau ikut campur urusan kalian" ucap calvin.
"gua akan lepasin lo setelah lo jawab semua pertanyaan gua" ucap lagi cakra, sedang jantung calvin berdetak lebih cepat.
"duh gua harus apa, gak mungkin gua kasih tau, anggota gua nanti yang bermasalah" pikir calvin.
"vin, gua tanya sekali lagi, dimana markas satria kenanga?" tanya cakra tegas, mendekatkan ujung pisau lebih dekat ke dada kiri calvin.
calvin langsung mengepak tangannya hingga pisau terlepas dan terlempar ke arah lain dan jatuh di aspal.
__ADS_1
"pegangin dia" ucap cakra, anggota black flower di belakangnya langsung memegangi calvin dengan menarik kedua tangannya ke belakang.
cakra mengambil pisau itu lagi lalu kembali ke depan calvin.
suara sebuah motor lewat terdengar, lalu berhenti dan memasuki lingkaran anggota black flower, dia adalah wildan.
"calvin" panggil wildan.
"lo ngapain cakra, kalo gabriel tau, bisa abis lo" wildan tegas menunjuk cakra, cakra memasukkan pisaunya
"kalo gitu, lo gak usah kasih tau gabriel" jawab cakra.
"kalian ke jalan s sekarang" ucap wildan di hp nya lalu memasukkan ke sakunya lagi.
"lepasin calvin atau lo berurusan sama gua juga" tegas wildan lagi.
"jadi lo sekarang sekongkol sama satria kenanga?" tanya cakra lagi.
"hah? maksud lo apa?" tanya wildan kasar.
"gak usah sok gak tau lo, lo tau kan dia berteman sama anggota satria kenanga" ucap cakra lagi masih kasar.
"hanya berteman, lo gak usah kaitkan dia ke satria kenanga, itu hak dia mau berteman dengan siapa aja" sahut wildan.
"gua cuma mau tau info mereka" balas cakra.
"tapi gak kaya gini caranya, lo bisa tanya Calvin baik-baik" balas wildan.
"lepasin calvin sekarang" tegas wildan lagi.
"jawab pertanyaan gua yang satu dulu ini vin, dimana markas satria kenanga?" tanya cakra melihat Calvin.
"sekali lagi juga gua minta maaf, gua gak bisa kasih tau" jawab calvin menatap cakra tajam.
cakra hendak memukul ke arah perut calvin, tapi wildan menendangnya membuat cakra mundur dan serangannya tidak kena calvin.
"gua kira lo kawan dan, kenapa lo bela dia?" kasar cakra menunjuk wildan lalu calvin.
beberapa suara motor berdatangan, mereka anggota silent night, termasuk ada gabriel, kenzie, niko dan beberapa lainnya, mereka masuk ke dalam lingkaran anggota black flower.
"vin, cakra, dan" ucap gabriel saat masuk.
"lo apain calvin ra? lepasin dia sekarang" teriak gabriel ke arah cakra.
"tidak sekarang, gua butuh info darinya" jawab cakra, gabriel berjalan menuju ke arah calvin di sebelah kanannya, dia beralih ke samping depan calvin lantas menyerang 2 orang yang memegangi calvin. saat calvin terlepas oleh 1 orang dia langsung berusaha melepaskan diri, membantu gabriel, seketika terjadi perkelahian antara gabriel dan calvin dengan beberapa anggota black flower.
"stop" teriak cakra, membuat perkelahian itu berhenti, lalu berjalan ke arah wildan.
"jadi gitu, sekarang lo lebih ke satria kenanga, pertemanan kita cukup sampai disini" tegas cakra depan wildan.
"cabut" sahut cakra lagi, dia ke arah motornya begitu juga anggotanya yang lain, mereka pergi meninggalkan calvin dan anggota silent night.
"makasih dan, gab, yang lain juga" ucap calvin setelah mereka pergi.
"sama-sama, sekarang lo ikut gua ke markas dulu ya" ucap wildan, calvin mengangguk setuju.
"niko tolong bawa motor calvin, calvin biar sama gua dulu" ucap gabriel.
"mana kunci motor" jawab niko. calvin memberinya.
"ayok berangkat" wildan lalu ke arah motornya, diikuti yang lain, mereka ke markas silent night lalu di kumpul di ruang depan markas.
"vin, maafin gua ya, gegara gua kasih tau lo berteman sama satria kenanga, jadi lo yang kena" ucap kenzie.
"iya gapapa, lain kali kalo ngomong hati-hati" jawab calvin.
"iya" balas kenzie.
"kapan lo kasih taunya ken?" tanya wildan.
__ADS_1
"kemarin pas andra ngajakin kita ketemuan terus lo gak bisa, gua sama gabriel ngajak calvin" kenzie memberi tahu.
"terus calvin strateginya juga pinter" tambah gabriel.
"strategi apa?" tanya wildan.
"penyerangan, kemarin andra ajak kumpul buat minta bantuin ke kita perihal rencana penyerangan, akhirnya calvin yang buat" gabriel menjelaskan.
"lah serius? gila diem-diem" sahut wildan. calvin tidak menanggapi apapun.
"vin, kok muka lo pucet? lo sakit?" tanya gabriel yang melihat wajah calvin menjadi pucat.
"biar gua ambilin air hangat dulu" gabriel hendak berdiri tapi ditahan wildan lalu berkata
"biar gua yang ambilin, lo disini aja sama calvin" kemudian melangkah ke dalam.
"maaf, jadi ngerepotin kalian" sahut calvin.
"gapapa, tapi jangan sakit vin, ingat besok ujian blok" jawab wildan.
"iya" jawab calvin singkat.
"abis ini lo pulang kemana?" tanya gabriel.
"belum tau" jawab calvin.
"nginep rumah zayeen yuk" ajak gabriel.
"boleh, coba kabarin zayeen nya" jawab calvin, gabriel mengeluarkan hp nya.
"nih vin, diminum" wildan kembali dengan air teh hangat, calvin menerimanya. wildan kembali duduk.
"makasih dan" jawab calvin.
"sama-sama" jawab wildan, calvin meminumnya pelan.
"boleh nih kata zayeen" sahut gabriel lalu meletakkan hp nya.
"abisin dulu vin, abis itu kita kesana" ucap gabriel lagi.
"iya" jawab calvin singkat.
"bang calvin ..." panggil niko.
"gak usah panggil gua bang" calvin memotong ucapan niko.
"oke, vin masih sakit?" tanya niko.
"sakit apa?" calvin bertanya balik.
"rasanya abis dipukul gimana?" tanya niko, calvin mengangkat alisnya sebelah.
"gak kena tadi, emang niko mau cobain?" tanya calvin.
"rasanya? beh... sakit tapi gak berdarah" sahut dony.
"oiya lo kan pernah ya ahah" ucap niko laku tertawa.
calvin habis dengan minumnya, ia meletakkan gelasnya di meja.
"ayok ke rumah zayeen vin" ajak gabriel.
"ayok, sekali lagi makasih banyak ya" ucap calvin.
"iya vin, hati-hati" sahut wildan. gabriel berdiri, Calvin juga.
"vin lo bisa bawa motor lagi kaya gitu?" tanya kenzie, baru saja mereka melangkah.
"oiya, motor lo taro sini dulu aja vin, besok lo kuliah bareng sama gua, apa enggak kita naik mobilnya zayeen" ucap gabriel.
__ADS_1
"yaudah" calvin menyetujui. gabriel melanjutkan langkahnya, juga calvin.
malam ini mereka menginap di rumah zayeen, daniel juga menyusul ke rumah zayeen.