
dikelas, sebelum jam masuk kuliah
"zayeen sini zay, samping gua" suara daniel memanggil zayeen yang baru saja masuk kelas.
zayeen menghampiri daniel yang duduk di nomor 2 dari belakang.
"lo ngapain duduk disini, depan an dikit aja" ucap zayeen setelah mendekat ke daniel.
"gabriel, calvin, sini" panggil daniel yang melihat gabriel dan calvin masuk kelas, mereka berdua mendekati daniel dan zayeen.
"tumben lo niel udah dateng" ucap calvin.
"hahaha, biar dapet barisan belakang" jawab daniel.
"duduk belakang gua aja kalian" balas daniel lagi.
calvin mengisi bangku di belakang daniel dan gabriel samping kanan calvin.
"zayeen udah sini duduk, samping gua, depan gabriel juga" ucap daniel, kemudian menarik tangan zayeen untuk membuatnya duduk, zayeen duduk.
"btw kalian berdua berangkat bareng?" tanya daniel menghadap ke belakang, zayeen juga ikut menghadap belakang.
"enggak, ketemuan di parkiran tadi" jawab gabriel.
"owalah" jawab daniel, lalu gabriel menguap.
"tidur jam berapa lo?" tanya zayeen pada gabriel.
"jam 3, bangun jam 6, cuma 3 jam gua tidur" jawab gabriel.
"ngapain aja lo jam segitu baru tidur?" tanya calvin.
"apa yang gua temuin minggu lalu, gua temuin lagi malam ini, ada seorang yang abis di keroyok ditengah jalan, gua bawa ke rumah sakit dulu, sampe markas jam 3 kurang" jelas gabriel.
"jadi kemarin yang dateng itu silent night?" tanya calvin dalam hati, "silent night lagi, silent night lagi" tambah calvin dalam hati.
"terus keadaannya gimana?" tanya zayeen.
"bagus nya pas gua temuin masih sadar, terus kata dokter cuma luka ringan" Jawab gabriel.
"kalo yang minggu kemarin?" tanya daniel.
gabriel menjawab dengan menggeleng.
"tadi malam lo lagi ngapain?" tanya zayeen.
"terusin bagiin bantuan yang belum tersalurkan" jawab gabriel "eh pas pulangnya gua nemuin dia ditengah jalan dalam keadaan lemah" tambah gabriel.
"pelakunya siapa?" tanya zayeen lagi.
"sama seperti minggu kemarin, tidak diketahui, bahkan polisi sudah menghentikan investigasinya karena tidak menemukan jalan keluar, terus yang tadi malam, dia juga gak tau siapa mereka" jelas gabriel.
"hmm, serem juga ya" ucap zayeen setelah mendengar penjelasan gabriel.
"yang gua bingung, apa sih motif pelaku ngelakuin itu?" tanya gabriel.
"entahlah, mungkin balas dendam atau emang dia gak suka sama korbannya" daniel memberi pendapat.
"woi vin lo diem aja" sahut gabriel pada calvin yang hanya menyimak.
"kan gua pendengar yang baik ahaha" jawab calvin.
"kapan mau balapan sama gua?" tanya gabriel.
"besok malam, mau?" calvin memberi usul.
"boleh" jawab gabriel.
tiba-tiba saja dosen memasuki kelas mereka pada pukul 07.20.
mereka selesai kelas pada hari senin jam pukul 11 siang, setelah melalui pembelajaran 2 mata kuliah (matkul)
"ke kantin?" tanya daniel, setelah dosen keluar kelas.
"yuk" jawab gabriel kemudian berdiri.
__ADS_1
trenoddd.. baru saja ikut berdiri, hp calvin berbunyi. jeremy menelponnya, calvin menjawab telpon tanpa menjauh, sehingga suara calvin terdengar oleh gabriel, daniel dan zayeen.
percakapan dalam telpon.
"halo Jeremy, kenapa?" calvin.
"lo selesai kelas jam berapa?" tanya jeremy dalam telpon.
"ini baru selesai" calvin.
"calvin gua boleh minta tolong gak?" jeremy.
"apaan?" calvin.
"jadi, gua masih ada kelas lagi nanti, gua baru balik jam 2, nah di rumah gua ada saron, temen gua yang pernah gua ceritain ke lo, terus gua minta tolong, lo tolongin beli kapas sama obat merah, abis itu obatin dia" perjelas jeremy.
"saron kenapa emangnya?" tanya calvin.
"dia dikeroyok katanya semalam, belum tau sama siapa" jeremy.
"lah katanya tony, bodoh, ngapain boong" ucap calvin dalam hati.
"yaudah gua ke rumah lo sekarang" calvin.
"oke, makasih calvin" jeremy kemudian menutup telpon.
"lo kenal saron?" tanya gabriel setelah calvin selesai nelpon.
"iya, temen gua" jawab calvin.
"dia yang gua temuin semalam vin" gabriel memberi tahu.
"lo mau ngapain?" tambah gabriel bertanya.
"ke rumah temen gua jeremy, saron ada di sana" perjelas calvin.
"gua ikut lo" jawab calvin.
"oke" calvin menyetujui,
"enggak, kita ke kantin aja abis itu balik" jawab daniel
"yaudah gua sama gabriel duluan" ucap calvin, lalu melangkah keluar kelas, gabriel ikut dibelakangnya.
setelah membeli yang jeremy minta, calvin dan gabriel ke rumah jeremy.
seperti biasa, calvin menggeser pintu kamar jeremy, dia melihat seseorang tertidur di atas kasur.
"hai" ucap calvin, saat dia melihatnya.
"calvin?" tanya nya kembali.
"iya, jeremy yang kasih tau?" tanya calvin pada saron, karena saron dan calvin belum saling mengenal sebelumnya.
"iya, katanya calvin yang bakal kesini" balas jeremy.
"eh... hmm.... gabriel" saron mencoba mengingat orang yang berada di samping gabriel.
calvin dan gabriel mendekat, berdiri di sisi kasur.
"iya, udah baikan?" tanya gabriel.
"iya, udah enakan dikit" jawab saron.
"kalian saling kenal?" tanya calvin yang sambil melihat ke arah gabriel lalu saron.
"iya, semalam dia yang bawa gua ke rumah sakit sama teman-teman nya" saron memberi tahu.
calvin mengangguk mengerti, lalu duduk di kasur, mendekat ke saron.
"sini biar gua obatin dulu" sahut calvin yang menyiapkan obat-obatan yang telah dibelinya.
calvin menuangkan obat merah pada kapas, lalu di olesi ke bagian yang lebam dan memar.
"aww, pelan-pelan vin" saron mengeluh sakit.
__ADS_1
calvin tidak berbicara, dia meneruskan mengobatinya.
setelah mengobati semua lukanya, calvin membalut beberapa luka yang lebih parah.
"makasih vin" ucap saron setelah selesai.
"sama-sama". jawab calvin.
"tapi kalian tau gak? yang anehnya itu pelaku masa nanya dulu nama gua siapa" saron memberi tahu.
"terus lo jawab apa?" tanya gabriel.
"gua jawabnya tony kayanya, abis itu langsung di serang gua" saron menjelaskan.
"coba aja lo jujur, mungkin keadaannya akan berbeda ahaha" sahut gabriel laku tertawa kecil.
"atau mungkin bakal sama aja" balas saron.
calvin mengambil remot tv, kembali duduk di kasur, lalu menyalakannya dan mengeluarkan hp nya.
"kalian laper gak?" tanya calvin.
"pastinya ahah" jawab saron.
"mau makan apa?" tanya calvin.
"pizza" jawab saron.
"bibir lo bengkak begitu pizza muat?" tanya calvin, yang melihat keadaan bibir saron membengkak.
"lo menghina atau gimana nih?" tanya saron.
"ahaha enggak, yaudah gua pesen yang satu meter, biar puas kalian" ucap calvin.
"kita bertiga yang satu meter, yakin lo?" tanya gabriel.
"ada jeremy nanti" jawab calvin, lalu meletakkan hp nya dan kembali melihat tv.
"ron" panggil calvin, tapi tatapannya masih ke tv.
"kenapa?" tanya saron.
"gua minta maaf ya" ucap calvin.
"maaf buat?" tanya saron, lalu calvin melihat ke arah saron.
"gua pengen ngakak liat bibir lo, kaya abis dicium bebek, ahah" ucap calvin lalu tertawa.
"gab, orang begini enaknya diapain?" tanya saron, tatapannya ke gabriel.
"lempar ke laut aja yuk" jawab gabriel.
"gas ahaha" balas lagi saron.
"yaudah pizza nya gua bawa pulang aja, mayan buat keluarga gua" sahut calvin.
"gak bisa gitu, pesanan gua kan itu ahaha" jawab saron.
calvin tidak menjawab lagi, dia hanya tertawa.
"saron, ceritain dong, kenapa lo bisa dikeroyok" gabriel berbicara.
"itu sih gua lagi jalan pulang.. " saron menceritakan apa yang terjadi pada dirinya tadi malam.
"lo gak inget plat nomor mereka?" tanya gabriel lagi.
"enggak, gua udah panik duluan gab" jawab saron.
"yaudah, saran gua, besok-besok kalo pulang sendiri, lewat jalan yang lebih ramai" gabriel memberi saran.
"iya makasih gab" jawab saron, sedangkan calvin fokus menonton tv.
tak lama bel berbunyi, pizza yang di pesan calvin sampai.
mereka memakan pizza itu.
__ADS_1