
"sa" panggil calvin ketika masuk.
"vin" balas aksa, suaranya tidak selemah sebelumnya.
"udah makan?" tanya calvin.
"minum obat juga udah" jawab aksa.
"udah bisa cerita belum soal kejadian kemarin?" tanya calvin.
"gua mau pulang, tapi pas di jalan itu, lo tau lah vin dimana, mereka cegat gua, mereka narik gua, terus gua disuruh jujur kalo geng motor kita yang membunuh alvian dan yang menyerang saron, semakin gua jawab enggak, semakin mereka nyerang gua, bahkan mereka sampe mencekik gua" aksa bercerita.
"pelakunya siapa?" tanya calvin.
"4 anggota black flower, 2 silent night" jawab aksa.
"silent night?" tanya calvin memastikan.
"iya" jawab aksa.
"tapi bukannya kita gak pernah ada urusan sama mereka?" tanya calvin.
"bisa aja mereka bersekutu vin" sahut norik.
calvin juga tahu bahwa silent night memang sudah berteman dengan black spider dan black flower, tapi dia masih belum percaya jika silent night menyerang, karena saat itu mereka sedang bersama calvin.
"terus vin gua menyadari kedatangan lo, gua dengar suara lo manggil gua, tapi disitu gua bener-bener gak kuat, gua udah gak ngerasain tubuh gua lagi, mata gua udah gak jelas, gua bahkan gak liat jelas muka lo, sampe akhirnya gua gak sadar" tambah aksa.
"maaf gua dateng telat, gua gak tau" ucap calvin.
"iya, dan makasih udah kabarin ke mama gua kalo gua baik-baik aja, gua gak mau buat orang tua gua khawatir" ucap aksa lagi.
"lo tau dari mana?" tanya calvin.
aksa menunjukan hp nya yang ada ditangannya.
"lo chattan sama mami gua, seakan-akan itu ketikan gua, gua tau pasti lo liat dulu ketikan gua sebelumnya" ucap aksa lagi.
"maaf lagi soal itu, gua gak bermaksud baca chattan lo dengan siapapun itu, gua gak akan sebar" jawab calvin lagi.
radit masuk.
"aksa akhirnya lo sadar juga sa" radit melihat aksa.
"iya, berkat doa dan dukungan kalian semua" jawab aksa.
"eh iya sa, malam kan kita ngobrol gitu ya, bercanda lah, lo denger gak?" tanya radit.
"iya, calvin kalian bully kan? ahaha" jawab aksa.
"gua ketawa disitu tapi gak keliatan aja" jawab aksa lagi.
"tenggorokan lo masih sakit?" tanya calvin.
"masih, tapi gak sekaku tadi pagi" jawab aksa.
"tadi dokter bilang gua udah boleh pulang, asal minum obat teratur, banyak istirahat, terus jangan banyak gerak dulu" tambahnya.
"mau pulang atau masih mau dirawat disini?" mikel yang bertanya.
"kalo bisa sih pulang, tapi gua gak mungkin pulang dalam keadaan begini kan" jawab aksa.
"tidur di kamar markas aja atau nginep dulu di rumah andika atau kostan keiza" calvin memberi opsi.
"di markas aja, nanti kalo di kostan keiza, dia pergi gua sendiri lagi" jawab aksa.
"yaudah, kita ke markas ya?" tanya calvin lagi.
"iya, tapi biaya rumah sakit?" tanya aksa.
"gak usah dipikirin, nanti gua yang bayar" jawab calvin.
aksa mengambil hp nya,
__ADS_1
"gua udah tf ke lo vin, maaf kalo belum nutup semuanya, gua gak mau ngebebanin lo" ucap aksa lalu meletakkan hp nya.
"udah gua kirim ya vin" sahut radit.
"bagi nomor rek calvin dong, gua gak punya" sahut leo.
"udah gua kirim grub ya" sahur radit.
"kirim bukti tf gak nih?" tanya leo.
"gak usah, gua inget saldo gua ada berapa" jawab calvin.
"jadi terhura gua ahahaha" ucap calvin.
"hai" andika tiba-tiba masuk.
"kok pada pegang hp semua sih?" tanya andika.
"baca grub" sahut norik.
setelah membaca grub, andika meletakkan hp di telinganya, ia sepertinya menelpon seseorang.
"hallo pa" andika.
...... papa andika.
"jadi gini pa, andika mau bantu temen dika pa, dia abis kecelakaan buat biaya rumah sakit, papa bisa kirimin dika gak pa? berapa aja terserah papa" andika.
....... papa andika.
"oke makasih pa" andika lalu melihat layar hp nya.
"udah gua kirim ke rekening lo vin" andika setelah beberapa saat.
"Kartu BPJS lo mana sa sama KTP sama KK" tanya calvin.
aksa mengambil dompetnya di laci meja sebelahnya dan memberinya ke pada calvin.
"iyalah, biar dapet potongan" jawab calvin.
alvino dan jordan masuk dengan seragam putih abu-abunya.
"eh ada anak SMA, tolong gua foto kopiin ini dong, masing-masing 5 rangkap aja, biar puasa adminnya" ucap calvin pada jordan dan vino yang baru saja masuk.
alvino menerimanya, tanpa berkata apapun dia keluar lagi, jordan ikut dengannya.
"anak orang baru dateng juga vin" sahut keiza.
"makanya itu gua minta ke mereka, karna masih panas, coba lo nih baru pulang, terus langsung duduk atau rebahan, pasti buat bangun lagi males atau alasannya capek, tapi kalo masih capek, belum istirahat masih enak aja buat ngapa-ngapain, ya kan?" jelas calvin.
"iya juga sih ahaha" jawab keiza.
calvin duduk di kursi, lalu membuka hp nya.
"hem hem" calvin pura-pura batuk untuk menarik perhatian.
"masuk 2jt, 1,5 jt, 1jt, 4jt, 800, 700, 800, 600, 500, 1jt, 500, 600, 200, 300, 300, 400, 200, 800, 1 jt, enak nih buat gua jajan ahaha" ucap calvin membaca riwayat saldo yang masuk lalu tertawa.
"heh" ucap semua yang ada disana.
"canda guys, tadinya gua mau pake asuransi kesehatan punya gua, tapi karna kalian berbaik hati, makasih banget, terus kayanya ini lebih, berarti duit gua gak ke pake samsek dong, malah dapet sumbangan gua ahaha" jelas calvin.
"nah lo traktir kita makan aja nanti malam vin, ye gak?" ucap radit.
"boleh banget tuh, sekalian minumnya vin ahaha" tambah andika.
"santai, air putih banyak di markas" jawab calvin.
"yang berasa-rasa lah" ucap mikel.
"air got nanti gua kasih ahaha" jawab calvin.
"makasih banget guys" ucap aksa.
__ADS_1
"sama-sama sa, kita disini bareng-bareng" jawab radit.
alvino dan jordan masuk lagi, memberi calvin berkas-berkas itu.
"anak-anak yang baik, makasih" ucap calvin dan mengacak-acak rambut vino dan jordan.
"dah kalian istirahat, yang lain beresin barang-barang aksa, gua mau ngurus administrasi dulu" ucap calvin lalu berdiri dan keluar.
setelah cukup lama, calvin kembali.
"ini surat-suratnya tolong simpen dong, ini sekalian obat-obatan nya" calvin menyodorkan sebuah map kertas berisi berkas-berkas dan plastik berisi obat-obatan, radit mengambil dan memasukkannya ke dalam tas aksa.
"jordan, vino, kalian kesini satu motor apa sendiri-sendiri?" tanya calvin.
"berdua pake motor jordan" balas vino.
"kunci motor lo mana dik?" tanya calvin pada andika.
"buat apaan?" tanya andika.
"udah sini" calvin menadah tangan meminta kunci motor andika, andika memberinya.
"vino, tolong bawa motor andika ke markas, andika sama gua" calvin memberi kunci motor itu pada vino, vino menerimanya.
"aksa naik mobil aja biar gak keanginan dulu, yang berdua lagi siapa, 1 orang temenin aksa" ucap calvin lagi, sambil melihat layar hp nya.
"gua aja yang temenin aksa, tadi gua kesini bareng sama mikel" sahut leo.
"oke, kita turun sekarang, mobil nya udah gua pesen" ucap calvin. aksa masih duduk di kursi roda, norik yang mendorongnya.
sesampainya dibawah mereka menunggu hingga aksa masuk mobil dan menuju markas terlebih dahulu baru diikuti yang lainnya dengan motor.
"vin lo ngajak gua bareng lo kenapa?" tanya andika saat diparkiran mengambil motor calvin.
"kita ke markas silent night dulu" jawab calvin, andika naik ke motor calvin.
saat di gerbang rumah sakit calvin berhenti, mengambil hp nya dan menelpon gabriel.
"gab lo dimana?" calvin.
"di taman sotoi" gabriel.
"gua mau ngambil motor aksa, gimana?" tanya calvin.
"di markas ada dony, coba lo minta aja nanti, kuncinya ada di laci meja coklat, dia juga tau" gabriel memberi tahu.
"yaudah gua mau ambil ya, makasih" ucap calvin, lalu menutup telponnya, lalu meneruskan perjalanan menuju markas silent night.
"vin, lo denger gak tadi? yang nyerang aksa? silent night ada 2 orang" ucap andika saat di dalam perjalanan.
"iya, tapi gua nemuin aksa, saat gua sedang sama anggota silent night bahkan ada gabriel, kenzie, wildan" calvin memberi tahu.
"mungkin anggota mereka yang lainnya vin, yang gak ikut lo" andika memberi pendapat.
"mungkin, nanti gua cari tau lagi" jawab calvin. andika tidak menanggapi apapun lagi, hingga akhirnya mereka sampai di markas geng motor silent night.
calvin masuk bersama andika, markasnya terlihat sepi,
"permisi" ucap calvin dari luar bangunan hingga dua anggota silent night yang belum dikenalnya keluar.
"maaf, gua temennya gabriel, mau minta kunci motor buat motor itu" ucap calvin pada mereka lalu menunjuk sebuah motor milik aksa.
"sebentar" ucap salah satu dari mereka lalu masuk.
"gabriel nya lagi kemana?" tanya calvin pada seorang yang tidak masuk.
"ke taman asoi, biasa tempat kumpul kita" jawab seorang itu.
"ini bukan?" tanya nya setelah keluar, menunjukkan sebuah kunci.
"iya itu" jawab calvin dan mengambil kuncinya.
"makasih, kita pamit dulu" ucap calvin lagi, memberi kunci itu pada andika, andika membawa motor aksa, mereka pergi ke markas satria kenanga
__ADS_1