
keesokkan paginya, satria kenanga bergotong-royong membersihkan markas mereka dan memasukkan semua tanah ke dalam karung. setelah selesai, calvin pergi mandi lalu ingin keluar markas tanpa jaket satria kenanga, dari dalam ia melangkah ke arah motornya melewati teras.
"vin, mau kemana?" tanya radit yang sedang duduk berkumpul bersama yang lain di kursi-kursi teras.
"nyari info" balas calvin berhenti menengokkan wajahnya ke radit sesaat dan kembali melangkah ke motornya lalu menaikinya.
"ke markas silent night?" tanya radit. calvin hanya mengangguk lalu menyalakan mesin motornya dan pergi keluar.
ditengah perjalanan calvin berhenti di pinggir jalan untuk menelpon gabriel.
"gab lo dimana sekarang?" calvin memulai pembicaraan.
"di markas, kenapa?"
"gua pengen ngomong sebentar sama lo, bisa?"
"urusan apa nih? geng motor atau yang lain?"
"gua mau tanya sesuatu, kita ketemu lagi di siv sekarang, gua tunggu" ucap calvin langsung mematikan telponnya tanpa menunggu balasan dari gabriel lagi, sekarang dia melanjutkan perjalanan menuju siv.
sesampainya di sana ia memesan sebuah kopi, lalu duduk di sebuah kursi dengan meja melingkar.
tak lama setelah pesanan calvin datang, gabriel bersama wildan dan kenzie duduk bergabung.
"gak mesen dulu?" tanya calvin saat mereka duduk.
"mau apa kalian?" tanya kenzie.
gabriel dan wildan menyebutkan pesanannya kepada kenzie, kenzie pergi memesan.
"ada apa vin?" tanya gabriel.
"santai dulu aja" jawab calvin dan meneguk kopinya.
"kalo lo mau nanyain bukti, maaf vin, kita belum dapat buktinya" sahut wildan lalu kenzie kembali.
calvin langsung menatap wildan dalam.
"apa yang geng lo lakukan kemarin sore sampai malam?" tanya calvin.
"kemarin sore kita ngurusin urusan masing-masing, pas malam kita cuma muter-muter jalanan sebentar dan gak jauh, abis itu balik ke rumah masing-masing" wildan menjelaskan, wildan dan calvin masih saling bertatapan.
"sebenernya ada apa sih vin?" tanya gabriel,
"gapapa" calvin menjawabnya dengan tenang dan kembali meneguk kopinya, lalu pesanan mereka bertiga datang " makasih" ucap kenzie pada pelayan, pelayan kembali.
"oiya, kalian tau tentang kabar black flower atau black spider?".
"enggak, kita udah lama gak berurusan sama mereka" jawab kenzie.
"terakhir pas kita tahu cakra meninggal doang kan tuh" tambah gabriel.
"pasti lo bertanya-tanya kenapa black flower atau black spider tidak balas dendam atas kematian cakra" sahut wildan.
"kenapa emangnya?" tanya calvin.
"terakhir yang gua denger dari saron, kalo black spider sudah memutuskan hubungannya dengan black spider" jawab wildan.
"jadi yang dibilang radit bener" calvin dalam hati dan melanjutkan bertanya "kenapa?".
"gua juga gak tau kenapa, padahal mereka sudah lumayan dekat dan kenapa dengan mudahnya memutuskan hubungan begitu saja, bahkan saron juga gak tau" wildan menjelaskan.
calvin tetap santai dan tenang, tetapi juga berpikir jika bukan silent night maka siapa yang melakukan itu? bahkan jika sedang terjadi permasalahan antara black flower dan black spider. selain itu, semua bukti mengarah ke silent night dengan identitas jaket nya?.
"btw saron kemana?" tanya calvin.
"kurang tau, biasalah siang-siang pada ngurusin urusan pribadi" jawab gabriel.
"lo doang yang gak punya urusan ya gab ahaha" calvin mulai bercanda.
__ADS_1
"gak sadar diri, kayanya tiap hari lo gitu-gitu aja, ngiter gak jelas ahaha" balas gabriel.
"calvin anak.. " wildan ingin berbicara, tapi calvin memotong ucapannya "hemmm" dengan berpura-pura batuk. calvin menatap tajam sesaat ke arah wildan.
"kenapa dan?" tanya gabriel.
"gapapa, anak ayam lo kan dia ahaha" sahut wildan.
"iyaya, btw udah lama lo vin gak ke markas kita".
"lain kali gua mampir lagi" balas calvin senyum lalu meminum kopinya sampai habis.
"satria kenanga gimana vin?" tanya kenzie.
"gak gimana gimana ahaha" balas calvin.
"jadi mereka mau balas dendam ke kita atas kejadian yang kemarin lo bilang?" tanya kenzie lagi.
"gua minta waktu 3 hari buat kalian, dan mereka menyanggupi itu, untuk 3 hari kedepannya, gua gak tau lagi" jawab calvin.
"oke, makasih vin setidaknya udah beri kita waktu, kita juga lagi berusaha siapa yang ngelakuin ini atas nama kita, tapi masih nihil" sahut gabriel.
"yaudah kalo gitu gua duluan ya, masih ada urusan lagi" ucap calvin.
"iya hati-hati vin" jawab gabriel, wildan dan kenzie. calvin mengangguk, menggenggam kunci motornya, berdiri dan melangkah keluar.
saat duduk diatas motornya ia menelpon saron.
"halo ron, lo dimana sekarang?".
"di rumah jeremy".
"gak asik lo ah, gak ngajak-ngajak".
"yaudah sini apa".
"oke gua kesana sekarang ya".
calvin mematikan telponnya dan berangkat ke rumah jeremy, sesampainya disana seperti biasa mereka menempati kamar jeremy.
"vin yang lo bilang ke gabriel tentang markas satria kenanga itu udah ketauan siapa pelakunya? karna gua sendiri gak merasa ngelakuin hal itu" tanya saron dahulu yang calvin baru saja duduk di lantai dan bersandar pada kasur di belakangnya.
"belum" jawab calvin singkat.
"jeremy, lo bisa mastiin video cctv itu editan atau asli kan?" tanya saron pada jeremy.
"iya bisa, kenapa?" jawab jeremy yang membuat tatapannya ke arah saron yang sebelumnya ke televisi.
"bisa tolong cek in video cctv ini gak?" tanya saron dan melanjutkan menyentuh bahu calvin "kirim vin videonya ke saron, biar dia cek".
"iya-iya" calvin mengeluarkan hp nya dan mengirim video itu.
saron mengubah televisi nya menjadi layar komputer, dia segera melihat video rekaman cctv itu, apakah ada editan atau tidak.
"video ini asli, tanpa rekayasa" ucap jeremy setelah beberapa saat.
"asli? tapi itu jaket silent night, dan kita juga gak ngerasa lakuin itu dah" saron bertanya-tanya.
calvin bingung harus menanggapi apa.
"vin kok lo diem aja sih?" tanya saron memukul bahu calvin
"ya gua juga gak tau ron" jawab calvin.
"haduh.." sahut saron.
jeremy kembali merubah layarnya ke televisi.
mereka hanya menonton tv sampai datang jam 7 malam, setelah makan malam.
__ADS_1
"eh gua keluar dulu ya" ucap calvin, beberapa menit setelah makan malam.
"smp lo, selesai makan pulang.
"ehehe, masih ada urusan lagi gua" jawab calvin.
"yaudah yuk bareng, gua juga mau ke markas ahaha" saron berdiri dan mengambil jaketnya dari gantungan di dekat pintu.
"gak usah komen kalo gitu" balas calvin "jer, makasih banyak ya, kita pamit dulu".
"iya sama-sama, hati-hati kalian" jawab jeremy lalu kembali melihat layar televisi.
calvin dan saron keluar, mereka menuju markas masing-masing.
"gimana vin? dapat info apa aja?" tanya radit pada calvin yang baru saja duduk bergabung.
"nihil" jawaban singkat calvin.
"kita susun rencana sekarang?" tanya leo, dari matanya dia terlihat sudah tidak tahan ingin membalaskan dendam.
"iya, tapi gua napes dulu".
"oke" sahut radit.
calvin mengeluarkan dan sibuk dengan hp nya untuk beberapa saat, sedang teman-temannya yang lain saling mengobrol satu sama lain.
setelah cukup lama, calvin meletakkan hp nya di atas meja.
"butuh kertas vin?" tanya keiza yang menyadari itu, mungkin calvin ingin memulai rencananya, tapi calvin menggeleng sebagai jawaban. seketika menjadi hening.
"kenapa? kok pada diem?" tanya calvin.
"lo mau buat rencana kan?" tanya radit.
"diluar ada berapa karung tanah?" tanya calvin, karung-karung itu berisi tanah yang mereka bersihkan dari markas.
"3" jawab keiza.
"kalian tau markas silent night dimana kan?" tanya calvin melihat semua teman-temannya.
"tau" beberapa menjawab, beberapa lainnya hanya mengangguk.
"kita 23 anggota ya, berarti ada 13 motor" ucap lagi calvin "untuk besok kita saling berboncengan, 3 motor membawa 1 karung itu tanah ke markas silent night, 3 motor lainnya ikut mereka menebarkan tanah itu, jangan lupa karung nya di bawa balik,..".
"kok karungnya dibawa balik buat apaan?" jordan memotong ucapan calvin.
"bisa gak kalo gua lagi ngomong jangan di potong, dengerin dulu sampe selesai" jawab calvin, jordan terdiam, calvin meneruskan ucapannya.
"jadi tadi kita saling berboncengan, walau ada yang single 1 ya karena kita ganjil, 3 motor bawa 1 karung, 5 motor lainnya ikut yang membawa karung tadi untuk menebar itu tanah di markas mereka, lakukan secepat mungkin, 1 motor jaga di depan markas, 1 motor juga masing-masing jaga di ujung jalan timur, barat, dan utara, dan gua sendiri yang akan cek sekeliling" calvin menjelaskan rencananya.
"karung gak jadi dibawa balik?" tanya jordan lagi, calvin menaikan salah satu alisnya beberapa saat sebelum menjawab.
"tetap dibawa balik, hanya untuk tidak meninggalkan apapun disana selain tanah, dan jangan lupa, jangan gunakan jaket satria kenanga dan tatap gunakan helm".
"untuk yang menjaga, jika kalian melihat ada anggota silent night yang mendekat, segera hubungi yang ada di markas, 1 orang sebagai koordinasi dari 16 orang, sisanya menebar tanah, dan segera menjauh jika ada yang mendekat, juga yang ada di beberapa titik jaga" tambahnya.
"koordinasi ada di gua, hubungi gua kalo ada anggota mereka yang mendekat" ucap radit, saat itu juga mereka membagikan tugas kepada tiap anggota.
"besok kumpul di sini jam 7 malam" ucap calvin sebagai akhir dari rencana untuk esok.
"baru kali ini doang ya vin, ketua penyerangan dan ahli strategi bener-bener ada job, biasanya gak ada kerjaan ahaha" sahut andika.
"makanya, pas di isi sama gua doang nih, sebelum-sebelumnya kagak ada" jawab calvin.
"udah ah gua mau istirahat, gua duluan ya" calvin berdiri dan ingin melangkah namun tertahan oleh pertanyaan dari leo.
"buru-buru banget vin?".
"lelah, hari ini aku lelah" jawab calvin alay, dia melanjutkan melangkah ke motornya. beberapa teman-temannya ada yang bingung melihat tingkatnya, ada juga yang tertawa.
__ADS_1
calvin keluar markas ke arah rumah zayeen, disana berkumpul dengan gabriel dan juga daniel, mereka membicarakan itu di chat sebelumnya saat calvin memegang hp, sebelum membuat rencana.