To The Night Street

To The Night Street
keras kepala


__ADS_3

"abis kasih tau satria kenanga tentang rencana penyerangan itu?" tanya saron ketika baru saja masuk kamar jeremy.


"maaf" ucap calvin lalu duduk.


"gak, lo gak salah" jawab saron kemudian mengeluarkan hp nya.


"mau ngapain?" tanya calvin.


saron menelpon andra, dan memperbesar suaranya agar calvin bisa mendengar, jeremy sibuk dengan komputernya.


"kenapa ron?" andra.


"keknya ada salah paham dra" saron.


"salah paham gimana?" andra.


"lo kenal calvin kan?" tanya andra.


"iya, temen lo itu kan" andra.


"iya, calvin kemarin sempet hampir diserang sama black flower ndra, sampai akhirnya silent night belain calvin, black flower gak terima hingga kemarin black flower yang nyerang silent night, terus emang kebetulan satria kenanga lewat, jadi dia bantu silent night" saron memberi tahu.


"kenapa satria kenanga bantu silent night? berarti bener dong kata cakra kalo mereka sekarang sekongkol" andra.


"karena silent night tidak memusuhi satria kenanga, kenzie juga pernah bilang emang susah buat komunikasi ke satria kenanga" jelas saron.


"intinya sekarang mereka bersekutu kan?" andra.


"tapi, ada baiknya kita gak ikut urusan black flower untuk menyerang satria kenanga, karena dari satria kenanga sendiri tidak ada lagi penyerangan ke kita" saron.


"lo sendiri udah pernah diserang sama mereka ron" andra.


"iya, tapi udah cukup ketika kemarin kalian menyerang balik, gua udah maafin, sekarang saatnya kita menarik diri, apalagi rencana yang kita pakai hampir sama dengan yang calvin rencanain dan itu berjalan lancar, lo juga tau calvin berteman dengan satria kenanga, kemarin lo yang minta, tapi sekarang lo yang khianati dia" saron lagi.


saat percakapan terjadi sering kali calvin melihat ke arah mata saron, sedangkan saron melihat ke arah lain.


"gini aja ron, kalo lo gak mau berurusan sama satria kenanga, lo gak usah ikut besok, lo diem-diem aja" andra.


"lo bahayain anggota lo sendiri dra, coba berpikir bermain aman seperti wildan" sahut saron.


"jangan samain gua sama wildan, untuk besok terserah lo mau ikut atau enggak, gua gak maksa, udah dulu ron" andra lalu mematikan telponnya.


"aduh... gua harus apa?" tanya saron pada diri sendiri.


"vin menurut lo gua harus apa? lo denger sendiri kan alfandra keras kepala" seru saron menatap calvin.


"ikuti kata hati lo ron" jawab calvin.


"gua pengen mereka gak kenapa-kenapa, tapi mereka yang cari masalah, vin lo kasih tau rencana lo sebelumnya yang lo kasih ke gua?" tanya saron lagi.


"iya" jawab calvin singkat.


"duh .. kan apalagi mereka udah tau rencana duluan, pasti mudah untuk ngelawan rencana yang udah diketahui" ucap saron lagi.


"gini aja ron, jumlah satria kenanga ada 20, sedangkan gabungan geng lo sama black flower lebih dari 30, saran gua lo gak usah nyerang mereka" calvin memberi saran.


"terus gua diem aja gitu?, kalo mereka yang nyerang gua gimana?" tanya saron.


"lo mikir aja, kalo semua temen lo maju aja nih, satria kenanga pasti sibuk ngurusin geng lo sama black flower karena jumlah mereka lebih banyak, terus ngapain juga satria kenanga nyerang lo sedangkan yang lain belum tentu bisa diatasi" jelas calvin.


"lagian ron, kalo emang ada yang berkesempatan nyerang lo, lo bisa menghindar atau ngelawan balik" tambah calvin.


"ada bener nya juga sih lo vin" saron sambil berpikir.

__ADS_1


"eh kalian berdua ngomongin apa sih?" jeremy berbicara.


"bukan apa-apa jer, lo terusin aja kerjaan lo" sahut saron.


"tapi lo tau rencana satria kenanga selanjutnya apa?" tanya saron lagi pada calvin.


"hmm, belum" jawab calvin.


"yaudah, nanti gua coba ikutin saran lo" ucap saron.


"btw maaf ya nih ron ya gua nanya begini, tadi lo bilang lo suka cara wildan yang bermain aman, terus lo gak ada niat buat pindah geng motor?" tanya calvin.


"sebenernya gua pengen, tapi gua gak mungkin ninggalin temen-teman gua begitu aja, apalagi keadaannya lagi begini, emang sih jujur gua suka sama cara berpikirnya wildan dalam menyelesaikan masalah, tenang, berkepala dingin, beh mantap banget pokoknya" jawab saron.


"gua akuin kesetiakawanan lo luar biasa dan cerdas" calvin menepuk bahu saron dua kali lalu naik ke kasur.


jeremy mengganti menyalakan mengganti layar komputer dengan tv.


"film horor dong, malam-malam gini seru nih" ucap calvin tengkurap di atas kasur.


"vin, gua mutilasi meninggoy lo" sahut jeremy.


"anjir psikopat, serem oy, dah ah gua mau tidur" calvin mengambil posisi untuk tidur.


"kita lihat besok lo masih bisa liat mentari pagi gak" sahut jeremy lagi.


"eh ngeri omongan lo jer anjir, jangan main-main lo" balas calvin.


"ahaha canda vin, udah tidur-tidur" balas jeremy setengah tertawa.


"yang satu takut hantu alias parnoan, yang satu lagi ngeri an sama benda tajam, hadeh" sahut saron.


"yang barusan ngomong banyak bekicot alias bacot" sahut calvin dengan mata terpejam.


"vin ada yang nelpon nih,, karina, anjay pacar lo ya" saron memberi tahu karena hp calvin masih di dekat saron.


"eh belum tidur dia jam segini" calvin menghampiri saron lalu tengkurap lagi dan mengambil hp nya untuk mengangkat telpon.


"hallo, kamu belum tidur?" calvin.


"belum, nungguin kabar dari kamu aku tuh" karina.


"aku gapapa kok, yaudah sekarang tidur ya, udah malam" calvin.


"aku mau ngobrol dulu sama kamu, aku kangen" karina.


"sama, udah makan?" calvin.


"udah" karina.


"lagi dimana?" calvin.


"di rumah" karina.


"iya, dikamar atau di ruang tamu" calvin.


"di kamar" karina.


"ada apa aja?" calvin


"ya kasur, lemari, kenapa?" karina.


"kirain hati aku ketinggalan sama kamu" calvin.

__ADS_1


jeremy dan saron pura-pura batuk mendengar itu.


"bisa gombal juga lo vin" sahut jeremy.


"ihh, bisa aja kamu" karina.


"bisa dong, apa sih yang enggak buat kamu" calvin.


"waktu kamu" karina.


calvin menarik napas.


"kan hampir setiap malam udah telponan, yaudah besok kita jalan ya" calvin.


"boleh, kebetulan besok aku gak kemana-mana" karina.


"iya, makanya main ke ruang hati aku aja" calvin. lagi-lagi jeremy dan saron seperti jijik mendengarnya.


"iri aja para jomblo" sahut calvin di antara telinga jeremy dan saron.


"ih kamu, terus tadi kamu bicara sama siapa? siapa yang jomblo?" karina.


"ini temen aku" calvin.


"oh gitu" karina.


"iya, ku tebak pasti sekarang kamu lagi diatas kasur" calvin.


"salah, aku lagi di..." karina.


"biar aku yang jawab" calvin memotong ucapan karina "pasti lagi masuk di dunia ku kan".


"ihh kamu… gombal mulu" karina, calvin tertawa .


"yang penting kamu senang" calvin.


"iya, aku seneng setiap ngobrol sama kamu, deket sama kamu, pokoknya seneng" karina.


"ahaha, btw dikit lagi jam 1" calvin.


"terus?" karina.


"iya, aku mau kamu tidur karena cuma kamu satu-satu nya yang ada di hati aku" calvin.


"sumpah pengen muntah gua dengernya" sahut saron.


"gak nyangka gua calvin bisa begini" tambah jeremy.


"yaudah aku tidur, sebelum jam 2, karena aku gak mau kamu memiliki yang ke 2" karina, calvin tertawa.


"bisa aja kamu, yaudah tidur, mimpi indah beb" calvin.


"iya, kamu juga tidur" karina.


"iya" calvin, karina mematikan telpon, calvin meletakkan hp nya di atas meja.


"vin, lo belajar gombal dari mana sih?" tanya jeremy.


"nyari topik gak gampang boss ahaha" jawab calvin lalu tertawa.


"udah yuk, tidur… ngantuk" saron ikut naik ke kasur.


jeremy ikut naik ke kasur, mereka menonton tv sambil rebahan di kasur, hingga calvin pulas yang paling dahulu.

__ADS_1


__ADS_2