
setelah mengantar karina ke cafe pelangi, calvin langsung berjalan pulang ke rumahnya.
sesampai di rumahnya, di ruang tamu, calvin melihat papanya juga 2 orang lelaki yang sedang duduk berhadapan dengan papanya, calvin bersalaman dengan papanya tanpa melihat wajah kedua orang tersebut yang membelakanginya.
"akhirnya sampai juga kamu" sapa papanya calvin saat masuk, calvin bersalaman dengan papanya.
"oiya, kenalin ini temen papa" ucap papa calvin membuatnya duduk di samping papanya dan melihat kedua lelaki tersebut.
"wildan" sapa calvin yang melihatnya bingung.
"lah calvin" sapa lagi wildan.
"lo ngapain disini?" tanya calvin.
"temenin ayah gua, lo sendiri?" balas wildan.
"ini rumah gua" jawab calvin.
"kalian saling kenal?" tanya papa calvin.
"temen calvin pa, satu kampus" jawab calvin melihat papanya.
"bagus kalo kalian udah saling kenal, oiya ini pak andre, ayahnya wildan" papa calvin memperkenalkan ayahnya wildan.
"pak, saya calvin" calvin bersalaman dengan ayah wildan
"sekarang kita makan siang dulu aja ya, sudah lama menunggu" ucap papa calvin ramah.
tring.. hp wildan berbunyi, ia mengeluarkan hp nya.
"bentar om, saya angkat telpon dulu" ucap wildan, papa calvin mengangguk, ia pergi keluar untuk mengangkat telpon, tak lama kembali.
"ayo kita ke dapur" papa calvin berdiri saat melihat wildan masuk kembali, semuanya berdiri melangkah ke dapur.
"ma" sapa calvin pada mamanya yang sedang merapikan meja makan.
"eh calvin sudah pulang" balas nya dan bersalaman dengan calvin.
"silahkan duduk, kenalin ini istri saya, carolina, cantik ya" papa calvin mengelus rambut istrinya yang sudah duduk di sebuah bangku, papa calvin juga duduk, begitu juga yang lain.
"papa bisa aja" mama calvin menyauti.
"papa sama pak andre kenal dari mana?" tanya calvin sambil menunggu giliran menyendok nasi.
"temen SMA kami sayang" papa calvin yang menjawabnya, calvin membalasnya dengan anggukkan, mengisyaratkan bahwa ia mengerti.
"kamu deket sama wildan?" tanya papa calvin.
"iya" calvin singkat lalu mengambil nasi nya.
"silahkan dinikmati, maaf kalo kurang enak atau kurang banyak" ucap mama calvin.
"makasih banyak, ini malah ngerepotin" sahut ayah wildan.
"enggak ngerepotin, kita malah senang ada tamu" jawab papa calvin.
"harrold sama austin kemana?" tanya calvin.
"mereka di rumah nenek" mama calvin menjawabnya, calvin mengangguk.
__ADS_1
tak lama calvin selesai makan, lalu berdiri dan ingin melangkah.
"calvin kamu mau kemana?" tanya papa calvin, yang membuat langkahnya terhenti.
"kamar" calvin jawab singkat.
"papa masih mau berbicara sama kamu" balas pala calvin lagi.
"calvin naro tas dulu ya, sama mau charge hp" ucap calvin lagi dan langsung melangkah ke ruang tengah dimana tangga berada.
"jangan lama-lama ya" ucap papa nya, ia tidak menjawabnya, meneruskan langkahnya untuk ke ruang tengah.
saat calvin turun, mereka sudah kembali ke ruang tamu, dia duduk samping papanya.
"calvin, kamu bulan januari ini libur kuliah kan?" tanya papa setelah calvin duduk.
"iya pa, kenapa?" tanya calvin melihat papanya bingung.
"selama sebulan ini, kamu disini aja ya, gak perlu ngekost, kamu temenin papa jalanin bisnis keluarga, dan pak andri ini akan menjadi mitra kita" jawab papa, calvin sedikit kaget mendengar hal itu.
"tapi calvin gak ngerti bisnis, jadi papa aja ya sama harrold" calvin berusaha menolak dengan halus.
"makanya kamu latihan sekarang, setelah kamu lulus kuliah kan kamu bisa bantu papa" balas papa calvin.
"pa, calvin mau jadi dokter, untuk apa calvin ngambil jurusan kedokteran kalo ujung-ujungnya buat bantuin papa, harrold aja yang bantuin ya pa, kan harrold juga mau bantuin papa" balas calvin dengan nada yang sedikit berbeda.
"iya, tapi kalian akan dapat bagiannya masing-masing" balas papa calvin tegas "maaf ya pak andre, anak saya calvin memang susah untuk dimintai tolong" tambahnya melihat ke pak andre, sedang calvin tidak mendapat kesempatan untuk menjawab hal itu lagi.
"iya gapapa pak, jadi masalah bisnis yang tadi saya ajukan gimana?" tanya pak andre. usaha yang dilakukan ayahnya wildan adalah produsen berbagai obat-obatan, sedangkan ayahnya calvin salah satu perusahaan distributor ternama.
"iya untuk itu, bapak boleh siapkan proposal produk dan berbagai surat-suratnya juga bawa beberapa sampel produk, setelah semua siap, kita bisa atur pertemuan rapat yang lebih formal di kantor saya atau mungkin di kantor bapak" jawab papa calvin, calvin bersandar pada sofa.
"baik pak terima kasih, akan saya usahakan secepat mungkin" balas ayah wildan.
"iya pak, terima kasih banyak telah ingin bekerja sama dengan perusahaan kami" ucap ayah wildan.
"tak usah sungkan pak, apalagi anak-anak kita juga saling berteman baik" balas papa calvin, wildan dan calvin saling melirik satu sama lain cukup lama.
"calvin nanti kamu ikut papa di rapat yang akan datang ya" papa calvin berkata membuat tatapan calvin ke arahnya.
"kalo calvin lagi luang ya pa" balas calvin.
"kamu yang harus luangin waktu, untuk waktunya papa akan beri tahu kamu, dan mulai besok kamu ikut papa ke kantor" balas papa calvin.
"berapa kali calvin harus bilang pa, calvin mohon jangan paksa calvin, papa silahkan mau bekerja sama dengan pak andre, atau dengan siapapun itu, tapi calvin juga masih ada urusan lain" balas calvin sedikit terbawa emosi.
"urusan apa? kuliah kamu kan juga lagi libur" balas papa calvin.
"calvin kamar dulu pa" calvin berdiri dan ingin melangkah, tapi seketika tangannya dipegang oleh papanya.
"duduk dulu, papa belum selesai" ucap papanya, calvin duduk lagi dan melepas genggamannya.
"calvin masih 18 tahun pa dan masih kuliah, calvin belum mau berurusan dengan urusan papa, mungkin nanti" ucap nya berusaha tenang setelah duduk kembali.
papa calvin mengambil napas.
"tapi kamu masih inget kan janji kamu sebelum masuk jurusan kedokteran" tanya papa calvin.
"selain jadi dokter, calvin juga akan berkontribusi di bisnis dan membantu papa melanjutkan bisnis" calvin mengulang janjinya yang telah dibuat sebelumnya.
__ADS_1
"bagus, kalo emang kamu belum bisa sekarang, oke, papa gak akan paksa kamu lagi, tapi kamu juga harus tepati janji kamu" balas papa calvin.
"calvin bukan orang yang suka mengingkari janji pa" jawabnya.
"padahal sebenernya gua buat nih janji juga karena terpaksa, kalo gak gini gak akan diizinin masuk kedokteran, walaupun gua maksa, papa gak bakal mau bayar biaya kuliah gua" calvin dalam hati.
"iya, papa percayakan pada kamu".
"maaf ya pak andre, jadi... ini" papa calvin.
"iya gapapa, anak saya wildan tadinya juga gak mau masuk farmasi, tapi setelah diajak komunikasi pelan-pelan akhirnya mau juga" balas pak andre.
"ternyata wildan mengalami hal yang sama kaya gua, tapi bedanya dia bisa merubah pilihannya dengan mudah, sedangkan gua tetap pada keinginan gua, dan setau gua wildan juga bijak dalam menyelesaikan masalah, tapi malah mengalah, entahlah urusan dia" pikir calvin tanpa mengucapkannya. sementara calvin berpikir seperti itu, papa nya dan ayah wildan juga masih slaing berbicara.
"om, saya boleh berbicara sama calvin didepan sebentar" wildan berbicara.
"oh iya silahkan" jawab papa calvin, wildan berdiri, calvin mengikutinya ke luar dan duduk.
"jadi sepertinya ada yang mempunyai masalah yang sama dengan gua" ucap calvin saat duduk.
"gua ngajak lo kesini bukan mau ngomongin hal itu vin" balas wildan.
"tapi gua mau nanya tentang masalah markas satria kenanga"
"gua juga males bahas ini disini, tapi gua udah kasih tau semuanya ke kenzie" balas calvin.
"gua boleh liat videonya?". wildan menanyakan itu karena video itu tidak dikirim oleh calvin.
"gua ngambil hp dulu bentar" calvin masuk ke dalam, tak lama kembali keluar dengan hp nya menunjukkan video itu.
"gua gak pernah rencanain ini vin, apalagi ngelakuin itu" respon wildan setelah melihat video.
"lo bisa membantah, asalkan lo bisa lawan bukti ini, kalo lo juga gak punya, gua juga gak tau harus bilang apa ke satria kenanga, mereka bener-bener marah" jawab calvin.
"tapi kan lo tau vin, di markas kita ada banyak bahan makanan, kalo misalnya satria kenanga emang balas dendam gimana? tentu itu juga akan kena, dan itu juga buat dikasih ke yang membutuhkan" balas wildan.
"gua gak tau dan gua gak mau ikut campur urusan kalian, gua kasih tau ini ke kalian karena gua gak mau perpecahan diantara kalian terjadi, tapi jika kalian juga gak punya bukti lagi, gua bisa bilang apa? lo udah liat sendiri kan rekaman CCTV nya? gimana cara mencegah mereka? gua juga gak bisa" balas calvin.
"oke, kalo emang dalam 3 hari gua gak bisa cari bukti lain kalo geng gua bukan pelakunya, mungkin gua akan pindahin barang-barang itu dulu, dan sesuai perkataan kenzie, kalian boleh melakukan seperti apa yang terjadi di markas satria kenanga" balas wildan.
"oke, intinya gua udah kasih tau kalian, dan gua harap kalian jangan pernah bicarakan ini ke anggota satria kenanga yang lain".
"oke, btw lo nolak permintaan papa lo vin?" tanya wildan.
"gua gak mau bahas ini, mending kita masuk" calvin melangkah masuk kembali ke ruang tamu, begitu juga wildan.
"abis ngomong apa kalian? kayanya seru" ucap pak andre.
"masalah kampus doang om" calvin yang langsung menjawabnya.
"oh gitu, bagus ya kalo kalian akrab ya" balas pak andre.
"oiya pak, kalo gitu kita izin pamit dulu ya, udah sore" tambah nya.
"oiya pak, makasih ya udah mau bertamu" jawab papa calvin.
"seharusnya saya yang berterima kasih, maaf juga ngerepotin" pak andre berdiri diikuti wildan.
"gak usah segan-segan pak" papa calvin ikut berdiri juga calvin.
__ADS_1
"kalo gitu kita pamit" pak andre berjabat tangan dengan papa calvin juga calvin, dan wildan mengikuti pak andre.
mereka keluar rumah calvin, papa calvin dan calvin mengantarnya sampai depan rumah, memerhatikan mereka yang masuk ke mobilnya lalu keluar gerbang. papa dan calvin masuk kembali di dalam rumah, calvin langsung ke kamarnya.