To The Night Street

To The Night Street
pertemuan


__ADS_3

jam 3 kurang jeremy sampai di rumah nya.


"wih ada pizza" ucap jeremy saat memasuki kamar, dia membuka tutup pizza, mengambil 1 potong dan memakannya.


"laper kali, pulang-pulang langsung makan" ucap calvin melihat tingkah laku jeremy.


"banget" jawab jeremy, walau kurang jelas karena mulutnya terisi makanan.


"eh ini siapa?" tanya jeremy yang melihat gabriel, setelah menelan pizza yang ada di mulutnya.


"gabriel temen gua" jawab calvin.


"jeremy" jeremy memperkenalkan diri, kemudian mereka berjabat tangan.


"jadi, geng motor gabriel yang nolong gua semalam jer, mereka juga yang bawa gua ke rumah sakit" saron memberi tahu jeremy.


"kalo gitu makasih" ucap jeremy pada gabriel.


"dengan senang hati" jawab gabriel.


"vin, makasih juga udah mau kesini, beliin pizza juga lagi, ahah" sahut jeremy sambil menepuk pundak calvin yang sedang melihat tv.


"santai jer, kaya gak biasa aja lo" jawab calvin.


"di traktir mulu gua sama calvin, jadi enak kan ahaha" balas jeremy lagi kemudian tertawa.


"ahaha duit dari ortu, sebenernya buat kost, tapi kan nyatanya gua tidur sana sini ahaha" calvin memberi tahu.


"pantesan duit kost beda, duit jajan beda" balas jeremy lagi.


"rumah lo jauh vin?" tanya gabriel pada calvin.


"mayan, 1 jam an buat ke rumah, kalo gak macet" balas calvin.


"lah sama dong sama gua" balas gabriel lagi "tapi, kalo gua lebih sering tidur di markas" tambahnya


"tapi guanya gak mau sama kaya lo, gimana dong?" tanya calvin bercanda.


"ron, harus di lempar ke laut beneran nih kayanya" sahut gabriel menatap saron.


"harus banget" jawab saron.


"jer, mereka musuhin gua, lo harus berpihak pada gua ahaha" sahut calvin.


"gua setuju sih, yuk lempar aja ke laut" ikut jeremy.


"batu jatoh kek dari langit ke kalian" ucap calvin, lalu kembali melihat tv, saron dan jeremy mengambil potongan pizza lagi.


tronedd... hp saron berbunyi, saron mengangkatnya.


percakapan dalam telpon.


"halo andra" saron.


"hallo ron, gimana keadaan lo?" andra.


"udah mendingan dikit" saron.


"udah bisa ceritain ke kita belum kejadiannya?" andra.


"bisa, aja sih, mau dimana?" saron.


"biar kita yang kesana lo istirahat aja" andra.


"tenang-tenang, nanti gua minta anterin, sekalian gua mau menghirup udara luar, dari lagi gua di dalam rumah mulu" saron.


"oke, di gazebo abc aja, nanti gua ajak beberapa anggota kita dan silent night" andra.


"lah ini ada gabriel sama gua" saron.


"bagus dong, sekalian bareng sama lo tar ke sini nya" andra


"iya gampang" saron.


"yaudah sekarang gua tunggu ya" andra.


"okey" saron, lalu menutup telpon.


pada saat saron sedang mengangkat telponnya, jeremy masuk ke kamar mandi.


"gabriel anterin gua yuk, ke gazebo abc, nanti temen-temen lo juga disana" ucap saron pada gabriel.


"ngapain? wildan belum ngomong ke gua juga" jawab gabriel.


"baru mau dihubungin, kita ngobrol aja disana" balas saron.


"yaudah ayo" gabriel menyetujui.


"vin ikut gak?" tanya gabriel pada calvin.


"enggak" jawab calvin singkat, kemudian mengambil posisi bersiap untuk tidur.

__ADS_1


"lo mau tidur sore-sore begini vin?" tanya gabriel.


"ngantuk gua gab" jawab calvin.


"apa kabar gua yang tidur 3 jam" balas gabriel.


sebenarnya calvin juga tidur hanya 2 jam, tapi calvin memilih untuk tidak menceritakannya dari pada harus ditanya, apa yang dilakukannya semalam.


pala calvin sudah di bantal dan sudah memeluk guling, tatapannya ke arah gabriel seakan matanya sudah sangat berat.


"yaudah tidur sana, ayo ron berangkat" ucap gabriel.


"ayo" sahut saron, lalu mereka berjalan ke arah pintu.


" jeremy, gua sama gabriel keluar dulu, nanti gua kesini lagi" teriak saron saat ingin keluar pintu.


"iya" jawab jeremy dari dalam kamar mandi.


gabriel dan saron keluar dengan menutup pintu kembali, tak lama calvin tertidur pulas, bahkan sebelum jeremy keluar kamar mandi.


"ett ini orang belum bangun dari tadi?" tanya saron, calvin sudah sedikit mendengar.


"belum" jawab jeremy, kemudian calvin membuka mata.


"tuh bangun juga akhirnya" sahut saron yang melihat calvin membuka mata.


"jam berapa sekarang?" tanya calvin.


"udah pagi woi, kuliah, telat lo" jeremy dengan suara panik.


calvin langsung duduk lalu melihat jam dinding, jam 7.35 kemudian lihat ke jendela gelap.


"anjir bikin gua panik aja lo, jam 7 malam ini" ucap calvin yang menyadari jika itu malam hari.


"ahaha lagi bisa-bisanya tidur sore lo" jawab jeremy.


calvin duduk di lantai bergabung dengan saron dan jeremy.


calvin tak sengaja menduduki sebuah gulungan kertas, dan mengambilnya


"eh jangan di dudukin" ucap saron yang mengambil kertas itu dari tangan calvin.


"itu apa?" tanya calvin.


"bukan apa-apa" jawab saron.


"makan dulu nih vin" jeremy memberikan sekotak Styrofoam.


"wihh bakmi ayam, thank you jer" ucap calvin setelah membuka Styrofoam.


"kalian udah ada makan?" tanya calvin saat ingin memakan makanannya.


"udah kenyang" jawab saron.


calvin tidak menanggapi lagi, dia langsung memakan makanannya sambil menonton tv hingga selesai.


"gua keluar dulu" ucap calvin setelah membuang sampah.


"mau kemana?" tanya jeremy, saat calvin merapikan diri.


"kumpul sama temen-temen gua" jawab calvin.


"tar nginep sini aja vin bareng gua" ucap saron saat ingin keluar dari pintu.


"iya" jawab calvin lalu keluar.


calvin menuju ke markasnya, dia terbiasa tidak menggunakan helm jika tanpa jaketnya.


"calvin" terdengar seperti suara gabriel memanggil, calvin melihat sekumpulan orang dengan jaket full black, Calvin mengarah kesana.


"vin lo mau kemana?" tanya gabriel ketika calvin sampai pada sekumpulan mereka, ternyata benar itu adalah anggota motor silent night.


"lu sendiri ngapain disini?" calvin malah berbalik nanya.


"kumpul sama yang lain, duduk yu" gabriel mengajak calvin duduk.


calvin mengikutinya, mereka duduk seperti di saung, disana ada wildan, kenzie, niko, dony dan beberapa anggota lainnya


"hai vin" sapa kenzie, yang melihat gabriel datang bersama calvin.


"hai, kalian ngapain disini?" tanya calvin, yang baru saja duduk bergabung.


"kumpul aja" jawab wildan.


calvin hanya mengangguk.


lalu datang dua orang dengan jaket abu-abu bercampur hitam, anggota black spider.


"eh ada hp iPhone 12 pro gak?, ini hp nya edwin ketinggalan tadi" alfandra bertanya ketika sudah dekat.


yang ada di saung mencarinya, calvin yang yang menemukannya dahulu, karena hp itu berada di dekatnya, calvin memberikannya pada edwin.

__ADS_1


"makasih" ucap edwin ketika menerima hpnya.


"ini anggota geng motor kalian juga?" tanya edwin yang melihat calvin tidak menggunakan jaket seperti yang lainnya.


"bukan, temen deket gua" jawab gabriel.


"ohh, yaudah kita pamit" balas edwin lagi.


"iya hati-hati" jawab gabriel, kemudian mereka berdua pergi


"kalian kenal?" tanya calvin pada anggota silent night


"baru kenalan tadi sore, yang gua sama saron keluar" jawab gabriel, calvin mengingat saat sore tadi, dia yang menolak untuk ikut dan memilih untuk tidur.


"owalah, ngapain kalian?" tanya calvin lagi.


"saron cerita tentang kejadiannya kemarin" kenzie yang menjawabnya.


calvin melihat sebuah gulungan kertas dipojokan saung itu, tepatnya dibelakang wildan, tapi hanya terlihat sedikit, calvin berpikir sedang ada yang direncanakan oleh silent night dan black spider, sayangnya tadi dia menolak ajakan tersebut.


calvin hanya mengangguk mengerti.


trenoddd.. hp calvin berbunyi, calvin melihatnya, alvino


"bentar, gua angkat telpon dulu" ucap calvin lalu menjauh dari kumpulan anggota silent night.


percakapan di telepon.


"halo vin" alvino.


"kenapa?" calvin.


"gak ke markas?" alvino.


"dalam perjalanan" calvin.


"oke" alvino lalu menutup telponnya.


calvin kembali ke saung.


"gua pergi dulu ya" ucap calvin ketika kembali.


"mau kemana?" tanya gabriel.


"maen sama temen gua" jawab calvin.


"temen lo banyak banget vin, kayanya nih orang yang gua temuin, lo pasti udah kenal" jawab gabriel.


calvin hanya tertawa kecil.


"relasi penting, yaudah gua jalan dulu ya" ucap calvin lagi.


"yaudah hati-hati lo" jawab Gabriel.


calvin mengangguk kemudian pergi.


calvin sampai di markas, duduk bergabung dengan yang lainnya.


"guyss kumpul, gua ada info" sahut calvin meminta perhatian yang ada disana.


semua yabg ada disana mendekat, juga termasuk yang ada di bangku sebelahnya pindah kemana di tempat calvin berada.


"ada info apa vin?" tanya mikel yang sudah mendekat.


"pertama, yang kemarin kita serang adalah saron, untungnya dia hanya terluka ringan, dan jangan pernah serang dia lagi. kedua, geng motor lain sedang merencanakan sesuatu, gua gak tau rencana apa itu, yang pasti dalam waktu dekat ini jangan pernah diantara kalian keluar sendiri malam hari, kalo mau sendiri gapapa, tapi jangan gunakan jaket identitas kita, satria kenanga, kalian paham? gua gak mau kalian dalam bahaya" calvin memberi tahu.


"geng motor mana vin?" tanya radit.


calvin menggeleng.


"gak mungkin lo bisa ngomong begini tanpa tau geng motor mana yang sedang ada rencana" ucap radit lagi.


calvin tidak langsung menjawab, dia berpikir.


"harus jelasin gimana anjir, yang tadinya kita punya urusan sama black spider dan black flower, sekarang silent night bergabung didalamnya" bicara calvin dalam hati.


"pokoknya kalian hati-hati aja, selalu waspada" jawab calvin.


"ada yang lo tutupin dari kita vin" ucap radit.


calvin menatap radit tajam.


"gua juga gak tau dit, siapa yang merencanakan itu" ucap calvin menatap radit tajam.


"harusnya lo yang tau info ini selaku ketua, bukannya hanya bisa membuat anggota dalam bahaya hanya untuk mengikuti kemauan lo, kalo gua tutupi dari kalian, buat apa gua kasih tau info ini" tambah calvin dengan masih dengan tatapan tajam, lalu membuang muka.


"kalo gitu lo aja vin naik jadi ketua" alvino ikut berbicara.


"gua juga setuju sih kalo lo jadi ketua" andika ikut menyetujui.


"gua juga" mikel ikut bicara.

__ADS_1


"stop, enggak" sahut calvin yang menghentikan mereka mendukung nya jadi ketua.


setelah itu mereka kembali seperti biasa, berkumpul, mengobrol, bercanda dan tertawa bersama.


__ADS_2