To The Night Street

To The Night Street
olahraga bela diri


__ADS_3

sesuai rencana, sabtu pagi anggota satria kenanga berkumpul di markas untuk melalukan olahraga bela diri.


"gua udah booking ruang latihan 3 jam" ucap radit.


"mantap… ayo gas" sahut calvin.


"lo bawa baju karate nya vin?" tanya leo.


"bawa, ayok, btw jangan pake jaket satria kenanga" ucap calvin.


mereka ber 20 berangkat, 3 orang anggota lainnya tidak bisa ikut karena ada hal lain.


mereka sampai di tempat pukul 8 kurang 10 menit. mereka berganti pakaian.


"dit, udah siap buat kalah belum?" tanya calvin selesai mengganti pakaian.


"sombong banget anjing, liat aja lo nanti" jawab radit.


saat jam 8 tepat, satu ruangan terbuka,


"gabriel, kenzie" panggil calvin ketika mereka keluar.


"lah vin lo ngapain disini?" tanya gabriel.


"ikut mereka mau olahraga" jawab calvin.


"full team satria kenanga nih?" tanya kenzie.


"kurang 4 anggota" jawab leo. padahal sebenarnya 3, calvin tidak dihitung anggota.


"pinter banget leo" pikir calvin.


"kita boleh liat kalian?" tanya gabriel.


"hmm.. boleh" radit yang menjawab.


"yaudah yuk masuk, ngapa jadi di pintu" sahut keiza, mereka semua masuk, kenzie dan Gabriel yang tadinya mau keluar berbalik dan duduk di sudut ruangan, begitu juga yang lainnya menyiapkan diri.


"vin ayok lawan gua" ajak radit.


"ama yang lain dulu dit" jawab radit.


"apa karna ada mereka" ucap radit dan melirik ke arah gabriel dan kenzie.


"bacot, udah nih sama vino dulu aja" calvin menepuk bahu vino.


"ayo no" ajak radit.


"kayanya gua kalah dah lawan lo dit ahaha" sahut vino.


"hanya bersenang-senang gua gak akan bermain kasar, kecuali ke calvin ahaha" ajak radit, lalu tertawa.


"sialan" sahut calvin.


akhirnya vino berdiri dan radit.


saat itu, gabriel mendekat ke cakvin.


"lawan gua yuk vin" ajak gabriel.


"kalah gua pasti lawan lo" jawab calvin.


"sabuk lo aja item, gua masih coklat, sama kok, gua juga karate" balas gabriel.


"yaudah ayok, belakangan aja ya" calvin menyetujui.


"oke"


pertandingan vino melawan radit telah dimulai, calvin memperhatikan itu.


"pantes lo semalam gua ajak gak mau, ternyata udah sama satria kenanga" ucap lagi gabriel.


"ya gimana gua udah ikut ke mereka duluan" jawab calvin dengan pandangan melihat ke pertarungan antara vink dan Radit, keduanya sama-sama menggunakan bela diri silat dan menggunakan baju hitam, tak lama vino mundur terkena serangan radit yang pelan.


"ayok lawan gua dit" keiza berdiri dan mendekat, vino mundur terlebih dahulu.


pertandingan antara mereka cukup lama, hingga akhirnya radit yang terkena serangan keiza.


"gapapa dit?" tanya keiza membantu radit berdiri.


"gapapa, gua istirahat dulu" radit berjalan ke pinggir bersama keiza


"nando, calvin maju, ini yang gua tunggu-tunggu nih, master vs master" sahut leo.


nando berdiri dan melihat calvin.


"ayo vin" ajak nando.


"ayo" calvin berdiri.


mereka berdua maju ke tengah dan masing-masing memasang aba-aba.

__ADS_1


nando yang menyerang lebih dulu, mereka saling menyerang dan menangkis serangan yang ada, gerakan mereka semakin cepat, hingga setelah cukup lama bertarung diantara mereka belum ada yang terserang, hingga memulai aba-aba baru dan saling berputar berhadapan lagi, kali ini calvin yang menyerang lebih dulu,


"wuhhh, calvin, nando, keren kalian" teriak radit.


juga beberapa lainnya memberikan dukungan.


gerakan mereka terus semakin cepat, hingga calvin mendapat celah menyerang nando, tapi nando juga berhasil mengambil celah dan menendang perut calvin dengan kakinya, dan langsung menjatuhkannya dan mengunci gerakannya hingga calvin tidak bisa bergerak.


"do lepas do, sakit, iya gua ngaku kalah" ucap calvin, nando melepaskannya dan membantunya kembali berdiri yang tadi kaki nya bertekuk di lutut.


"hebat do" calvin memberikan pujian dan selamat.


"bang calvin juga hebat" nando balik memuji.


"gua bilang calvin aja" sahut calvin.


"iya vin, lo juga hebat" sahut nando lagi.


"vin lawan gua" sahut radit saat calvin dan nando ingin ke pinggir lapangan.


"nanti dulu ah, lawan nando udah nguras tenaga gua" jawab calvin tanpa menghentikan langkahnya.


pertarungan selanjutnya dilanjutkan dengan anggota satria kenanga lainnya.


"vin keren lo" puji gabriel saat calvin duduk.


"lo gak liat gua kalah" jawab calvin.


"tapi itu udah bagus, gerakan lo keren" balas gabriel.


setelah beberapa pertarungan.


"eh dit, gua boleh coba lawan calvin gak?" tanya kenzie.


"ya tanya orangnya" jawab radit.


"capek gua ken, sama yang lain aja" jawab calvin.


"sekali aja" ucap lagi kenzie.


"yaudah abis ini" Calvin menyetujui. sekarang adalah pertarungan antara aksa dan vino, pertarungan antara mereka hampir seri tetapi dimenangkan vino.


selanjutnya kenzie dan calvin.


"anggap gua musuh lo vin" ucap kenzie.


"dengan senang hati" jawab calvin.


mereka terus saling menyerang satu sama lain, hingga akhirnya bahu depan kenzie terkena terserang calvin yang membuatnya mundur beberapa langkah, kenzie langsung menyerang calvin lagi, calvin hampir terkena serangan kenzie tapi berhasil menghindar, pertarungan terus terjadi hingga calvin berhasil menyerang perut kenzie dengan sikunya, kenzie lagi-lagi mundur hingga jatuh dan batuk sekali.


"eh ken maaf, lo gapapa?" calvin mendekat ke kenzie dan membantunya berdiri.


"hebat vin" puji kenzie.


"lo juga, gerakan yang bagus" balas calvin, calvin membawa kenzie ke pinggir lapangan, gabriel menghampiri mereka.


selanjutnya pertarungan tetap di teruskan antara anggota satria kenanga lagi.


"sakit?" tanya calvin pada kenzie yang duduk bersandar pada tembok.


"lumayan" jawab kenzie singkat.


"batuk lo gak keluar darah kan tadi?" tanya calvin lagi, kenzie menggeleng.


"coba lawan gua yuk vin, gua jadi penasaran" ucap gabriel "gua juga udah dapet gelar master karate kok, ini sabuk lama gua"


"ngerii… gak mau, takut gua ahaha" jawab calvin lalu tertawa kecil.


"gapapa ken?" radit datang menghampiri.


"gapapa, santai" jawab kenzie sudah lebih santai.


"oke" ucap radit "vin, gua belum lawan lo, pokoknya harus, lo istirahat dulu" radit menepuk bahu calvin dan kembali duduk di paling depan.


"gab, dari pada lo lawan gua, mending lawan nando aja" calvin menyarankan.


"gua maunya lawan lo" balas gabriel.


"lawan nando lebih menantang" balas calvin lagi.


"btw nando gua baru denger namanya dah" ucap kenzie.


"iya, belum pernah ketemu kaya nya lo sama dia" calvin balas singkat "yaudah bilang ke radit gab kalo mau lawan gua, abis siapa itu, gantian"


gabriel berbicara di belakang radit, radit sepertinya menyetujui.


setelah banyaknya pertandingan, akhirnya gabriel melawan calvin.


mereka mengambil kuda-kuda dan berputar saling berhadapan, gabriel menyerang lebih dahulu. gerakan mereka berdua sangat cepat.


"eh seru, calvin semangat, sama-sama master karate keren nih" teriak nando, anggota yang lain juga bersahutan, mendukung calvin juga gabriel.

__ADS_1


calvin terkena serangan di bahunya, tapi masih bisa berdiri dan hanya mundur 1 langkah, calvin mendekat lagi, lagi-lagi gabriel yang menyerang lebih dulu, mereka saling menyerang lagi, calvin terus mencari celah menyerang gabriel hingga berhasil menyerang bagian wajahnya, dia langsung menyerang ke arah kakinya, untuk menjatuhkannya membuatnya bertekuk lutut, dan masih ingin meneruskan serangannya ke arah belakangnya dengan sikunya.


"vin stop" teriak gabriel, calvin berhenti dan berkata


"eaa panik, gak bakal gua serang tulang belakang lo gab, baru mau berhenti, lo udah teriak duluan ahaha".


calvin membantu gabriel berdiri


"hebat vin" puji gabriel.


"lo juga hebat, gerakan lo cepet banget" balas calvin, mereka ke pinggir.


setelah itu, pertarungan antara anggota satria kenanga dilanjutkan hingga akhirnya waktu tersisa 15 menit lagi sebelum jam 11.


"vin lawan gua" ucap radit sudah berdiri dari tempatnya.


"yang lain udah?" tanya calvin.


"udah vin, capek" sahut keiza.


"sama sih sebenernya" ucap calvin.


"ayok vin" ajak radit lagi, calvin berdiri. mereka ke tengah lapangan.


"anggap gua musuh lo" ucap radit seperti yang dikatakan kenzie. dan calvin menjawab dengan jawaban yang sama.


"eh bentar vin, gak ada tipuan" radit memperingatkan, karena biasanya calvin menipu radit dengan pura-pura terjatuh, tapi saat ingin dibantu malah menyerangnya.


"iya" calvin singkat, mereka mulai mengambil kuda-kuda.


radit yang menyerang lebih dulu, kali ini calvin tidak menangkis serangan tapi menghindari serangan dengan tetap menyerang, yang membuat gerakannya sedikit melambat.


pertarungan berhenti beberapa kali, memulai kuda-kuda ulang, lagi-lagi radit yang menyerang lebih dahulu, tak lama kemudian radit berhasil menyerat bahu calvin dengan kakinya dengan keras hingga calvin jatuh ke lantai, kehilangan keseimbangannya dia miring membelakangi radit.


calvin diam tidak bergerak.


"dit kok lo gak bantuin calvin sih?" tanya vino.


"kan lo tau calvin suka nipu gua, gua mau bantuin malah gua yang diserang" jawab radit.


calvin berputar ke arah radit lalu berdiri dan tersenyum.


"kan bener pasti otak-otak liciknya nih" ucap radit lagi.


mereka berdua mengambil kuda-kuda lagi.


sekarang calvin yang menyerangnya lebih dulu, tak lama calvin berhasil menyerang bagian wajah radit yang membuat bibirnya berdarah.


"eh dit" ucap calvin yang melihat itu.


"gapapa lanjut, bibir gua doang yang kena" ucap radit membersihkan sedikit darah yang keluar.


"oke".


mereka berdua mengambil kuda-kuda lagi.


"kalian berdua bener-bener berantem apa" sahut danes.


"serius tapi santai, tenang aja nes" sahut radit, tak lama kembali fokus.


mereka mengambil kuda-kuda lagi, radit menyerang lebih dahulu lagi, setelah beberapa saat seperti silat biasanya, radit berhasil membanting calvin diatas matras sekali.


radit membantu calvin berdiri, calvin menerimanya.


"calvin sama radit emang suka begini?" tanya gabriel tang terdengar di telinga calvin.


"iya, bahkan kalo lagi berantem beneran mereka juga bermain fisik" mikel yang menjawabnya.


mereka berdua mengambil kuda-kuda lagi. kali ini mereka saling menyerang dan menangkis bersamaan, setelah beberapa saat bertarung, lagi-lagi perut calvin terkena tendangan dari radit dengan keras, yang membuatnya terjatuh di matras lagi membelakangi radit, dan terbatuk, tak disangka seciprat darah keluar dari mulut calvin dan terjatuh di atas matras.


"dit stop dit, calvin batuk darah" leo yang duduk tepat berada di depan calvin memberi tahu dan bangun mendekat ke calvin, radit juga langsung menelentangkan tubuh calvin yang membuatnya melihat langit-langit ruangan. tangan kiri calvin memegang perutnya dan menekannya sedikit untuk mengatur napasnya juga menahan sakitnya.


radit mengambil tisu dan kembali mendekati calvin, membersihkan bekas darah yang masih tersisa di pinggir mulutnya.


"vin maaf kalo gua nyerang terlalu keras" ucap radit membersihkan darah dan juga keringat calvin, calvin hanya mengangguk.


tak lama calvin mencoba berdiri, radit peka langsung membantunya, mereka berjalan ke pinggir lapangan.


"hari ini lawan gua berat-berat, terutama lo, tapi keren" ucap calvin dan menepuk bahu nando ketika melewatinya.


"rapi-rapi dikit lagi jam 11" ucap radit, semuanya membereskan barang-barang.


tak lama semuanya keluar ruangan dan duduk di luar.


"gua ganti pakaian dulu" ucap Calvin membawa tasnya ke sebuah ruang ganti.


"vin perut lo gapapa kan?" tanya radit saat calvin keluar dari ruang ganti.


"aman" jawab calvin dan duduk, mereka bergantian untuk berganti pakaian.


gabriel dan kenzie pulang lebih dahulu, tak lama satria kenanga kembali ke markasnya, sesampainya di markas, calvin duduk sebentar di teras, tempat biasa mereka berkumpul, hanya sebentar dan masuk ke ruang tengah, lalu tidur di dekat tembok.

__ADS_1


__ADS_2