
brakk… suara gebrakan dari arah pintu membuat semua pandangan ke arah pintu.
brakk… suara gebrakan kedua membuat pintu terbuka lebar, mereka anggota satria kenanga.
"lepasin dia" ucap radit yang berada di paling depan, dia melihat cakra yang ingin menusuk calvin, radit mengeluarkan kedua pistol dari sakunya, satu diarahkan ke cakra dan satu diarahkan ke andra. cakra dengan cepat pindah ke belakang calvin dan mengarahkan pisau ke lehernya.
"lo berani nembak temen lo sendiri?" tanya cakra yang berada di belakang calvin.
"dit" panggil calvin.
"kenapa? disaat seperti ini lo mau cegah gua?" tanya radit pada calvin.
tak lama, anggota silent night datang.
"dit lo dapet dari mana itu?" tanya wildan kasar yang langsung mengarah melihat radit.
"calvin" gabriel panggil calvin pelan yang melihat keadaannya, calvin juga melihat gabriel balik, membuat wildan melihat ke arah calvin juga, dengan tangan dan kaki terikat juga sebuah pisau mengarah ke lehernya.
"andra lo lupa calvin pernah bantu lo, kenapa lo malah begini ke dia, dimana rasa terima kasih lo?!" ucap wildan kasar melihat andra.
"ternyata benar kata cakra, kalian sekarang bersekutu" ucap andra.
"cakra! lepas calvin sekarang!!!!!" ucap lagi radit mengancam.
"kalo gua lepasin calvin, lo akan menurunkan kedua pistol lo itu?" tanya cakra.
"mungkin" jawab radit.
"dit, setuju aja, setelah mereka melepaskan calvin, lo turunin senjata lo" wildan berkata pelan ke radit.
"oke, gua akan turunin ini setelah lo melepaskan calvin" ucap radit ke cakra "tapi kalo lo nekat, gua gak akan ragu untuk mengarahkannya langsung di kepala lo dan andra, lo dapet 1, gua ngambil 2".
"anjir gua jadi pertukaran nyawa dong" calvin dalam hati.
"cakra, kita lepasin calvin dulu aja, si radit emang sudah gila" sahut bastian.
"kalian lebih gila! gua gak akan begini kalo kalian gak ganggu temen gua" jawab radit.
"lo yang duluan membunuh teman gua" sahut andra.
"kalian sendiri yang membunuh teman kalian, gua udah kasih kesempatan kalian untuk membantu teman kalian, tapi kalian nekat untuk terus menyerang dan mengabaikan temen lo sendiri" radit mengingatkan.
raut wajah andra menjadi semakin kesal mendengar itu.
"tapi kalian juga melukai 1 teman kita lagi sampai parah" sahut yuda.
"itu salah kalian yang terus ingin menyerang kami, padahal kami sudah memberi kesempatan" sahut keiza.
"gak perlu dijelaskan lagi, sepanjang kali lebar pun kalian menjelaskan, kaum-kaum bodoh ini tidak akan pernah mengerti, bahkan mereka berani mengeluarkan teman mereka sendiri yang sudah lama mereka kenal" sahut radit.
"dan cakra, setelah gua lepasin peluru ke pala lo, gua yakin lo gak bakal sanggup lagi untuk menyakiti calvin" tambah calvin.
"oke-oke gua akan lepasin calvin" sahut cakra lalu mengangkat kedua tangannya, dia berjalan ke arah kaki calvin, ujung pistol radit terus mengikuti cakra, cakra memutuskan tali yang mengikat pergelangan kaki calvin, dan berjalan ke arah belakang calvin.
"Aaaakk…" suara menahan sakit keluar dari mulut calvin, memang talinya lepas, tapi pisau tersebut juga mengenai kulit tangan kanan calvin cukup dalam dan panjang, calvin langsung memukulnya dengan tangannya, calvin berdiri, tak lama cakra juga berdiri, tanpa basa basi calvin langsung mendekat ke cakra dan memukulnya lagi, perkelahian terjadi antara mereka berdua, hingga akhirnya calvin berhasil menendang cakra yang membuatnya terpental ke tembok di belakangnya.
"liat temen lo bahkan dia nyerang gua saat gua lepasin dia" ucap cakra.
"salah lo sendiri membangunkan singa yang tidur" sahut radit, dia memasukkan pistol ke dalam sakunya. calvin berhenti menyerang cakra, mendekati meja terlihat mengambil sesuatu dan kembali ke arah teman-temannya.
radit balik badan dan berjalan ke arah motornya, calvin yang kembali juga terus melewati teman-temannya, dengan darah masih keluar deras dari sisi tangan kanan nya, dekat dengan jari kelingking, yang terus berjatuhan ke tanah yang dilaluinya.
"tangan lo vin, harus dihentikan perdarahannya" ucap gabriel pelan saat calvin berjalan melewatinya, calvin mengabaikannya dan terus berjalan ke keluar, melihat itu, semuanya juga keluar.
setelah di luar, Radit yang berhenti di depan motornya lebih dulu, melepas jaketnya, meletakkannya di motornya dan membuka kemejanya , yang kebetulan ia sedang menggunakan kemeja hitam, dia masih menggunakan kaus lengan pendek didalam kemeja itu. radit mendekati calvin mengambil tangannya dan membalutnya dengan kemeja itu dengan kuat untuk menahan aliran darahnya yang terus keluar.
"kita ke rumah sakit sekarang, lo sama gua aja" ucap radit setelah membalut luka calvin.
"gua gak mau dijahit, kita pulang" jawab calvin.
"tapi lo bisa kekurangan darah vin kalo begini terus, oke gini aja kita ke klinik terdekat, setidaknya buat aliran darah lo berhenti" balas lagi radit, calvin hanya mengangguk.
"oiya kunci motor lo gimana vin?" tanya radit.
calvin menunjukkannya, itu yang ia ambil dari atas meja tadi.
"vino, tolong bawa motor calvin" radit memberi kunci motor calvin pada vino. radit menaiki motornya.
"radit gua ikut nemenin calvin, gua pengen tau keadaannya" ucap gabriel juga dari atas motornya yang bersampingan dengan motor radit.
"iya, lo boleh temenin gua, sisanya ke markas masing-masing" sahut radit.
"lah gua juga pengen tau keadaan calvin" sahut wildan.
"yaudah kalian ke rumah gua aja, ikutin anggota gua, dia tau rumah gua dimana, yang di jalan. tupai ya guys" radit memberi tahu lalu langsung menjalankan motornya, gabriel mengikuti radit.
__ADS_1
daerah ini sedikit masuk, sehingga membutuhkan waktu untuk keluar jalan besar. tak lama di jalan besar mereka menemukan klinik, radit berhenti juga gabriel. seorang penjaga yang melihat pasien dengan darah yang masih mengalir, langsung memanggil dokter dan menangani calvin saat dia masuk. gabriel dan radit menunggu di ruang tunggu.
setelah cukup lama, calvin bersama seorang dokter keluar lagi, dengan tangan yang sudah terbalut rapi dan tebal dengan kain kasa dan kapas, juga terdapat kapas di bagian pipi sebelah kiri calvin. radit dan gabriel menghampirinya.
"ini resep obatnya, dia sedikit kekurangan darah tapi masih bisa ditangani, dia harus banyak beristirahat" ucap dokter pada gabriel dan radit setelah dekat.
"terima kasih dok" ucap radit.
"sama-sama, saya permisi dulu" dokter kembali.
radit merangkul calvin ke dekat bangku dan menyuruhnya duduk.
"gua beli obatnya dulu vin, gabriel jagain dulu bentar" ucap radit, gabriel yang duduk di samping calvin mengangguk.
hp radit berbunyi, dia mengangkatnya
"kenapa za?" tanya radit di telpon, itu keiza.
"rumah dikunci?" tanya keiza.
"iya kunci rumah sama gua, tapi gerbang gua gak kunci, masuk aja dulu, tunggu depan, dikit lagi gua kesana" ucap radit lalu langsung mematikannya telponnya dan berjalan ke apotik di klinik itu.
tak lama radit kembali membawa obat, mereka segera ke rumah radit.
sesampainya disana, radit masuk gerbang, di luar rumah penuh dengan anggota satria kenanga dan silent night yang sedang menunggu.
radit membuka pintu rumahnya, dia membawa calvin masuk ke kamarnya dan menyalakan AC dengan suhu tidak terlalu rendah.
"vin mau makan apa? lo harus makan abis itu minum obat" tanya radit setelah calvin berbaring di tempat tidurnya.
"apa aja" jawab radit.
"hmm… bubur kacang ijo aja kali ya, katanya bagus buat nambah darah, nanti gua buatin, mau?" tanya radit, calvin mengangguk, wajahnya sangat pucat.
"leo, aksa, norik, mikel, sini kalian temenin gua masak buat calvin, gua tau kalian bisa masak" ajak radit lalu keluar, yang dipanggil langsung saja keluar ke arah dapur.
"lo tunggu sini sama yang lain dulu" ucap radit, calvin hanya mengangguk, radit pergi. di kamar radit sangat ramai.
calvin memejamkan matanya.
ted…nod… hp calvin berbunyi belum lama setelah dia memejamkan mata, dia mengangkatnya, itu mamanya.
"hallo ma" calvin.
"sayang kamu dimana?" mama calvin.
"kamu gapapa kan sayang, perasaan mama gak enak dari tadi" mama calvin.
"calvin baik-baik aja kok ma, mama tenang aja" calvin.
"baguslah kalo gitu, kamu sehat-sehat terus ya" mama calvin.
"iya ma, udah dulu ya ma, calvin ngantuk" calvin.
"iya sayang" mama calvin, calvin langsung mematikan hp nya. ia memberi kode pada wildan sedang duduk di tepi kasur sebelah kiri untuk meletakkan hp nya meja samping kasur, wildan membantunya.
"gimana caranya kalian tau kalo gua lagi di sana?" tanya calvin setelah hp nya diletakkan di meja oleh wildan.
"andika nelpon gua tadi sekitar jam 7an, dia nanya lo masih sama gua gak?, terus gua bilang enggak, lo kan udah keluar dari markas jam 5an bilang mau ke rumah andika, tapi andika bilang lo belum ke rumah nya dari tadi sore, kita juga bingung dong, nah andika juga bilang lagi dia udah nelpon satria kenanga, tapi di markas mereka juga gak ada lo hari ini" gabriel yang menceritakan kejadian sebelumnya.
"terus akhirnya saron tanya jeremy, mungkin lo main ke rumah jeremy, jeremy juga bilang lo gak ada di rumahnya, kita nelpon lo juga gak diangkat-angkat, chat gak dibales, sampe akhirnya jeremy ngirim lokasi ke saron ltu letak keberadaan hp lo, saron ngirim ke grub, gua kasih tau ke radit, ngirim lokasi juga, abis itu kita berangkat, tapi kok bisa satria kenanga yang sampe dluan ya ahah" tambah gabriel.
"makasih guys" ucap calvin. beberapa ada yang mengangguk dan berucap kata "sama-sama".
"saron, tolong telpon jeremy" calvin melihat saron, saron langsung mendekat ke calvin, memainkan hp nya sebentar dan memberinya pada calvin, calvin menerima dengan tangan kirinya.
"hallo jeremy" calvin.
"eh calvin, dari mana aja lo, dicariin lo sama temen-temen lo, bikin panik orang aja lo" jeremy dalam telpon.
"ahaha, makasih ya, bisa-bisa nya lo ngelacak gua" calvin.
"makasih buat?" tanya jeremy.
"makasih buat? kan gua cuma ngelacak lo, itu kan seharusnya privasi lo" jawab jeremy.
"tapi gapapa, pokoknya makasih banyak" calvin.
"yaudah sama-sama, sekarang lo dimana?" tanya jeremy.
"di rumah temen gua" calvin.
"tapi lo gapapa kan?" jeremy.
"gapapa, makasih jer' calvin.
__ADS_1
"iya" jeremy, lalu mematikan telpon dengan jeremy dan mengembalikan hp ke saron serta berucap terima kasih.
"vin gimana bisa ditangkap mereka?" tanya vino.
"besok aja ya gua ceritain, gua lemes banget", jawab calvin, vino mengangguk.
tak lama radit masuk lagi, dan duduk di sofa yang ada di kamarnya.
"lo gak jadi bikin bubur ijo dit?" tanya norik.
"kebanyakan orang di dapur, gua disini aja lah" jawab radit, karena beberapa anggota silent night juga membantunya.
"dit, ketua penyerangan lo mana? kayanya gak pernah keliatan?" tanya kenzie.
"lo kenapa sih? kepo banget sama ketua penyerangan gua" jawab radit.
"ya kepo aja gua, itu orang cerdas, licik apa gimana? kayanya rencana-rencananya bagus-bagus, siapa tau bisa sharing-sharing kan" jawab kenzie.
"lagi sibuk dia" sahut radit.
"yah… yaudah"
"calvin" panggil radit membuat calvin melihat ke arahnya.
"kuat juga lo, tangan luka begitu masih bisa-bisanya nyerang cakra" ucap radit.
"gak terima gua, beraninya pake obat bius" jawab calvin.
"mereka pake bius?" tanya radit memastikan, calvin mengangguk
"lain kali gua ceritain"
"eh iya vin, lo berteman deket kan sama gabriel?" tanya radit.
"kenapa?" tanya calvin.
"gua bunuh aja boleh gak?" radit.
"hah?" gabriel dan calvin secara bersama lalu saling bertatapan. radit mengeluarkan pistolnya.
membuat calvin langsung duduk "dit, jangan gila lo, jangan maen-maen".
"eh dit, taro dit, benda kaya gitu sembarangan aja lo" sahut wildan.
"gabriel, kalo misalnya lo terkahir liat calvin apa yang ingin lo sampaikan?" tanya radit.
"lo pengen gua mati?" sahut calvin. radit mengabaikannya.
"jangan gila dit, ya kali gua nyumpahin temen gua sendiri mati" sahut gabriel.
"yaudah gua tanya calvin aja, apa yang ingin lo sampaikan ke gabriel?" tanya radit.
"dia? jangan lupa pulang ke rumah ahaha" jawab calvin lalu tertawa "eh dit serius jangan maen- maen taro".
radit ingin menarik itu dengan jari telunjuknya.
"dit" teriak calvin, semua terlihat tegang.
radit langsung menariknya, gabriel menutup wajah dengan tangannya, yang lain ada memejamkan mata.
"sial aer" sahut gabriel, yang lain membuka mata mendengar itu, radit tertawa terbahak-bahak, juga beberapa yang lain.
"sial lo dit bikin gua panik" sahut calvin.
radit tersenyum dan mendekat ke calvin
"happy birthday calvin, maaf membuat lo panik, cuma prank" radit mengajak calvin berjabat tangan, tapi wajah calvin malah bingung.
"sekarang tanggal berapa?" tanya calvin.
"anjir, tanggal lahir sendiri lupa, 19 oktober" jawab radit.
"emang ya? ahah" sahut calvin dan menerima jabatan tangan radit.
"tadinya gua mau arahin ke lo, tapi lo lagi sakit" ucap radit lagi "jadi gua gunain aja ke gabriel, maaf buat lo panik, dan gabriel maaf sedikit basah ehehe".
"berarti tadi lo ngancem cakra pake pistol air dit? ahaha" tanya wildan lalu tertawa.
"iya, kaya pistol beneran kan ahaha" sahut radit.
"dan mereka takut beneran" sahut vino lalu tertawa. calvin tersenyum menahan tawa.
"raut mukanya radit anjir yang mendukung" ucap calvin, lalu merentangkan tubuhnya lagi.
"ahaha, gua buatin teh dulu buat lo vin, yang lain kalo mau kopi, teh atau apa, ambil sendiri aja di dapur" sahut radit lalu keluar kamarnya.
__ADS_1
"sedih juga sih ya vin, di hari ulang tahun lo malah begini" ucap kenzie, calvin hanya tersenyum.
malam ini beberapa anggota dari satria kenanga maupun silent night menginap di rumah radit dan beberapa nya juga pulang, radit yang mempunya 5 kamar di rumahnya, memperbolehkan mereka menggunakan 4 kamar termasuk kamarnya yang digunakannya saat ini, kecuali 1 kamar karena itu kamarnya ayahnya yang sedang tidak di rumah.