To The Night Street

To The Night Street
rencana 2


__ADS_3

*note: mengandung kata kasar


malam kemarin setelah dari taman asoy, mereka menginap di rumah daniel, gabriel dan calvin tidak ke markasnya masing-masing malam itu.


malam ini calvin ke markas setelah pulang kuliah, seperti biasa duduk bergabung bersama dengan yang lainnya.


"vin lo kemana aja, kemarin ditungguin, katanya nanti, tapi gak dateng-dateng" ucap alvino ketika calvin baru saja duduk.


"maaf ya guys kemarin gua bener-bener gak bisa" jawab calvin.


"tapi kemarin kalian jadi kan?" tanya lagi calvin.


"jadi" jawab jordan.


"bagus" balas calvin.


"vin besok malam ikut gua yuk" ajak keiza.


"kemana?" tanya calvin.


"ikut aja dulu, besok gua tunggu disini" jawab keiza.


"oke" jawab calvin.


"lo tau vin? kemarin saat kita adu balap, black spider tiba-tiba dateng, dan mereka mereka mencurigai kita sebagai pelaku penyerangan kepada saron" raditya menjelaskan.


"hmm terus?" tanya calvin.


"yang tadi keiza ngajak lo, untuk berunding dengan mereka, mereka mengajak kita adain pertemuan dengan perwakilan 3 orang dari mereka dan dari kita" raditya memberi tahu.


"black flower juga akan hadir, disini kita akan berbicara sesama geng motor" tambah keiza.


"gak, gak, gak, gua gak mau, kalian aja, ajak vino aja nih" usul calvin.


"udah gua bilang jangan kasih tau calvin mau kemana dit" ucap keiza kepada radit.


"ahaha, kalian rekam aja percakapan kalian, biar nanti kita semua disini tau, apa yang kalian bicarakan" saran calvin.


"lo kan pinter ngomong nya vin" sahut andika.


"semua orang pinter ngomong sejak kecil, ada yang baru bisa ngomong pas udah gede disini?" tanya calvin, semuanya diam.


"eh bentar" ucap calvin lagi lalu seperti berpikir.


"kemarin mereka mencurigai kalian sebagai pelaku penyerangan saron, dan nanti akan ada black flower yang salah satu anggotanya juga tewas, berarti disini kita dicurigai oleh kedua geng motor itu sebagai pelaku" tambah calvin.


"jadi nanti kita bakal di pojokin gitu maksud lo?" tanya mikel.


"bisa aja, gak ada yang tau" jawab calvin.


"apa kita gak usah dateng?" tanya keiza.


calvin berpikir, "apakah akan ada anggota silent night disana yang akan datang? jika ya, dia bisa ikut bersama mereka, tetapi jika tidak anggota satria kenanga sendiri yang harus hadir untuk mengetahui apa yang akan dibicarakan, tapi masa iya gua sama gabriel berteman cuma buat tau ini, jahat banget gua anjir".


"vin" sahut radit.


"sabar kek, bantu mikir" balas calvin.


"eh tapi, kalo anggota satria kenanga gak ada yang dateng juga kan, gak akan ada yang dibahas" pikir calvin lagi.


"oke gini aja, kalian mau ketemuan dimana?" tanya calvin kepada yang lainnya.


"di siv" jawab raditya.


"di siv?" tanya calvin memastikan, karena setau calvin tempat itu semacam mini cafe, dan terlihat sempit jika kumpul disana.


"iya" jawab radit.


"lo pasti mikir itu tempatnya kecil vin, tapi enggak di belakang mini cafenya juga ada lesehan, biasa buat kumpul, acara ultah gitu setau gua, soalnya temen gua pernah ada yang sewa belakangnya itu" norik memberi tahu.

__ADS_1


"oh gitu" calvin mengerti.


"yaudah gini aja, perwakilan dari kita jordan, alvino, dan keiza sisanya di masuk di mini cafenya" ucap calvin.


"tapi kalo diantara geng mereka ada yang masuk di mini cafenya juga gimana?" tanya mikel.


"lagian mereka juga pasti gak berani ngapa-ngapain gak sih di tempat rame begitu?" tanya andika.


"sisanya tunggu di warung angkringan samping siv" ucap calvin lagi.


"jangan lupa rekam, kalo perlu sambil telpon sih" tambah calvin.


"ketauan banget gak sih kalo telpon? pake headset gitu?" tanya alvino.


"gua gak bilang pake headset, gua bilang sambil telponan, nanti hp lo kebalikin aja, lo taro di lantai, jangan lupa nada deringnya dimatiin" jawab calvin.


"emak lo pas lagi hamil ngidam apa sih? ada aja otaknya" ucap mikel.


"ahaha, nanti gua yang telpon lo vin?" tanya vino lagi.


"terserah lo mau telpon siapa, tapi jangan keiza atau jordan" jawab calvin.


"iyalah, ngapain gua telpon mereka, mereka juga tau" balas alvino.


calvin melihat ke arah alvino dengan raut ingin tertawa tapi tidak bersuara.


setelah itu calvin diam lagi memikirkan sebenarnya apa yang sedang mereka rencanakan?.


"mikirin apaan lagi lo vin?" tanya dika.


"bingung gua, sebenernya mereka ngerencanain apa" jawab calvin.


"dika, gua nginep di rumah lo malam ini boleh?" tanya calvin.


"sampe waktu lo pulang ke rumah juga boleh vin" jawab dika. maksudnya adalah menginap di rumah andika sampai calvin pulang ke rumahnya, karena calvin hanya pulang ke rumahnya di sabtu atau minggu.


"sekarang yuk pulang" balas calvin lagi.


"iya, maap ya, saat ini belum bisa lama-lama" balas calvin.


"ayo dika, oiya sekalian besok kita ke kampus bareng ya, pulangnya juga bareng, motor gua nitip sini" tambah calvin.


"iya, ayo" jawab andika lalu berdiri, begitu juga calvin.


"kita duluan guys, bye" ucap calvin sebelum meninggalkan mereka pergi.


"bareng, gua juga mau pulang" ucap norik, lalu berdiri.


"gua juga duluan ya guys" sapa norik sebelum pergi mendekati calvin dan dika yang sudah di motornya.


calvin dan dika sedang tidak menggunakan jaket satria kenanga, tetapi norik menggunakannya.


"biar gua yang kendarain dik" ucap calvin kepada andika yang sudah duduk di depan, yang membuatnya turun dan naik di belakang calvin.


norik juga sudah siap.


"duluan rik" ucap calvin.


norik gas motornya, lalu calvin, dipertengahan jalan, saat norik melintas, beberapa anggota silent night dan black spider tiba-tiba muncul mengejarnya, calvin yang melihat itu dari belakang ikut mengejarnya juga untuk memastikan norik aman.


calvin tetap mengikuti arah mereka, hingga ternyata norik cukup pintar, dia langsung berputar balik di jalan yang cukup luas yang memiliki 2 arah, lalu menjalankan motornya ke arah jalan dimana motor-motor mengejarnya, hingga 1 motor dari silent night terjatuh karena untuk menghindari arah dari norik, mereka menabrak trotoar.


norik berhasil lolos, dia langsung melajukan kendaraannya, walau tau ada yang jatuh. calvin yang memantau jauh dari belakang, melihat itu dan berhenti dimana kenzie dan gabriel terjatuh serta norik sudah pergi menjauh.


"gab, ken, kalian gapapa?" tanya calvin yang baru saja tiba, gabriel dan kenzie baru saja berdiri, mereka di bantu oleh alfandra dan edwin.


gabriel yang memerhatikan andika dan calvin karena mereka menggunakan helm.


calvin membuka helmnya.

__ADS_1


"calvin, lo kok disini?, lo sama siapa?" tanya gabriel.


andika kemudian ikut membuka helmnya.


"oh andika, kalian malam-malam mau kemana?" tanya gabriel.


"ke rumah andika, biasa" jawab calvin.


"lah motor lo kemana vin?" tanya kenzie.


"di rumah temen gua, nitip" balas calvin.


"btw lo gapapa gab?" tanya calvin sebelum gabriel ataupun kenzie bertanya lagi.


"iya gapapa" jawab gabriel.


"satria kenangan anjing" sahut kenzie.


calvin berusaha untuk tenang mendengar itu.


"satria kenanga?" calvin malah pura-pura bertanya.


"iya geng motor juga vin" jawab kenzie.


"kalian punya urusan sama mereka?" tanya calvin.


"gapapa vin, lagi bermain-main aja" jawab gabriel, seolah tidak ingin memberi tahu siapapun di luar anggota geng motor.


"yaudah, kalo gitu, kita duluan ya" balas calvin, lalu menggunakan helmnya, begitu juga dika.


"hati-hati vin" ucap kenzie dan gabriel bersamaan, calvin mengangguk lalu menjalani motornya dengan kecepatan tinggi.


kebetulan jalan itu sesuai dengan jalan ke arah rumah dika, jadi kemungkinan gabriel tidak akan curiga, mengapa calvin dan andika melintasi jalan itu.


sesampainya di rumah andika, mereka masuk ke kamar, andika menyusul, dia ke dapur dahulu baru ke kamar membawa minuman.


"makasih" ucap calvin.


"santai" jawab dika.


"vin jadi lo tau mereka rencanain sesuatu dari mereka?" tanya andika setah duduk di samping calvin diatas sofa kecil.


calvin mengangguk.


"untung tadi norik gak kena" sahut andika lagi.


"dan kita juga lagi gak pake jaket satria kenanga" tambah calvin.


"hari ini aja udah begini, gimana besok?" ucap andika lagi, lalu menyalakan tv.


"tetap sesuai rencana, tapi alvino ganti norik aja" jawab calvin.


"norik?" tanya andika memastikan.


"iya, dia yang udah kenal banget siv kan" balas andika.


"iya juga" andika menyetujui.


tiba-bisa pintu terbuka, ternyata bibi membawakan makanan, meletakkannya di meja, lalu kelu keluar lagi.


"gila lo ya vin, otak jahat lo lancar, pertemanan lo juga lancar" ucap andika setelah bibi keluar.


"gua udah pernah bilang ke lo dika, gua disini tidak untuk menjadi pengkhianat di keduanya, atau mata-mata" calvin mengingatkan.


"gua cuma gak mau sesama temen gua saling bertolak belakang" tambah calvin.


"satria kenanga anjing" calvin mengerti, bahwa andika mengulang apa yang diucapkan kenzie tadi, calvin melihat andika lalu menarik napas.


"gua ngerti, berarti benar, yang mereka sedang incar adalah geng kita dik" ucap calvin melihat dika.

__ADS_1


"iya, yaudah makan dulu vin" jawab andika.


mereka berdua makan, calvin bermalam di rumah andika, hingga besok dia kuliah juga berangkat dari rumah andika dan pulang kuliah bersama dengan andika ke markas.


__ADS_2