
"A... anak!?" Proses perkembangbiakan, itulah yang terbayang dalam benaknya. Meskipun memiliki wajah yang rusak. Tapi dirinya pernah melihat bentuk tubuh Michael, di hari pertama pernikahan mereka.
Dada yang bidang, bertotot tapi juga tidak memiliki otot-otot yang terlalu besar. Bagaikan binaraga? Tidak ini lebih seperti model susu khusus pria atau model pakaian dalam pria. Tubuhnya putih mulus tanpa bekas luka. Entah kenapa jantungnya berdegup cepat, membayangkan tubuh tersebut jika ditancapkan kuku olehnya.
"A...aku...kita---" Kalimat dari Claudia disela.
"Boleh malam ini kita tidur sambil berpegangan tangan?" Pertanyaan yang membuat wanita itu tertegun, awalnya refleks kecewa. Tapi setelah difikirkannya lagi, dirinya bahagia tidak perlu memberikan keperawanannya pada pria ini.
"Boleh, kita adalah suami istri. Jadi sudah seharusnya untuk berusaha memiliki anak." Jawaban dari Claudia, disambut dengan senyuman kebahagiaan dari pemuda itu.
"Jika aku dapat memberikan saran padamu, perketat anggaran alokasi material. Karena terkadang ada kontraktor atau mandor nakal yang menukarnya dengan produk tidak berkwalitas." Saran dari Michael sedikit melirik ke arah laptop Claudia yang masih menyala. Harga bahan bangunan yang tertera semuanya berkwalitas tinggi, dengan harga yang terlalu wajar.
Satu atau dua orang akan berbuat nakal dalam proyek yang cukup besar. Tidak menyadari satu saja kesalahan pada desain atau material dapat menyebabkan kerugian besar.
"Akan aku awasi!" Ucap Claudia cepat, juga mulai khawatir ada yang aneh.
"Satu lagi, kedalaman pondasi bangunannya perlu ditambah. Tanah di sekitarnya menurut pemerataan lokasi cukup tidak stabil. Mengutamakan nilai estetika memang bagus, tapi utamakan keamanan. Jika aku bisa memberikan saran, buat semacam jalan kecil untuk joging daripada bangunan besar dekat area sungai." Pemuda yang mengecup pipinya kemudian melangkah pergi.
Claudia tertegun, meraba pipinya sendiri. Ingin mengusap-usap bekas kecupan tapi tidak jadi. Tidak! Dirinya tidak boleh kalah, dan jatuh cinta pada pria itu. Kembali konsentrasi bekerja adalah tujuannya.
Tapi entah kenapa dirinya menjadi ingin melihat rencana pembangunan kembali yang dikirimkan arsitek. Dirinya mencermati dengan seksama, ada celah di bangunan timur yang berbatasan dengan sungai kecil. Tergerus air? Mungkin saja bangunannya dapat longsor ke bawah.
Matanya menatap ke arah Michael yang tengah duduk di tempat tidur, tersenyum sambil meminum segelas susu hangat. Kenapa orang ini bisa tau ada kelemahan yang bahkan tidak disadari olehnya. Tidak segera setelah bangunan selesai. Tapi kerugian besar mungkin akan mereka terima dua atau tiga tahun mendatang ketika gedung sebelah timur tergerus tanah longsor dari air sungai.
"Apa dia punya bakat alami? Bagaimana bisa orang yang bahkan berfikir berpegangan tangan bisa hamil memiliki banyak ide dan pendapat kritis? Apa mungkin aku yang terlalu bodoh? Tidak mungkin dia sepintar itu." Batin Claudia masih menatap heran.
"Claudia! Nenek membelikan phonecell padaku, bagaimana caranya menambahkan nomor kontak WA ya?" Kalimat dari sang pemuda yang gaptek. Hidup tanpa phonecell hingga usia 28 tahun?
Plak!
__ADS_1
Claudia menepuk dahinya sendiri, tidak mungkin pria polos ini sebenarnya genius. Ini hanya kebetulan saja. Setidaknya itulah yang diyakininya, melangkah gontai menatap suaminya menggeser-geser layar menggunakan jari telunjuk. Dirinya juga harus mengajari hal ini?
Tapi hal nyaman, entah kenapa. Kala malam semakin menjelang mereka benar-benar melakukannya. Di balik selimut jarak nol pria dan wanita tercipta. Jemari tangan mereka berpegangan.
Michael tersenyum."Aku mencintaimu, ini menyempurnakan hubungan kita sebagai suami istri." Kalimat polos bagaikan tamparan bagi sang wanita penipu.
Claudia menelan ludahnya kasar."I...iya...aku mencintaimu juga. Dengan berpegangan tangan sambil tidur, kita akan memiliki anak." Dustanya.
"Aku ingin sepasang anak laki-laki dan perempuan kalau bisa. Tapi jika tidak memilikinya pun tidak apa-apa. Yang terpenting kamu selalu ada di sisiku. Tidak pernah akan berfikir untuk berpisah denganku." Kalimat darinya, membuat wanita itu semakin merasa bersalah.
"Ja ...jangan bicarakan itu. Omong-ngomong kamu kemana seharian!?" Claudia mengalihkan pembicaraan, menatap tajam ke arah sang pemuda yang berbaring bersamanya.
"Rahasia..." Ucap Michael, yang akan membelikan sesuatu untuk Claudia menggunakan gaji pertamanya.
Rahasia? Sebuah perselingkuhan, dimana Michael memiliki hubungan dengan seorang pelayan atau wanita desa, itulah yang ada dalam bayangan Claudia. Bau parfum ini, dirinya akan mengingatnya.
"Kamu berselingkuh?" Pertanyaan darinya berterus terang.
"Kamu bilang apa?" Claudia memastikan pendengarannya.
"Aku bilang jangan dekat dengan pria lain aku cemburu!" Kali ini Michael mengucapkannya dengan nada manis, membuat Claudia beranggapan dirinya mungkin salah dengar.
"Cemburu!? Manisnya! Aku semakin mencintaimu..." Ucap Claudia cepat, dirinya tidak menyadari apa yang tengah dilakukannya selama ini.
Jantung pemuda itu semakin berdegup cepat. Semakin menginginkan wanita ini hanya untuk menjadi miliknya. Tersenyum berpegangan tangan di tempat tidur saja sudah cukup untuknya. Tapi, tidak ada pria lain yang boleh memilikinya.
Wanita yang bagaikan bermain-main dengan seekor kelinci. Kelinci putih manis, dengan banyak luka. Sewaktu-waktu dapat berubah menjadi harimau putih ganas.
Perlahan Claudia terlelap dalam tidurnya. Saat itu juga, pemuda dengan banyak lapisan gelatin di wajahnya itu mengecup bibirnya.
__ADS_1
Tersenyum kecil, apa berpegangan tangan saja sudah cukup? Bagaimana ganasnya pria berusia 28 tahun yang mengalami puber untuk pertama kalinya? Akan sebrutal apa? Entahlah... wanita yang dengan sengaja membiarkan dirinya diikat.
Pagi menjelang, udara benar-benar bersih saat ini. Beberapa macam hidangan sehat terhidang di kamarnya. Perbuatan siapa? Tentu saja Michael, pemuda yang menata dengan cepat. Termasuk membuatkan susu persiapan ibu hamil.
Potongan buah yang dikupasnya sendiri. Wajahnya tersenyum melirik ke arah Claudia yang bahkan belum membuka matanya.
Rasa penasaran ada dalam benaknya. Apa bayinya sudah ada? Mengetahui segalanya tapi lebih mempercayai takhayul. Dengan ragu mendekat. Meletakkan telinganya pada perut Claudia.
Hingga mata wanita itu mengerjap sentuhan di area perut penyebabnya.
"A...apa yang kamu lakukan!?" teriak Claudia histeris.
"Mendengarkan suara bayi."
"Hah?"
*
Area restauran yang cukup luas, daerah perkotaan. Restauran yang cukup terkenal, dengan pengunjung dari kalangan atas.
"Hai!" Erlina tersenyum, menghampiri seorang wanita yang baru untuk pertama kali ditemuinya.
"Hai juga! Penyewaku seorang perempuan?" Tanya wanita yang memang menjajakan dirinya secara online.
"Bukan untukku, tapi untuk suami saudara sepupuku. 40 juta! Jika kamu bisa tidur dengan pria ini!" Tegasnya tersenyum, mengirimkan foto pernikahan pada phonecell Mariana (sang wanita bayaran).
"Keberatan karena wajahnya rusak?" tanya Erlina.
"Tambah 10 juta lagi, aku akan memberikan service tidak terlupakan padanya." Jawaban dari Mariana penuh senyuman.
__ADS_1
"Deal!" Erlina tertawa kecil, ini akan semakin menarik saja. Bahkan jika orang jelek sekalipun, Claudia tidak akan memiliki pasangan.