
...Kehidupan kecil, aku ingin memilikinya denganmu. Jemari tangan mungil dengan mata sejernih air, rambut yang indah seperti rambutmu....
...Tangan kecil halus bagaikan kelopak bunga teratai. Tertawa, berlari memanggilku ayah....
...Jika...jika saja bisa......
...Tapi ada kalanya aku mengetahui, itu hanya fatamorgana yang kamu tunjukkan....
...Bukan karena tidak dapat menghadirkannya. Namun, karena tidak mencintaiku....
...Tanah kering yang diberi harapan oleh awan mendung, itulah aku. Rasa putus asa untuk mendekap hujan....
...Bukan untuk menghadirkan tanaman kecil, tapi hanya ingin mendekap hatimu, untuk sekali saja melihatku....
Michael.
Pemuda lugu yang mendengarkan dengan seksama suara dalam perut ratanya. Tersenyum mengecup pipinya mengatakan."Aku mencintaimu."
Apa yang diharapkannya dari seorang suami? Dirinya mulai bangkit, kembali menatap ke arah Michael yang menuangkan segelas air putih ke dalam gelas. Kemudian memberikan padanya.
Wajah ramah penuh senyuman, inilah impiannya, kala Evan setuju untuk menikah dengannya dulu. Sarapan bersama setelah malam pertama, bercengkrama mengenal lebih dalam lagi.
Entah kenapa dirinya tertunduk sesaat, kala meminum air putih.
Bibir Michael bergetar, sebuah firasat? Insting? Dirinya dapat merasakannya. Hanya memiliki raga wanita ini bukan hatinya. Hari ini rasanya berbeda, wanita itu ada di hadapannya tapi fikirannya dimiliki oleh orang lain.
Apa dia? Claudia masih memikirkan pria itu?
"Mandi! Lalu makan! Kita sarapan bersama!" Ucap Michael dengan nada ceria, menyimpan segalanya seorang diri. Untuk pertama kalinya menyadari hati wanita ini bukan untuknya.
Lalu kenapa? Walaupun sebuah kepura-puraan atau ilusi apa dirinya tidak boleh memiliki Claudia?
"Iya! Iya! Aku mencintaimu!" Claudia tersenyum berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Mencintaiku?" Sesuatu yang mulai diragukan Michael kala menatap ke arah pintu kamar mandi yang tertutup rapat."Ta...tapi bahkan jika ini hanya kebohongan saja, ka...kamu akan tetap menjadi milikku." Ucapnya mengepalkan tangannya menyakinkan dirinya sendiri.
*
Pemuda itu lebih banyak diam kali ini. Bagaikan ada hal lain yang difikirkannya. Namun, tetap memperlakukannya dengan baik. Termasuk meletakkan bacon dan menuangkan jus."Anak kita tidak boleh kekurangan nutrisi," ucapnya.
"Michael...kamu tau kan bayi tidak tumbuh dengan mudah?" tanya Claudia pelan-pelan.
"Tau, tapi apa salahnya berharap. Jika tidak sekarang kita masih mempunyai waktu puluhan tahun lagi untuk bersama. Sebelum pada akhirnya kita mati. Tapi jika matipun harus bersama, aku akan melindungimu dari kegelapan..." Kalimat rayuan tingkat tinggi, mengandung makna red flag yang kuat.
Claudia tertawa kecil, walaupun sedikit merasa bersalah mengingat dirinya memanfaatkan Michael."Tentu saja, kita akan bersama selama-lamanya."
Mampus! Wanita itu bermaksud berbohong, tapi anak baik hati ini salah sangka. Mengira jika belum memiliki hatinya juga tidak apa-apa. Tapi yang terpenting Claudia sudah berjanji padanya untuk bersama selama-lamanya. Forever? Tau arti kata forever, arti kata forever dalam kamus Michael adalah bahkan melirik pria lainpun tidak boleh, berlaku selama kiamat belum terjadi. Tidak bahkan setelah kiamat pun wanita ini tidak boleh melirik pria lain.
"Janji..." Pinta Michael.
"Janji..." Claudia mengangguk menyetujuinya.
"Omong-ngomong aku pernah melihat sebuah koper di kamar mandi, dengan kode khusus. Apa isinya?" tanya Claudia penasaran.
"Pa... pakaian dalam? Begitu ya?" Ucap Claudia gugup, mengakhiri pembicaraan tidak mengenakan ini. Menelan ludahnya kasar, entah kenapa belakangan ini dirinya sering bermimpi buruk. Tentang seorang pria rupawan yang menarik rantai pada kakinya.
Mimpi yang bagaikan terus berlanjut, pria posesif yang tidak dikenalnya sama sekali ada dalam mimpinya? Benar-benar aneh bukan?
"Tipe green flag, adikku sayang kamu akan memiliki jodoh wanita yang baik nanti setelah bercerai dariku..." Batinnya merasa iba pada Michael yang setahun lagi akan menyandang status duda.
Pria yang makan dengan tenang, sedikit melirik ke arah cincin di jari manis Claudia. Wanita ini adalah miliknya, hanya miliknya. Apa sudah mengandung anaknya? Sebuah fikiran polos yang sejatinya salah.
*
Jemari tangannya mengetik dengan cepat mengerjakan tugasnya. Pria itu tidak memakai parfum sama sekali, tapi anehnya kemarin ada bebauan tidak asing dari tubuhnya. Terlalu menyengat bagaikan parfum murahan.
Memincingkan matanya, kala melihat Michael telah berpakaian rapi. Tepat pukul 8 pagi, hari masih begitu dingin. Kemana pria ini akan pergi?
__ADS_1
"Sayang aku pergi menemui Awan. Nanti jam lima sore aku pulang. Aku mencintaimu..." Ucap Michael meletakkan segelas susu di dekat meja tempat istrinya bekerja.
Ini perselingkuhan! Sudah pasti perselingkuhan! Apa ada wanita yang dicintai Michael? Wanita seperti apa? Dirinya benar-benar ingin tahu. Tapi untuk apa dirinya harus tau? Bukannya lebih bagus, satu tahun lagi Michael akan melepaskannya dengan mudah.
Menghela napas kasar, memutuskan menghabiskan waktunya di taman. Duduk seorang diri menjernihkan fikirannya yang dipenuhi dengan pangeran tampan berkuda putih, maaf salah pria desa berwajah rusak yang menaiki kerbau. Berimajinasi jika pria itu tengah saling merayu dengan wanita desa di gubuk tepi sawah.
Wanita yang tiba-tiba kesal. Tapi dirinya tidak boleh kesal, mengingat tidak ada cinta, jadinya tidak boleh ada rasa cemburu.
Bebauan itu tercium lagi, mengendus-endus aroma yang lumayan menyengat itu. Ini sudah pasti! Sudah pasti wanita yang disukai Michael ada di rumah ini.
Lebih dekat, bebauannya lebih dekat. Hingga pada akhirnya langkahnya terhenti di hadapan seorang security yang berasal dari daerah sekitar.
"Ka...kamu pacar Michael!? Maaf salah! Kamu selingkuhan suamiku!? Michael menyukai pria!?" Teriak Claudia penuh rasa keterkejutan.
Sang security mengenyitkan keningnya. Mengapa wanita muda ini dapat menyimpulkan demikian? Apa kesambet dedemit mungkin? Haruskah menghubungi dukun terdekat?
Tidak menyadari, tidak hanya satu beberapa orang memiliki bebauan serupa. Ini karena pengharum pakaian di laundry tempat Michael bekerja, tanpa sepengetahuan Claudia.
*
Sementara itu persahabatan yang semakin dekat. Pria yang baru saja memasukkan pakaiannya ke mesin cuci, hanya dapat menghela napas mendengar ocehan Awan.
"Kamu tidak tau! Ini benar-benar hardcore! Wanitanya super cantik! Wajahnya bodynya...full tanpa sensor! Aku jadi berfikir Rinda janda kampung sebelah bagaimana ya?" Ucapnya menyombongkan diri.
"Intinya kamu melakukannya? Proses perkembangbiakan seperti dalam buku dan video?" tanya Michael dengan raut wajah datar.
"Dulu pernah sekali...ta...tapi sekarang---" Kalimat Awan disela.
"Itu artinya kamu monogami (hanya dapat kawin dengan satu pasangan). Tapi berpura-pura menjadi cassanova yang mencintai seribu wanita." Michael terkekeh, menunggu mesin cuci bekerja dengan sabar.
"I...itu... omong-ngomong bagaimana rasanya malam pertama dengan Claudia?" tanya Awan mengalihkan pembicaraan.
"Tidak ada, aku tidak ingin membuatnya kesakitan hanya demi memiliki anak. Cukup tidur dengan berpegangan tangan..." Jawaban dari Michael penuh semangat.
__ADS_1
"Bagaimana caranya menjelaskan jika ini hanya kebohongan keji dari istri dan nenekmu tentang sebuah takhayul..." Gumam Awan memijit pelipisnya sendiri.
"Permisi..." Seorang wanita cantik tiba-tiba muncul membawa pakaian, menyela pembicaraan mereka.