
"Wah...dia mengagumkan! Akan selalu menjadi adik yang menyenangkan bagiku. Adik pembela kebenaran dan keadilan..." Batin Claudia, menahan senyumnya. Dalam imajinasinya, memiliki Michael sebagai adik angkatnya setelah perceraian. Kemudian menjadi wanita karier sukses, semua pria tampan tunduk padanya. Tentunya dengan adiknya tersayang selalu berada di sampingnya. Membelanya dari setiap orang yang ingin menindasnya.
"Claudia! Hentikan dia! Dia ini tidak normal!" Bentak sang paman, menatap ke arah pemuda yang tersenyum bagaikan dapat memenggal kepala mereka berdua kapan saja.
"Tidak normal? Lebih normal mana, paman yang menjodohkan keponakannya yang sudah menikah. Atau seorang suami yang membunuh selingkuhan istrinya?" Pertanyaan dari Michael. Dalam fikirannya hanya, Claudia adalah miliknya. Tidak peduli wanita ini berusia lebih tua lima tahun darinya, atau status sosial Claudia yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan dirinya. Hanya ada satu hal dalam otaknya.
"Ini adalah istriku. Selamanya, walau di neraka sekalipun adalah istriku." Tekanan yang tidak main-main, membuat Titan menghela napas kasar. Matanya melirik ke arah Claudia yang tersenyum, tanpa ada keinginan menghentikan Michael.
"Kamu berkata aku selebriti yang sombong. Tapi aku mempunyai puluhan juta penggemar termasuk istrimu. Apa yang membuatmu berkata ada pria yang lebih tampan dariku, tanpa menunjukkan dirinya ke publik? Orang itu pasti sudah gila...itu kalau ada." Cemoohannya, bagaimana pun kariernya dipertaruhkan dalam hal ini. Video dirinya yang membuka pakaian di club'malam ketika mabuk berat masih dipegang oleh Wendy.
"Apa untungnya menunjukkannya padamu? Hasilnya akan sama saja. Lebih baik kamu mati sekarang sebelum istriku berubah fikiran dan memilihmu..." Senyuman yang ramah kata-kata sungguh-sungguh dari Michael. Red flag! Itulah istilah yang dapat menggambarkan perilakunya kini.
Tapi mungkin Claudia salah paham."Akting yang bagus Michael! Memang sebaiknya kamu mengancamnya dengan pedang. Walaupun Titan begitu tampan! Tapi belakangan ini ada yang lebih tampan dibandingkan dengan Titan. Pria yang ada di mimpiku! Jadi aku sudah melupakan Titan!" Batinnya yang memang hanya mengagumi ketampanan dari dulu.
Artis idolanya Titan, pria yang pandai bermain gitar akustik maupun gitar listrik. Dapat menyentak hati ribuan wanita dari atas panggung. Dialah Titan, yang bahkan hanya dapat ditemui Claudia dari bawah panggung.
"Apa untungnya? Aku berjanji jika kamu dapat menunjukkan seseorang yang rendah hati, tidak pernah menunjukkan ketampanannya di depan media, satu lagi penampilannya harus melebihi penampilanku. Maka aku akan mundur. Tapi jika kamu gagal, lebih baik bercerai saja, karena setelah ini mau tidak mau aku akan lebih sering datang. Tinggal tebas saja? Jika kamu masuk penjara akan semakin banyak pria yang mendekati istrimu..." Pria bernama Titan itu tertawa kecil.
"Baik! Aku akan menunjukkan padamu apa yang disebut selebriti kampung." Pada akhirnya Michael mengikuti permainan orang ini, menurunkan samurai yang dipegangnya.
__ADS_1
Sedangkan Claudia mengenyitkan keningnya, pria-pria rupawan di desa ini sebagian besar sudah pernah bertemu dengannya. Tapi tidak ada yang dapat dikatakan luar biasa."Apa sebenarnya yang dilakukan Michael!? Ini benar-benar menjadi permainan kekanak-kanakan!" Batinnya ingin rasanya berteriak. Melihat ke arah Michael yang berjalan diikuti Titan, menuju kamar mereka.
Sedangkan sang paman memijit pelipisnya sendiri. Tidak mengerti sama sekali dengan jalan fikiran mereka. Apa sulitnya mendekati Claudia? Jika datang setiap hari Claudia pasti akan luluh juga.
"10% penawaran yang bagus, kita berdamai. Kamu mendapatkan selebriti idolamu. Dan paman mendapatkan kekuasaan lebih di perusahaan." Wendy kembali mencoba bernegosiasi.
"Tidak! Posisi direktur utama tetap milikku. Paman akan tetap menjadi wakil direktur." Kalimat yang diucapkan Claudia, membuat Wendy semakin memijit pelipisnya saja. Keponakannya yang keras kepala, cukup sulit untuk menghadapi Claudia. Memakan kue kering dengan anggun.
Tidak disangka Claudia akan memilih pria desa yang bucin tingkat dewa. Akan sulit untuk merayunya, apalagi rencana Erlina sebelumnya gagal. Menghela napas berkali-kali tidak ada yang dapat dilakukannya.
Mungkin usulan gila Titan tentang ijin keluar masuk tempat ini sedikit berguna. Mungkin saja Titan dapat meluluhkan Claudia hingga ke tahap melumpuhkan logikanya, itulah yang ada dalam fikiran Wendy. Mungkin akan mudah merayu keponakannya yang memang hanya menyukai wajah tampan.
"Apa yang mereka lakukan di kamar begitu lama? Apa pria itu menggoda Michael yang polos? A...apa mereka saling memeluk dan mencium? Bagaimana pun bentuk tubuh Michael benar-benar bagus!" Batinnya mengira kedua pria itu tengah saling memeluk dan berciuman di dalam kamar.
Ingat! Perlu dicatat! Ini bukan rasa cemburu tapi hanya perwujudan rasa sayang kakak pada adiknya. Mengigit kukunya sendiri sesekali melirik ke arah pintu kamar lantai dua.
*
Titan menghela napas kasar matanya menelisik. Kamar yang cukup luas dengan perabotan yang dipastikan bernilai tinggi. Kecantikan Claudia? Dirinya sudah melihat secara langsung. Wanita karier yang memiliki saham perusahaan terkemuka, memiliki suami berwajah penuh dengan luka.
__ADS_1
Kenapa dirinya mau-maunya mengikuti kata-kata Wendy? Videonya ketika mabuk entah kenapa ada di tangan Wendy. Dirinya begitu gila saat itu, membuka pakaian total, bahkan tertawa sambil menghina presiden.
Mampus! Kariernya berakhir, dirinya akan masuk penjara! Itulah yang terjadi jika video itu tersebar.
"Terus terang saja, tidak ada pria yang lebih tampan dariku. Tapi tidak memasuki dunia hiburan. Sebagian besar dari mereka---" Kalimat pria itu terhenti, kala Michael membuka satu persatu lapisan gelatin di wajahnya.
Hanya luka palsu!? Senyuman yang hangat, wajah yang teduh terlihat kala makeup sudah sepenuhnya dibersihkan. Pria yang memiliki citra hangat dalam setiap gerak geriknya.
Sebaliknya citra good boy bagaikan malaikat yang akan terlihat. Terbalik dengan citra bad boy yang selama ini menjadi konsep Titan.
"Usiamu 34 tahun kan? Usia yang hampir sama dengan Claudia. Jika aku memasuki dunia hiburan apa yang akan terjadi? Sebagian besar fansmu akan menjadi milikku. Di tambah dengan para remaja yang lebih menyukai pria muda..." Michael tertawa kecil, dirinya memang dari dulu memiliki sifat sombong. Tapi sayangnya selalu mengikuti kata-kata sang nenek. Jika tidak ingin sapinya dimasak menjadi rendang.
Hanya dapat menghela napas kasar, melihat pemuda berusia 28 tahun di hadapannya. Itulah yang dilakukan Titan."Kenapa harus seperti syuting film horor?" tanyanya kala Michael kembali memakai lapisan gelatin.
"Karena Claudia tidak menyukai pria tampan." Jawaban darinya menbuat Titan memijit pelipisnya sendiri.
"Claudia berkata seperti itu?" tanya Titan dijawab dengan anggukan oleh Michael.
"Dia berbohong, aku hanya memberi nasehat. Jangan terlalu serius menanggapi kata-kata cinta pengusaha kaya. Mereka hanya tertarik pada wajah dan kepentingan. Kenapa Claudia menikahimu yang wajahnya rusak, ditambah dengan pria desa yang miskin? Itu karena kamu tidak dapat menolak gugatan cerainya nanti." Lanjut Titan.
__ADS_1
"Tidak, Claudia...dia---" Kalimat Michael disela.
"Sebagai suami kamu pernah berhubungan badan dengannya? Jika sering aku akan menarik kata-kataku."