Topeng Suami Buruk Rupa

Topeng Suami Buruk Rupa
Bab 9. Kenalan


__ADS_3

"Aku bersedia..." Satu kalimat bersunguh-sungguh darinya akan menjaga wanita ini.


"Aku bersedia..." Kalimat yang diucapkan Claudia.


Dua orang yang menyanggupi sumpah pernikahan. Walaupun salah satunya sejatinya tidak tulus kala mengucapkannya.


Saat itulah sepasang cincin mulai disematkan pada jari mereka. Dalam hatinya Michael hanya akan menanam perasaannya pada wanita ini, tidak akan pernah teralih pada wanita lain.


Membuka kain yang menutupi wajah pengantin wanita. Kala itulah sejatinya Claudia merasa takut, makhluk buruk rupa yang dipenuhi bekas luka akan menciumnya.


"Cium!"


"Cium!"


Teriakkan orang-orang yang hadir pada acara pernikahan terdengar.


"Jangan!" batinnya, ingin melarang Michael. Tapi seakan doanya dikabulkan Tuhan, Michael hanya mencium keningnya saja.


"Aku akan menyayangimu sepenuh hatiku..." bisiknya membuat Claudia tertegun sesaat. Untuk pertama kalinya ada pria yang mengatakan sesuatu dengan nada setulus ini. Seakan takut akan kehilangannya.


"Hentikan pernikahan ini!" Suara bentakan seseorang terdengar, suara yang familiar. Evan memasuki gereja tanpa ijin.


Membuat Claudia yang berada di altar membulatkan matanya. Wanita yang bergerak cepat, mungkin karena egonya yang tinggi, dirinya refleks berjinjit. Mengalungkan tangannya pada leher Michael.


Pengantin wanita yang agresif, memberikan serangan tiba-tiba pada pengantin pria. Kalian pikir hanya kiss? Tidak! Ini hot kiss. Walaupun baru pertama kali melakukannya. Jantung mereka terasa berdegup cepat senada.


Pria yang secara naluriah, menggerakkan bibirnya bagaikan kehausan. Dirinya benar-benar mencintai wanita penggoda ini. Bahkan tidak mempedulikan teriakan orang-orang yang hadir mengagumi betapa terlalu mesranya kedua mempelai.


Lidah Claudia bertaut masuk ke dalam bibir Michael. Memejamkan matanya, pada awalnya hanya ingin membuat Evan yang baru datang kesal setengah mati. Tapi siapa sangka, buaian bibir pria ini begitu lembut. Tidak terlalu menuntut atau membuatnya jijik. Dekapan yang hangat.


Beberapa orang yang hadir berteriak.


"Pengantin wanita sudah tidak sabar untuk malam pertama!"

__ADS_1


"Aku seperti menonton Shrek dan putri Viona di dunia nyata!"


"A...aaa!"


Teriakan histeris dari orang-orang yang hadir. Membuat Claudia tersadar, dua orang yang melepaskan ciumannya bersamaan. Apa yang terjadi? Itulah yang ada di batin Claudia saat ini. Mengapa dirinya tidak jijik dengan wajah ini? Pemuda yang tersenyum hangat padanya.


Respon alami dirinya harus terlihat mencintai Michael. Karena itulah, dirinya yang tidak mencintai Michael tapi merasa jantungnya berdegup cepat, merasa sayang untuk melepaskan ciuman, harus berpura-pura memuji dan mengasihinya.


"Aku mencintaimu!" Ucap Claudia tersenyum.


"Aku mencintaimu semua yang ada pada dirimu, bahkan sisi buruk pun. Aku akan mencintainya..." Kalimat dengan suara kecil dari Michael.


"Di...dia lebih pandai merayu! Tenang Claudia! Wajahnya penuh luka tidak tampan sama sekali!" Batin Claudia tidak mengakui kekalahannya. Jujur saja, pria polos yang baru saja mengalami puber terlambat ini, membuatnya tidak dapat berkata-kata.


Dirinya hanya satu kali menggoda. Tapi pria ini bagaikan memberikan beribu pernyataan cinta tulus.


Sedangkan Evan yang berdiri di pintu depan hendak menghentikan segalanya, mengepalkan tangannya. Apa yang terjadi? Mungkin itulah pernyataan yang ada dalam fikirannya.


Namun, Erlina diam tertegun. Tangan wanita di sampingnya gemetar. Bagaikan berfikir? Ada yang aneh. Itulah hal yang baru disadari Evan tentang kekasihnya.


"Santos!" Ucap Berta, bertemu sahabat lamanya.


"Berta!" Sepasang pria dan wanita yang bisa dikatakan sudah menjadi kakek dan nenek itu tertawa.


Tidak disangka mereka sudah saling mengenal, sama-sama menempuh pendidikan hukum di sebuah fakultas.


Sedangkan Claudia yang baru saja melemparkan buket bunga mengenyitkan keningnya. Mengapa nenek Michael dapat mengenal pengacara keluarganya?


Bahkan dua orang itu terlihat mengobrol akrab. Saling mendorong bagaikan sahabat.


"Kalian saling mengenal!?" tanya Claudia menghampiri mereka bersama Michael. Pesta resepsi yang langsung diadakan hingga malam.


"Tentu saja, Berta jadi ini cucumu?" tanya Santos.

__ADS_1


"Nama saya Michael..." Michael menunduk, memberi hormat memperkenalkan dirinya. Benar-benar tata krama tidak biasa.


Tapi tetap saja, hal yang tidak disadari Claudia tentang makhluk macam apa yang dinikahinya saat ini. Dirinya masih tertegun menatap ke arah pengacaranya.


Berta meraih telinga sang pengacara keluarga (Santos) kemudian berbisik. Entah apa yang dikatakannya, tapi Santos membulatkan matanya langsung tersenyum pada dirinya dan Michael.


"Senang bertemu denganmu tuan Michael. Aku harap kita dapat lebih dekat kedepannya." Ucap Santos tiba-tiba menggunakan kalimat formal, mengulurkan tangannya. Hendak berjabat.


"Terimakasih, tuan..." Michael membalas jabatan tangannya.


Dirinya bagaikan diabaikan disini. Padahal ini rencananya, dirinya adalah tokoh sentral. Mengapa Santos malah terlihat lebih menghormati Michael. Sedangkan dirinya selalu dibentak jika melakukan kesalahan di perusahaan.


Ini tidak benar! Ada yang salah.


"Paman Santos, ini Michael suamiku sekarang. Aku mencintainya dengan tulus. Iya kan sayang..." Ucap Claudia bergelayut manja pada lengan Michael.


"Aku juga tulus. Ini hadiah pernikahan dariku untukmu." Ucap Michael penuh senyuman, mengeluarkan gelang kaki dengan lonceng kecil pada rantainya. Berlutut di hadapan Claudia, mengenakan pada pergelangan kakinya."Aku ingin menemukanmu dengan mudah, jika kamu pergi kemanapun, suara lonceng kecil akan terdengar..."


Satu tikaman bagaikan pisau di dadanya. Pria ini benar-benar pandai merayu, membulatkan matanya menatap pria yang berlutut mengenakan gelang pada kakinya.


"Aku tidak sanggup melihat ini! Claudia! Aku bangga padamu! Kamu benar-benar pandai memilih pasangan!" Ucap Santos, mengalihkan pandangannya. Tidak kuat melihat sinar cinta menyilaukan ini.


Sedangkan Berta menghela napas kasar."Anda sebaiknya tinggal dengan istri anda mulai sekarang. Agar segera memiliki keturunan. Apa ingin tinggal di rumah atau di villa?" tanyanya. Ini sudah terlanjur terjadi, Michael yang diasuhnya sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan. Mungkin dengan adanya penerus akan lebih mudah saat kembali nanti.


"Vi... villa! Michael akan tinggal denganku selama sebulan di villa. Setelahnya kami akan tinggal bersama di kota. Aku juga memiliki banyak pekerjaan." Ucap Claudia gelagapan, tidak terbiasa mendapatkan perlakuan semanis ini dari pria. Serangan bagaikan tikaman bertubi-tubi padanya.


Santos menghela napas kasar."Claudia, apa kamu benar-benar mencintainya?" tanyanya ragu, tidak ingin pernikahan Claudia hanya demi mencairkan warisan orang tuanya saja.


"Aku mencintainya, dari pandangan pertama. Dia manis dan lucu, membuatku terhibur di setiap gerak geriknya. Sayang aku mencintaimu..." Kalimat demi kalimat yang kembali diumbar Claudia demi menyenangkan sang pengacara.


"A...aku juga, mencintaimu dari pandangan pertama. Jujur saja, tidak ada tempat bersandar bagiku selain nenek. Tapi ketika bertemu denganmu, aku benar-benar bahagia. A...aku tidak berbohong, saat mengatakan aku bisa mati karena bahagia. Saat kamu mengatakan mencintaimu juga.". Pria yang tertunduk salah tingkah. Wajahnya memang buruk tapi hal yang diucapkannya bukan sekedar rayuan.


"Aku dapat menjadi begitu terobsesi padamu... hingga ingin bersamamu sampai matipun." Kalimat pamungkas dengan nada bersunguh-sungguh sebagai serangan terakhir.

__ADS_1


"Mampus!" Batin Claudia berjalan pergi, merasakan dirinya bagaikan terkena serangan jantung.


__ADS_2