Topeng Suami Buruk Rupa

Topeng Suami Buruk Rupa
Bab 18. Terlalu Cemas


__ADS_3

Wanita yang benar-benar cantik, membawa setumpuk pakaian untuk dilaundry. Bentuk tubuh benar-benar indah, rambut panjang bergelombang diwarnai pirang. Pakaian? Tidak terlalu terbuka tapi terkesan modern.


"Aku ingin me-laundry pakaian..." ucapnya pada dua orang pemuda di hadapannya.


"Biar aku saja yang timbang!" Awan terlihat antusias, walaupun monogami, dirinya tetap mencintai keindahan. Wanita cantik adalah hidupnya.


"Tidak, biar kakak yang disana saja..." tolak Mariana penuh senyuman menunjuk ke arah Michael.


"Michael... jujur saja kamu menemui dukun mana?" tanya Awan berusaha tersenyum, menahan rasa geramnya.


Pemuda berwajah rusak yang mendekat. Kantong besar berisikan cucian, wanita genit yang mengambil kesempatan untuk meraba jemari tangannya."Maaf...tapi tanganku tidak gatal. Tidak perlu digaruk." Kalimat yang diucapkan Michael penuh senyuman.


Tapi apa wanita itu akan menyerah? Tentu saja tidak. Ini demi perdamaian dunia, maaf salah demi uang 50 juta rupiah.


"Namamu siapa? Boleh kenalan?" tanya wanita itu semakin lengket, bergelayut manja pada lengan Michael.


"Tidak!" Dengan cepat Michael mendorong kepala Mariana "Aku sudah bersumpah setia di hadapan Tuhan. Jika aku mengingkarinya, nenek bilang hidupku tidak akan pernah bahagia, bekerja sekeras apapun tidak pernah menikmati hasilnya. Matinya tersambar petir, mayatnya tenggelam di danau, setelah dikuburkan pun, minyak jelantah keluar dari kuburanku. Bahkan tiba-tiba kuburan longsor membentuk gua. Jika saat menikah mengkhianati istri," ucapnya dengan sungguh-sungguh.


Mariana berusaha tersenyum."Ka...kata nenek? Dia seperti anak kecil saja, yang percaya jika durhaka dapat dikutuk menjadi batu," batinnya.


"Michael sayang... kita hanya berteman. Kamu dapat menceritakan keluh kesah apapun padaku." Kali ini wanita itu melakukan pendekatan lebih intens. Tapi dalam tempo lebih pelan.


"Keluhan?" Michael mengenyitkan keningnya.


"Iya, memangnya apa saja kelebihan istrimu? Pasti ada saja kekurangannya kan? Aku dengar-dengar kalian baru beberapa hari menikah. Jangan bilang kamu jatuh cinta hanya dalam waktu beberapa hari?" Mariana kembali bertanya. Tidak mungkin orang yang bernama Claudia tidak memiliki kelebihan.


Awan memasang pendengarannya baik-baik ingin mengetahui apa saja keluh kesah Michael tentang istrinya. Menelan ludahnya kasar, benar-benar ingin mengetahui rumah tangga orang lain.

__ADS_1


Senyuman menyungging di wajah Michael. Taukah kalian apa yang tidak boleh ditanyakan pada seorang bucin sejati? Tentu saja tentang apa kelebihan pasangan mereka.


Karena jawaban ini yang akan kalian dapatkan.


"Lucu sekali kamu bertanya tentang apa kelebihan Claudia. Apa kamu tidak menyesal telah bertanya?" Michael mengenyitkan keningnya.


Tidak ada jawaban wanita itu hanya tersenyum lebar.


"Hal yang aku sukai dari Claudia jika kamu bertanya seperti itu, bahkan memerlukan waktu tiga hari pun untuk menjelaskannya tidak akan cukup. Kamu tidak tau bagaimana kharismanya saat berada diantara pria cumi-cumi di warung pak Hasan. Dia menjawab dengan anggun setiap kalimat yang dikatakan orang-orang. Rambutnya selalu beraroma strawberry, senyuman manis begitu manis, seperti lelehan gulali. Siapa yang tidak akan jatuh cinta padanya? Ditambah setiap kalimat manis yang diucapkannya membuatku terkena serangan jantung. Kamu belum melihat ketika dia tertawa, betapa berharga setiap tawa yang keluar dari mulutnya. Kecerdasan, aku belum bercerita soal kecerdasannya! Dia memiliki pemikiran tajam dalam bisnis---"


"Cukup!" Ucap Mariana memijit pelipisnya sendiri.


Sedangkan Awan yang mendengarkan segalanya ingin muntah rasanya. Bagaimana Michael dapat memuji seseorang hingga sebegitunya?


"Sudah lama aku ingin mengatakan betapa aku mengaguminya..." Michael menghela napas kasar lega sudah mengatakan sebagian kecil, bagaimana dirinya dapat jatuh cinta pada Claudia.


"Ta...tapi Michael, kenapa kamu bekerja di sini? Mungkin saja istrimu tidak benar-benar mencintaimu kan hingga membiarkanmu seperti ini?" Mariana menghela napas kasar, penuh senyuman.


Wanita itu meninggalkan kartu nama."Ini untukmu, ada pekerjaan menjadi cleaning service di club'malam. Gajinya cukup tinggi," ucapnya melangkah pergi.


Michael meraih kartu nama kemudian menyimpan dalam sakunya.


"Kamu menyukainya?" tanya Awan.


Michael menggeleng, membawa cucian yang sudah kering ke ruangan lain. Langkahnya diikuti oleh Awan."Aku tidak tertarik..."


"Tapi dia lebih cantik dari Claudia. Dalam artian bentuk tubuh, akan rugi jika---" Kalimat Awan disela.

__ADS_1


"Tau kenapa aku mempercayai setiap kata-kata nenekku. Dulu aku tinggal di daerah lain, menunjukkan sesuatu yang tidak boleh aku perlihatkan. Melanggar setiap kata-katanya. Bahkan mengikuti orang yang tidak aku kenal hanya karena sebuah pujian. Pada akhirnya aku diculik, tenggelam dalam mobil yang jatuh ke danau. Karena itu aku selalu mempercayai kata-kata nenekku. Entah itu bohong atau sebuah kejujuran." Ucap Michael meraba luka di wajahnya. Mengingat segalanya, kala dirinya yang risih, mengenakan lapisan gelatin ini, melanggar perintah, pergi ke taman kanak-kanak dengan rupa aslinya.


"Lalu apa hubungannya dengan wanita tadi?" Awan menghela napas kasar.


"Nenek pernah memberikan nasehat padaku. Aku harus selalu curiga terhadap setiap orang, terutama wanita. Wanita tadi (Mariana) mendekati seorang pria berwajah rusak, bahkan mengetahui namaku. Dia orang suruhan. Wanita yang mungkin saja ketika aku tidur satu ranjang dengannya akan menikam jantungku menggunakan pisau." Jawaban dari Michael.


"Tidak mungkin! Fikiranmu terlalu trailer! Kamu bahkan bukan anak gubernur! Apa tujuannya mendekatimu, jika bukan cinta!?" Awan tiba-tiba tertawa kencang.


"Nenekku pernah berkata, ada saatnya banyak orang yang akan tunduk di bawah telapak kakiku. Jika difikirkan lagi, mungkin aku putra taipan diistilah China-nya, jika di Korea disebut putra chaebol. Istilah lainnya yang mungkin kamu mengerti anak sultan." Michael tertawa kecil, mengingat asumsinya sendiri dari masa sekolah menengah pertama.


Pelajaran yang sulit, bahkan tentang bisnis. Memang ada yang aneh tentang neneknya.


"Jadi apa benar kamu anak orang kaya yang tersembunyi?" tanya Awan membulatkan matanya antusias.


"Tentu saja tidak! Hanya kebohongan! Tidak mungkin aku orang kaya!" Tawa kencang terdengar dari mulut teman laknat ini. Benar! Michael fikir itu memang hanya sebuah pemikiran konyol darinya. Realistis saja, dirinya tidak mungkin orang kaya yang tersembunyi.


Jika orang kaya, dirinya mungkin sudah tinggal di kota. Menempuh pendidikan yang tinggi di luar negeri.


Sedangkan Awan memutar bola matanya malas. Masih menatap ke arah pemuda aneh ini."Lalu kenapa kamu menyimpan kartu namanya?"


"Karena pekerjaannya dimulai pada malam hari. Siang aku akan bekerja di tempat ini. Malam bekerja di club. Jika bisa aku ingin mengumpulkan uang untuk bekerja di kota nantinya. Tidak ingin merepotkan Claudia lebih dari ini..." Jawaban darinya penuh senyuman, membuat siapapun yang mendengarnya akan terharu.


*


Tapi bagaimana dengan Claudia? Wanita itu terdiam setelah mendengarkan penjelasan sang security. Jika dirinya tidak senang bermain pedang-pedangan dengan Michael.


Wanita yang bagaikan mengalami paranoid. Setiap kali mencium bau yang diyakininya sebagai parfum serupa dengan bau pakaian suaminya. Dirinya akan mulai berfikir orang itu adalah kekasih rahasia Michael.

__ADS_1


Termasuk kala dirinya mendorong troli di supermarket. Dirinya mencium bau itu lagi, dari anak perempuan berusia 5 tahun.


"A...apa Michael pedofil?" gumamnya, cemas.


__ADS_2