Topeng Suami Buruk Rupa

Topeng Suami Buruk Rupa
Bab 35. Perubahan


__ADS_3

Laju mobil dihentikan olehnya. Michael, calon adiknya yang super polos dan murni melihat wanita tidak memakai pakaian. Ditambah dua orang yang benar-benar tengah melakukan aktivitas menanam jagung?


Ini gila! Dua orang itu sudah gila!


"A...apa kamu bilang tadi, apa yang mereka lakukan?" Pertanyaan dari Claudia berusaha setenang mungkin.


"Melakukan aktivitas perkembangbiakan seperti yang tertulis di buku biologi dan video yang diberikan Awan. Membentuk zigot secara alami. Dari tidak adanya darah pada tissue atau tertinggal di meja, kemungkinan selaput daranya sudah robek sebelum hari---" Kalimat Michael terhenti.


"Sudah! Cukup penjelasannya! Penjelasanmu membuatku depresi." Claudia memijit pelipisnya sendiri. Semakin hari calon adik angkatnya tersayang semakin profesional saja.


Tapi tidak boleh begini! Karyawati itu sudah berniat menggoda Michael. Tidak boleh bekerja di perusahaan yang sama lagi. Bisa-bisa Michael akan tergoda, kemudian calon adik angkatnya yang murni akan tercemar.


"Jika tidak salah aku membaca peraturan perusahaan, pasangan suami-istri tidak boleh bekerja dalam perusahaan yang sama. Tentunya pengecilan untuk kita. Tapi dapat aku simpulkan, Fandi yang sudah menikah berselingkuh dari istrinya. Karyawati itu bukan istrinya bukan? Pria yang berselingkuh tidak pantas hidup. Pecat dia secara tidak hormat. Black list namanya di perusahaan manapun." Kalimat tegas tanpa ekspresi dari Michael.


Tidak ada pengampunan untuk suami yang berselingkuh bukan? Itulah yang dikatakan Berta. Dirinya tidak boleh berselingkuh sama sekali. Itu kejahatan yang lebih berat dari pembunuhan, suatu ketegasan yang selalu ditekankan neneknya. Jika suatu hari nanti dirinya menikah.


"A...apa ini karena kamu cemburu? Kamu menyukai karyawati itu? Karena itu kamu ingin Fandi dipecat?" Pertanyaan dari seorang istri yang hanya pura-pura cinta. Tidak pernah terlintas kecemburuan sama sekali.


"Tidak, hanya istriku yang tercantik. Aku tidak mungkin menyukai wanita lain." Jawaban menusuk relung hati yang paling dalam dari mulut Michael. Membuat Claudia sedikit lega.


Hanya sedikit lega, karena sejatinya tetap saja Michael sudah melihat tubuh wanita itu. Mungkin, mungkin saja nafsunya sebagai pria dewasa yang buas akan timbul.


Claudia sedikit memikirkan sesuatu. Apa dirinya harus sedikit menunjukkan tubuhnya lebih bagus daripada wanita itu?


Menghela napas kasar, perhatiannya teralih pada sudut bibir Michael yang ditutupi plester kecil.


"Sudut bibirmu terluka? Apa Fandi yang melakukannya?" Tanya Claudia menyentuh sudut bibir Michael.


Michael mengangguk."Ini tidak sakit. Karena kamu menyentuhnya jadi tidak sakit..."


Sruk!

__ADS_1


Jantungnya bagaikan ditikam lagi. Dua orang itu keterlaluan berani-beraninya menghajar suami. Maaf salah calon adik angkat setelah bercerai, dari seorang Claudia.


"Sayang, pasti menyakitkan ya? Sini biar aku cium..." Ucap Claudia menyambar bibir Michael tanpa aba-aba. Dapat dibayangkan bukan? Wanita yang selama 33 tahun hanya pernah pacaran sekali dengan Evan. Itupun hanya berlangsung 3 bulan, tanpa adanya sentuhan fisik terlalu intens.


Kali ini tidur berdampingan dengan pria, berciuman, berpelukan, bagaikan untuk pertama kalinya mendapatkan kenyamanan dalam jantung yang selalu berdegup cepat kala melakukannya.


Mencengkeram seragam yang dikenakan Michael, bagaikan tidak memiliki pijakan. Seharusnya ini menjijikkan bukan? Berbagi liur dengan seseorang. Tapi tidak."Aku mencintai mu..." itu terucap secara alami. Tapi fikirannya berkata itu adalah dusta.


"Aku juga..." Ucapan tulus dari Michael, mengetahui dirinya telah takluk dari awal.


Bagaikan pasangan suami-istri sungguhan yang hidup tanpa masalah. Walaupun ada yang mengganjal dalam benak Claudia. Michael terlihat begitu peduli pada luka kecil di sudut bibirnya. Tapi tidak peduli pada luka yang lebih besar di wajahnya.


Apa luka itu tidak dapat disembuhkan? Bahkan lebih dari satu luka. Terlalu sensitif untuk bertanya. Jika bertanya pun Michael akan menjawab luka tersebut karena alergi.


*


Pemuda yang memasuki kamar mandi, menguncinya dari dalam. Satu persatu lapisan gelatin itu kembali dilepaskan olehnya.


Menenangkan dirinya dalam bathtub. Berfikir tentang langkah selanjutnya, hari ini dirinya tidak menemukan seseorang yang ingin mendekati Claudia. Posisinya masih aman hingga kini.


Cukup lama berendam dalam air hangat, barulah membasuh tubuhnya di bawah derasnya air shower. Tidak memberikan celah sedikitpun.


Kala jubah mandi telah dikenakannya, koper kecil itu kembali dibuka. Menutupi pemandangan menyegarkan di hadapan cermin. Pemandangan yang benar-benar menyegarkan, pria rupawan, dengan bentuk tubuh menawan, harus menutup dirinya dengan alasan istrinya tidak menyukai pria tampan.


Menghela napas kasar setelah semuanya selesai. Ada beberapa hal yang ada di fikirannya. Berta berkata ibunya belum dapat dihubungi. Ibu yang akan segera kembali, belum mengetahui putranya sudah menikah.


Tapi itu tidak penting saat ini. Ibunya akan merasa beruntung jika mengetahui putranya menikah dengan wanita karier cantik seperti Claudia.


Apa benar sesuai bayangan Michael? Seperti apa sejatinya ibu dari pemuda ini? Wanita yang selalu menginginkan hal terbaik untuk putranya. Apa sang ibu akan rela putranya menikah dengan wanita yang lima tahun lebih tua?


Entahlah tapi selama belum ada janin dalam perut Claudia, sang ibu dapat memperkenalkan wanita manapun. Mungkin...jika anaknya belum menjadi budak istri.

__ADS_1


*


Michael perlahan melangkah memasuki kamar. Pria yang mengeringkan rambutnya.


"Belum tidur?" tanyanya pada Claudia.


"Belum, aku menunggumu." Jawaban dari wanita yang terlihat canggung. Menghela napas berkali-kali."Bagaimana perasaanmu melihat tubuh karyawati itu?" tanya Claudia menelan ludahnya kasar.


Michael tetap mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil. Jujur? Itulah yang dilakukannya."Menarik, pernah melihat cover komik atau film panas? Seperti itulah perasaanku. Hanya menarik, tapi tidak ingin dekat atau memegangnya. Karena hanya lumayan menjijikkan saja. Berapa banyak tissue yang berceceran di tempat itu? Begini saja, kita buat perbandingan agar istriku yang cantik ini paham. Jika kamu melihat pria tampan dengan tubuh atletis bagaimana perasaanmu?"


Claudia menelan ludahnya tidak dapat menjawabnya sama sekali. Michael menghela napas kasar duduk di sampingnya."Ada daya tarik bukan? Tapi bagaimana jika kamu membayangkan pria itu baru saja bermain ranjang dengan seorang wanita sebelum bertemu denganmu. Apa daya tarik itu berkurang?"


Claudia masih terdiam tidak menjawab sama sekali. Sialnya semua jawaban dari pertanyaan Michael adalah iya. Siapa yang tidak akan tertarik pada pria tampan, tapi wanita mana yang akan tertarik pada pria yang baru saja berhubungan badan dengan wanita lain.


"Karena itulah sebuah ikatan itu penting." Michael menunjukkan cincin di jari manisnya."Selepas pasangan kita memilih berkhianat atau tidak. Kita sudah bersumpah di hadapan Tuhan untuk selalu bersama. Karena itu aku meletakkan hatiku padamu. Walaupun kamu memintaku berhubungan denganmu setelah kamu berhubungan dengan pria lain. Aku akan tetap melakukannya."


"Ke... kenapa? Itu menjijikkan..." Claudia mengenyitkan keningnya.


"Aku tidak tahu, tentang hatimu atau isi hati orang lain. Tapi aku sudah berjanji menghabiskan hidupku denganmu di hadapan Tuhan. Karena itu bagaimana pun dirimu, apapun kelemahanmu, bagaimana pun sifat burukmu. Aku akan menjadi satu-satunya orang yang tetap memelukmu." Jawaban dari Michael membuat Claudia terdiam sejenak.


"Claudia... intinya aku melihatnya sebagai manekin. Tubuh manekin atau boneka Barbie menarik bukan..." Kalimat penuh senyuman dan kejujuran.


Dirinya ingin menangis rasanya, bagaikan bisa calon adik angkatnya dapat sepolos dan sebaik ini.


Sebenarnya di balik piyama berbentuk kimononya, dirinya memakai bikini dengan harga yang cukup mahal. Dipenuhi dengan renda, hanya untuk mengalihkan perhatian Michael dari apa yang dilihatnya tadi siang.


"Aku hampir saja meracuni fikiran calon adik angkatku..." Batin Claudia.


Namun, apa isi fikiran dari pemuda yang tersenyum tulus padanya."Pria yang pernah atau mencoba tidur denganmu tidak akan berumur panjang. Itulah intinya, aku akan selalu menerimamu dalam pelukanku setelah menyingkirkan mereka."


Ingat! Ini adalah perubahan tentang bagaimana seorang pria green flag menjadi red flag.

__ADS_1


__ADS_2