
Apa yang disebut rasa cinta? Entahlah, namun wanita ini begitu rapuh untuknya. Claudia sesekali memijit pelipisnya sendiri. Tidak mengingat dengan jelas kejadian semalam. Yang jelas, seperti biasanya dirinya bermimpi melakukan adegan panas dengan seseorang yang tidak dikenalnya.
Tapi ada yang aneh, mengapa ada tanda keunguan di atas belahan dadanya."A...apa yang terjadi semalam?" gumamnya, melihat keadaan sekitarnya. Berharap dirinya sendirian di tempat ini.
Tapi apa benar? Seorang pemuda terlihat, jantungnya berdegup cepat. Dari belakang benar-benar seperti seorang pria dalam mimpinya.
Apa kejadian semalam bukan mimpi? Dirinya benar-benar melakukan one night stand? Michael akan benar-benar kecewa dengannya jika dia tahu. Perlu digarisbawahi dirinya tidak cinta, atau takut ditinggalkan karena berselingkuh. Lebih pada rasa bersalah dan tindak ingin hidup sendirian.
Namun, kala pemuda itu berbalik."Sudah bangun?" tanya Michael, pemuda dengan wajah yang rusak. Telah menggunakan seragam office boy.
"A...apa yang terjadi semalam?" tanya Claudia memegangi kepalanya yang masih sedikit sakit.
"Aku datang kemari menjemputmu. Tapi karena kamu mabuk, aku putuskan kita menginap bersama." Jawaban penuh senyuman dari Michael.
"Begitu? Ka...kamu tidak macam-macam padaku kan?" Tanya Claudia mengenyitkan keningnya.
"Tidak macam-macam hanya memandikan istriku saja." Jawaban dari suaminya dengan senyuman yang begitu cerah. Tidak tega rasanya untuk memarahi orang ini. Tapi...tapi Michael pria pertama yang melihat tubuhnya secara langsung. Ini benar-benar memalukan! Memalukan!
"A...apa saja yang kamu lihat?" tanya Claudia, meributkan hal yang sudah pasti.
"Semuanya, kita adalah keluarga jadi tidak perlu merasa malu. Jika suatu hari nanti kamu sakit, aku akan menjagamu, memandikanmu bahkan membatumu ke toilet. Tidak boleh ada rasa jijik atau risih." Kalimat dari Michael penuh senyuman, ingin menghabiskan masa tua dengan istrinya tercinta.
Tapi dalam bayangan Claudia berbeda. Akan menyenangkan memiliki adik angkat semanis ini. Tidak sabar rasanya setahun berlalu untuk bercerai, kemudian Michael akan tinggal dengan status adik angkat. Setelahnya dirinya bebas mencari pria tampan sebagai kekasih.
Namun, tidakkah terlintas dalam bayangannya, adik angkatnya bisa saja menikahi wanita lain? Satu kata untuk menggambarkan jika hal itu benar-benar terjadi, mampus.
"Aku mencintaimu! Cium!" Pinta Claudia tiba-tiba. Mungkin sebagai hadiah karena adiknya yang baik menjemputnya.
"Iya..." Michael tersenyum simpul, mengecup bibir itu singkat. Namun perlahan lidahnya menerobos, cinta merupakan aliran sungai yang akan menemukan jalannya.
__ADS_1
Aroma mint dirasakan oleh Claudia, benar-benar menyegarkan baginya. Bagaikan kecanduan dengan perasaan ini. Bergerak bertukar liur, apa kakak dan adik boleh berciuman? Di negara dengan kebudayaan bebas boleh-boleh saja, lagipula kan adik angkat.
Wanita yang entah kenapa jantungnya berdegup cepat hanya dengan sebuah perhatian kecil. Hingga kala ciuman itu terlepas pelan."Boleh kita melakukannya?" bisik Michael.
Claudia menelan ludahnya sendiri, jika melakukannya sekali apa bisa hamil? Tapi...tapi tidak! Tidak boleh begini! Dirinya dan Michael akan bercerai setelah setahun pernikahan. Dirinya tidak boleh merampas keperjakaan calon adik angkatnya.
Lagipula pengalaman pertama baginya harus berkesan. Setidaknya harus dengan pria tampan yang suatu hari nanti menjadi suaminya.
"Tidak boleh, berpegangan tangan saat tidur saja sudah cukup. Kamu tidak ingin menyakitiku kan?" tanya Claudia dengan mata berkaca-kaca, menampilkan pesona mematikan yang tidak dapat ditolak.
"Baik..." Michael tersenyum getir, kalimat demi kalimat yang diucapkan Claudia semalam masih diingat olehnya. Melakukannya dengan seorang pria? Bahkan menggunakan borgol? Siapa dirinya dalam imajinasi Claudia semalam? Apa ada pria lain yang berani tidur dengan istrinya?
Segalanya berjalan seperti biasanya, dua orang yang sarapan bersama dalam kamar hotel. Pakaian ganti Claudia sudah dipersiapkan Michael yang memang sempat pulang, menjalani hari seperti biasa. Seperti pasangan muda yang baru menikah.
*
Satu lagi bersikeras dirinya tidak cinta, tapi ingin berciuman di setiap situasi. Satu lagi mengetahui istrinya tidak cinta, namun tidak pernah terfikirkan mengapa wanita ini dengan ikhlas memeluk dan mencium intens seorang suami buruk rupa yang bagikan terkena kutukan.
Dua orang ini terlalu lugu atau terlalu polos? Entahlah yang jelas mereka benar-benar bagaikan pasangan pengantin baru sejati. Pemuda yang turun dari mobil setelah ciuman terlepas. Sedangkan sang wanita menggigit bagian bawah bibirnya sendiri seakan belum puas. Inilah yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan, tanpa dukun yang bertindak.
*
"Suami Bu Claudia kemarin datang! Aku mendengarnya dari Ira. Anak bagian marketing!" Ucap seorang karyawan.
"Aku ada disana! Dia mengerikan!" Darja, salah seorang karyawan yang hadir menghela napas kasar.
"Mengerikan? Tapi dia tampan! Di...dia anak baru di departemen apa! Gila! Seperti artis! Tidak! Lebih tampan dari artis!" Seru Santi, salah seorang karyawati yang juga hadir.
"Permisi...kopi susunya sudah siap." Michael tersenyum, menyajikan minuman hangat.
__ADS_1
"Michael, kamu sering berkeliling ke beberapa departemen kan? Apa kamu pernah melihat pria dengan ketampanan tingkat tinggi!?" Tanya Santi, ingin mengetahui tempat suami atasannya bekerja.
Michael membuka buku catatan kecil miliknya."Sasta dari bagian HRD, Tantra dari bagian keuangan, Tora anak baru di bidang pemasaran, satu lagi Evan... manager bagian pemasaran," ucapnya memutar bola matanya malas.
"Hanya itu?" tanya Darja antusias.
"Satu lagi, pria yang paling tampan disini. Calon ayah dari anak-anak Bu Claudia." Michael menutup buku catatan kecilnya.
"Siapa?" tanya ketiga karyawan bersamaan.
"Aku." Jawaban penuh percaya diri dari Michael, membuat semua orang menghela napas kembali beraktivitas."Aku benar! Tidak berbohong! Sekarang memang aku tidak dicintai! Tapi suatu hari nanti."
"Omong kosong!" Teriak mereka bertiga kompak. Sedangkan Michael hanya terkekeh.
"Tapi, suami Bu Claudia pasti seseorang yang dapat masuk ke ruangan mana saja. Dia mengingat nama kita, itu artinya nama semua karyawan dilafal olehnya. Kita hanya perlu berhati-hati, dan untuk sementara jangan melakukan pelanggaran hingga identitas mata-mata itu terbongkar." Usulan dari Darja, orang yang lebih tajam daripada CCTV ada di sekitar mereka.
*
"Dwi anak bagian marketing, tiba-tiba mempunyai jam baru dengan merek rolex. Dia menyombongkan pada orang-orang tentang harganya yang mencapai 150 juta. Jam hampir senilai harga truk, apa jamnya bisa dipakai mengakut semen? Tapi yang jelas, dia baru saja meloloskan satu perusahaan untuk bekerja sama. Jaga-jaga saja, mungkin ini ada hubungannya dengan suap seperti kasus sebelumnya." Kalimat demi kalimat yang diucapkan Michael sambil memeluk dan merangkul Claudia.
"Ada lagi? Jika tidak ada cium aku ..." Pinta Claudia. Kala kedua napas itu akan saling beradu pintu tiba-tiba terbuka.
"Maaf mengganggu, tapi aku harus bicara serius dengan Michael. Ini tentang hal pribadi!" Ucap Tara, tiba-tiba masuk tanpa permisi.
"A...apa yang akan kalian bicarakan? Kenapa tidak disini saja?" Ucap Claudia berusaha tersenyum.
"Michael, aku sudah memesan meja di restauran dekat kantor. Kita perlu bicara berdua." Tara menghela napas kasar.
"Kalian berselingkuh!?" Bentak Claudia tiba-tiba, tidak mengerti bagaimana cara Tara menggoda Michael yang polos.
__ADS_1