Valen For You

Valen For You
Totalitas


__ADS_3

Jason menutup teleponnya. Dia bersandar pada kursi putar yang terlihat begitu nyaman. Jason tertawa kecil menyadari kebodohan yang telah dia lakukan. Semua sudah dia lakukan untuk Valen. Jason bahkan membeli gedung yang tidak murah dengan sembunyi-sembunyi dari Ibunya. Jason pikir, dengan menjadi pemilik dari stasiun televisi ini, Valen akan memperhatikannya. Tapi, Jason salah besar.


Valencia ternyata sudah menikah. Dan suami Valen bukan orang yang main-main, bahkan jauh lebih kaya raya dari Jason.


Ya, setelah menyelidiki dari Zoe, akhirnya Jason tau tentang Alden Sebastian dan bagaimana mereka bisa terikat dalam pernikahan. Alden memang orang kaya, tapi dia hanya anak angkat dan sekarang Alden sudah di usir dari keluarga Sebastian.


Pantas saja, Valen sampai memohon-mohon untuk tetap bekerja.


"Malam Pak.. Katanya, bapak memanggil saya?" seorang wanita masuk dan menghadap Jason.


Jason berdiri. Dia meninggalkan kursi putarnya, lalu berhadapan dengan wanita itu. Wanita itu mundur beberapa langkah karena dia tidak kuat mendapat tatapan dari Jason.


"Kamu tau apa kesalahanmu?" tanya Jason masih dengan nada yang sopan.


"Eng,, gak pak." jawab wanita itu terbata.


"Kenapa kamu kasar pada Valen? Apa salahnya?" kali ini Jason lebih serius dan menunjukkan wibawanya.


"Karena dia santai sekali kerjanya." jawabnya jujur.


"Jadi kamu ingin kerja santai juga?" tanya Jason sambil terus menelisik mata wanita itu. "Kalau begitu, kamu tidak usah bekerja, kamu santai saja di rumah."


"Tapi, pak.."

__ADS_1


"Jika besok kamu masih terlihat di sini, aku sendiri yang akan menyeret kamu pulang." Jason berbalik dan tidak mau mendengarkan penjelasan wanita itu lagi.


"Jason!" suara serak wanita yang khas itu melnegking membuat bulu kuduk Jason berdiri. Jason berbalik. Wajahnya yang tadi begitu berwibawa, tiba-tiba menjadi seperti anak manis.


"Cepat pergi." Jason memberi kode pada orang yang baru saja dia pecat untuk keluar dari ruangan.


Wanita itu membungkuk, lalu berlari keluar tanpa banyak protes. Dia sangat takut karena di sampingnya ada aura negatif yang berasal dari sesesok wanita paruh baya berkacamata yang sedang bercak pinggang.


"Malam, Ma." Jason bergerak lebih dulu untuk memeluk Ibunya.


"Jelaskan ada apa semua ini." ucap Ibu Jason tanpa basa basi.


"Jason ingin memulai usaha di industri hiburan, Ma."


"Kali ini, wanita mana lagi?"


"Maksud mama apa si?" tanya Jason yang pura-pura tidak tau.


"Jas, berhenti bertindak bodoh." Bu Meri sangat khawatir pada anak satu-satunya itu. Dia selalu saja sangat totalitas dalam mengejar seorang perempuan. Apapun akan Jason lakukan demi menarik perhatian gebetannya. Tapi, sayang sekali, para wanita yang Jason dekati tidak punya perasaan lebih pada Jason dan hanya memanfaatkannya saja.


"Ma.. kali ini Jason tidak akan melepaskannya." Jason memegang pundak Bu Meri untuk menenangkan Ibunya. "Wanita ini mandiri dan cantik, sama seperti Mama." "Dia juga dari keluarga terpandang."


Bu Meri sedikit melunak karena Jason melobi nya dengan baik. Bu Meri sebagai orang tua tunggal pasti sangat ingin Jason mendapat wanita tangguh seperti dirinya.

__ADS_1


"Siapa namanya?" tanya Bu Meri penasaran.


"Valencia Bramantyo." jawab Jason dengan bangga.


Bu Meri mengerutkan dahinya. Dia seperti tidak asing dengan nama Valencia.


"Mama kenal?" Jason mulai panik karena takut Ibunya itu langsung memasang tembok pada Valen begitu tau dia sudah menikah.


"Bagaimana mau kenal kalau kamu belum membawanya ke hadapan Mama?"


"Dia sibuk, Ma. Pasti nanti Jason akan bawa Valen pada Mama."


Bu Meri mengangguk. "Tapi ingat, Jas. Kalau dia tidak mencintaimu dan hanya memanfaatkan mu saja, lebih baik kamu cari wanita lain." Pesan Bu Meri. "Dan segera jual stasiun ini. Bantu Mama di EO."


"Ma,,aku tidak suka bidang itu."


"Mama tidak mau berdebat lagi denganmu, dan Mama mau pergi."


Jason melambaikan tangan sambil tersenyum lega atas kepergian Ibunya. Sepeninggal Bu Meri, Jason kembali duduk si kursi kerjanya.


Perasaan Jason saat ini hanya berpusat pada satu orang saja. Valencia. Dia terlihat tertekan bersama Alden. Pasti hubungan mereka tidak baik. Jason sudah memutuskan untuk tetap mendekati Valen dan akan lebih totalitas lagi dalam memperhatikan dia dan anaknya.


Ini adalah hal tergila dalam hidup Jason. Dia berani mendekati wanita yang sudah bersuami. Jason tidak akan merebut Valen, tapi setidaknya dia akan memastikan Valen tercukupi dan aman.

__ADS_1


"Valen.. aku janji akan menjagamu dengan baik." ucap Jason sambil tersenyum.


__ADS_2