Valen For You

Valen For You
Masalah


__ADS_3

Steve terkejut ketika Alden datang pagi itu. Penampilan Alden bahkan lebih buruk dari orang homeless. Alden tidak mencukur jenggotnya, rambutnya acak-acakan, dan dia masih menggunakan pakaian kemarin. Apakah Alden semalam tidak pulang? Alden bilang dia ingin menemui Valen? berbagai pertanyaan muncul dalam benak Steve.


"Alden, apa ada masalah?" tanya Steve sambil meminum air di depannya.


"Ya, ada masalah besar." Alden tertunduk lesu. Dia sebenarnya tidak bersemangat kerja hari ini. Tapi, Steve meneleponnya dan mengatakan ada sesuatu yang penting yang ingin dia bicarakan.


"Masalah apa?"


"Valen pergi."


Zoe yang awalnya tidak terlalu mempedulikan Alden, kini segera meninggalkan sendok dan garpunya. Dia memandang Alden dengan pandangan penuh tanda tanya seperti Steve.


"Apa maksudmu? Pergi kemana?" selidik Zoe.


"Nona, apakah Valen bicara sesuatu pada anda?" Alden memandangi Zoe dengan penuh harap.


"No.Valen tidak bilang apapun." jawab Zoe santai.


Pupus sudah harapan Alden. Dia tidak mendapatkan informasi lagi. Bahkan sekelas bestie seperti Zoe pun tidak tau keberadaan Valen.


Steve tiba-tiba berdiri. Dia mengambil ponselnya dan segera menyingkir dari meja makan. Ya, saat ini Steve ingin membantu Alden untuk mengatasi masalahnya. Dia begitu sedih melihat Alden yang seperti orang tidak punya semangat hidup itu.


"Halo, selamat pagi Bram." Sapa Steve dengan ramah.


"Aku sedang tidak bisa bicara sekarang, Steve."

__ADS_1


"Lho, ada masalah apa?" Steve mulai memancing Bram supaya dia mau menceritakan keadaanya sekarang.


"Anakku yang sedang hamil tiba-tiba sakit. Jadi aku harus menemuinya dulu."


"Sakit apa? Kenapa kamu terdengar panik sekali?"


"Panjang kalau dijelaskan lewat telepon. Yang jelas, nyawa putriku dan bayinya bisa terancam."


Steve seperti tersambar petir di pagi yang cerah ini. Apa artinya Valen pergi karena dia sakit dan tidak ingin Alden mengetahuinya?


"Semoga anakmu cepat sembuh." ucap Steve dengan suara parau.


"Thanks Steve."


Steve berpegangan pada tembok karena shock dengan semua ini. Air matanya juga sudah turun tanpa dia sadari. Tentu saja Steve memikirkan Alden, alias anaknya. Apa yang akan terjadi jika sesuatu terjadi pada Valen? Bagaimana Alden sanggup menghadapi ini semua?


Steve memberi kode pada Zoe supaya dia jangan heboh. Steve lalu meminta Zoe untuk membawanya ke ruang kerja.


Zoe dengan susah payah membantu Steve duduk di kursi kantornya. Dia juga tidak lupa mengambilkan air minum, lalu memberikan itu pada Steve yang terlihat lemas dan sedih.


"Apakah ada kabar buruk, Dad?" tanya Zoe penasaran.


"Ini soal Alden." jawab Steve lemah.


"Kenapa dengan Alden, Dad? Apa dia membuat kesalahan?" "Atau Valen pergi karena tidak tahan dengan Alden?" Zoe mulai mengutarakan apa yang ada dalam otaknya.

__ADS_1


"Zoe jangan bicara sembarangan." omel Steve.


"Yah, namanya hidup Dad. Segala sesuatu bisa terjadi." Zoe yang lelah berdiri, memilih untuk duduk di depan Steve.


"Apa kamu tidak panik sahabatmu itu hilang?" tanya Steve heran. Biasanya Zoe sangat heboh jika terjadi sesuatu dengan grup sosialitanya.Tapi Zoe malah biasa saja saat mendengar Valen hilang.


Zoe memutar kedua bola matanya. Dia memang kaget soal apa yang terjadi dengan Alden-Valen. Tapi, di satu sisi dia cukup senang karena jika Alden berpisah dari Valen, Zoe memiliki kesempatan untuk mendekati Alden dengan bebas.


"Zoe, jangan berpikir untuk mendekati Alden." ingat Steve. Dia sedikit menangkap sinyal dari Zoe yang sedikit menyunggingkan senyum. Steve tau jika anaknya pasti merencanakan sesuatu.


"Kenapa, Dad?" "Bukannya Dad tidak masalah kalau mempunyai menantu seperti Alden?"


"Zoe.. Jangan-jangan.."


"Ya,, aku menyukai Alden, Dad." ucap Zoe sebelum ayahnya menyelesaikan kalimatnya.


"Zoe!" Steve berdiri sambil menggebrak meja.


"Dad,, kenapa Dad jadi seperti ini?" Zoe shock pada Steve yang menggebrak meja dengan begitu keras. Seumur hidupnya, Steve tidak pernah membentak dengan begitu keras seperti kali ini.


"Zoe, pokoknya Dad mau kamu buang perasaanmu itu pada Alden."


"Tidak. Zoe akan tetap dekati Alden."


Steve memegangi dadanya yang terasa sesak. Kesehatannya menurun karena acara semalam. Dia kelelahan dan pagi ini harus dihadapkan dengan berita Valen dan kelakuan Zoe. Steve tidak sanggup menyimpan semua rahasia ini sendirian. Steve harus bisa memberitahu Zoe sebelum dia juga jatuh sakit.

__ADS_1


"Zo, ada yang ingin Dad bicarakan padamu mengenai Alden."


__ADS_2