
Proses kremasi berlangsung lancar. Zoe duduk diam seperti tidak bernyawa, sedangkan Alden tidak berhenti menangis. Dia menyesal karena terlambat mengetahui hal ini.
Valen duduk di antara Zoe dan Alden. Dia tidak ingin bicara apapun saat situasi tegang seperti sekarang. Valen merasakan kesedihan sohib dan suaminya yang notabene adalah kakak dan adik. Jika dia ada di posisi mereka, Valen pasti juga akan shock dan trauma. Jadi, diam adalah pilihan yang tepat.
"Nona Zoe, Tuan Alden." seorang pria berjas datang dan membuyarkan lamunan masing-masing. "Tuan Steve menitipkan rekaman ini untuk kalian." Pria itu memberikan sebuah recorder yang di simpan dalam amplop coklat.
Valen membantu Zoe untuk memutar Rekamannya.
"Zoe, Alden.. Dad harus memberikan pesan ini karena Dad gak bisa bicara secara langsung pada kalian. Dan saat kalian dengar ini, mungkin Dad sudah istirahat dengan tenang." "Alden, Dad minta maaf. Dad tau meskipun 1000 kali Dad ucapkan maaf, itu tidak cukup untuk menebus kesalahan Dad padamu dan Ibumu. Dad sudah pasrah dengan reaksimu. Tapi, Dad mohon kamu bisa jaga Zoe dan juga jadi penerus keluarga Stevenson. Dad sudah membuatkan surat wasiat untukmu dan Zoe. Dad harap kalian bisa saling menyayangi sebagai kakak dan adik." "Dan untuk Zoe, kamu harus bisa lebih dewasa. Jangan kerja di dunia hiburan lagi. Dad mau kamu menemukan laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Jangan seperti Dad yang menyakiti Mira dan juga Mom kamu. Dad akan sangat bahagia jika kamu menuruti pesan terakhir Dad ini. Dad sayang kalian."
Suara tangisan kembali terdengar. Zoe kembali menangis sambil memegangi dadanya. Alden berdiri, lalu dia memeluk Zoe dengan erat. Meskipun sulit, Alden harus bisa menerima keadaan ini. Zoe adalah adiknya.
"Setelah kalian tenang nanti, kalian bisa temui saya untuk mengurus surat wasiat Tuan Steve." Pria itu membungkukkan badan, lalu pergi dari situ.
"Kak, aku tidak bisa menjalani ini semua." ucap Zoe pada Alden.
"Aku akan jaga kamu, Zo. Aku janji."
Zoe mengangguk dalam pelukan Alden. Saat ini yang terpenting untuk mereka adalah mencoba menerima situasi dan juga menerima kenyataan pahit tentang masa lalu keluarga mereka.
"Den, kita harus segera pulang karena kita sudah meninggalkan Alana terlalu lama." Valen memegang lengan Alden.
"Ya, kita akan bicarakan ini di Indonesia saja. Ayo, Zo. Kamu ikut kami."
*
*
*
Seminggu sudah setelah kematian Steve. Zoe dan Alden bisa jauh lebih tenang. Mereka baru saja selesai dari kantor pengacara untuk mengurus pembagian waris mereka. Alden menerima sekolah dan universitas yang didirikan oleh Billy puluhan tahun lalu. Sedangkan Zoe menerima perusahaan Steve yang bergerak di bidang properti. Dalam sekejap kehidupan Alden berubah. Dia menjadi penerus keluarga Stevenson dan nama belakangnya pun akan berubah.
__ADS_1
Ben sempat sedih karena kehilangan satu anak laki-lakinya, tapi Alden memang harus mengurus usaha Steve dan memakai nama belakang Stevenson sesuai dengan permintaan ayah kandungnya itu.
Sedangkan Bram sudah tidak dapat berkata-kata lagi karena menantunya sekarang jauh lebih kaya darinya. Jika Alden serakah, dia bahkan bisa menjadi pemilik rumah sakit juga. Sayangnya, kemampuan Alden terbatas. Dia tidak bisa memegang semuanya mengingat Alden belum mahir mengelola usaha.
"Kak, aku akan tinggal di apartemen saja." Zoe menghentikan Alden saat mereka akan masuk mobil.
"No, kamu tinggal saja dengan kami." Alden jelas menolak permintaan Zoe. Jika mereka tidak tinggal bersama, akan sangat sulit untuk Alden menjaga Zoe.
"Tapi.."
"Zo, Alden benar. Aku gak akan keberatan kamu tinggal sama kita. Kalau kamu tinggal sama kita, Alana jadi punya babysitter." kata Valen dengan polosnya.
"Sialan, lo Beb." omel Zoe tapi sambil tertawa. Ini pertama kalinya Zoe bisa tertawa lagi.
"Ya, aku akan ijinkan kamu pindah jika kamu sudah menikah." imbuh Alden sembari masuk ke dalam mobil.
"Dia tegas juga." curhat Zoe pada Valen.
"Val, Zo.. ayo cepat masuk." teriak Alden dari dalam mobil.
Valen dan Zoe segara masuk ke bangku belakang.
Mobil langsung melaju dengan cepat menuju rumah Steve.
"Sayang, kita sepertinya perlu cari calon untuk Zoe." ucap Valen di tengah keheningan.
"Beb.. cariin yang kayak Lee Min Ho." canda Zoe.
"Daripada sama lo, mending sama gue." protes Valen.
"Ehem." Alden berdehem keras dari bangku depan.
__ADS_1
"Wah, ada hulk marah." Zoe segera mengunci mulutnya.
"Jangan bicara yang tidak ada manfaatnya, Zo."
"Yang bicara Valen, kak. Bukan aku." "Lagian takut amat sih Valen berpaling. Dia itu cuma cinta sama Alden. Gak ada yang mau rebut dia. Valen for you pokoknya." oceh Zoe yang kesal kena imbas masalah rumah tangga orang.
"Tenang ya Beb, nanti gue cariin yang cakep, baik, pintar dan rajin menabung."
"Ya, aku akan pegang janji kalian."
Mereka saling bercengkrama membicarakan masalah pasangan hidup Zoe dan kehidupan gadis itu ke depan sampai tidak sadar jika mereka sudah sampai.
Zoe masuk lebih dulu karena dia sudah sangat lelah dan mengantuk.
"Val,," Alden menahan tangan Valen yang ingin masuk mengikuti jejak Zoe.
"Ya,, ada apa sayang?"
"Jangan pernah cari Lee Min Ho meskipun aku nanti sibuk." ucap Alden dengan wajah serius.
Valen tertawa. Sejauh mengenal Alden sampai menikah, pria ini sudah banyak berubah. Alden tidak lagi emosian dan lebih rasional. Dia juga lebih terbuka. Tapi, hanya satu yang tidak berubah. Cemburuan. Alden bahkan cemburu pada hal yang tidak nyata seperti ini.
"Alden Stevenson, aku hanya jatuh cinta padamu. Hanya kamu yang bisa buat aku bahagia. Lee Min Hoo gak bisa menggantikan mu, Den." Valen menangkap wajah Alden dengan kedua tangannya, lalu dia mencium bibir Alden.
------The end---------
(Selesai juga kisah Valen dan Alden. Makasih untuk yang sudah meluangkan waktu membaca novel author yang masih abal-abal ini..
Dan tolong readers harap bijak dalam mencerna setiap bacaan author ya.. ini hanya fiksi. Tapi setiap novel pasti ada pelajaran yang di petik. Jadi, jangan tiru apa yang kurang baik,, tapi tarik pelajarannya.. author sudah berusaha meminimalisir supaya tidak ada adegan yang tidak sopan atau juga yang menunjukkan kejahatan..
Akhir kata, selamat baca karya author yang lain.. masi ada 3 yang on going..🥰)
__ADS_1