
"Alden, tunggu." teriak Valen di Koridor.
Alden tidak menggubris teriakan Valen. Justru dia mempercepat langkahnya supaya Valen tidak dapat menyusulnya.
"Aduh." Valen yang menggunakan high heels keseleo karena berlari terlalu cepat.
Mendengar Valen yang kesakitan, Alden menghentikan langkahnya. Dia langsung berbalik dan berlari ke arah Valen yang sedang berpegangan pada dinding.
"Apa yang sakit, Val?" tanya Alden sambil memegang tangan Valen.
"Ku kira kamu sudah tidak peduli padaku." ucap Valen dengan nada sedih.
"Aku selalu peduli pada kalian." Alden memandang ke arah perut Valen.
"Lalu, kenapa kamu pergi dengan Milka?"
"Val, kamu juga pergi dengan Jason."
"Jason itu hanya rekan kerja."
"Milka juga temanku."
"Tapi kamu datang berdua."
Alden tersenyum sinis. "Valen,, kamu itu egois sekali."
"Aku, egois? Bukannya terbalik?"
Suasana semakin panas karena mereka berdua mulai menabuh genderang perang.
"Lihat dirimu." Alden mencengkram Valen, lalu memutarnya untuk menghadap ke arah cermin di belakang Valen. "Apa kamu pernah berdandan secantik ini untuk suamimu?" ucap Alden dengan nada melengking. Dia tidak peduli saat beberapa pasang mata menatap ke arah mereka.
"Kamu cemburu pada aku dan Milka, tapi aku sudah menahan itu jauh lebih lama. Kamu pergi dengan Jason siang dan malam. Kamu menerima semua barang pemberian Jason dengan senang hati. Kamu tau, perasaanku sebagai suami?" Alden mulai meledak lagi.
Kemarin Alden melihat banyak sekali barang elektronik baru di rumah, termasuk AC. Belum lagi ada pakaian bermerk dan sepatu-sepatu kets yang harganya mencapai puluhan juta. Alden sudah cukup bersabar selama ini. Hari ini semua dia ungkapkan, meskipun waktunya sangat tidak tepat.
"Den,, kecilkan suaramu. Aku malu." ucap Valen lirih.
"Valencia! Kamu memang hanya memikirkan dirimu sendiri." Alden terlihat begitu frustasi untuk menangani seorang Valencia.
"Kamu selalu emosional seperti ini. Kamu lupa aku sedang hamil?" Valen masih menjawab Alden. Dia juga begitu kesal karena Alden selalu marah-marah saja tanpa mendengar cerita dari Valen.
__ADS_1
"Aku tidak pernah lupa, Val. Tapi, sepertinya kamu yang lupa." sindir Alden. Pakaian Valen selalu saja yang mengaburkan kesan bahwa dia sedang hamil. Valen juga tidak pernah mengurus kebutuhan Alden.
"Kamu itu keterlaluan, Den."
'PRANG' Alden memukul kaca di samping Valen sampai kaca itu pecah berkeping-keping.
Valen pucat pasi dan tidak dapat bergerak.
"Ada apa ini?" Seorang pria tinggi tegap dengan wajah dingin mendekati mereka.
Pegawai yang melihatnya langsung menundukkan kepala pada pria muda itu.
"Alden Sebastian?" panggil pria itu lagi.
Alden menatap pria itu bingung. Kenapa dia bisa tau nama Alden?
"Saya Romeo, suami Cassie. Saya yang menggantikan Reno untuk mengurus hotel milik Dad Dimas." ucap Pria itu. (Cerita Romeo ada di novel Married With Romeo.. jangan lupa mampir yaaðŸ¤ðŸ˜ƒðŸ˜†ðŸ˜‰)
Rasa penasaran Alden terjawab sudah.
"Apakah kamu ada masalah dengan nona cantik ini?" tanya Romeo sambil memandang Valen yang sedang shock dan ketakutan.
"Apa hubunganmu dengan Alden, Nona?" Romeo tidak mempedulikan Alden dan lebih memilih bicara pada Valen.
"Dia itu suamiku." jawab Valen terbata.
"Bukan. Aku tidak merasa punya istri seperti dia." Alden menatap tajam ke arah Valen.
Valen balik menatap Alden tidak percaya.
"Jadi, mana yang benar?"
"Alden, kamu kenapa?" tiba-tiba Milka datang. Dia langsung menghampiri Alden yang tangannya sudah berdarah.
"Ayo, Mil. Kita pergi saja. Kita gak pantas ada di tempat mewah ini." Alden menggandeng Milka di depan mata Valen.
Valen terhuyung. Kakinya lemas dan tidak kuat menapak lagi. Dia semakin shock saja karena Alden pergi dengan Milka! Untung saja Romeo dengan sigap membantu Valen. Dia membawa Valen ke sofa yang ada di lobi.
"Ambilkan air minum." perintah Romeo pada pegawai yang menonton pertunjukan dadakan di Hotel itu.
"Tidak perlu." Jason datang dengan membawa tas Valen.
__ADS_1
Dia sudah menduga ini akan terjadi.
"Jason. Kenapa kamu juga ada di sini?" Romeo berdiri berhadapan dengan Jason.
"Aku datang dengan dia." Jason memegang pundak Valen yang masih gemetar ketakutan.
"Tenang Val, aku di sini." ucap Jason lembut.
"Tapi, dia ini istri sepupuku." Romeo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Nanti aku jelaskan, Rom. Kami pergi dulu." Jason membantu Valen untuk berdiri. Dia juga memegang lengan Valen, menjaganya supaya Valen tidak jatuh.
Romeo memperhatikan mereka yang menghilang di balik lift menuju parkiran. Kisah cinta Alden sepertinya terlihat rumit. Untung saja Romeo sudah melalui masa kerumitan dalam rumah tangganya sendiri dan kini dia hidup bahagia bersama istri dan anaknya.
*
*
*
Author mau menampilkan Visual ya..
Valencia
Alden
Jason
Milka
Zoe
__ADS_1