
Terdengar suara motor yang berhenti tepat di depan rumah. Aya yang saat itu tengah berbaring di kasur nya, langsung berdiri dan mendekati jendela kamar nya. Aya mengintip di sana, melihat siapa yang datang.
Seorang pria yang menggunakan jaket warna hitam dan juga kaca mata hitam turun dari atas motor sport, berjalan ke arah pintu rumah.
Tok tok...
"Sha...Asha...(panggilnya setelah menggedor pintu rumah)
"Ya Aldo tunggu sebentar (teriak Asha dari dalam rumah)
"Siapa sha...? (tanya Aya menonjolkan kepalanya di pintu kamar)
"Oh itu teman aku ay. Ya udah aku pergi dulu ya, jangan lupa pintu nya. (Asha pun ngeloyor pergi dari sana dan keluar rumah)
"Udah siap...(Tanya Aldo, matanya menatap penampilan Asha dari kepala hingga ujung kaki)
"Udah kok, ayo kita jalan sekarang...(Asha pun menarik tangan Aldo berjalan menuju motor)
Aldo naik ke atas motor nya, memberikan satu helm kepada Asha, dan membantu Asha menggunakan nya.
(Aldo Hernandez biasa di panggil Aldo, dia pemilik kafe tempat Asha bekerja saat ini dan Aldo juga kuliah di universitas yang sama dengan Asha, Satu jurusan tetapi Aldo merupakan kakak tingkat Asha)
"Oh ya rumah Loh gak di kunci sha...? (tanya Aldo di sela-sela membantu Asha menggunakan helm)
"Gak usah, ada teman gue kok di rumah nanti dia yang akan kunci pintunya (ujar Asha)
"Teman...? Bukanya loh bilang loh itu tinggal sendirian sha...? Kok sekarang ada teman loh...? (Aldo yang merasa penasaran)
__ADS_1
"Ya kemarin itu gue memang tinggal sendirian Al, dan saat gue pulang kampung kemarin teman gue itu mau ikut ke sini, katanya dia mau cari kerja, ya udah gue ajak dan tinggal sama gue sekarang. (jelas Asha)
"Loh memang baik ya sha. Jadi dia teman satu kampung sama loh sha...? (tanya Aldo lagi)
"Ya Al, Ya udah kita gak usah bahas dia lagi. Apa kita bisa pergi sekarang...! (tegas Asha)
"Pastinya... ya udah kita pergi sekarang. (ucap Aldo lalu memakai helm nya)
Setelah Aldo selesai memakai helm, Asha pun naik ke atas motor melingkarkan kedua tangannya di pinggang Aldo. Lalu motor mereka pun melaju meninggalkan kediaman Asha.
Di rumah
Dari balik jendela rumah Aya melihat asha dan juga cowok itu. Aya menggelengkan kepalanya saat melihat asha melingkarkan kedua tangannya di pinggang si cowok.
Setelah motor mereka pergi Aya pun mengunci pintu rumah lalu masuk ke dalam kamar.
Di kamar, Aya mengambil buku dan peralatan tulis nya. Seperti biasa untuk mengisi waktu kosong nya dan juga untuk mengusir rasa jenuh nya Aya pun mulai menulis.
Dari awalnya hanya iseng saja dan sekarang sudah di terus kan oleh Aya di waktu-waktu senggang nya seperti sekarang. Sudah beberapa lembar buku yang di tulis oleh Aya saat ini. Bukan hanya menulis tetapi kadang Aya juga membaca novel yang di tulis nya itu dari awal.
Aya masih saja menulis, mengarang cerita novel yang di buatnya. Saat menulis kadang Aya senyum-senyum sendiri dengan kata yang di tulis nya sendiri.
Sudah cukup lama Aya menulis, karena sudah merasa lelah pada tangannya Aya pun berhenti menulis, meletakkan alat tulis nya lalu meregangkan jari jemari nya dan juga punggung yang terasa kaku.
Dalam duduknya, Aya melihat ke arah jendela yang ada di kamar nya. Dan seketika Aya mengingat kedua orang tua nya yang ada di kampung.
Aya tersenyum, lalu tanpa terasa air mata nya jatuh ke pipi mulus nya.
__ADS_1
"Ayah ibu maafkan Aya ya, Aya belum juga menghubungi ayah dan juga ibu sampai hari ini...! Ayah ibu bersabarlah sebentar lagi, Aya janji di bulan depan Aya akan membeli handphone agar Aya bisa menghubungi ayah dan ibu setiap saat. Aya janji ayah ibu, do'akan Aya selalu ya ayah ibu supaya apa yang Aya impikan terwujud. (kata hati Aya dalam lamunan nya)
"Uh...Ayah ibu Aya kangen...(teriak Aya)
Aya mengambil foto kedua orang tua nya yang tidak jauh dari tempat duduknya.
Aya menatap foto itu, mengusap wajah kedua nya. Lalu Aya pun mencium dan memeluk nya.
"Aya tau pasti saat ini ayah dan ibu merindukan Aya, aya yakin itu....! Apa lagi ibu pasti ibu sekarang lagi memerlukan bantal guling yang selalu Aya gunakan. Aya gak salah lagi, apa yang Aya rasakan pasti ibu juga merasakan nya saat ini.
Aya tersenyum, lalu kembali menatap wajah ibu dan ayahnya di foto itu.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update setiap hari tanpa jeda....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan juga tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Semoga menjadi pembaca setia dari Novel Author yang berjudul "Warna Kehidupan Aya" ini ya....
...🥰🥰🥰...
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...