Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 85


__ADS_3

Aya sudah terlihat rapi dan tampak lebih segar saat ini, ia baru saja melangkah keluar dari dalam kamar Asha yang ditempatinya, Aya berjalan menuju dapur rumah setelah mendengar ada suara dari arah sana.


"Tante...! (ujar Aya seraya menghampiri setelah melihat ibu Asha yang tampak sedang merapikan meja makan, menata peralatan makan di atas meja makan itu)


Ibu Asha menoleh ke arah lalu tersenyum dan kembali menata peralatan makan di atas meja melanjutkan pekerjaannya.


"Sini Tante biar Aya saja yang menatanya. (Ujar Aya yang sudah berdiri di dekat ibunya Asha)


"Udah nak gak usah biar Tante saja, lagian ini hampir selesai kok. Udah kamu kedepan saja sana, temani nak Angga, kasihan dia dari tadi kamu tinggal sendirian saja. (ujar ibu Asha sambil memegang bahu Aya)


"Baiklah Tante, kalau begitu Aya pamit kedepan ya. (kata Aya menatap manik mata ibu Asha)


Aya pun pergi dari sana berjalan ke ruangan depan, sesampainya di sana Aya tidak melihat Angga ada di sana, Aya melihat ke pintu kamar yang di tempati oleh Angga, pintu kamar itu tertutup dengan sangat rapat.


Aya tidak berniat untuk menghampirinya, karena Aya yakin pasti Angga sedang istirahat saat ini dan dia tidak mau mengganggu waktu istirahat Angga saat ini.


Aya pun berjalan ke luar rumah lalu berdiri di teras rumah sambil menghirup udara segar yang bertiup di siang ini.


Suasana di desa baik di pagi hari, siang, atau malam itu sangat jauh berbeda dengan di kota, udara di desa terasa lebih segar di bandingkan di kota, karena di desa masih banyak pohon-pohon yang menjulang tinggi dan masih banyak perkebunan hijau yang membuat udara lebih bersih dan terasa segar.


Walaupun cuaca panas di siang ini namun udara yang berhembus cukup menyegarkan, Aya berjalan-jalan di halaman depan rumah Asha yang dikelilingi pagar beton Aya tampak melihat-lihat pepohonan buah-buahan yang ada di sana, serta menikmati keindahan bunga-bunga yang tumbuh bermekaran di halaman itu.


Ayahnya Asha dari dulu memang sangat suka dengan tanaman sehingga berbagai tanaman tumbuh subur di pekarangan rumahnya serta di belakang rumahnya. Dan semuanya sangat terawat.


"Nak Aya....!


Terdengar suara seorang lelaki tepat di belakangnya, dan Aya seketika memutar tubuhnya dan menoleh ke sumber suara.


"Om...(ujar Aya dan langsung melangkah untuk menghampiri, Aya pun langsung menyalaminya dengan sangat sopan)


"Bagaimana kabar om...? (tanya Aya saat sudah melepaskan tangannya)


"Alhamdulillah... seperti yang kamu lihat nak, om baik dan sehat. Kamu sendiri apa kabar...?


"Alhamdulillah Aya juga baik om. (jawab Aya seraya mengembangkan senyumnya)


"Tapi nak om lihat kok kamu kurusan ya sekarang...! Apa kamu ada masalah keuangan atau apa...?

__ADS_1


"Kurusan om...? Ah enggak...! perasaan om aja kali....? Aya merasa tubuh Aya seperti ini-ini aja om dari dulu. (ujar Aya sambil membolak-balik kan tangannya, seraya memeriksa)


"Nak, yang menilai itu bukan kamu sendiri tapi orang yang melihat kamu, kalau om lihat memang kamu kurusan sekarang. (ujar ayah Asha lagi)


"Ya sih om, tapi walaupun sedikit kurusan. Alhamdulillah Aya baik dan sehat kok om. Jadi om gak usah khawatir. (jelas Aya, yang tau arti dari tatapan ayah dari sahabat nya itu yang sedang mengkhawatirkan nya)


"Alhamdulillah kalau begitu nak, om sedikit lega mendengar nya. Ya sudah ayo kita masuk, ngapain sih kamu di luar panas-panas begini.


Aya menganggukkan kepalanya, lalu mulai berjalan menuju rumah mengikuti langkah kaki ayahnya Asha.


"Kamu udah lama nyampainya nya...? (tanya ayah Asha, saat keduanya melangkah masuk ke dalam rumah)


"Udah satu jam yang lalu om (jawab Aya sambil menghentikan langkahnya lalu membuka sandal yang di pakainya dan tidak lama Aya melangkah masuk ke dalam rumah)


"Kamu sendiri aja, dan naik mobil yang di depan itu...? (tanya ayah Asha lagi sambil duduk di sofa ruang tamu dan mulai membuka sepatu yang di pakainya)


"Enggak om, Aya kesini bareng temen. (jawab aja yang sudah berdiri di sisi sofa yang ada di hadapan ayah Asha)


"Teman...? Lalu di mana teman kamu itu...? (tanya ayah Asha sambil melihat ke sekeliling sudut ruang tamu rumah nya itu untuk mencari keberadaan teman yang di katakan Aya barusan)


"Anu om, itu...! dia lagi ada di dalam kamar, lagi istirahat. (jawab Aya dengan penuh hati-hati karena takut salah atas jawaban yang di berikan nya)


"Oh, ya udah biarkan dia istirahat sebentar pasti dia capek karena perjalanan jauh kesini. Terus Tante kamu ada di mana...?


"Tante tadi ada di dapur om.


"Tumben ayah cariin ibu...! Gak seperti biasa nya. (Ujar ibu Asha yang tiba-tiba muncul dari arah dapur rumah)


Ayah Asha dan Aya secara serentak menoleh ke arah ibunya Asha yang saat ini berjalan ke arah mereka berdua.


"Kan ayah gak ngeliat ibu makanya ayah tanya sama Aya. (kata ayah Asha, setelah ibunya Asha duduk di sampingnya)


"Udah ayo kita makan siang, makanannya udah ibu siapkan, nanti keburu dingin lagi. Oh ya, nak Angga di mana nak...? (ujar ibu Asha)


Ayahnya Asha seketika menoleh ke arah ibunya Asha, dia tampak kaget.


"Dia ada di kamar Tante. (jawab Aya)

__ADS_1


"Ya udah kamu panggil dia dulu nak, ajak dia makan. Om sama Tante tunggu di meja makan ya. (kata ibu Asha lagi)


"Baiklah Tante. (jawab Aya)


Mereka pun berdiri secara bersamaan, Aya langsung berjalan ke arah kamar sedangkan ibu dan ayah Asha berjalan ke dapur berdampingan.


"Siapa tadi nama temannya Aya itu Bu...? (tanya ayah Asha setelah berada di dapur dan duduk di meja makan)


"Angga yah. (jawab ibu Asha sambil meraih piring dan meletakkannya di depan sang suami)


"Angga...? laki-laki Bu...? (tanya ayah Asha)


"Namanya Angga ayah...! ya jelas lah dia laki-laki. Ada-ada saja pertanyaan ayah ini. Tunggu, (ibu Asha duduk di kursi meja makan tepat di samping sang suami) Apa jangan-jangan ayah gak tau kalau Aya kesini bareng temennya, dan teman yang di bawa Aya itu laki-laki, makanya Ayah tanya seperti itu sama ibu...!(ujar ibu Asha menatap dalam ke arah sang suami)


"Kalau Aya kesini dengan temannya ayah tau bu tadi Aya ada bilang sama ayah, tapi kalau temannya itu laki-laki ayah gak tau. (jelas ayah Asha sambil menggelengkan kepalanya)


"Apa dia pacar nya Aya Bu...? (tanya ayah Asha lagi sambil sedikit berbisik)


"Bukan pacar ayah tapi ca....(ibu Asha seketika menghentikan ucapannya karena dia melihat aya dan Angga berjalan ke arah mereka)


"Eh itu yah, mereka sudah datang. Ayo nak sini, kita makan siang dulu. (lanjut ibu Asha, yang sudah berdiri dari duduknya)


Aya dan Angga pun menganggukkan kepalanya, lalu mereka berdua bergabung dan duduk di kursi meja makan.


Tidak banyak perbincangan di antara mereka sebelum memulai makan, Angga cuma memperkenalkan dirinya kepada ayah Asha, setelah itu mereka langsung menyantap makanan yang sudah tersaji di atas meja makan.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....

__ADS_1


...Terima kasih 🙏...


...😘😘😘...


__ADS_2