
Angga dan Aya saat ini sudah berada di dalam mobil yang sengaja di sewa oleh Angga saat mereka sudah tiba di bandara kota kelahiran Aya.
Aya tampak sangat senang bahkan Aya tidak menyangka Angga bisa kepikiran untuk membawanya ke kampung halamannya, Semenjak Aya sudah tahu arah tujuan mereka Aya tidak henti-hentinya mengucapkan syukur Alhamdulillah, dan Aya juga lebih banyak tersenyum tidak seperti biasanya.
Angga memilih menyetir sendiri walaupun dia tidak begitu tahu jalan menuju desa Aya karena ini adalah perjalanan pertama Angga ke sana. dan kini mobil yang dikendarainya sudah mulai keluar dari kawasan bandara.
Aya tahu kalau Angga tidak tahu arah jalan ke kampung halamannya karena itu Aya pun mulai mengarahkan Angga saat setelah mobil mereka keluar dari kawasan bandara.
Walaupun sudah hampir 2 tahun Aya tidak pulang ke kampung halamannya namun Aya masih ingat arah jalan yang harus mereka tempuh.
"Kalau kamu capek kamu istirahat tidur saja. (ujar Angga kepada Aya yang duduk di bangku mobil yang ada di sampingnya)
"Kalau saya tidur emangnya mas tahu jalan mana yang harus di lalui...? (tanya Aya)
"Ya gak tahu tapi kan bisa bertanya nanti. (jawab Angga)
"Ya kalau ada tempat bertanya kalau tidak bagaimana mas...? pasti kita nyasar. (kata Aya)
"Kalau nyasar kan kita bisa balik kebelakang lagi. (jawab Angga dengan entengnya)
"Sudah lah capek kalau harus berdebat dengan mas. Udah mas lanjut jalan saja, fokus saja ke jalan gak usah hiraukan saya. (ujar Aya yang sedikit kesal)
Angga hanya diam dia tidak menanggapi apa yang di katakan Aya, dia hanya fokus ke jalanan karena jalanan yang mereka tempuh sekarang kurang bagus, begitu banyak lobang besar di sana.
Setelah selesai melewati jalanan yang berlobang kali ini mereka pun sudah sampai di jalanan yang cukup mulus sehingga mobil yang di kendarai Angga bisa melaju dengan mulus.
Aya terus saja mengarahkan Angga, dan tidak lama mereka pun akhirnya sampai ke jalanan besar yang akan terhubung langsung ke desa nya. Dan saat sampai di sana Aya masih terus mengarahkan Angga hingga akhirnya mereka sampai di desa kampung halaman Aya.
Mobil mereka saat ini sudah memasuki gerbang desa, dan tidak butuh waktu lama akhirnya Aya pun sampai di simpang untuk menuju ke rumah nya.
Aya dan Angga memang mengarah ke sana namun Aya dan Angga tidak pergi ke rumah Aya tetapi mereka akan pergi ke rumah keluarga Asha sahabat Aya.
Aya memang tidak memiliki keluarga lain di kampung itu, apalagi setelah kepergian kedua orang tuanya, Aya tidak memiliki siapa-siapa lagi. Tetapi walaupun Aya tidak memiliki keluarga serta sanak saudara kandung tapi Aya masih memiliki keluarga Asha yang sudah dianggapnya seperti keluarga nya sendiri.
Karena itu Angga mengajak Aya pulang ke kampung halamannya itu.
__ADS_1
Mobil yang di kendarai Angga berhenti tepat di jalan depan gerbang rumah Asha. Aya pun turun dari dalam mobil untuk membukakan pintu pagar rumah, supaya Angga bisa memasukkan mobil nya ke kawasan rumah Asha itu.
Setelah mobil masuk, Aya kembali menutup dengan rapat pintu pagar rumah Asha itu, lalu Aya pun berjalan menghampiri Angga yang baru saja turun dari dalam mobil setelah mematikan mesin mobilnya.
"Mas mau ambil apa...? bukannya tas kita ada di bangku tengah mobil. (ujar Aya saat menghampiri Angga yang sedang membuka kap mobil paling belakang)
"Ya saya tahu, kamu ambil tas pakaian kita, ini ada sesuatu yang harus saya ambil juga. (kata Angga masih berusaha membuka kap mobil paling belakang)
Aya tidak bertanya apa-apa lagi, dan dia pun langsung berjalan untuk mengambil tas nya serta tas Angga. Setelah menutup kembali pintu mobil Aya pun langsung berjalan menuju pintu masuk rumah Asha yang saat ini terbuka lebar dan itu menandakan ada orang di dalam sana.
Angga menyusul Aya yang sudah duluan berdiri di depan pintu masuk rumah Asha, Angga pun berdiri tepat di samping Aya dengan memegang beberapa paper bag.
"Apa itu mas...? (tanya Aya yang penasaran dengan apa yang di bawa oleh Angga)
"Ini oleh-oleh untuk yang punya rumah, lagian gak mungkinkan kita kesini hanya dengan membawa tangan kosong. (jelas Angga)
"Kapan kamu mempersiapkannya mas...? (tanya Aya yang merasa heran, karena dia benar-benar tidak tahu kalau Angga sampai sudah mempersiapkan itu semua)
"Udah gak usah banyak tanya, cepat panggil orang nya, saya sudah capek berdiri. (ujar Angga dan itu langsung membuat Aya terdiam)
Tok...tok...tok
"Assalamualaikum Tante....(ucap Aya setelah mengetuk pintu rumah ibu Asha)
Aya pun diam untuk mendengarkan apa ada jawaban atau tidak dari dalam sana. Beberapa saat Aya diam namun tidak ada jawaban dari dalam sana.
Aya pun kembali mengetuk pintu rumah serta mengucapkan salam tapi kali ini Aya sedikit membesar volume suaranya. Tidak butuh waktu lama terdengar jawaban dari dalam sana.
"Wa'alaikumsalam....(jawab seseorang dari dalam sana, dan itu adalah suara ibunya Asha)
Ibu Asha berjalan keluar dari arah dapur rumah nya, dan saat dia melihat tamu yang sedang berdiri di depan pintu itu dia tampak kaget seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Aya...! ini benaran kamu nak....! (ujar ibu Asha yang berjalan lebih cepat untuk menghampirinya)
"Iya tante ini Aya (jawab Aya seraya menganggukkan kepalanya, matanya sudah mulai berlinang dan langsung menghambur memeluk ibu Asha)
__ADS_1
"Ya Allah nak, Tante kangen banget sama kamu. Akhirnya Tante bisa meluk kamu lagi. (ujar ibu Asha yang membalas pelukan Aya)
"Aya juga kangen banget sama Tante dan juga om. (kata Aya)
Cukup lama keduanya berpelukan saling melepas rindu.
"Kok kamu kurus banget sih nak sekarang. Pasti kamu sering lupa makan ya saking sibuknya bekerja. (kata ibu Asha saat sudah melepaskan pelukannya, dan melihat manik mata Aya)
Aya hanya tersenyum dia tidak kuasa menjawab apa yang di katakan ibu Asha yang ini, karena memang benar tubuhnya lebih kurusan sekarang.
"Tante sama om apa kabar...? (tanya Aya)
"Alhamdulillah kita berdua baik-baik saja nak. Eh ya Allah Tante sampai lupa mempersilahkan kalian berdua masuk, malah keasyikan ngobrol di sini. (ujar ibu Asha setelah menepuk jidatnya pelan)
"Ayo nak masuk masuk. Oh iya, Ajak juga teman nya masuk nak Aya (ujar ibu Asha)
"Iya Tante (jawab Aya) Ayo mas masuk...! (ajak Aya mempersilahkan Angga untuk masuk)
Mereka pun masuk ke dalam rumah, lalu ibu Asha mempersilahkan mereka untuk duduk saat mereka sudah berada di dekat sofa ruang tamu.
Angga dan Aya pun duduk di sana, begitu juga dengan ibu Asha dia juga duduk tepat di sofa yang ada di hadapan Aya dan Angga yang duduk di satu sofa yang sama.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
...Terima kasih 🙏...
__ADS_1
...😘😘😘...