
Di mobil
Angga tampak menyibukkan diri dengan bermain ponselnya, karena Angga merasa bosan menunggu sendiri di dalam mobil.
Cukup lama Angga menunggu sendiri di dalam mobil itu, walaupun tangannya memegang ponsel, namun sorotan matanya tidak henti hentinya melihat ke arah kamar kost Aya yang masih saja tertutup.
"Kenapa dia lama sekali...! (gerutu Angga yang sorotan matanya tertuju pada pintu kamar Aya)
Angga menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya begitu saja, Angga kembali mengalihkan pandangannya ke ponsel, lalu beberapa menit kemudian Angga kembali melihat ke arah pintu kamar kost Aya.
"Apa sih yang mereka lakukan di dalam sana...! sampai selama ini. (ujar Angga lagi, yang hanya berbicara sendiri)
Angga sudah gelisah, bahkan dia bertekad untuk menghampiri Aya dan Aretha. Karena mereka belum juga terlihat.
Namun, saat Angga baru saja meletakkan tangan di handal pintu mobil untuk membukanya, tampak lah Aya dan Aretha keluar dari dalam kamar kost Aya itu, dan Angga pun buru-buru melepaskan tangannya, mengurungkan niatnya untuk keluar dari dalam mobil dan menghampiri Aya dan Aretha.
Senyum terlihat mengembang di bibir Angga tanpa dia sadari saat melihat putrinya dengan sangat bahagia bergandengan berjalan dengan Aya.
Angga bahkan membayangkan kalau Aretha saat ini berjalan bersama ibu kandung nya, karena melihat betapa bahagianya sang putri.
Angga tiba-tiba tersadar, menggelengkan kepalanya lalu mengusap wajahnya.
Angga berusaha menenangkan dirinya, lalu Angga keluar dari dalam mobil karena Angga melihat Aya dan Aretha sudah dekat dengan mobil nya.
"Sudah siap...? (tanya Angga menatap Aya)
"Sudah tuan (jawab Aya)
"Baiklah, ayo masuk...! Miss duduk di depan saja bersama Ara. Saya gak mau di anggap sopir sama orang-orang. (ujar Angga)
__ADS_1
Baik tuan (kata Aya yang mengerti maksud ucapan Angga)
Aya berjalan ke sisi mobil yang satunya bersama Aretha. Lalu Aya dan Aretha pun masuk ke dalam mobil, Aya memangku Aretha dan memeluknya.
Tidak lama Angga pun masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku kemudi.
Tanpa bicara lagi, Angga langsung menghidupkan mesin mobil dan langsung menjalankan nya, melaju meninggalkan kost an Aya menuju jalan besar.
Suasana canggung pun tercipta di dalam mobil itu, Aya hanya diam begitu juga dengan Angga yang hanya fokus mengemudi. Tidak ada seorangpun yang memulai pembicaraan baik dari Angga maupun Aya. Suasana di dalam mobil itu hening.
Aretha menatap Aya yang sedang memangkunya.
"Apa Miss Aya senang...? (tanya Aretha yang memecah keheningan)
Mendengar itu seketika Aya menundukkan pandangan melihat ke Aretha yang mengangkat kepalanya menatap nya.
"Karena Ara merasa senang makanya Ara mau tanya Miss juga. (ujar Aretha)
"Ih ada-ada saja kamu ini. (kata Aya, dan langsung bercanda dengan Aretha)
Keduanya saling bercanda dan tertawa bersama, tanpa menghiraukan seseorang yang ada di samping mereka yang tampaknya masa bodo dengan apa yang Aya dan Aretha lakukan saat ini.
Banyak obrolan yang terjalin di antara Aretha dan Aya, berbagai hal juga di tanyakan oleh Aretha kepada Aya, dan di jawab oleh Aya dengan penjelasan yang di mengerti oleh Aretha, keduanya tampak begitu akrab seperti ibu dan anak.
Areta bisa di bilang baru mengenal Aya, tetapi Aretha sudah sangat dekat dengan Aya. Berkat kebaikan, kelembutan dan perhatian Aya membuat Aretha nyaman bersamanya dan menjadi sangat dekat seperti sekarang ini.
Aretha itu adalah anak yang sangat susah untuk di dekati dan dekat dengan orang lain apalagi orang yang baru dia kenal, karena sejak bayi hingga sekarang Aretha hanya menghabiskan waktu di rumah saja bermain seorang diri dan hanya di temani bik Santi dan juga papanya, Aretha tidak pernah bersosialisasi dengan lingkungan sekitar apalagi bermain dengan anak seusianya.
Angga sebagai papanya sangat jarang mengajak sang putri untuk menikmati dunia luar, kalau pun pergi menghabiskan waktu di luar rumah Angga selalu mengawasi dengan sangat ketat putrinya itu dan selalu melarang apa saja yang di lakukan putrinya, walaupun tidak berbahaya sedikit pun.
__ADS_1
Alhasil Aretha menjadi pribadi yang seperti sekarang ini, selalu menyendiri, tidak mau berteman, sangat susah di dekati dan sebagainya.
Namun, di saat Aya mendekatinya Aretha langsung merespon dengan sangat baik dan sampai sekarang Aretha menjadi sangat dekat dengan Aya.
Mobil yang di Kendari oleh Angga itu mulai memasuki kawasan perumahan yang sangat mewah. Aya tampak melihat sekeliling dari kaca pintu mobil yang ada di sampingnya.
Aya tampak kaget dan kagum melihat beberapa rumah mewah dan sangat besar di sana. Sambil terus memeluk Aretha yang ada di pangkuannya Aya masih melebarkan pandangannya.
Sampai akhirnya mobil pun berhenti tepat di depan rumah paling ujung, rumah yang sangat besar dan di desain dengan sangat mewah. Rumah yang di kelilingi oleh pagar yang sangat tinggi, pintu gerbang yang secara otomatis terbuka dan tertutup sendiri, halaman yang sangat luas di tumbuhi oleh berbagai pohon buah-buahan dan memiliki taman bunga yang tampak sangat terawat dan begitu indah.
Angga mematikan mesin mobilnya setelah dia memarkirkan mobil itu tepat di depan pintu utama rumah. Angga memang selalu memarkirkan mobilnya di sana, karena itu untuk mempermudahkannya kalau mau keluar lagi, kecuali kalau sudah malam hari dan dia sudah tidak akan kemana-mana lagi, baru lah Angga akan memasukan mobilnya ke garasi mobil yang ada di samping rumah, di mana di sana sudah terdapat beberapa mobil koleksi Angga dan juga almarhum papanya dan mobil kesayangan almarhumah mamanya. Mobil pertama yang keluarga mereka miliki.
Semua mobil-mobil itu masih sangat terawat walaupun tidak semua yang di Kendari oleh Angga setelah kepergian kedua orang tuanya.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...
__ADS_1