
Keesokan harinya
Pagi-pagi sekali Aya sudah bangun dari tidurnya, Aya menoleh ke jam dinding kamar. Lalu Aya pun bangkit dari tidurnya berjalan serta masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah membersihkan tubuhnya aya pun keluar dari dalam kamar mandi dengan langkah kaki yang lunglai seperti seseorang yang kehilangan semangat.
Aya membuka lemari pakaiannya lalu mengambil pakaian untuk dia pergi mengajar, baru saja Aya meletakkan pakaian itu di atas tempat tidur namun Aya kembali mengambil dan memasukkannya ke dalam lemari pakaian.
Aya mengambil pakaian santainya, lalu menggunakannya dengan cepat. Setelah itu Aya pun mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan kepada Miss Rina, meminta izin kalau dia tidak masuk mengajar untuk hari ini.
Setelah mendapatkan balasan izin nya dari Miss Rina Aya meletakkan ponselnya di atas tempat tidur, lalu Aya pun pergi ke dapur untuk mengambil sarapannya.
Aya kembali ke depan dengan beberapa potong roti lapis yang diletakkannya di dalam piring serta segelas air susu hangat.
Aya menyantap sarapannya, dan di tengah sarapan Aya kembali kepikiran akan Angga papanya Ara, Hari ini adalah hari dimana dia seharusnya memberikan jawaban atas pertanyaan yang di tanyakan oleh papanya Ara itu. Namun, Aya masih bimbang dan belum mendapatkan jawaban yang mantap di hatinya, karena itu untuk menghindari itu semua Aya tidak masuk mengajar hari ini.
Selesai menghabiskan sarapannya, Aya kembali ke dapur untuk membersihkan peralatan makannya, setelah bersih Aya kembali ke depan, menghidupkan televisinya sebagai penghibur dan berharap bisa melupakan sejenak masalahnya.
Aya yang tidak biasa menonton acara gosip di televisi namun kali ini entah kenapa dia malah menonton acara itu, tapi baru saja beberapa menit menonton acara gosip itu Aya pun merasa bosan dan langsung mengganti channel TV, mencari siaran yang lain, di siaran yang baru saja di ambil nya Aya pun tidak bertahan lama dia kembali mengganti channel TV nya mencari acara yang lain.
Setelah beberapa kali menggonta-ganti siaran televisi Aya pun menjadi bosan, dia menoleh ke jam yang ada di dinding kamar.
"Baru jam 8....! Ah...bosan kali kalau seperti ini, Apa yang harus saya lakukan ya supaya waktu itu berputar dengan cepat. (ujar Aya yang berbicara pada dirinya sendiri sambil terus berpikir)
Aya melebarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar kost nya yang tidak seberapa besar itu.
Setelah menemukan ide apa yang akan dia lakukan Aya pun langsung mematikan televisinya lalu bangkit dari duduknya.
Sambil bersenandung lagu Aya pun memulai aktivitasnya menata ulang barang-barang yang ada di kamarnya serta membersihkan sudut-sudut yang tidak terjangkau.
Aya mulai mengangkat, menggeser-geser perabotan yang ada di dalam kamarnya, menata ulang letak semuanya mulai dari tempat tidur, lemari pakaian serta yang lainnya.
Setelah ruangan kamarnya tertata rapi Aya pun bergeser ke ruang dapur, dia juga menata ulang dapur mininya itu serta membersihkan kamar mandi.
Butuh beberapa jam waktu yang di gunakan Aya untuk membersihkan kamar kost nya serta menata ulang barang-barang yang ada. Setelah semuanya terlihat rapi Aya pun mulai membersihkan diri karena tubuh nya sudah terasa lengket semua.
__ADS_1
Baru saja Aya selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi terdengar suara ketukan pintu kamar kost nya serta ucapan salam dari seseorang yang ada di luar.
"Wa'alaikumsalam...(jawab Aya yang berjalan mendekati pintu)
"Siapa...? (tanya Aya selanjutnya sambil menempelkan telinganya di pintu)
"Ini saya, papanya Ara. (jawab orang yang ada di luar)
Mendengar itu Aya langsung terlonjak kaget, tubuhnya langsung terasa kaku.
"Sebentar ya mas, saya bersiap dulu karena saya baru saja keluar dari kamar mandi. (ujar Aya dengan nada suara yang bergetar)
Tidak ada jawaban dari luar sana, Aya pun langsung bergegas menuju lemari, mengambil pakaiannya dan dengan cepat juga Aya menggunakannya, tidak lupa Aya juga menggunakan hijab seperti biasa nya.
Setelah rapi, dengan berlahan Aya berjalan ke dekat pintu. Aya mengatur pernafasannya, menarik nafas serta menghembuskan secara berlahan. Aya meletakkan tangan di dadanya, merasakan detak jantungnya yang berdetak dengan sangat kencang saat ini.
Setelah lebih tenang, secara berlahan Aya membuka pintu kamarnya, dan saat pintu itu sudah terbuka lebih lebar Aya melihat seorang laki-laki yang bertubuh tegap menggunakan baju kaos warna putih dan celana jeans yang berdiri membelakanginya saat ini sambil melipat kedua tangannya.
"Mas...(Panggil Aya dengan berlahan)
Mendengar suara Aya, seketika laki-laki itu berbalik badan untuk melihat ke arah Aya yang berdiri di ambang pintu kamar kost nya.
Angga menatap Aya, dan Aya sendiri cuma sesaat menatap ke arah Angga, Aya Langsung mengalihkan pandangannya (menunduk).
Angga melangkah untuk mendekati Aya, lalu Angga pun berhenti tepat di hadapan Aya.
"Kamu masih hutang janji kepada saya, apa kamu masih ingat...! (ucap Angga, dengan suara pelan seperti sedikit berbisik di telinga Aya)
Setelah mengatakan itu Angga pun langsung melangkah masuk ke dalam kamar kost Aya, tanpa di persilahkan terlebih dahulu oleh Aya.
Aya mengerutkan keningnya menatap ke arah langkah kaki Angga. Kepalanya seperti berputar seiring dengan langkah kaki Angga.
"Kenapa dia malah masuk begitu saja sih...! Bisa gawat ini kalau ketahuan sama pemilik kost kalau ada laki-laki yang bukan muhrim masuk ke dalam kamar. (ujar Aya yang berbicara pada dirinya sendiri, dan merasa pusing sendiri)
(Aya sepertinya lupa kalau kost-kostan itu adalah milik Angga)
__ADS_1
"Apakah begitu cara kamu menyambut tamu yang datang....! (ujar Angga yang sudah duduk di atas tempat tidur Aya, karena Angga tidak melihat ada tempat duduk yang lain di sana)
"Maaf mas. (kata Aya yang langsung berjalan masuk dan langsung berdiri tepat di hadapan Angga)
Angga menggelengkan kepalanya menatap ke Aya yang terlihat sangat gugup di hadapannya.
Aya berdiri mematung di hadapan Angga, dia memainkan tangannya serta tertunduk.
"Apa kamu mau berdiri begitu saja di situ sampai besok. (ujar Angga, sambil menyilangkan kakinya, yang sepatunya masih menempel di kakinya)
Aya berangsur mengangkat kepalanya, dan seketika keduanya saling tatap beberapa saat karena Aya kembali langsung mengalihkan pandangannya.
"Apa mas mau minum sesuatu...? (tanya Aya untuk menghilangkan kecanggungan dari keduanya)
"Ya boleh. (jawab Angga, yang kembali membetulkan posisi duduknya)
"Mau minum apa mas...? (tanya Aya dan kali ini Aya menatap Angga)
"Apa aja (jawab Angga yang membalas tatapan mata Aya)
Aya berbalik dan dengan cepat masuk ke dalam dapur mini nya, sebelumnya Aya mengambil jus instan yang ada di dalam kulkas yang letaknya tidak jauh dari pintu masuk dapur.
Angga menatap ke arah Aya, lalu setelah Aya sudah tidak terlihat Angga mengalihkan pandangannya ke setiap sudut kamar.
...*Bersambung*...
...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....
...🤗🤗🤗...
...Vote, Like dan Komen....
...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....
...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....
__ADS_1
...Terima kasih 🙏...
...😘😘😘...