Warna Kehidupan Aya

Warna Kehidupan Aya
Episode 49


__ADS_3

Benar saja yang ada di pikiran Angga saat dia meninggalkan Aretha di sekolah dalam keadaan cemberut tadi.


Pada saat dia menjemput Aretha di sekolah saat jam sekolah sudah berakhir, Aretha masuk ke dalam mobil dalam diam bahkan tanpa menoleh dan menjawab apa yang di tanyakan papanya.


Bahkan Sepenjang perjalanan dari sekolah ke rumah Aretha juga tidak mau bicara satu kata pun kepada Angga papanya. Walaupun Angga sudah berusaha membujuk sang putri dengan berbagai cara Aretha masih tetap diam seribu bahasa.


Mobil yang di Kendari Angga berhenti tepat di depan pintu utama rumah, setelah mesin mobil di matikan oleh Angga Aretha pun langsung turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah sambil berteriak.


"Papa jahat...(teriak Aretha)


Angga yang melihat tingkah anaknya seperti itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Sini tuan tasnya. (ujar mbak Ami dengan suara bergetar dan terlihat ragu sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil tas Aretha yang di pegang oleh Angga)


Angga melirik ke arah Ami sejenak lalu langsung memberikan tas Aretha yang di pegangnya itu kepada Mbak Ami.


"Oh ya Mak, tolong ganti pakaian Ara ya (ujar Angga dengan mimik wajah yang datar, seperti seseorang yang sedang mengintimidasi)


"Baik tuan (jawab mbak Ami dengan suara yang masih bergetar seraya menganggukkan kepalanya)


Ami maupun Ratih memang jarang sekali berbicara kepada Angga begitu juga sebaliknya, Angga hanya akan berbicara kepada mereka hanya saat perlu saja dan itupun beberapa kata.


Begitu juga dengan Ami dan juga Ratih keduanya juga tidak terbiasa berbicara dengan Angga, apa lagi memulai pembicaraan. Saat ada sesuatu yang ingin di sampaikan Ami maupun Ratih hanya akan berbicara kepada bik Santi dan bik Santi lah yang akan menyampaikan kepada Angga selaku majikannya.


Angga berlalu pergi dari sana, setelah mbak Ami meraih tas Aretha, Angga langsung naik ke lantai dua menuju kamar nya.


Sesampainya di atas Angga sedikit melirik ke pintu kamar putrinya yang terbuka lebar itu di mana di sana ada Aretha yang sedang duduk di pinggir tempat tidurnya sambil cemberut.


Angga tau putrinya marah kepadanya, jadi karena itu Angga pun tidak menghiraukannya dia hanya berlalu begitu saja dan masuk ke dalam kamarnya yang ada di samping kamar Aretha putrinya.


Ami juga naik ke lantai dua rumah menuju kamar Aretha, setelah melihat Angga masuk ke dalam kamarnya barulah Ami berani berjalan kembali mendekati kamar Aretha.


"Hai cantik, kok cemberut aja sih...(ujar Ami saat melangkah masuk ke dalam kamar Aretha dan melihat Aretha dengan cemberut duduk di pinggir tempat tidur)


Aretha melirik sejenak lalu kembali memalingkan wajahnya dan tidak menjawab apa yang di katakan oleh mbak Ami.


"Kenapa cemberut cantik...! dari pada anak cantik cemberut kita ganti baju aja ya, biar mbak Ami yang bantuin. (ujar Ami lagi sambil sambil berjongkok menghadap ke Aretha dan memegang tangannya)


"Gak Ara gak mau, Ara mau ganti baju sama bik Santi aja. (tolak Ara, memalingkan wajahnya lalu menyilang kan kedua tangannya di dada)

__ADS_1


"Ara sayang, kan bibi Santi nya kan masih di kampung...! jadi untuk sementara Mbak Ami yang bantuin Ara ganti baju, nanti kalau bik Santi sudah pulang dan ada di sini, baru bik Santi yang bantuin Ara ganti bajunya. (jelas mbak Ami dengan suara yang sangat lembut supaya Aretha menurutinya)


Aretha diam, dia terus saja menolak dengan menunjukkan ekspresi wajah yang tidak suka.


"Mbak udah biar saja saja. (ujar Angga yang sudah berdiri di ambang pintu kamar Aretha)


Mbak Ami seketika menoleh ke sumber suara, begitu juga dengan Aretha namun saat melihat papanya di sana Aretha langsung memalingkan kembali wajahnya.


"Baik tuan (jawab Ami yang langsung berdiri dari jongkoknya)


Ami berjalan ke arah pintu kamar Aretha.


"Kalau begitu saya permisi kebawah dulu tuan (ujar Ami saat sudah berada dekat dengan Angga)


Angga tidak menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya dan tatapannya tidak lepas dari sang putri yang sedang ngambek itu.


Angga melangkah masuk ke dalam kamar, sedangkan mbak Ami berlalu pergi dari sana, dan turun ke lantai bawah rumah menuju dapur untuk membantu Ratih yang sedang sibuk menyiapkan makan siang untuk majikannya.


"Di mana non Aretha Ami...? (tanya Ratih saat melihat Ami yang kesana seorang diri, Ratih juga cilingak celinguk melihat ke semua sudut mencari keberadaan Aretha)


"Non Aretha ada di atas, di kamarnya. (jawab Ami, sambil melangkah ke wastafel untuk mencuci sayuran yang sudah ada di sana)


"Em...(jawab Ami sambil menganggukkan kepalanya)


Di kamar


Angga duduk di pinggir tempat tidur, berdekatan dengan sang putri. Lalu Angga pun mengeluarkan ponselnya dan mencari nama seseorang di daftar kontak yang ada di ponselnya.


📞 "Halo... Assalamualaikum bik...(ujar Angga setelah panggilannya tersambung dan diangkat oleh orang yang dia hubungi)


Angga sengaja menghidupkan spiker pada ponsel itu, supaya Aretha mendengar suara orang yang ada di sebrang sana.


📞 "Wa'alaikumsalam...tuan (jawab orang yang ada di sambungan telepon itu dengan suara yang sangat halus seperti biasanya)


Aretha langsung mengangkat kepalanya yang sejak tadi tertunduk saat mengenali suara orang yang ada di ponsel itu, Aretha menatap lurus ke depan seraya berpikir keras.


Sedangkan Angga dia melirik sang putri dan tersenyum tipis melihat reaksi yang di tunjukkan oleh Aretha.


📞 "Bik, bibik lagi apa...? lagi sibuk gak...? (tanya Angga dengan masih melirik sang putri yang hanya diam menatap lurus ke depan)

__ADS_1


📞 "Ini bibik lagi bantu-bantu masak tuan, Oh ya Ada apa tuan...? Apa semuanya baik-baik saja...? (ujar bik Santi)


📞 "Semuanya baik-baik saja bik, cuma ini si Ara dia gak mau ganti baju bik, sepertinya dia lagi ngambek. (terang Angga)


📞 "Em...bibik tau pasti tuan kan yang buat non Ara ngambek begitu, tuan tunggu aja ya kalau bibik sudah pulang nanti bibik akan marahin tuan. (ujar bik Santi Dengan nada suara yang berpura-pura sedang marah, karena bik Santi tau pasti ada Aretha di samping Angga saat ini)


📞 "Loh kok bibik malah marah sama saya sih...! Udah-udah bik lanjutkan masaknya aja, dari pada bibik marah-marah nanti bibik tambah tua. Lagian sepertinya Ara juga lagi gak mood untuk berbicara sama bibik saat ini. Udah ya bik saya matikan dulu....(ujar Angga yang mulai ekting untuk memancing sang putri)


Belum juga ada jawaban dari bik Santi, Angga pun mulai ingin mematikan sambungan teleponnya.


Tepat sebelum Angga mau menggeser tanda merah yang ada di layar ponselnya, Aretha pun langsung mengambil ponsel yang di pegang oleh Angga.


📞 "Bibik papa jahat (ujar Aretha saat sudah berhasil merebut ponsel yang ada di tangan Angga dan menggeser sedikit posisi duduknya)


Angga hanya tersenyum tipis dengan reaksi yang di tunjukkan oleh putrinya itu.


Bik Santi dan juga Aretha saling ngobrol lewat sambungan telepon itu, cukup lama keduanya saling berbicara, sampai akhirnya Aretha pun memberikan ponsel itu kembali kepada Angga setelah mengakhiri bicara dengan bik Santi dan panggilan itu sudah di putus.


"Papa Ara mau ganti baju sekarang...! (ujar Ara setelah ponsel yang dia berikan di ambil oleh Angga)


"Baiklah, ayo (ujar Angga yang langsung turun dari tempat tidur dan langsung mengulurkan tangannya kepada Aretha)


Aretha pun menyambut uluran tangan Angga, lalu mengembangkan senyumnya.


Angga bergandengan tangan dengan Aretha masuk ke dalam ruang ganti yang ada di dalam kamar Aretha. Dan di dalam sana dengan cekatan Angga pun mulai mengganti seragam sekolah yang di pakai Aretha dengan pakaian hari-hari yang biasa digunakan Aretha.


...*Bersambung*...


...Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman-teman semuanya, karena jejak yang di tinggalkan itu yang membuat Author semakin semangat 💪 untuk menulis ✍️ dan bisa Update lagi....


...🤗🤗🤗...


...Vote, Like dan Komen....


...Hidupkan tanda Favorit ❤ biar ada notif yang masuk setiap kali Author update....


...Nb: Tolong tinggalkan komen yang membangun ya, jangan komen yang membuat Author nya down....


...Terima kasih 🙏...

__ADS_1


...😘😘😘...


__ADS_2